May 19, 2020

Bagaimana Cara Bekerja dari Rumah?

by , in
Di masa COVID-19 yang masih pandemi di Indonesia, sebagian pekerja penuh waktu memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah, menikmati gaji yang sama dan tunjangan yang sama dengan bekerja dari tempat kerja. Namun, bagaimana dengan pekerja-pekerja lain yang tidak memiliki kesempatan tersebut? Karena profesinya mengharuskan keadaan yang bekerja di luar rumah?

Di bawah ini beberapa pekerjaan yang saya amati bisa dikerjakan di rumah walaupun mungkin pendapatannya jauh berbeda dengan bekerja di luar rumah.

1. Fotografer
Fotografer jadi jual foto online


Mulai dari fotografer event besar sampai wedding pun akhirnya tak bisa dilakukan karena sudah ada maklumat untuk tidak berkumpul dan mengundang massa dalam jumlah banyak. Seorang fotografer masih bisa sih melakukan food fotografi di rumah atau dengan berbagai model teknik fotografi lainnya, lalu menjualnya ke situs-situs atau klien yang membutuhkan hasil foto yang baik.

2.Pedagang di pasar jadi jualan online


Awal menikah saya baru tau bahwa kita bisa kirim pesan ke tukang sayur keliling agar dibawakan sayur mayur dan lauk pauk tertentu ke rumah. Tentu tidak ada ongkirnya karena sekalian berkeliling menjajakan barang dagangan. Nah sekarang hal ini sudah menjadi biasa karena pasar pun menerapkan sistem delivery. Mudah-mudahan di kota pembaca  blog ini ada juga ya!

3. Event organizers wedding jadi jual jasa akad minimalis.


Untuk profesi satu ini diambil dari pengalaman teman dekatku sendiri. Resepsi pernikahan yang sudah mendirikan tenda hajatan dibubarkan oleh petugas. Akhirnya dia buka jasa akad minimalis gitu deh.. mudah-mudahan masih terus berjalan roda usahanya.. aamiin

4. Selebritis jadi live streaming via sosmed


Beberapa acara televisi yang saya tau, melakukan siaran dengan video conference. Untuk penyanyi biasanya bikin konser mini di live instagramnya. Ada juga yang bikin tutorial makeup seperti Raisa dan Yuni Shara.

5. Guru di sekolah jadi belajar jarak jauh


Lembaga pertama yang langsung kena imbas dari  COVID-19 ini ya sekolah. Anak-anak diliburkan bahkan ada yang sampai setelah lebaran. Alhasil, guru-guru pun mengirimkan tugas online via Google classroom, WhatsApp, dan email. Ngga kebayang gimana kalo punya anak sekolah. Ya masak ya nyuci ya ngajar, semuanya di rumah aja. Phew

Berbagai peralihan di masa COVID-19 ini bikin semua orang lebih peduli untuk berperilaku hidup sehat salah satunya dengan menjaga kebersihan mulai dari cuci tangan pakai sabun. Suamiku yang dapet jatah kerja di rumah walau selang-seling pun jadi bisa sering main sama si kecil. Banyak hikmah yang bisa diambil dari wabah satu ini, mudah-mudahan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Semoga wabah ini segera berlalu.. aamiin ya robbal alamiin



May 18, 2020

di Rumah Aja Saat COVID-19 di Indonesia

by , in
Penat, bosan, dan butuh hiburan.
Walau nggak lockdown di rumah sepenuhnya tapi nggak makan di luar, nggak main ke pusat perbelanjaan, dan nggak berkunjung ke sanak keluarga sanggup bikin sedih sih.

Seorang extrovert itu katanya sumber semangat atau energinya dari faktor eksternal. Yah, saya akui itu. Walau jelang melahirkan memilih bekerja dari rumah tapi di rumah aja kelamaan it's like killing me so harD. I just can't breathe and pusing.

Berhubung masa-masa ini masih akan dilalui selama COVID-19, saya akan korek hal-hal yang bisa dilakukan seorang cheerful body like meH. I wish it'll help yha wkwkwk

1. Bangun pagi langsung nyuci.
2. Habis subuh jangan tidur lagi karena it drives you badmood all day!
3. Baca kitab suci biar dapet petunjuk terus dari YME.
4. Dengerin radio yang ngasih informasi tanpa tendesi dan sedikit-sedikit menghibur.



Kalo nonton TV, asli pusing sih buat saya.

5. Bikin sarapan atau beli!
6. Main sama anak, baca buku bareng, do silly things.


Saya nggak terbayang sih gimana rasanya kalo udah punya anak yang libur sekolah kelamaan. Mungkin bikin gila ya apalagi kalo suaminya nggak kerja dari rumah.

7. Jangan lupa mandi biar moodnya bagus, badan seger, harapannya sih gitu. 🤪
8. Pesen go food biar hepi!
9. Belanja online kalo ada budgetnya!
10. Streaming film, YouTube, spotify



Social media is the last thing that you need but prepare yourself to get all about COVID-19. You can try something new like online courses, podcast, blogging, painting, sing a loud, play the piano, guitar, saxophone (?)


Hal yang lagi saya coba adalah menanam bumbu-bumbu dapur. Coba deh bhayangkhan kalo kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang kita tanam dan pelihara sendiri? Ketahanan pangan kita terjamin dan nggak panic buying guys. Pelihara ayam, sapi, ikan, nanam sayur, dan bumbu dapur, wah bayanginnya sih enak ya? Eksekusinya yang mogok cuma wacana aja. LOL

The conclusion is love your body guys, so the immunity can make viruses go away!





May 17, 2020

Memanjatkan Doa di Penghujung Ramadhan

by , in

للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Artinya: “Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi,”

Doa Rasullullah saat Ramadhan akan berakhir adalah doa yang sama dengan yang saya panjatkan dari tahun ke tahun. Seluruh umat muslim tentu bersedih hati karena akan berpisah dengan bulan suci yang penuh berkah ini, tak terkecuali saya. Berat rasanya menghadapi hari-hari setelah ramadhan karena COVID-19 belum juga beranjak meninggalkan bumi ini. Tentu sudah menjadi doa kita semua agar pandemi corona segera berlalu agar kita bisa beraktivitas normal.

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ini harus kita maksimalkan untuk beribadah dan mengharapkan pahala dari Allah. Walau tak bisa i'tikaf di masjid, namun kita masih bisa melakukan tadarus Al-Qur'an di rumah. Memperbanyak sedekah pada orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan jangan lupa membayar zakat fitrah. Mudah-mudahan di Ramadhan yang akan datang kita bisa pulang ke kampung halaman berkumpul dengan sanak keluarga dan berlebaran disana. 

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kita kesehatan dan keselamatan agar terhindar dari virus-virus corona. Tak satupun orang berharap terpapar virus itu namun ada saja orang yang terkena virus namun tak menunjukan gejala-gejala corona sebelumnya. Tentu kita harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas, memakan masakan yang bersih dan sehat dan melaksanakan pola hidup sehat. Menggunakan masker dan mencuci tangan setelah beraktivitas tak boleh disepelekan untuk menjaga diri dari serangan virus-virus yang tak berwujud. 

Semoga segala upaya dan ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil yang baik dan bisa menghindarkan kita dari wabah penyakit. Untuk pembaca yang masih harus beraktivitas di luar rumah semoga bisa segera bekerja dari rumah. Bagi pembaca yang sudah diam di rumah, tetap bersabar dan terus berdoa agar keadaan segera membaik. Tetap di rumah aja dan keluar saat benar-benar penting karena sesungguhnya kita tak pernah tau kapan virus-virus itu sedang hinggap di tubuh orang lain. 


May 16, 2020

Menghemat saat Hari Raya di Tengah Pandemi Corona

by , in
Penghematan saat lebaran kali ini tentu saja gampang banget dilakukan, tentunya dengan memisahkan pos-pos keuangan di awal saat menerima gaji dan THR. Tak mudik juga menjadi salah satu cara berhemat di lebaran kali ini. Biasanya kita mengeluarkan ongkos untuk bensin, makan di jalan, dan bagi-bagi rezeki di kampung halaman, kali ini uangnya bisa disimpan karena berlebaran disini aja. Pengeluaran terbesar saat hari raya memang saat mudik ke kampung halaman, kadang walau sudah budgeting tetap saja bocor sedikit-sedikit.

Lebaran tahun ini lebih hemat juga karena tak memasak makanan yang mewah. Tentunya lebaran bertiga aja jadi ya pesan aja ketupat dan opor cukup sekilo untuk kami saja. Kue lebaran pun tak sedia banyak karena bakal dihabiskan sendirian. Banyak sekali ya kan uang yang akan dihemat karena lebaran tak pulang kampung. Lebih berhati-hati juga saat memasak, jangan sampai kita membuang-buang makanan karena masih banyak orang-orang yang kelaparan akibat dampak wabah penyakit ini.

Kita pun harus berempati pada orang-orang yang tak memiliki pekerjaan. Orang-orang yang serba kekurangan untuk sekadar makan. Boro-boro mungkin mereka memikirkan perayaan lebaran, bisa memperoleh makanan untuk berbuka puasa saja mungkin sudah bersyukur. Segala sesuatunya tahun ini pasti terasa berbeda dan lebih sedih untuk saya pribadi. Tak ada salahnya lho kita meringankan beban mereka walau hanya dengan mengirim nasi atau masakan seadanya. Membuat orang lain bahagia tentunya akan membahagiakan kita juga ya kan.

Definisi bahagia memang tidak selalu soal uang namun tak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu harus dibeli dengan uang. Jika terpaksa harus membeli barang jangan lupa manfaatkan cashback atau potongan harga di hari-hari tertentu. Di minimarket biasanya kita juga bisa memilih barang-barang yang memiliki promo-promo tertentu. Cermat dalam mengatur keuangan dan lebih berhati-hati saat belanja. Food preparation selama satu minggu sepertinya harus dilakukan lagi setelah masakan lebaran habis tak bersisa! Biasanya lebih hemat dengan food preparation dan tak lagi bingung mau masak apa hari ini karena sudah dipersiapkan di awal pekan. Cobain deh! 

Okezone[dot]com

May 15, 2020

Memakai Skincare yang Aman untuk Ibu Menyusui dan Ibu Hamil

by , in
Masa lajang adalah masa-masa kebebasan menentukan pilihan apapun. Saat masih sekolah terutama masa kuliah, kita dengan leluasa memilih ingin berteman dengan siapa saja, memilih mata kuliah apa saja, memilih organisasi yang kita mau, bahkan memilih menjadi kupu-kupu yang kuliah pulang kuliah pulang atau kura-kura yang kerjaannya rapat melulu. Pilihan ada di tangan saya pada waktu itu, termasuk memilih produk perawatan wajah yang mulai banyak macamnya. Bagi kantong mahasiswa seperti saya yang masih minta uang orang tua sih saya dulu menuruti saja apa yang disarankan oleh ibu dalam hal tak sering ganti-ganti produk perawatan wajah sembarangan. Untungnya kulit wajah saya tidak sensitif, jadi beli produk perawatan wajah pun mudah dan gampang dicari.

Setelah menikah, saya masih melanjutkan pemakaian produk perawatan wajah masa kuliah. Berhubung tidak menimbulkan efek samping yang berarti, jadi saya masih setia menggunakan krim pelembab dalam wadah putih itu. Saya juga belum mengenal skincare, lebih dulu mengenal make up dan berani coba-coba dandan untuk berbagai kesempatan. Tapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa untuk memiliki kulit yang sehat, nggak baik terus-menerus menggunakan make up. Sebenarnya pekerjaan saya pada waktu itu tidak menuntut untuk selalu merias wajah setiap hari sih, jadi kulit wajah saya masih terawat dengan baik.


Masuk masa kehamilan, saya sempat berpikir untuk menghentikan penggunaan pelembab yang rutin saya gunakan karena khawatir berpengaruh besar pada kondisi janin di dalam kandungan. Pada waktu itu saya tau beberapa bahan pada produk perawatan wajah yang harus dihindari oleh ibu hamil dan menyusui, seperti retinoid, salicylic acid, dan hydroquinone, namun saya kurang paham kalau ada merk tertentu yang mengeluarkan produk perawatan khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaan bahan-bahan yang dilarang tersebut bisa menyebabkan kelainan pada janin. Saya pernah disarankan juga oleh orang lain, kalau sedang hamil itu harus berhenti menggunakan produk untuk kulit yang sejak lama digunakan. Berhubung saya merasa perawatan kulit terutama wajah itu perlu tetap dijaga sebelum, selama, dan setelah masa kehamilan, saya tidak berhenti merawat kulit wajah. Ternyata merawat kulit sebelum dan sesudah masa kehamilan memang perlu dan selamanya bisa tetap dilakukan asal menggunakan produk yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Beruntung di masa menyusui saat ini saya menemukan produk Mama's Choice yang sudah teruji secara dermatologis, dengan kandungan mineral sunscreen yang alami sehingga membuat kulit menjadi glowing dari natural rice extract. Non comedogenic, non fragrance, non alcohol, paraben free dan retinol free, dalam satu produk yaitu Daily Protection Face Moisturizer. 


Setelah tiga hari pemakaian kulit terasa lebih cerah dan lembab, nggak menimbulkan efek glowing yang berminyak mengganggu pandangan mata tapi glowing yang cantik alami. Daily Protection Face Moisturizer ini juga sudah mengandung spf 25++ lho dan Hyaluronic Acid yang membantu mencegah penuaan dini. Di usia yang menginjak 30 tahun ini, saya memang merasa perlu melakukan perawatan ekstra untuk kulit, terutama wajah, supaya lebih sehat. Biasanya saya menggunakan daily protection face moisturizer ini pada pagi hari setelah mandi. Produk ini bisa didapatkan di situs resminya Mama's Choice ya. Jangan lupa gunakan kode voucher dari Saya MAMAGIOVNY untuk berbelanja produk-produk Mama's Choice di Lazada, pssst ada diskon khusus lho!


Walau di masa pandemi ini kita tak lagi leluasa bepergian keluar rumah namun tetap saja ya kesehatan kulit harus terjaga meskipun di rumah aja. Gunakan selalu daily protection face moisturizer agar kulit terlindungi dari paparan sinar UVA dan UV. Bagi pembaca yang sedang hamil dan menyusui, sekarang jauh lebih tenang kan? Karena ada produk-produk dari Mama's Choice. Banyak banget lho pilihan produknya selain daily protection face moisturizer, ada relaxing massage oil yang membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Saat masuk trimester 3 usia kehamilan, saya merasakan juga susah tidur. Perut yang semakin membesar membuat badan mudah lelah dan membutuhkan relaksasi di saat tidur malam hari. Pasta gigi Mama's Choice juga hadir untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan menyusui. Khusus diformulasikan tanpa fluoride dan bebas SLS serta mengandung bahan-bahan alami seperti siwak, mint, klorofil, dan allantoin. Nah untuk hasil yang lebih optimal, gunakan juga mouthwash Mama’s Choice yang memberikan nafas segar dan tahan lama dengan sensasi mint menyegarkan. Mouthwash ini diklaim dapat secara efektif mengurangi mual, meredakan mulut kering, dan membersihkan gigi secara menyeluruh. Ada kemasan ukuran travellingnya juga lho, cocok banget ya kan untuk ibu hamil yang masih aktif berkegiatan. 

Ada juga produk untuk merawat kulit bagian perut agar senantiasa terjaga kelembabannya. Mama’s Choice Stretch Mark Cream terbuat dari bahan alami Lypobelle Soyaglicone dan kandungan Aloe Vera yang mampu menghilangkan gatal. Tak ketinggalan untuk puting susu yang biasanya suka lecet, Mama's Choice Intensive Nipple Cream solusinya. Krim puting dengan ekstrak kurma ini bisa secara efektif menenangkan, melembutkan, dan melembabkan kulit puting yang bermasalah. Krim ini juga aman jika tertelan bayi karena mengandung bahan food grade alami yang tidak membahayakan. Semua produk-produk Mama's Choice sudah teruji sehingga dijamin aman, halal, dan tidak berbahaya. Cocok juga nih untuk hadiah bagi kerabat serta kawan yang baru saja melahirkan. Pilihan mama tentunya harus aman agar mama dan buah hati terlindungi dan nyaman, ya kan?



May 15, 2020

Lebaran dengan Suasana yang Baru

by , in
Lebaran kali ini bakal kita rayakan di rumah baru bersama tetangga-tetangga yang baru kami kenal juga. Tak ada yang memilih mudik, kecuali terjebak di kampung halaman sebelum kebijakan PSBB dimulai. Berbagi masakan dengan tetangga dan menjual kue kering buatan tetangga adalah hal baru yang saya lakukan di lebaran tahun ini. Biasanya santai saja, tidak mempersiapkan masakan khusus karena berlebaran di tempat lain.

Lebaran kali ini memang beda, tak ada tradisi bersalaman dan berpelukan juga berkumpul bersama. Semua akan digantikan dengan video call, mengirim kartu lebaran, dan mengirim bingkisan ke rumah sanak saudara. Tak akan ada juga tradisi halal bi halal yang biasa dilakukan orang-orang kantoran maupun warga di komplek perumahan.

Semua kebiasaan menjadi berubah, tukang sayur akan buka secepatnya, tukang bubur akan berjualan di hari kedua lebaran seperti biasa, tukang bakso, tukang nasi goreng, semuanya yang tak mudik bakal memilih berjualan. Mungkin mereka juga khawatir jika mudik tak akan bisa kembali lagi mengais rejeki karena tertahan di kampung halaman. 

Suami pun memilih untuk beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan. Hari-hari setelah lebaran akan menjadi hari yang penuh perjuangan untuk memperoleh pekerjaan yang baru. Banyak orang yang diputus hubungan kerja, keadaan belum juga membaik di bidang-bidang tertentu seperti pariwisata dan restoran. Namun hidup harus optimis bahwa masih banyak rezeki yang Allah berikan walau bukan berupa uang.

Selama corona merajai bumi ini Tuhan mengingatkan untuk terus mendekatkan diri pada-Nya agar tak putus asa dan terus berada dalam kesabaran serta keikhlasan. Mungkin selama ini kita sering melewatkan ibadah dan terlalu larut dalam hingar-bingar kehidupan dunia, maka beberapa bulan ini adalah saat yang tepat untuk kembali memohon ampunan atas segala kerusakan yang kita perbuat untuk bumi ciptaan Allah SWT. Apakah pembaca menyadari kalau akhir-akhir ini langit menjadi lebih cerah? Hujan turun teratur saat sore hari dan suasana jalanan pun menjadi lebih tentram juga damai. Hal ini adalah satu dari sekian banyak hikmah wabah penyakit COVID-19 di dunia. Mau tidak mau, kita harus siap menghadapi kenormalan yang baru untuk mulai beraktivitas normal dengan batasan-batasan tertentu.


May 14, 2020

Memilih Mudik atau Tidak Adalah Pilihan yang Tak Mudah

by , in
Sebelum COVID-19 betah di Indonesia, kami merencanakan pulang kampung ke tanah kelahiran pak suami. Berkunjung ke sanak-saudara yang ada disana dan menikmati suasana hari raya di tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Lebaran yang sudah direncanakan pun tak bisa direalisasikan karena corona masih disini. Tradisi pulang kampung yang biasa dilakukan akhirnya urung terlaksana di lebaran tahun ini.

Semua warga di lingkungan rumah kami pun menahan rindu untuk berkumpul di kampung halaman. Hal yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bermacet-macetan menjadi biasa dan harus banyak sabar di jalan. Sambutan hangat dari keluarga di kampung pun hanya membekas dalam ingatan. Kami memilih untuk tidak mudik bukan karena terpaksa, tapi karena kesadaran dalam diri untuk saling menjaga kesehatan satu sama lain agar terhindar dari virus corona. 

Rasa sedih pasti datang karena tak ada tradisi satu ini, tak bisa ziarah kubur juga. Namun kita tetap harus bersyukur karena Allah SWT berikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari-hari. Toh tahun-tahun sebelumnya nikmat silaturahmi langsung selalu kita rasakan, tak ada salahnya menahan diri kali ini. Sambil berdoa semoga Tuhan berkenan menghilangkan virus corona dari muka bumi. 

Kondisi dilematis antara mudik atau tidak mungkin akan sangat berbeda ketika masih single dan merantau jauh dari orang tua. Bisa jadi orang-orang yang masih memiliki pekerjaan memilih tidak mudik karena khawatir tak ada pekerjaan lagi atau bahkan tertahan saat kembali bekerja. Namun bagi orang-orang yang berstatus mahasiswa dan apabila itu saya, maka saya memilih untuk mudik karena tidak terikat waktu bekerja. 

Pilihan untuk mudik atau tidak memang dilematis. Sama halnya seperti tetangga saya yang tertahan di kampung halaman karena terlanjur mudik sebelum bulan Ramadan datang. Kita bisa tetap berkomunikasi lewat telepon bahkan ada yang berkirim lagi kartu lebaran. Jangan sampai stress ya kawan, Insya Allah pandemi ini akan segera berlalu dengan baik. Masih ditunggu bingkisan lebaran dan amplop lebarannya hahaha.


May 13, 2020

Merindukan Banyak Hal Saat Lebaran

by , in
Tak ada hal yang paling dirindukan saat lebaran selain bersilaturahmi ke sanak-saudara dan handai-taulan. Saat masih kecil kami pulang kampung, rumah si mbah selalu penuh sesak dengan keluarga yang lain. Kami pun tidur berjejer di ruang keluarga depan TV dimana hawa dingin menyeruak masuk melalui celah-celah ventilasi, pintu, dan jendela. Semua kebersamaan itu hadir hampir setahun sekali. Namun semenjak sudah ada sepupu yang menikah, seringnya kami berbeda jadwal pulang kampungnya. Mengenang masa-masa kecil itu indah banget ya.

Biasanya kami main ke sungai depan rumah si mbah, makan bersama, main monopoli dan ular tangga, kami tidak mengenal gadget trendy. Paling hanya laptop yang dibawa sepupu yang lain untuk menonton film. Ada suatu masa dimana sepupu kami dari UK pulang kampung, rasanya senang sekali karena momen ini jarang terjadi. Kami pun main ke tengah sawah untuk hunting foto. Pergi ke pasar untuk melihat-lihat suasana disana yang seringnya jadi pusat perhatian karena bersama orang asing.

Tak puas menghabiskan waktu di kampung halaman, kami boyong keluarga 'londo' ke Jakarta. Kami berkunjung ke TMII untuk mempersingkat waktu 'keliling' Indonesia hahaha. Yah, momen-momen itulah yang ditunggu-tunggu. Saat berpisah pun rasanya sedih b a n g e t. Walau disana susah sinyal namun susah dilupakan juga.

Momen lain yang hadir saat lebaran adalah halal bi halal. Biasanya warga di rumah orang tua rutin menyelenggarakan acara halal bi halal untuk mempererat silaturahmi. Namun tahun ini tentunya momen tersebut tak bisa diselenggarakan. Terakhir halal bi halal adalah berkunjung ke ragunan dengan membawa si kecil yang baru mengenal binatang.

Menghadapi kenormalan yang baru di lebaran tahun ini Insya Allah kita bisa lebih ikhlas. Toh Allah SWT sudah memberikan hari-hari lebaran di tahun sebelumnya dengan ukiran kenangan manis yang indah. Untuk saat ini rasa rindu yang meluap harus ditahan demi kesehatan dan keselamatan sebagai upaya menghindari virus COVID-19. Tetap semangat dan jangan berputus asa ya!

May 12, 2020

Memasak Makanan Khas Lebaran

by , in
Di Jombang tak ada tradisi makan ketupat dan opor ayam di hari lebaran karena perayaan lebaran ketupat diselenggarakan satu minggu setelahnya. Jadi setelah solat ied selesai dilakukan, kami akan kembali ke rumah masing-masing dan menyantap makanan seadanya jika tak ada masakan khusus. Biasanya satu hari sebelum lebaran, para tetangga akan mengirimkan hantaran ‘besek’ atau nasi yang dimasukkan dalam wadah keranjang kecil beralaskan daun pisang. Sekarang sih sudah berganti kotak kardus biasa. Biasanya isi hantaran tersebut adalah nasi putih, bihun goreng, telur rebus, kentang balado atau bisa diganti kering kentang, kadang ada lauk ayamnya juga dan tahu. Si pengantar makanan akan menerima upah dari si mbah sebagai ucapan terimakasih atau mungkin uang lelah karena biasanya yang mengantar adalah anak usia sekolah dasar.

Sementara itu, di tempat-tempat yang menyelenggarakan solat ied berjamaah, selesai solat akan dihidangkan masakan dalam tampah untuk kemudian dibagikan pada selembar daun pisang yang berisi nasi jagung, urap, ikan asin atau rempeyek, sambal, dan apa ya saya kok lupa. Saya pun belum pernah mencoba membuat nasi jagung dan hanya tahu makannya saja, LOL.

Rasa lapar pun terbit saat mengetik ini…

Nah berhubung lebaran kali ini kami merayakan di Bogor dan di rumah sendiri, kami menghadirkan ketupat dan opor ayam biar berasa lebarannya. Satu menu yang nggak pernah bosen ku hadirkan Insya Allah di tiap lebaran mulai dari lebaran tahun ini adalah Paru goreng resep mertua. Asli ini tuh lebih nonjok dibandingkan daging dan ayam…

Bahan-bahan:
1kg Paru Sapi
Garam secukupnya
Salam, Sereh, Lengkuas, Jahe, Asem
Gula merah


Bumbu halus:
Bawang merah
Bawang putih
Ketumbar
Sereh cincang kasar


Cara membuat:
1. Rebus paru yang sudah dibersihkan kurang lebih 30 menit dengan lengkuas, sereh, jahe, garam, dan daun salam
2. Setelah ditiriskan iris tipis-tipis.
3. Tumis bumbu halus hingga harum.
4. Masukkan paru, aduk sebentar, tambahkan air rebusan paru yang sudah disaring lalu masak dengan api kecil hingga air habis. (Diungkep)
5. Goreng paru dengan sedikit minyak lalu siap dinikmati!

Oiya makan jeroan satu ini hati-hati kolesterol yah guys, jangan sering-sering ^^

Paru My Love


May 11, 2020

Memakai Baju Baru untuk Hari Raya

by , in
Kebiasaan membeli baju lebaran selalu aku lakukan sejak kecil. Tiap mendekati hari raya kami pasti menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk berburu baju baru. Padahal cara ibuku itu tidak efektif karena biasanya pusat perbelanjaan itu rame banget nggak kenal waktu dan pilihan bajunya jadi ketutupan. Berhubung selera berpakaian saya termasuk unik dan nggak biasa jadi beli baju baru saat lebaran aja tuh nggak menyenangkan. Pusing, lapar, dan haus saat dulu ada di kondisi seperti ini. 

Setelah menikah alhamdulillah aku bisa beli baju kapanpun aku mau karena punya penghasilan sedikit demi sedikit dari blog. Beli baju baru tak perlu tunggu hari raya, namun rasa hati tak puas jika mendekati hari raya tak berburu baju baru apalagi yang diskon. Ada rasa puas dan bahagia saat baju yang kita pilih mendarat mulus sampai rumah dan sesuai harapan. Apa ada yang begitu juga? Hehehe

Nah di masa pandemi ini, awalnya saya mengurungkan niat untuk beli baju lebaran untuk sekadar berempati pada orang-orang yang keadaannya jauh lebih sulit dari kami. Namun akhirnya aku beli juga sih karena di bulan-bulan sebelumnya kami alokasikan uang untuk biaya pindah rumah dan isi perabotan di dalamnya. Jadi beli baju baru yang sudah lama diincar dan belum habis stoknya itu rasanya bahagia b a n g e t.

Kalau ada yang bikin pernyataan “Mau kemana sih beli baju lebaran?”
Bagi aku pribadi bukan terletak pada pergi atau tidaknya kami di momen lebaran ini tapi menghidupkan suasana hari raya menurutku itu perlu supaya stress dan sedihku berkurang. Tak ada solat ied berjamaah, tak ada momen pulang kampung, sebisa mungkin kami menghadirkan hari raya di rumah kami. Tak ada yang salah dengan membeli baju baru asal sesuai kemampuan dan tidak berlebihan. Tak ada yang perlu disalahkan dan dipermasalahkan apalagi belanjanya online, tidak berdesak-desakan di pasar atau pusat perbelanjaan seperti yang heboh di televisi. Selamat menyambut hari raya! 


May 10, 2020

Mengharapkan Keadaan yang Lebih Baik di Ramadan 2021

by , in
Setiap Ramadan berakhir senantiasa terucap doa saat mengirim pesan permohonan maaf ke kerabat dan handai-taulan, semoga Allah perkenankan kita bertemu dengan Ramadan tahun depan. Dari tahun ke tahun selalu itu yang ku panjatkan kepada Allah, panjang umur dan dalam kondisi siap bertemu dengan bulan suci nan mulia. Suasana Ramadan hampir semua orang merindukannya, ya nggak sih? Mulai dari makanan, kegiatan sosial, sampai ibadah berjamaah yang bisa dilakukan hanya di bulan suci. Tentu saja memberikan kenangan tersendiri bagi jiwa-jiwa yang merindukan datangnya bulan suci Ramadan.


Semoga Ramadan tahun depan kami bisa pulang ke kampung halaman tempat aku dilahirkan. Tradisi mudik ini memang tak bisa dipungkiri menjadi momen spesial yang ku tunggu-tunggu. Walau kadang harus bermacet-macetan karena kepadatan kendaraan, badan pegel plus kesemutan, dan rebutan ke toilet di rest area tapi itu semua nggak bikin aku kapok sih. Si kecil juga demen main di sungai depan rumah si mbah, banyak hewan ternak yang bisa langsung kita lihat saat pagi berjalan beriiringan seperti bebek, sapi, dan kambing. Semua suasananya berbeda dengan disini dan itu membuatku selalu rindu pulang.



Insya Allah ramadan tahun depan kondisinya lebih baik dari tahun ini ya.. Semoga kesehatan dan kesabaran Allah senantiasa anugerahkan kepada kita semua aamiin. Satu hal lagi yang ku inginkan di Ramadan tahun depan adalah mudah-mudahan jualan kue kering semakin lancar dan berkah. Usaha yang ku rintis di Ramadan tahun ini semoga berkelanjutan, semakin banyak peminat, dan Allah ridho. Alhamdulillah keuntungannya bisa untuk kirik kue ke mertua, orang tua, dan untuk si kecil. Si kecil doyan banget sama kue kering satu ini, suami, dan aku juga suka!
Bagian paling sedih dari Ramadan tahun ini adalah mungkin tak akan terdengar suara takbir berkumandang di masjid-masjid, mudah-mudahan ramadan tahun depan situasi kembali normal jadi bisa menikmati solat tarawih di masjid dan mendengarkan lantunan speaker-speaker masjid yang bertakbir mengagungkan asma Allah. Ya Allah udah kebayang sedihnya tahun ini bakal sepi dan solat ied di rumah masing-masing.



May 09, 2020

Hikmah Puasa Saat Virus Corona

by , in
Dalam ketidakpastian kapan virus corona berakhir, bahkan sudah hadir sebelum bulan puasa datang. Aku jadi terlatih untuk mengelola stress dan berpikir positif pada virus yang belum berkesudahan ini. Awalnya terasa sulit menerima kenyataan bahwa kita tak lagi bisa melenggang bebas menikmati suasana di luar rumah walau sekadar window shopping, bahkan semakin stress saat melihat berita di TV. Perasaan stress itu alhamdulillah sudah bisa dikelola sedikit demi sedikit.

Hikmah yang ku ambil kala pandemi ini menyerang adalah aku jadi lebih banyak bersyukur, bersabar, dan ikhlas menerima keadaan yang baru. Keadaan yang membuat kami tak lagi mengandalkan hiburan di luar rumah, merasa cukup dengan segala sesuatu yang kami miliki hari ini. Aku sadar selama ini mungkin kami terlalu banyak bersenang-senang selama ramadan, mulai dari buka puasa bersama, belanja pakaian baru sampai lupa waktu, dan hingar-bingar lainnya yang melewatkan ibadah-ibadah sunnah di bulan suci ini. Sekarang kita, khususnya aku diminta untuk berbenah diri, mengenal lagi lebih dalam diri sendiri dan Sang Pencipta.

Aku juga bersyukur banget karena suami jadi bisa kerja dari rumah, kedekatannya dengan si kecil bikin aku nggak terlalu kerepotan apalagi pas puasa gini bisa bergantian main sama dia. Suami juga jadi punya podcast yang baru dirintis, jadi lebih produktif selain mengerjakan hal-hal yang rutin bisa kolaborasi di podcast juga. Si kecil juga jadi mau main sama papahnya, anteng kalau ditinggal solat, mungkin salah satunya karena kedekatannya sudah terbangun lebih baik.

Di bulan suci ini aku juga bisa berjualan kue kering buatan tetangga. Rasanya nggak percaya kalau ada yang jauh-jauh mau beli. Alhamdulillah semua yang dikirim aman dan nggak hancur. Aku jadi belajar packing dengan bubble wrap dan kardus juga, malah sekarang kepikiran untuk lanjut jualan makanan yang lain. Semua hal-hal kecil lebih aku syukuri sekarang, rezeki yang Allah berikan Insya Allah cukup sampai kondisi normal kembali. Walau dalam waktu setahun atau dua tahun, Insya Allah kesabaran kita tak kan habis. Semangat!



May 08, 2020

Potato Cheese Stick, Camilan Kentang Praktis

by , in

Semenjak menikah, takjil di rumah ini nggak jauh-jauh deh dari yang namanya gorengan. Kadang kolak atau es buah tapi gorengan selalu ada walau itu gorengan yang dihangatkan ulang dan hanya satu buah. Baru-baru ini aku coba bikin gorengan yang lagi viral, namanya potato cheese stick. Bikin camilan satu ini butuh kesabaran dan waktu luang yang banyak plus si kecil juga harus ada yang nemenin main biar bikinnya lancar!

Aku ini selalu punya stok kentang, jaga-jaga kalau si kecil nggak mau makan bisa ku goreng aja kentangnya. Kalau yang satu ini perlu campuran maizena, keju, dan penyedap rasa supaya lebih nikmat makan kentangnya, maka dari itu butuh waktu lebih lama. Resepnya boleh lihat di akun instagramnya Yackikuka. 

Bahan-bahan:
500 gr Kentang, kukus/rebus lalu kupas kemudian haluskan.
7 sdm tepung maizena.
Penyedap rasa secukupnya.
Keju parut secukupnya, jangan diganti mozzarella ya!
(Resep aslinya memakai oregano).
Minyak untuk menggoreng.

Cara membuat:
1. Kentang yang sudah halus dicampur dengan tepung maizena, penyedap rasa, dan keju. Kunci dari resep ini menurutku ada di keju, jadi jangan pelit tambahkan kejunya ya!
2. Masukkan ke dalam plastik lalu dipipihkan dengan botol.
3. Potong-potong memanjang bentuk stik adonan yang sudah dipipihkan.
4. Goreng dalam minyak secukupnya.
5. Angkat, tiriskan, siap disajikan!

Sebelum beres menggoreng semua adonan, stik keju buatanku laku keras karena si kecil doyan banget. Pas banget dia waktu itu lagi nggak mau banyak makan nasi. Alhamdulillah potato cheese stick ini bisa jadi menu andalan deh kalau si kecil lagi nggak mau makan nasi. Sebenernya dari kentang ini bisa banget dibikin macem-macem hidangan, seperti perkedel, kentang balado, sampe campuran dalam sop, tinggal gimana kita mengkreasikannya di dapur. Kalau untuk camilan sih, selain jadi chips dan french fries, potato cheese stick ini udah paling pas untuk camilan. 

Praktis nggak sih?
Ah praktis kan relatif hahahahahaha



May 07, 2020

Aktivitas Seru Bareng si Kecil Selama Ramadhan

by , in
Tahun lalu pas si kecil belum setahun, hampir tiap waktu sahur dia bangun dan 'nemenin' mommy nya menyiapkan hidangan sahur sambil terkantuk-kantuk. Syukurlah nggak jadi ngantuk, karena ditemenin si kecil yang kadang rewel jadi sambil gendong sambil menyiapkan menu sahur. Nah setelah masuk usia balita, dia malah jarang bangun pas sahur. Kadang minta nyusu, tapi aku gendong terus ku ajak sahur eh malah lanjut tidur di pangkuanku. Alhamdulillah sih jadi nggak ada yang ngerecokin pas kita mau santap sahur ya kan.

Serunya puasa kali ini karena si kecil makin lancar bicaranya, jadi dia udah bisa meniru video yang ada di TV juga bisa diajak ngobrol. Kalau kita lagi baca Quran atau ajak berdoa dia juga bisa mengikuti walau baru sepatah-dua patah. Si kecil juga bisa diajak bernyanyi bersama dan inget liriknya juga. Masya Allah...

Satu kegiatan seru lainnya itu baca buku sama-sama. Biasanya dia pegang buku tertentu terus menyebutkan berulang-kali itu gambar apa. Aku juga mulai memperkenalkan adab pada si kecil melalui buku-buku. Supaya menjadi orang beradab ya sayang.

Nah kalo aktivitas seru bareng paksu adalah belajar bikin podcast. Entah kenapa doi jadi lebih lancar untuk berdialog dengan lawan bicaranya. Berbagai pengalaman dan referensi buku-buku yang dia baca tentunya menunjang argumen dan pertanyaan yang dia cetuskan. Mudah-mudahan podcast ini suatu hari nanti nggak sekadar seru-seruan aja tapi jadi profesional. 

Kalau temen-temen punya aktivitas seru apa ni?


May 06, 2020

Akun Instagram Favorit Saat Puasa

by , in
Ada banyak banget akun instagram yang udah lama ku follow, ku nyalakan notifikasinya, dan ku save postingannya. Manfaat dari akun-akun itu terasa banget sebagai pleasure seeker. Apalagi di masa pandemi ini dan masuk bulan puasa, otomatis banyak online-nya, lihat-lihat feeds akun jualan dan view instagram storynya. Nah ada beberapa akun yang makin bermanfaat lho saat ini buatku pribadi, akun apa sajakah itu?

Pertama tentunya masih seputar parenting, di akun ini tak hanya sharing bagaimana pengasuhan yang baik dalam Islam tapi juga sharing doa-doa untuk anak dan keluarga. Kadang juga berbagi aktivitas apa saja yang bisa dilakukan di rumah.

Kedua, akun instagram yang berseliweran di explore itu tentang rumah baik interior maupun eksterior. Kadang ada juga yang sharing konten DIY yang bisa dipraktikkan di rumah dengan alat dan bahan yang didaur ulang. Jadi bisa dekor rumah dengan budget minim tapi tetap oke kelihatannya!
Ketiga, ada akun instagram masak-memasak. Akun instagram satu ini sudah ku coba lho salah satu resepnya yang sempat viral. Alhamdulillah berhasil! Jadi nggak sabar deh coba resep lainnya. Untuk pembaca yang bingung dan nggak ada ide mau masak apa hari ini coba deh diubek-ubek akun satu ini. Nah masih soal masak-memasak, aku juga lagi belajar food preparation nih di akun satu ini. Gimana cara simpen ayam supaya awet, tips menyimpan ikan biar tetap segar, sayur mayur dan bumbu-bumbu lain juga ada. Awalnya belajar karena ada isu bakal lockdown total, jadi belajar deh stok bahan masakan dan makanan di kulkas.

Masih ada satu akun terakhir yaitu merawat tanaman, mulai dari tanaman hias sampai sayuran yang dibudidayakan dalam ember. Seru banget kalau lihat akun-akun yang sharing cara menanam bunga atau bahkan apotek hidup di era teknologi canggih saat ini. Ada juga akun instagram kawanku yang bercocok-tanam di lahan sempit sampai bisa dijual aneka tanaman yang ia pelihara. Keren kan?

Yuk mulai ikuti akun-akun yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang khususnya di masa pandemi bulan puasa kali ini. Jangan follow akun-akun gosip selebriti aja hehehe.

May 05, 2020

Berbuka Puasa dengan Ayam

by , in


Berhubung sebelum Ramadhan semakin sering masak karena virus corona hinggapi bumi, jadi deh berpengaruh ke mood masak di bulan puasa ini. Akhirnya kita masak aja menu yang simple semacam spaghetti, nasi goreng, telur balado, ayam lada hitam, ayam teriyaki, dan berbagai menu ayam yang lain. Nah ada satu bumbu yang memang bikin aku jago masak, nggak ditabur penyedap rasa, garam, gula, atau apapun asli enak. Tentu saja berbahan dasar ayam, kesukaan semua umat. Untuk sayurnya, kali ini aku berbagi resep sayur sop bening ya... Check this out!


Ayam Lada Hitam

Bahan-bahan:

500gr ayam yang sudah dicuci dan direbus
(Kaldu ayam bisa untuk membuat sayur sop)
1 buah bawang bombay 
1 buah bawang putih
1 buah paprika atau bisa diganti cabe merah
1 atau 2 bungkus saori lada hitam (sesuai selera)

Cara Membuat:
1. Iris bawang bombay, bawang putih, dan paprika lalu ditumis hingga harum.
2. Masukkan ayam yang sudah direbus dan dipotong kecil-kecil atau bisa juga disuir.
3. Tambahkan saori lada hitam, lalu aduk hingga merata.
4. Siap disajikan, selamat menikmati!

Sayur Sop Bening

Bahan-bahan:
Kuah kaldu ayam yang sudah disaring.
1 buah wortel yang dipotong dadu.
1 buah kentang yang sudah dipotong.
1 buah brokoli.
1 buah bawang putih.
5 butir bakso sapi atau sosis sapi.
Daun bawang seledri secukupnya. 
Penyedap rasa ayam secukupnya. 
Merica secukupnya.

Cara membuat:
1. Haluskan bawang putih dan merica lalu tumis hingga harum.
2. Rebus air kaldu ayam dan masukkan bumbu halus yang sudah ditumis.
3. Rebus kentang selama 30 menit agar empuk.
4. Di menit ke-15 masukkan wortel, dan 5 menit terakhir masukkan brokoli, bakso, dan daun bawang yang sudah dipotong-potong.
5. Taburkan penyedap rasa lalu sajikan.

Untuk sambalnya bisa diiris-iris cabe lalu simpan di wadah kemudian tambahkan kecap. Nah untuk takjil biasanya aku suka beli kelapa murni lalu di rumah sedia cincau hitam yang dibubuhkan madu secukupnya. Bagi penyuka kerupuk, boleh juga disediakan kerupuk yang sudah dibeli atau goreng sendiri. Lengkap dan gampang kan penyajiannya? Bisa sekalian untuk sahur lho hehehe. Ditunggu ya resep gampangnya!

May 04, 2020

Puasa Pertama di Masa Corona

by , in

AyoJakarta[dot]com

Jujur sampai hari ini aku belum kebagian puasa Ramadhan karena siklus haid yang terlalu panjang. Alhamdulillah, tak ada alasan untuk tidak bersyukur karena masih bisa berkumpul dengan keluarga. Puasa pertama di rumah kami sendiri, bersama orang tua pada tujuh hari mengawali puasa. Rasanya enak, ada yang memasak untuk kami apalagi di saat sahur. Aku merasa terbantu banget dengan kehadiran beliau. Walau bosan juga karena harus menghabiskan masakan, tapi masih banyak di luar sana yang mungkin untuk masak saja masih memikirkan uang.

Pernah suatu hari saat berbelanja di warung sayur langganan. Pandangan mataku tertegun sejenak membandingkan belanjaanku hari itu dengan belanjaan ibu-ibu paruh baya di hadapanku yang hanya beli tahu, taoge, dan daun bawang. Saat itu aku tak berpikir untuk membayarkan barang belanjaannya, namun dalam hati aku bersyukur sekali terlepas dari keadaan si ibu aku merasa di masa pandemi ini tak boleh berbelanja yang berlebihan, cukup sesuai kebutuhan saja. Apa pembaca pernah merasakan hal yang sama?

Puasa di masa virus corona masih ada itu rasanya luar biasa. Biasanya pergi keluar walau sekadar makan siang di akhir pekan, sekarang tak bisa dilakukan bahkan sebelum puasa dimulai. Puasa kali ini lebih banyak melatih hati untuk berdiam diri dengan banyak beribadah dan berdoa tak putus-putus sepanjang hari. Ramadhan ini benar-benar dituntut untuk melupakan hingar-bingar kehidupan dunia selama satu bulan dan semoga tetap istiqomah untuk mendekatkan diri pada Sang Maha Kuasa walau tak ada corona.

Di bulan suci ini, kami juga beradaptasi dengan lingkungan baru. Keadaan disini normal, tak ada physical distancing karena masih melakukan tradisi cucurak atau munggahan dan buka puasa bersama di salah satu rumah warga. Tukang sayur keliling pun masih datang berjualan menghampiri satu per satu rumah warga. Berada dikondisi ini antara senang sekaligus sedih sih, sedihnya tentu karena masing-masing dari kami tidak mengindahkan aturan pemerintah untuk tidak berkerumun dan berkumpul. Semoga Sang Maha Kuasa selalu melindungi kami semua aamiin. 


May 03, 2020

Bepergian Bebas Sebebas Virus Corona

by , in


Virus corona di Indonesia pasti berakhir, namun hanya Tuhan yang tau kapan virus ini minggat. Sebulan, dua bulan, dan ini memasuki bulan ketiga, berbagai media berlomba-lomba memberitakan prediksi virus corona berakhir dan kapan mencapai puncaknya. Apakah meleset? Atau sesuai yang diberitakan? Entahlah. Pokoknya Virus ini sanggup membuat saya tidak bepergian jauh walau masih dalam kabupaten yang sama. Sanggup mengubah kebiasaan orang untuk berperilaku hidup bersih dan menggunakan masker saat bepergian kemana saja.

Ya ya ya..

Kelak kalau virus ini berakhir, saya ingin berkumpul dengan keluarga besar. Rasanya aneh dekat tapi tak 'sampai'. Padahal biasanya tiap sebulan sekali sebisa mungkin diagendakan ketemuan. Alhamdulillah kondisi seperti ini mudah dimengerti ya, bukan alasan yang dibuat-buat agar tidak bersilaturahmi. Orang tua memang pusat dari segala doa untuk kemudian direstui langkah kita. Bersyukur banget orang tua masih hidup dan sehat, kita masih bisa minta doa-doa beliau agar semakin mantap menjalani kehidupan. 


Tempat lain yang ingin saya kunjungi adalah tanah kelahiran. Walau disana hanya numpang lahir, tapi suasananya selalu dirindukan. Pematang sawahnya yang menghijau, aliran air sungai, perkebunan tebu, barisan bebek, kambing, dan sapi, semuanya masih melekat dalam ingatan saat tahun lalu kami pulang kampung. Alhamdulillah keluarga besar kami pun banyak disana dan ada uyut yang masih hidup, selalu ada alasan untuk pulang dan menikmati kebersamaan dengan handai taulan.

Tentunya saya juga ingin bebas bepergian ke taman bermain dan pusat perbelanjaan bahkan mungkin pergi berlibur dengan transportasi umum. Walau pusat perbelanjaan masih buka dengan toko-toko tertentu tetap saja tidak menarik perhatian. Hari ini kita diminta lebih banyak berempati dan menahan diri untuk berbelanja sesuai prioritas. Banyak di luar sana yang menahan lapar walau bulan puasa tak kunjung juga berbuka karena tak ada uang untuk bertahan hidup. Perhatikan juga sekitar kita, jangan sampai kita kenyang namun tetangga kelaparan. 

Sekarang kita masih diminta bersabar, menunggu Sang Maha Kuasa mengangkat penyakit ini. Tak ada ujian yang tak ada ujungnya ya kan? Segala sesuatu telah diciptakan satu paket tak terpisahkan. Seandainya saja suasana tempat yang dirindukan bisa dibeli semudah pesan makanan dengan ojek online, pasti rindu cepat terobati. 


May 02, 2020

Menimba Ilmu Lewat YouTube? Why Not?!

by , in
Seiring berjalannya waktu, nambah ilmu tuh jadi makin gampang ya kan. Ada channel YouTube, kelas online di Google classroom, aplikasi zoom, kuliah online via WhatsApp, sampe Google meets. Disaat orang lain baru mulai kerja dari rumah karena virus corona, aku ikut senang juga karena bisa belajar dari rumah. Untuk belajar keluar rumah perlu pertimbangan matang ya kan, harus ajak si kecil dan suasana bisa jadi nggak kondusif. Berikut ini beberapa channel yang suka ku tengok untuk nambah ilmu dari rumah..


Pertama itu channel YouTube nya moeslem mind, awalnya aku nggak pernah mau belajar agama dari YouTube. Khawatir tersesat, nyasar, karena gali ilmunya dari YouTube aja. Berhubung selalu ada alasan nggak hadir ke kajian-kajian jadi mulai deh subscribe channel untuk menambah ilmu agama. Seingetku berawal dari pembahasan ilmu parenting dalam Islam jadi subscribe deh sampe sekarang. 


Kedua ada channel Kelas Bersama Kita, awalnya tau dari Kang Banyumurti yang sharing tentang parenting di era digital. Ternyata channel ini rutin bagi-bagi ilmu yang bermanfaat banget di masa sekarang, tentunya masih berkaitan dengan ilmu parenting ya yang aku suka tapi ada juga kok ilmu lainnya seperti kelas musik dan kelas menulis. 

Channel YouTube terakhir ini seringnya ditonton pak suami karena membahas kuliner kaki lima dan mengajarkan kita yang mau coba jualan, channel Sobat Dapur. Walau aku belom pernah coba resepnya sih, tapi seneng baca komentar viewers nya yang merasa terbantu dengan channel ini. Bagi pembaca yang mau coba peruntungan dari usaha jajanan boleh lho subscribe channel sobat dapur. 


Sekarang giliran pembaca yang berbagi info ya, yuk rekomendasikan channel YouTube yang jadi tempat menimba ilmu!


May 01, 2020

Barang-barang yang Selalu Menunjang Kegiatan Kami Seharian

by , in
Seringnya di rumah itu aku kelamaan memandang layar handphone hehehe. Dari mulai komunikasi, jualan, foto produk, posting blog, sampe nonton film, semua dilakukan di barang satu ini aja. Kalau dibiarkan bisa bikin lupa waktu lho. Smartphone memang sudah jadi andalan ya saat ini, bisa dipake untuk pembayaran juga di aplikasi dompet digital. Dengan kapasitas memori, kamera yang jernih, dan daya baterai yang tahan lama, sudah cukup menunjang kegiatanku seharian. Oiya jangan lupa pilihan kuota internet saat ini pun bermacam-macam dari beragam provider, jangan sampe bablas ya karena terlalu boros pake kuota. 


Alat dan bahan masakan juga jadi barang yang paling dibutuhkan saat di rumah. Terlebih lagi di bulan puasa saat ini, menyiapkan sahur dan buka puasa. Biasanya di dalam lemari pendingin itu stok yang selalu adalah telur, selanjutnya frozen food yang lain seperti sosis, nugget, dan bakso jadi penghuni kulkas yang lumayan sering dimasak. Ada lagi jelly, ini si kecil doyan banget dengan berbagai rasa. Nah kalau sayuran dan buah biasanya harus cepat dimasak dan dihabiskan. Kondisi perut yang kenyang bikin kita lebih bersemangat sat memulai aktivitas ya kan?


Satu lagi barang yang sering digunakan di rumah adalah televisi (TV). Si kecil seneng banget nonton video yang ku unduh dari channel-channel YouTube anak-anak. Televisi ini membantu pas lagi masak dan jualan. Aku juga suka mengikuti gerakan zumba yang sudah diunduh dan bisa diputar di TV. TV masih menjadi kebutuhan sih di rumah ini, ku teringat saat awal-awal pindah dan TV belum dipasang rasanya jenuh banget padahal pas TV nya ada pun jarang ditonton. Heran.

Dari ketiga barang yang semua orang mungkin punya ya, memang menunjang banget kegiatan kami sehari-hari. Walau nggak ada alat musik, alat olahraga khusus, atau barang-barang lain yang menunjang hobi tapi kami tetap bisa mengisi hari demi hari supaya lebih bermanfaat. Lagi belajar juga nih untuk hidup minimalis karena baru sadar setelah pindah rumah walau nggak angkut banyak barang tapi masih ada aja barang yang belum tertata rapi seperti buku-buku dan baju-baju. Padahal semua benda dan harta yang kita miliki di dunia ini akan diminta pertangungjawabannya lho di akhirat nanti. Ayo semangat bebenah dan tidak menumpuk barang yang sudah tidak terpakai, jadi lebih baik disumbangkan!


Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram