Oleh-oleh Bogor: Kue Pisang Aneka Rasa

Setelah berkreasi dengan jenis kue lapis berbahan dasar talas dan ubi, kali ini talubi membuat inovasi baru lagi loh! dengan memanfaatkan buah pisang. Pisang alias banana ini memang lagi hits banget setelah segala sesuatu menggunakan bahan baku mangga. Mulai dari jaket hingga lagu anak-anak.



Buah pisang yang tumbuh subur di tanah Bogor diolah menjadi makanan kekinian dengan harga ramah kantong pastinya!

New York Style, Banana Cheese Cake adalah nama cemilan paling baru dari talubi yang punya tiga macam rasa, ada strawberry, coklat, dan original. Tiga kotak kue pisang ini  pun akhirnya meluncur ke tangan ku menggunakan jasa delivery. Nggak sabar banget pengen buka kemasannya, karena aromanya harum dan menggugah selera~

Penasaran sama rasa kue ini cukup lama, karena aku urutan paling akhir yang menerima talubi ini, mbak-mbak asinan Blogger udah selesai review dan menang seratus dollar eh talubi aku baru sampe XD 

A post shared by Asinan Blogger (@asinanblogger) on


Sampai di rumah, setelah 'leyeh-leyeh' sejenak. Sambil menunggu suami pulang. Satu per satu kotak talubi ini dibuka. Alhamdulillah nggak hancur, packagingnya rapi banget dan aromanya semakin mengundang selera! sabar.. sabar.. difoto dulu :D
  
Tiga Kotak Cantik












Rasa Strawberry

Pertama kali aku coba rasa strawberry, si merah muda ini langsung lumer dimulut padahal belum masuk kulkas. Manisnya pas! topping strawberry nya nggak terlalu manis, masuk selera lidah ku. Lapisan kulit luarnya juga renyah dan enak, namun mudah rontok. Bagian empuknya yaitu si Pisang ada di tengah, semakin cantik dengan strawberry di bagian atas kue. Ukurannya juga pas saat masuk mulut, tidak terlalu besar atau kekecilan.

Strawberry
Selanjutnya, aku dan suami coba rasa coklat. Enak lah pokoknya hahaha. Suami ku sebenernya nggak terlalu suka cemilan manis, lebih suka yang asin dan gurih seperti keripik gitu. Banana Cheese Cake ini rasanya emang beda. Cocok jadi cemilan favorit keluarga, keluarga kami khususnya, uhuk :))
apalagi ditambah secangkir kopi atau teh.

Coklat
Terakhir kita berdua makan yang original yang ternyata lebih enak. Diantara tiga pilihan rasa, suami paling suka yang original ini. Warna kuning topping atasnya manis, begitu digigit langsung terbayang gigit buah pisang beneran. Rasa pisangnya dominan banget, keju yang ada di dalamnya pun berbaur pas, nggak mengurangi citarasa pisang di kue ini.

Original Taste
Kue ini juga tidak menggunakan bahan pengawet lho! hanya bertahan empat hari di luar lemari pendingin, Kalo di dalam lemari pendingin kuat satu minggu. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan kurir delivery talubi, karena saat kirim ke aku bener-bener tunggu waktu yang pas, pas aku ada di tempat maksudnya hahaha. Setelah masuk lemari pendingin pun rasa kue ini semakin menjadi-jadi enaknya

 Harga Banana Cheese Cake

Kue pisang ini dibandrol dengan harga Rp 30.000,- per kotak. Satu kotak ada 6 kue berbentuk pisang. Jika khawatir kehabisan saat datang ke outlet talubi, bisa dipesan terlebih dahulu melalui online order talubi. Mangga sadayana jangan ragu-ragu dibungkus oleh-oleh khas Bogornya :D



New York Style Banana Cheese Cake bisa diperoleh di outlet-outlet TALUBI berikut ini :
Jl Padjajaran 20M, Bogor
Jl Sholeh Iskandar 18B, Bogor
Jl Raya Gadog Sebelah Vimala Hills , Puncak Bogor

Jangan sampai kehabisan ya! ;)


continue reading Oleh-oleh Bogor: Kue Pisang Aneka Rasa

Pamrih: Ketika Blogwalking tak terbalas

Bukan hanya cinta ternyata yang tak terbalas, bertepuk sebelah tangah
hiks hiks

Postingan ini mungkin menjawab apa itu pamrih
mungkin menjawab kapan sebuah kondisi disebut pamrih
mungkin menjawab mengapa kata pamrih yang digunakan?
mungkin tidak menjawab semuanya karena jawabannya ada pada anda dear readers

sama halnya dengan postingan Prioritas

Dalam chat whatsapp group zaman now, ketika muncul daftar postingan blogger-blogger dengan beragam pembahasan. Ada satu yang menarik ketika seseorang tidak ingin memasukkan postingannya dalam daftar tersebut karena tidak pernah di blogwalking sebagai ucapan terimakasih yang tak kasat mata karena sudah saling berkunjung ke blog masing-masing. (Terimakasih sudah memberi ide postingan ^^)

Padahal

Kita tak pernah tahu, apa iya blog kita tidak dikunjungi? karena tak ada data jelas berkaitan seperti who's viewed my blog. Saya pernah resah, pernah juga berpikir, haruskah tools semacam ini dimunculkan? karena tiap posting saya penasaran siapa yang klik selain saya sendiri dan followers yang cuma sedikit itu hahaha

Hal ini terjadi di Kaskus yang kalo dibahas, duluan kaskus atau blog itu sama saja dengan pembicaraan duluan ayam atau telur mungkin ya :p



Untuk temen-temen yang meninggalkan jejak berupa komen, nyata terlihat, wah dia membaca isi blog ku lho~
Untuk temen-temen yang hanya klik-klik kemudian tidak meninggalkan komen, kalo di Kaskus istilahnya silent reader. Komen pada postingan kaskus sampai harus jadi budaya! budayakan komen gan! Budaya itu apa sih? silahkan gan sis cari sendiri yah sis hihihi


kalo di blog? dunia virtual juga? stranger everywhere juga?  
IMHO, minta dikomen balik adalah bentuk apresiasi, bentuk terimakasih, rasa persahablogan (istilah yang dipopulerkan Pak WKF, Blogger Bogor) muncul begitu dapet komen dari suhu, senior, sesepuh, whatever you name it.

Ada rasa bangga, bungah kacida, seneng berlebihan saat ada yang komen apalagi yang komen tuh sesepuh yang turun gunung (sudah lama tak ngeblog lalu blogwalking ke blog kita) *salim. Saya pribadi mengibaratkan seperti solat, ketika dikomen tuh rasanya ada sunnah yang terealisasi setelah yang wajib didahulukan. Subhanallah ukhti~

Nah, sekarang saya kembalikan ke pembaca sadayana. Kalo saya berkunjung tapi tak meninggalkan jejak terlihat alias komen walaupun pageview terus melesat. Perasaannya gimana? 

Emang kamu siapa wahai veny yang baru pindah https dan belum bisa baca data google analytics hahaha

Happy Blogwalking ^^



continue reading Pamrih: Ketika Blogwalking tak terbalas

Should I Care? : Pantau Gambut demi Kelangsungan Hidup


Sebelum kau balik almanakmu, ku sarankan untuk menoleh sedikit saja ke tahun 2015.  



Jakarta, Minggu, 17 Desember 2017. Pantaugambut mengajak kami flashback mengingat kembali kebakaran hutan di tahun 2015 yang berdampak besar hingga asapnya dirasakan negara tetangga. @pantaugambut adalah wadah yang menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan restorasi gambut. Berbagai stakeholder diundang untuk mendukung penyelamatan lahan gambut demi kelangsungan hidup masyarakat khususnya yang hidup dari lahan gambut.

Saya sadar, sebagai alumni manajemen bencana belum berbuat banyak berkaitan dengan kebakaran lahan yang terjadi di Pulau seberang. Saya hanya baca dan nonton berita, juga mendengar cerita teman-teman yang tinggal di sana. Should i careShould i do more?


Hallo Sahabat Gambut! Tahukah Anda? Bahwa, eceng gondok adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan dan dianggap menyusahkan sebagai hama. Namun, kata-kata “merusak dan menyusahkan” untuk eceng gondok sudah tidak ada lagi di 3 Desa Peduli Gambut, karena eceng gondok sudah sangat bermanfaat dan malah sekarang digarap sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan serta ramah kantong. 3 Desa Peduli Gambut tersebut adalah Desa Buas-buas, Buas-buas Hilir, dan Sawaja, di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. 3 Desa ini memanfaatan tanaman eceng gondok sebagai alternatif ekonomi masyarakat. Eceng gondok ini dimanfaatkan sebagai pembuatan pupuk organik dan pelatihan kerajinan gambut. Masyarakat Desa Peduli Gambut target Badan Restorasi Gambut ini sangat bersemangat dan selalu ingin menjaga lahan gambut mereka agar tidak terjadi kebakaran hebat lagi seperti kebakaran-kebakaran hebat sebelumnya. Bahkan mereka memanfaatkan tanaman yang awalnya sangat merusak dan menyusahkan bagi lingkungan, tapi sekarang malah menjadi tanaman yang sangat berguna sebagai pembuatan pupuk organik dan pelatihan kerajinan gambut. #PulihkanGambutPulihkanKemanusiaan #GambutJayaMasyarakatSejahtera #restorasi #KerjaBersamaRestorasi #RepublikIndonesia #SelamatkanGambut #StopKebakaran #KerjaNyata #KerjaBersama #Gambut #RestorasiGambut #Peatland #BRG-RI
A post shared by Badan Restorasi Gambut (@brg_indonesia) on

Lahan gambut itu ternyata menyimpan karbon dalam jumlah besar, jika gambut dibakar maka dampaknya sangat buruk bagi lingkungan terutama kesehatan. Pada tahun 2015, kebakaran lahan gambut telah menyebabkan masyarakat terjangkit penyakit pernafasan, kematian dini, dan ditutupnya sekolah-sekolah karena kabut asap.

Pemerintah pun akhirnya membentuk Badan Restorasi Gambut di tahun 2016 dan menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Apa itu cukup?

Penyelamatan lahan gambut memerlukan kepedulian kita sebagai bagian dari masyarakat untuk bergerak bersama memantau komitmen pemerintah dalam melindungi dan melakukan restorasi lahan gambut.


Gambut, gambut, dan gambut...
Seberapa besarkah manfaat mu?
Ternyata gambut adalah sumber kehidupan masyarakat Papua yang mengunyah sagu sebagai makanan pokoknya. Pohon sagu tumbuh subur di lahan gambut, lahan terluas ada di Papua sehingga sagu terbanyak dihasilkan di sana. Menebang pohon sagu kemudian membakar lahan gambut sama saja dengan mengambil hak asasi masyarakat Papua. 




Kami yang hadir diberi kesempatan untuk icip-icip hasil olahan sagu dari resto @papoea.kemang milik Kak Amelia Yena Febryanty. Rasanya aduhai, saya lebih suka makan sagu goreng yang seperti cireng dan sagu bakar yang mirip wingko dibandingkan papeda yang menurut saya hambar. Mungkin pengaruh hamil juga jadi kurang berselera hehehe.

Sebelum acara dimulai, kami sempat mencoba alat yang menggunakan teknologi VR lho! alatnya berbentuk kacamata yang tidak blur walaupun saya nggak pakai kacamata. Kami seolah-olah berada langsung di lahan gambut!


Kehadiran saya di sana membuka pikiran menjadi lebih terbuka. Walaupun kami yang di kota besar ini tidak terdampak asap akibat kebakaran lahan secara langsung, namun sebaiknya kita tahu bahwa lahan gambut itu penting, sangat penting, bagi saudara-saudara kita yang hidup dengan mengelola lahan gambut. Lahan gambut bukan lahan tidur, bagi kita mungkin tidak ada artinya tapi bagi mereka teramat sangat berarti. STOP! pemberian izin untuk membakar lahan gambut!

continue reading Should I Care? : Pantau Gambut demi Kelangsungan Hidup

Workshop Mendekor "Watercolor and Calligraphy" with Zula Design

A post shared by Gioveny Astaning Permana (@gioveny_) on
Di hari yang berbahagia ini, Kak Zula mengundang saya untuk ikut serta lagi dalam workshop watercolor. Sebelumnya saya sudah pernah ikut yang berbayar, alhamdulillah dikasih kesempatan gratis tuk saat ini ^^

Berlokasi di Connext Space, Gedung Cyber 2 Tower lantai 17, di hari Sabtu yang cerah 16 Desember 2017. Saya hadir beberapa saat setelah acara dibuka oleh pembawa acara. Saya sempat hilang arah karena lokasi workshop berdekatan dengan acara pernikahan yang digelar di lantai yang sama. Sempat turun naik lift dan memesan ojek online lagi. Setelah diyakinkan oleh petugas bahwa gedung yang saya tuju adalah benar disitu akhirnya saya naik lift lagi. Oo ma oo.. kalo kata Reza Chandika :))

Kak Zula menyelenggarakan workshop ini bekerjasama dengan tim dari mendekor.com. Mendekor.com, hadir sejak tahun 2016, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan furnitur serta produk dekorasi interior baik secara online maupun offline. Jasa desain interior juga disediakan oleh mendekor.com mulai dari merancang hingga mengkonstruksi bangunan. Walaupun baru satu tahun, omzet mendekor.com telah memenuhi target penjualan hingga 10.000 produk dalam setahun.

"Menghias ruang, menata hidup", dengan tagline demikian mendekor.com berharap konsumen yang membeli produk-produknya dapat menghias ruangan sekaligus berpartisipasi membantu kelangsungan hidup pengrajin-pengrajin lokal di Indonesia. Mendekor.com memberdayakan lebih dari 100 pengrajin lokal yang tersebar di berbagai daerah seluruh Indonesia.

Setelah berkenalan dengan mendekor.com dan mendengar sekilas tentang co-working space Connext Space, Kak Zula memulai workshop watercolor yang ditunggu-tunggu. Diawali dengan menggambar daun, bunga, kemudian menulis kaligrafi dengan alat tulis khusus. Antusias peserta yang hadir penuh semangat, hasil karya dari masing-masing peserta yang hadir pun akan dilombakan via instagram berhadiah uang tunai.

Ada kemajuan pada hasil karya saya di workshop yang kedua kali ini. Sebelum menikah, menggambarkan kondisi stress mempersiapkan pernikahan. Setelah menikah, hasil gambar saya lebih luwes dan bisa dibanggakan hahaha

Terimakasih Kak Zula dan mendekor.com yang telah mengajak saya untuk hadir. Saya semakin semangat cari-cari ide menghias rumah nih!  
continue reading Workshop Mendekor "Watercolor and Calligraphy" with Zula Design

Tutup Buku



Doc. Google
 Kita tidak pernah tahu di masa depan akan membutuhkan bantuan apa oleh siapa.
Kita tidak pernah tahu di masa depan, anak cucu kita akan terhubung dengan siapa.

Kita tidak akan bisa menghalangi pertemuan.
Kita tidak akan bisa menghalau perpisahan.

Tidak ada sesuatu yang kebetulan.
Tidak ada jawaban atas nama terserah.

Hanya ada iya dan tidak.
Habluminallah.
Habluminannas.

Salah satu kunci panjang umur adalah silaturahmi.
Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali kekerabatan (silaturahmi) HR. Bukhari, Muslim.

Doc. Google
continue reading Tutup Buku

One Day Trip to Bandung: BabyMoon not HoneyMoon

Behind the "Scene"

Tiga hari di Kota Kembang adalah hal yang tidak direncanakan dengan matang. Berhubung suami seorang deadliner garis keras, tiba-tiba awal bulan bersabda "libur natal kita ke mamah". Oke itu kurang lengkap, libur natal sekaligus tahun baru dan libur anak sekolahan yang panjang banget itu kita ke Bandung. Bandung yang terkenal macet itu, iya Bandung yang itu. Ngebayangin macet di tol saja aku mual hahaha

Jempol langsung bergerak ke aplikasi andalan pencarian tiket kereta, padahal baru selesai urus tiket buat long weekend tahun depan. Sebagian orang mungkin tau kalo tiket kereta sebaiknya dipesan tiga bulan sebelumnya, apalagi kondisi lagi hamil, serta libur natal sekaligus tahun baru dan libur anak sekolahan yang panjang banget itu. Sesuatu yang mendadak pagi itu bikin aku 'keliyengan', karena hari itu aku mau kondangan ke rangkasbitung kakaaa :))

Sebelum sampe tempat kerja, minggir dulu ke minimarket beli tiket kereta karena ngga jadi memanfaatkan cashback e-commerce. Sebelumnya beli tiket kereta di minimarket aman-aman aja, berhubung pegawainya rada lemah syahwat daya pikir. Jadi nama ku yang dicetak salah dan jam yang aku minta siang dipesen sama dia DINI HARI. *take a deep breath

Dengan jurus sabar yang aku pelajari sampai hari ini, aku berusaha tegaskan kalo ini bukan masalah uang pengganti 25 % yang harus dibayarkan sebagai dampak penggantian jadwal, tapi 'aing' belum tau kapan bisa ke Paledang buat tuker jadwalnya belom lagi kalo tiket yang siang udah ngga available rek kumaha? ha?? ha???

Day 1

Alhamdulillah suami bisa cuti kerja di hari Jum'at padahal istrinya nggak bisa. Kita berangkat naik bus dari terminal setelah beres solat Jum'at. Alhamdulillah masih lancar, walaupun di jalan istrinya 'rewel' minta dibeliin makan wae hahaha *salim

Tiba di Bandung lanjut nge-GoCar kakaaa, terpujilah wahai pencetus taksi online dengan harga fixed price dan bisa antar-jemput langsung ke tujuan. Hatur nuhun pisan!

Day 2

Sibuk tidur-tiduran di kasur, diselingi 'semriwing' aroma masakan, hari itu hari kuliner. Apa aja aku makan, mulai dari kupat tahu, batagor, lotek, sampai bakso barbel hahaha. Keluar rumah cuma buat ke pasar aja, beli paru buat bekel pulang :D

One Day Trip

naik KRD Bandung

Harinya ngebolang, dengan memanfaatkan KRD Bandung. We goes to another "atmosphere". Setelah semalaman googling, hati maunya ke curug alias waterfall apa daya kasian si janin. Kita menghindari keramaian, tempat yang pake HTM, sama tempat-tempat mainstream apalagi baru di Bandung. Hal ini berdasarkan pengalaman sebelumnya, bahwasanja tempat-tempat tersebut bakal macet, waiting list, dan gitu-gitu aja. Aku googling tempat-tempat dari zaman kolonial, suami yang tahu jalan Bandung ternyata tak menduga bahwa tempat yang ku pilih macica mukhtar juga cyn HAHAHA

Nasi Tutug Oncom
(di lidahku kurang asin)
tapi kalo mau bahagia, niat kita emang harus kuat guys dan perut harus kenyang. Tagline "Lo rese kalo laper" itu sangat benar adanya!

Banana Split sesuai harapan
Perut yang lapar baru nyemil-nyemil gorengan pun mendarat di Bandoengsche Melk Centrale. Nggak macet dan masih sepi karena masih pagi, beruntung karena jam makan siang mulai ramai. Puas mimi cucu murni, nasi tutug oncom, banana split, dan sosis kentang, foto-foto jangan lupa! Kita lanjut pesen ojek online ke Lawangwangi Creative Space, ini tempat instagramable tapi jarang orang tua yang bawa anak ke sana karena nggak ada wahana permainannya. Ternyata di sekitarnya banyak tempat yang lebih hits dari ini, ada Dago Dream Park dan Maribaya, jadi bisa disimpulkan ke sini pas libur natal sekaligus tahun baru dan libur anak sekolahan yang panjang itu maceeet dan bau mesin mobil atau motor yang panas karena nggak kuat nanjak. Jadi pesan ojek online adalah pilihan yang sangat tepat, walaupun di jalan watir pulangnya ada yang mau pick up nggak ya HAHAHA

Barang dagangan di Tuku, Lawangwangi Artspace
di Lawangwangi kita makan lageee, kita sempat berbincang dengan pemilik Lawangwangi, Ibu Andonowati. Obrolan singkat saja, cerita tentang antusias pengunjung yang sedang menurun dan tentunya obrolan macet serta alasan datang ke Lawangwangi, ditutup dengan ucapan terimakasih, karena kita mau selonjoran dulu setelah menenggak air mineral kemasan besar.

fettuccine aglio olio beef
(masih lebih enak fettuccine di Peppino, Bogor)
nggak mengecewakan ngebolang hari ini, walaupun masih berusaha mengartikan karya-karya yang ada di sana tapi tak mengurungkan niat untuk ke sana lagi saat matahari terbenam. Jalan-jalan kali ini bikin mikir sih, khususnya mikir gimana pulangnya? hahaha
ya naik ojek online lagi dong! ada kok yang mau jemput tapi syaratnya sabar dan tegaskan untuk tidak dicancel.

Jalan-jalan ke Bandung saat libur natal sekaligus tahun baru dan libur anak sekolahan yang panjang banget itu, bisa kok tetap fun! bisa banget asal mau sabar googling, sabar cari tiket, dan memanfaatkan transportasi umum alias nggak bawa mobil pribadi. Penyebab macet kan kalian juga! sadar ngga? 

Last Day

Perjalanan diprediksi aman karena berbekal tiket kereta ke Pasar Senen, suasana kondusif banget. Perjalanan dari Jatinegara ke stasiun tujuan malahan yang drama, karena libur natal sekaligus tahun baru dan libur anak sekolahan yang panjang banget itu, anak-anak ikut berjubel di kereta yang padat. Rute yang kita ambil memang stasiun pertama jadi bisa duduk, tapi rute selanjutnya melewati angke, pasar senen, duri, dan tanah abang. Naik kereta suasananya jadi seperti hari kerja. Setelah tanah abang baru sedikit lega dan bisa bernafas.

See you on next babymoon, Insya Allah
plan your happiness and make it happen
You can check my instagram account to follow this journey :p



  

continue reading One Day Trip to Bandung: BabyMoon not HoneyMoon

Ketika

Ketika sudah berjalan jauh, tanpa sadar kita melewati kenangan-kenangan yang tersimpan rapi dalam ingatan.

Ketika sudah berjalan jauh, tanpa sadar kita diiringi bayangan masa lalu yang sekelebat datang dan sekelebat hilang.

Ketika sudah berjalan jauh, tanpa sadar ada yg berlari mengejar ketertinggalan?
Mungkin itu bukan nama yang pas
Aku hanya mendahului dan menjalani sekuat tenaga detik demi detik dalam nafas yg Allah berikan.

Ketika sudah berjalan jauh, aku beruntung kini tak berjalan sendirian. Ada mata yg sigap menatap tiap detail diri ini, ada tangan yg merengkuh tiap jiwa yg rapuh, dan ada tubuh yg memeluk erat saat susah senang datang.

Ketika kau memutuskan untuk berjalan jauh, memang dibutuhkan lebih dari satu jiwa.
Namun jika yg kau ingin adalah berjalan cepat. Maka kesendirianmu lah yg akan membuatmu melesat. Mungkin tak tentu arah, mungkin tak kan pernah puas, dan mungkin hanya akan berakhir pada jarak yg pendek.

Terimakasih telah mendampingiku berjalan jauh dear :)
continue reading Ketika