August 05, 2020

Menikmati Film-Film di Masa COVID-19

by , in
Dari beberapa film yang saya lihat selama pandemi ini. Saya makin sadar kalo film Indonesia itu makin bagus, dari mulai alur ceritanya dan pemilihan pemeran juga pesan dalam film itu sendiri. Semuanya luar biasa. Rindu saya nonton film-film bagus dalam negeri pun terobati dan penat agak mereda. Mohon maaf saya memang tidak menikmati film yang legal di bioskop tapi hal ini tidak mengurangi penghargaan saya pada creator film.

1. Imperfect 

Saya selalu terkesan dengan filmnya Ernest termasuk film ini yang menceritakan seorang wanita karir yang mengubah penampilannya karena tuntutan pekerjaan dan lingkungan. Segala sesuatunya pun berubah tak hanya pola makan saja. Lingkaran pertemanannya berubah, pola pikir, sampai kebiasaan berpakaian, semuanya diubah demi meraih kriteria ideal yang banyak diidamkan sebagian besar perempuan. Namun ada titik dimana apa yang wanita ini rasakan usahanya sia-sia dan tetap saja salah dimata orang lain termasuk kekasihnya. Rahasia kecil pun terungkap dari mulut sang ibu yang secara tidak langsung membuat sang anak merasa tak disayangi sejak kecil. Film yang diperankan Jessica Mila & Reza Rahardian ini bener-bener relate banget sama kehidupan sehari-hari yang selalu lakukan body shaming, mom shaming, dan bentuk bullying lainnya tak terkecuali saya.



2. A Copy of My Mind

Ending yang bikin saya sedih karena tokoh laki-laki yang diperankan Rico Jericho meninggal karena membela kekasihnya yang diperankan oleh Tara Basro. FYI, disini ada adegan ranjang. Rico Jericho adalah seroang pengetik subtitle pada cd bajakan dan Tara Basro adalah penikmat film-film itu. Pada suatu hari sang wanita protes karena subtitle dalam film yang dia beli kualitas terjemahannya jelek sehingga akhirnya dia bertemu dengan sang 'penerjemah'. Singkat cerita Tara Basro yang kerja di salon sederhana pindah ke salon yang pelanggannya menengah ke atas. Dia dikirim ke penjara untuk melayani perempuan yang terjerat kasus berat. Saat akan pulang, Tara Basro tak sanggup menahan godaan untuk mencuri koleksi film tahanan wanita tersebut. Padahal koleksi yang dia ambil adalah salah satu barang bukti kuat yang kalau sampai ke tangah yang salah berakibat fatal.


3. Rumah dan Musim Hujan

Meja makan adalah sorotan utama yang menjadi fokus film ini sejak awal namun saya baru menyadari setelah meminta suami untuk cari tau maksud film ini tuh apa. Jujur saya bingung dengan ending yang bikin bingung. Ternyata semua rahasia yang ada di film itu ya memang fokusnya ada di meja makan, saat dimana tiap-tiap jiwa yang hadir menyimpan rahasia masing-masing yang tak perlu dibicarakan saat makan. Seolah-olah ada peraturan tidak tertulis yang menyebutkan bahwa tabu membicarakan sebuah 'masalah' di meja makan. Yah maklum, baru setelah menikah saya makan di meja makan. Padahal emang nggak mudeng aja sih hahaha


4. Mooncake

Nah kalo film ini awalnya ku tonton karena ada Morgan Oey wkwkwk. Disini Morgan berperan sebagai orang yang mengidap Alzheimer karena ibu dan istrinya meninggal. Tapi sampe akhir film, saya nggak nemu penjelasan penyebab istrinya meninggal. Morgan pun bertemu dengan BCL saat menjadi joki 3 in 1 dan menyerahkan cetakan kue bulan serta meminta BCL untuk membuatkan kur itu. BCL adalah seorang janda dengan satu anak dan satu adik, segala pekerjaan dilakoninya untuk menyambung hidup. Morgan pun meninggal di akhir cerita dengan peran yang baik.



5. What They Don't Talk About When They Talk About Love

Film ini nggak terduga sama sekali sih kalo bakal ada adegan ciuman Nicholas Saputra dan Ayusitha, apalagi hubungan badan yang dilakukan Ayusitha dan pacarnya yang bertompel. Nonton film ini tuh menyesakkan dada sih karena peran mereka semua menjadi penyandang disabilitas. Nggak nyangka Nicholas bisa juga ya ganteng-ganteng berperan sebagai orang gagu. Latar belakang film ini ada di sebuah sekolah luar biasa sekaligus asrama.



6. Ghost Writer 

Literally penulis novelnya beneran kerjasama dengan penghuni rumah yang disewa oleh penulis novel dan adiknya. Sampai akhirnya sang penghuni pun tak menyetujui novelnya terbit karena ada hal-hal yang tak sesuai dengan kesepakatan. Perjanjian itu dilanggar karena isi novel tersebut ditambahkan hal-hal yang mendramatisir. FYI, saya nonton film ini karena baru tau ada keterlibatan Ernest di dalamnya hahaha dan doi update kalo Ghost Writer 2 mau tayang, jadi makin penasaran deh sebagus apa.


7. Serendipity 

Nah kalo film ini ditonton karena ratingnya bagus. Pemainnya ada Kenny Austin yang kinclong abis & Maxime. Berkisah tentang seorang anak perempuan yang terpaksa bekerja menemani om senang saat main judi supaya hoki sekaligus menebus hutang almarhum ayahnya. Ibu si gadis main gila dengan ayah pacarnya. Sampe akhirnya drop out dari sekolah karena pekerjaannya itu. Finally sih happy ending tapi nggak buat Maxime.



8. Tabula Rasa


Dari beberapa film Indonesia yang saya lihat belakangan ini, saya baru kepincut sama film Tabula Rasa yang dari awal cerita sudah mengundang kesedihan yang mendalam. Tokoh laki-laki bernama Hans yang berasal dari Papua dikirim ke Jakarta karena kemampuannya bermain bola. Beberapa waktu kemudian kakinya cidera dan tim sepak bola Hans tak bertanggung jawab akan hal itu. Hans pun mencoba bunuh diri dengan menaiki jembatan penyeberangan yang di bawahnya adalah jalur kereta rel listrik.

Pagi harinya Hans ditemukan dalam kondisi berdarah di kepala. Ibu yang menemukan Hans tergeletak ini adalah orang minang, seingetku dipanggilnya Emak. Percakapan selanjutnya di film ini banyak menggunakan bahasa minang. Ambu pun mengajak Hans pulang ke warung masakan padangnya untuk memberi dia makan gratis. Hans pun tidak mau memperoleh makanan secara cuma-cuma dan akhirnya dia mencuci piringnya sendiri.



Masih ada lagi sebenernya film-film yang ditonton karena pemerannya Rizky Nazar atau Michelle Ziudith hahaha. Tapi cukup daftar di atas aja deh yang saya rekomendasikan sebagai bukti kalo film Indonesia tuh oke lho! Patut dibanggakan.
August 01, 2020

Corona adalah Pertanda Bahwa Allah Kangen Sama Kita

by , in
Covid mengubah segala lini kehidupan duniawi manusia. Tak pandang agama, tak pandang bulu, tak pilih-pilih mau si kaya atau si miskin. Baru saja melihat tayangan YouTube Moslem Mind yang membahas 'Ketika Allah Kangen sama Kita'. Pertama adalah Allah memberikan ujian hidup pada perjalanan hidup manusia agar manusia tersebut kembali mendekatkan diri pada Allah. Kedua, Allah rindu pada hamba-hambaNya yang bertaubat. Ketiga, Allah rindu pada manusia yang tidak bisa mendapatkan apa yang mereka mau dengan mudah.


Virus corona yang tak jua pergi dari muka bumi ini, saya percaya adalah satu dari sekian banyak cara Allah menyadarkan manusia yang selama hidup memikirkan duniawi saja termasuk saya. Beragam profesi dan latar belakang terhempas virus COVID-19 yang belum beranjak dari bumi pertiwi. Segala tatanan kehidupan porak-poranda dan membentuk pola kehidupan normal yang baru. Tiap orang dihimbau untuk menghindari kerumunan, menjauh satu sama lain alias jaga jarak, sampai menerapkan pola hidup sehat yang tentu manfaatnya kembali ke diri kita masing-masing yang melakukannya.


Berbagai kebijakan disusun mulai dari pemerintah hingga rakyat jelata mengencangkan ikat pinggang. Pemutusan hubungan kerja, pemotongan upah pegawai, menutup toko-toko offline, menjual aset, mulai berdagang, dan bermacam upaya lain dioptimalkan untuk sekadar bisa menyambung hidup. Keahlian-keahlian pada bidang-bidang pekerjaan pun mulai terlihat mana yang efektif dan terus bermanfaat untuk orang lain khususnya di masa pandemi ini seperti desain grafis, web developer, digital marketing, kuliner, sampai pengrajin masker, dan hand sanitizer. Awalnya ragu-ragu menjadi yakin dan percaya bahwa rezeki datang darimana saja arahnya dan itu Allah yang jamin.


Untuk saya pribadi, masa-masa pandemi ini membuat banyak berpikir tentang perilaku orang lain yang selalu saya pikir panjang dulu alasan kira-kira kenapa orang tersebut berbuat demikian, menikmati alam yang makin bersih langitnya, dan sering-sering introspeksi diri. Sesungguhnya kita ini hidup di dunia ya hanya sementara dan hanya Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rencana demi rencana yang manusia susun bisa begitu mudah ambyar dan terhempas. Itu semua biar apa? Biar kita kembali mendekatkan sama Sang Maha Pencipta. Tak melulu hidup soal uang, karena pada akhirnya uang tak bisa mengusir corona toh?

Dari semua draft yang nangkring, postingan ini yang terpublish untuk sekadar menyemangati diri sendiri. Semangat Ven, ayo mulai lagi!




June 25, 2020

Menemukan Beragam Informasi Covid di Halodoc untuk Menjalani Kehidupan Normal yang Baru

by , in
Kehidupan normal yang baru sedang kita jalani hari ini. Berbagai protokol kesehatan untuk berbagai kegiatan mau tidak mau harus dilakukan. Covid sungguh berdampak pada banyak hal, dari mulai rakyat kecil hingga pengusaha yang mempekerjakan banyak pegawai. Sudah bukan saatnya lagi merutuki nasib dan berpangku tangan, kehidupan normal yang baru sudah di depan mata.


Jika kita mundur ke belakang, dari awal Covid hadir di negeri tercinta ini grafik kasus Covid terus meningkat sampai hari ini. Berbagai istilah pun muncul, bagi orang awam seperti saya awalnya membingungkan juga dengan sebutan ODP, OTG, Suspect, perbedaan isolasi dengan karantina, dan istilah lainnya. Informasi tentang covid pun mengalir terus-menerus di berbagai media, terutama televisi dan media sosial yang sering saya gunakan. Awalnya saya sempat stress juga dengan keadaan yang mengharuskan kita di rumah aja, tidak keluar rumah kalau tak mendesak, tapi lambat-laun pemerintah mengambil kebijakan untuk memulai kehidupan normal yang baru. Salah satunya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun, dan wajib masker saat keluar rumah.


Jujur, dari awal keberadaan covid saya termasuk kelompok yang santai dan melonggarkan diri untuk bepergian, kecuali ke pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan pasar tradisional yang luas. Saya masih berbelanja ke warung sayur, membungkus makanan dan minuman, dan berkunjung ke rumah orang tua yang masih satu kelurahan. Alhamdulillah kami sehat, sebelum pemerintah mengambil kebijakan untuk new normal, kami telah menjalani itu sejak awal. Tentunya dengan berupaya menerapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin.


The new normal adalah anjuran dari World Health Organization (WHO) yaitu dengan beradaptasi dan hidup berdampingan dengan corona. Walau perubahan ini bukan sesuatu yang mudah, namun kita harus menjalaninya karena pola hidup normal sebelum covid singgah di Indonesia sudah tidak mungkin lagi diterapkan. Perdoman yang dianjurkan oleh WHO seperti dikutip dalam website halodoc[dot]com adalah:

Baca: Bekerja dari Rumah

1.Menggunakan masker

Sebelum covid, saya menggunakan masker hanya saat mengendarai sepeda motor sendirian. Namun saat ini, kita wajib menggunakan masker kemanapun pergi bahkan lebih baik lagi jika menggunakan face shield terutama untuk anak-anak dan orang lanjut usia. Pegawai minimarket dan beberapa pedagang yang saya temui pun menggunakan masker untuk mencegah terpapar covid.

2. Batasan interaksi sosial di tempat umum

Sebenarnya menurut saya dengan adanya covid ini orang lebih sadar untuk mematuhi peraturan dan tertib di tempat umum, seperti tidak berdesakan saat antri di depan kasir dan menggunakan fasilitas umum lainnya. Di transportasi umum juga demikian, setiap orang harus menjaga jarak satu sama lain. Di dalam lift juga demikian, orang-orang yang menggunakannya dibatasi.

3. Hidup bersih

Di Indonesia sudah sejak beberapa tahun yang lalu kita diperkenalkan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), mengkonsumsi makanan bergizi setiap hari, rutin membersihkan toilet, dan perilaku lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Di masa covid ini, PHBS mulai digaungkan kembali karena mengharuskan kita di rumah aja otomatis kebersihan dan kesehatan keluarga wajib mendapat perhatian khusus. Jika harus keluar rumah jangan lupa sedia hand sanitizer dan tisu yang mengandung alkohol untuk mengantisipasi covid dimana saja.


Perubahan perilaku kita menjadi semakin perhatian terhadap berbagai protokol kesehatan tentunya demi menjaga kita agar terlindungi dari virus COVID-19. Termasuk protokol kesehatan yang dilakukan pada berbagai rumah sakit, klinik, maupun dokter pribadi. Tunda ke rumah sakit jika kondisi tidak mendesak, konsultasi dokter bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc juga lho! Saya pernah menggunakan aplikasi ini untuk berkonsultasi dengan dokter spesial anak, kandungan, mata, dan membeli obat. Cara ini sangat membantu karena saat itu anak saya masih bayi dan membutuhkan obat untuk luka bakar karena terkena tutup teko panas. Penggunaan aplikasinya mudah dan saya bisa mendapatkan rekomendasi obat untuk pertolongan pertama segera.


Sehat jadi lebih mudah dengan Halodoc, kita bisa konsultasi dengan dokter-dokter terpercaya serta terintegrasi dengan berbagai apotek dan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan kita. Riwayat kesehatan kita juga terpantau jelas pada aplikasi halodoc. Kerjasama halodoc dengan gojek pun semakin mempermudah kita memperoleh obat-obatan di apotek dan pembayarannya pun praktis dengan menggunakan gopay. Nah, di masa covid ini jika pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai gejala corona, bisa kok bertanya langsung pada dokter lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit rujukan COVID-19 yang dekat tempat tinggalmu melalui aplikasi Halodoc. Setelah melalui kontak dokter di Halodoc dan ingin melakukan covid test, bisa cek di website halodoc untuk tau tempat-tempat yang melayani covid test jakarta dan kota lainnya.


Sekarang tak perlu khawatir lagi, di kehidupan normal yang baru ini mari kita sama-sama menerima kenyataan hidup berdampingan dengan covid. Imunitas tubuh pun harus terus dijaga dengan istirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi, dan jangan lupa tambahan multivitamin. Segala ikhtiar yang kita lakukan hari ini, akan terasa manfaatnya kini dan nanti. Terus berdoa dan upayakan yang terbaik dalam menjaga kesehatan dan kebersihan ya!

May 19, 2020

Bagaimana Cara Bekerja dari Rumah?

by , in
Di masa COVID-19 yang masih pandemi di Indonesia, sebagian pekerja penuh waktu memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah, menikmati gaji yang sama dan tunjangan yang sama dengan bekerja dari tempat kerja. Namun, bagaimana dengan pekerja-pekerja lain yang tidak memiliki kesempatan tersebut? Karena profesinya mengharuskan keadaan yang bekerja di luar rumah?

Di bawah ini beberapa pekerjaan yang saya amati bisa dikerjakan di rumah walaupun mungkin pendapatannya jauh berbeda dengan bekerja di luar rumah.

1. Fotografer
Fotografer jadi jual foto online


Mulai dari fotografer event besar sampai wedding pun akhirnya tak bisa dilakukan karena sudah ada maklumat untuk tidak berkumpul dan mengundang massa dalam jumlah banyak. Seorang fotografer masih bisa sih melakukan food fotografi di rumah atau dengan berbagai model teknik fotografi lainnya, lalu menjualnya ke situs-situs atau klien yang membutuhkan hasil foto yang baik.

2.Pedagang di pasar jadi jualan online


Awal menikah saya baru tau bahwa kita bisa kirim pesan ke tukang sayur keliling agar dibawakan sayur mayur dan lauk pauk tertentu ke rumah. Tentu tidak ada ongkirnya karena sekalian berkeliling menjajakan barang dagangan. Nah sekarang hal ini sudah menjadi biasa karena pasar pun menerapkan sistem delivery. Mudah-mudahan di kota pembaca  blog ini ada juga ya!

3. Event organizers wedding jadi jual jasa akad minimalis.


Untuk profesi satu ini diambil dari pengalaman teman dekatku sendiri. Resepsi pernikahan yang sudah mendirikan tenda hajatan dibubarkan oleh petugas. Akhirnya dia buka jasa akad minimalis gitu deh.. mudah-mudahan masih terus berjalan roda usahanya.. aamiin

4. Selebritis jadi live streaming via sosmed


Beberapa acara televisi yang saya tau, melakukan siaran dengan video conference. Untuk penyanyi biasanya bikin konser mini di live instagramnya. Ada juga yang bikin tutorial makeup seperti Raisa dan Yuni Shara.

5. Guru di sekolah jadi belajar jarak jauh


Lembaga pertama yang langsung kena imbas dari  COVID-19 ini ya sekolah. Anak-anak diliburkan bahkan ada yang sampai setelah lebaran. Alhasil, guru-guru pun mengirimkan tugas online via Google classroom, WhatsApp, dan email. Ngga kebayang gimana kalo punya anak sekolah. Ya masak ya nyuci ya ngajar, semuanya di rumah aja. Phew

Berbagai peralihan di masa COVID-19 ini bikin semua orang lebih peduli untuk berperilaku hidup sehat salah satunya dengan menjaga kebersihan mulai dari cuci tangan pakai sabun. Suamiku yang dapet jatah kerja di rumah walau selang-seling pun jadi bisa sering main sama si kecil. Banyak hikmah yang bisa diambil dari wabah satu ini, mudah-mudahan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Semoga wabah ini segera berlalu.. aamiin ya robbal alamiin



May 18, 2020

di Rumah Aja Saat COVID-19 di Indonesia

by , in
Penat, bosan, dan butuh hiburan.
Walau nggak lockdown di rumah sepenuhnya tapi nggak makan di luar, nggak main ke pusat perbelanjaan, dan nggak berkunjung ke sanak keluarga sanggup bikin sedih sih.

Seorang extrovert itu katanya sumber semangat atau energinya dari faktor eksternal. Yah, saya akui itu. Walau jelang melahirkan memilih bekerja dari rumah tapi di rumah aja kelamaan it's like killing me so harD. I just can't breathe and pusing.

Berhubung masa-masa ini masih akan dilalui selama COVID-19, saya akan korek hal-hal yang bisa dilakukan seorang cheerful body like meH. I wish it'll help yha wkwkwk

1. Bangun pagi langsung nyuci.
2. Habis subuh jangan tidur lagi karena it drives you badmood all day!
3. Baca kitab suci biar dapet petunjuk terus dari YME.
4. Dengerin radio yang ngasih informasi tanpa tendesi dan sedikit-sedikit menghibur.



Kalo nonton TV, asli pusing sih buat saya.

5. Bikin sarapan atau beli!
6. Main sama anak, baca buku bareng, do silly things.


Saya nggak terbayang sih gimana rasanya kalo udah punya anak yang libur sekolah kelamaan. Mungkin bikin gila ya apalagi kalo suaminya nggak kerja dari rumah.

7. Jangan lupa mandi biar moodnya bagus, badan seger, harapannya sih gitu. 🤪
8. Pesen go food biar hepi!
9. Belanja online kalo ada budgetnya!
10. Streaming film, YouTube, spotify



Social media is the last thing that you need but prepare yourself to get all about COVID-19. You can try something new like online courses, podcast, blogging, painting, sing a loud, play the piano, guitar, saxophone (?)


Hal yang lagi saya coba adalah menanam bumbu-bumbu dapur. Coba deh bhayangkhan kalo kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang kita tanam dan pelihara sendiri? Ketahanan pangan kita terjamin dan nggak panic buying guys. Pelihara ayam, sapi, ikan, nanam sayur, dan bumbu dapur, wah bayanginnya sih enak ya? Eksekusinya yang mogok cuma wacana aja. LOL

The conclusion is love your body guys, so the immunity can make viruses go away!





May 17, 2020

Memanjatkan Doa di Penghujung Ramadhan

by , in

للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Artinya: “Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi,”

Doa Rasullullah saat Ramadhan akan berakhir adalah doa yang sama dengan yang saya panjatkan dari tahun ke tahun. Seluruh umat muslim tentu bersedih hati karena akan berpisah dengan bulan suci yang penuh berkah ini, tak terkecuali saya. Berat rasanya menghadapi hari-hari setelah ramadhan karena COVID-19 belum juga beranjak meninggalkan bumi ini. Tentu sudah menjadi doa kita semua agar pandemi corona segera berlalu agar kita bisa beraktivitas normal.

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ini harus kita maksimalkan untuk beribadah dan mengharapkan pahala dari Allah. Walau tak bisa i'tikaf di masjid, namun kita masih bisa melakukan tadarus Al-Qur'an di rumah. Memperbanyak sedekah pada orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan jangan lupa membayar zakat fitrah. Mudah-mudahan di Ramadhan yang akan datang kita bisa pulang ke kampung halaman berkumpul dengan sanak keluarga dan berlebaran disana. 

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kita kesehatan dan keselamatan agar terhindar dari virus-virus corona. Tak satupun orang berharap terpapar virus itu namun ada saja orang yang terkena virus namun tak menunjukan gejala-gejala corona sebelumnya. Tentu kita harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas, memakan masakan yang bersih dan sehat dan melaksanakan pola hidup sehat. Menggunakan masker dan mencuci tangan setelah beraktivitas tak boleh disepelekan untuk menjaga diri dari serangan virus-virus yang tak berwujud. 

Semoga segala upaya dan ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil yang baik dan bisa menghindarkan kita dari wabah penyakit. Untuk pembaca yang masih harus beraktivitas di luar rumah semoga bisa segera bekerja dari rumah. Bagi pembaca yang sudah diam di rumah, tetap bersabar dan terus berdoa agar keadaan segera membaik. Tetap di rumah aja dan keluar saat benar-benar penting karena sesungguhnya kita tak pernah tau kapan virus-virus itu sedang hinggap di tubuh orang lain. 


May 16, 2020

Menghemat saat Hari Raya di Tengah Pandemi Corona

by , in
Penghematan saat lebaran kali ini tentu saja gampang banget dilakukan, tentunya dengan memisahkan pos-pos keuangan di awal saat menerima gaji dan THR. Tak mudik juga menjadi salah satu cara berhemat di lebaran kali ini. Biasanya kita mengeluarkan ongkos untuk bensin, makan di jalan, dan bagi-bagi rezeki di kampung halaman, kali ini uangnya bisa disimpan karena berlebaran disini aja. Pengeluaran terbesar saat hari raya memang saat mudik ke kampung halaman, kadang walau sudah budgeting tetap saja bocor sedikit-sedikit.

Lebaran tahun ini lebih hemat juga karena tak memasak makanan yang mewah. Tentunya lebaran bertiga aja jadi ya pesan aja ketupat dan opor cukup sekilo untuk kami saja. Kue lebaran pun tak sedia banyak karena bakal dihabiskan sendirian. Banyak sekali ya kan uang yang akan dihemat karena lebaran tak pulang kampung. Lebih berhati-hati juga saat memasak, jangan sampai kita membuang-buang makanan karena masih banyak orang-orang yang kelaparan akibat dampak wabah penyakit ini.

Kita pun harus berempati pada orang-orang yang tak memiliki pekerjaan. Orang-orang yang serba kekurangan untuk sekadar makan. Boro-boro mungkin mereka memikirkan perayaan lebaran, bisa memperoleh makanan untuk berbuka puasa saja mungkin sudah bersyukur. Segala sesuatunya tahun ini pasti terasa berbeda dan lebih sedih untuk saya pribadi. Tak ada salahnya lho kita meringankan beban mereka walau hanya dengan mengirim nasi atau masakan seadanya. Membuat orang lain bahagia tentunya akan membahagiakan kita juga ya kan.

Definisi bahagia memang tidak selalu soal uang namun tak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu harus dibeli dengan uang. Jika terpaksa harus membeli barang jangan lupa manfaatkan cashback atau potongan harga di hari-hari tertentu. Di minimarket biasanya kita juga bisa memilih barang-barang yang memiliki promo-promo tertentu. Cermat dalam mengatur keuangan dan lebih berhati-hati saat belanja. Food preparation selama satu minggu sepertinya harus dilakukan lagi setelah masakan lebaran habis tak bersisa! Biasanya lebih hemat dengan food preparation dan tak lagi bingung mau masak apa hari ini karena sudah dipersiapkan di awal pekan. Cobain deh! 

Okezone[dot]com

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram