September 18, 2019

Asyiknya "Me Time" dengan Traveloka Xperience

by , in
Ibu-ibu rumah tangga yang kerja sampingan ngurusin blog seperti saya butuh me time juga lho di luar rumah. Walaupun aktivitas nge-blog termasuk me time juga sih untuk saya pribadi, tapi pengen juga sesekali menghabiskan waktu tanpa menatap layar gadget atau laptop terus menerus. Sebenarnya me time yang bisa dilakukan seorang ibu tuh ada banyak banget. Ibu yang mengurus anak sambil bekerja di luar rumah bisa me time pada hari libur kerja dengan makan di luar bareng keluarga sambil belanja kebutuhan pribadi atau sekadar cuci mata. Beberapa teman yang kerja di luar rumah malah menjadikan pekerjaan sebagai me time untuk mereka karena bisa bebas mungkin ya nggak berduaan dengan si kecil.


Menurut saya me time itu nggak perlu lama kok, apalagi untuk saya yang masih punya balita. Si kecil biasanya rewel kalau terlalu lama nggak lihat wujud mamanya. Saat di dalam rumah biasanya saya me time dengan mendengarkan musik, menonton film, sampai pesan makanan kesukaan. Sering juga saya pergi keluar untuk bertemu dengan teman, menghadiri blogger gathering, atau sekadar berbelanja kebutuhan sehari-hari tapi itu masih dilakukan sambil ajak si kecil. Pokoknya dari malam sampai pagi, si kecil nemplok terus sama mamanya.

Source: giphy

Sejak punya anak, saya pengen banget bisa perawatan ke tempat khusus. Terakhir potong rambut itu di salon dekat rumah dan sambil bawa bayi. Semakin besar, si kecil semakin aktif mondar mandir kesana kemari. Akhirnya saya putar otak untuk menyiasati hal ini. Iseng-iseng saya cek aplikasi traveloka di handphone. Wah banyak penawaran menarik nih untuk saya yang bisa dilihat pada fitur traveloka xperience. Mulai dari voucher hiburan, nonton bioskop, olahraga, spa & kecantikan, sampai makanan dan minuman. Cocok banget untuk saya yang lagi pengen me time tapi nggak mau mengorbankan anak. Di Traveloka Xperience ini kita bisa pilih tempat yang dekat dengan lokasi tempat tinggal, bisa atur tanggalnya juga, dan bisa pilih metode pembayaran yang gampang diakses. Seandainya ada masalah saat menggunakan voucher,  jangan khawatir! karena kita bisa hubungi langsung customer service Traveloka yang stand by 24 jam.



Pas banget nih ada pusat perbelanjaan yang menyediakan voucher me time untuk saya sekaligus untuk si kecil. Wijaya Platinum pun jadi pilihan saya untuk me time kali ini. Cara pesannya nggak ribet kok! Pertama klik aplikasi traveloka dan pilih fitur Xperience. Lanjut ke menu spa & kecantikan, jangan lupa aktifkan gps ya supaya diarahkan ke lokasi-lokasi yang dekat jangkauannya. Pilih perawatan kulit di Wijaya Platinum Cibinong City Mall, atur tanggalnya, pilih jenis perawatan yang dibutuhkan. Lanjutkan isi data pemesan, lalu pilih metode pembayaran. Bisa bayar di minimarket terdekat dan transfer via ATM lho. Setelah itu voucher akan masuk ke aplikasi dan email. Gampang kan?




Untuk si kecil yang akan diasuh papahnya, saya juga pesan voucher untuk main di pusat perbelanjaan yang sama. Caranya mirip kok! Kita buka fitur Xperience di aplikasi traveloka lalu pilih menu tempat bermain, lanjut pilih Tiket Kidzoona Cibinong City Mall, beli tiket masuk yang dibutuhkan, isi data pemesan, lalu bayar deh. Asyik kan? Ibu me time, anaknya juga ikut me time di lokasi yang sama. Seandainya si kecil mulai cari-cari saya, bisa langsung meluncur deh ke tempat perawatan. Semakin terasa kan manfaatnya pake Traveloka? Aplikasi traveloka ini seringnya saya gunakan hanya untuk pesan tiket kereta dan pesawat, tapi sekarang semakin bertambah nyaman karena bisa #XperienceSeru di Traveloka Xperience. 


Me time yang dilakukan oleh ibu-ibu sebisa mungkin jangan mengorbankan anak ya bu. Saat kita asyik me time, kondisikan anak dalam keadaan bahagia, kenyang, dan cukup tidur. Jadi saat diasuh oleh orang lain entah itu papahnya atau keluarga yang lain, si kecil nggak rewel atau bahkan merepotkan. Biasanya sih ya kalau dengar cerita kawan-kawan lain yang asyik me time, tetep aja bakal keinget sama anak. Apalagi kalau ngajak me time berdua dengan suami, walaupun sekadar nonton film atau makan malam di luar, dikit-dikit pasti inget anak. Jadi me time itu yang penting kualitas bukan kuantitas, karena selama apapun seorang ibu meninggalkan anak pasti cepet kangen juga dan kepikiran terus. Setuju nggak? Jangan lupa me time ya bu! Keluarga yang bahagia kan salah satu indikatornya adalah ibunya harus bahagia dulu. 


September 12, 2019

Datang ke Kantor Google di Jakarta for The First Time

by , in
For the first time, Google Indonesia invited us to visit their office at Pacific Century Place Tower, Jakarta on the 45th floor. I asked my sister to accompany me, so I could enjoy the meeting while my sister was playing with my child. We went there by train then continued with online transportation. Selvi, Kang Hendra, Teh Debby, Mbak Ninin, and me welcomed by Ms. Fiana then registered us one by one.


Blogger Bogor was invited to discuss about Question Hub. Right after I got the invitation, I had a big question about question hub, I never heard it before but the browser can't gave me clear information about this. Till we meet Ms. Fiana at his office, she explained that question hub is a tool that enables creators or publishers like us to create content or articles based on unanswered questions. Question Hub collects unanswered user questions and show them to bloggers, writers, and content creators like us. Ms. Fiana gave us an example about the Borobudur Temple, most of people ask about how to get there? What about the ticket? but one user ask about how much Borobudur is? We can answer those questions by submit our url from blog that related to the question. Even if the price of Borobudur did not include on our content, but the keyword 'Borobudur' can be found inside it.





This is really interesting! We can explore everybody's questions then we can create the content in our blog. After that we can submit the link in Question Hub. It's easy, isn't? We took some pictures together as the meeting finished. Ms. Fiana would be glad if Blogger could have a chance to collaboration again with Google Indonesia. As the photo session ended, we went home. Thank you Google Indonesia! I hope this chance is just another beginning! Cheerios :)


September 07, 2019

Berlibur ke Solo, Berkah dari Blog

by , in
Capek. Lebih capek. Capeknya 2x lipat.
Begitu yang dirasakan oleh kami saat menyempatkan diri liburan ke Solo sambil menghadiri undangan pernikahan sahabat. Solo adalah tujuan yang belum pernah kami kunjungi. Di kunjungan yang pertama ini, aku sangat excited! Sampai-sampai teledor memesan penginapan yang tidak bisa refund jika tak jadi menginap. Alhamdulillah kami bisa berangkat, walaupun banyak tetek-bengek yang harus diurus sebelum hari itu tiba.

Baca: Lanjut Kuliah di Solo?

Perjalanan dengan kereta api ini juga pertama kali untuk buah hati kami. Si kecil yang mulai aktif kocar-kacir kesana kemari karena sedang asik-asiknya belajar jalan sendiri tanpa bantuan. Kami kewalahan, terlebih lagi saat di dalam kereta. Tak terhitung berapa kali si kecil terjerembab dan hampir terantuk benda-benda di sekitarnya. Jantungku pun rasanya mau copot kalau lihat dia jatuh lalu menangis tentunya.
 
Sepanjang hari si kecil tampak bahagia, tak ada sakit, kecapean, bahkan kalau bisa memilih mungkin dia tidak akan tidur siang dan malam. Nafsu makannya memang berkurang hanya mau makanan ringan saja, bukan nasi. Saat diajak naik lift, senyumnya sumringah banget. Kami pun mengurungkan rencana untuk meminjam motor selama di Solo. Gonta-ganti taksi online jadi pilihan kami di Kota yang mataharinya terik dan angin berhembus kencang.


Tempat-tempat wisata kuliner dan jalan-jalan pun kami sesuaikan dengan si kecil. Supir taksi online sempat menawarkan untuk mengunjungi Tawangmangu yang hawanya lebih dingin seperti puncak katanya. Ternyata cukup memakan waktu dan tak sesuai perhitungan budget kami selama disana. Akhirnya kami pilih De Tjolomadoe di siang hari, karena tempatnya indoor dan adem. Walau harus gendong karena masuk jam tidur si kecil, tapi tak mengurangi kenyamanan saat mengunjunginya. Untuk museum, biaya tiket 25 ribu menurutku cukup mahal karena di dalam hanya sebentar dan area museum tidak terlalu luas.





A post shared by Gioveny Astaning Permana (@gioveny_) on


Undangan pernikahan di Solo ini juga sebenarnya menjadi wisata budaya bagi kami, karena baru pertama kali aku merasa dimuliakan sebagai tamu. Tradisi piring terbang yang disajikan sangat membantu aku yang bawa si kecil. Kami datang, tulis nama di buku kehadiran, duduk manis, bisa langsung minum teh manis hangat yang saya suka banget teh disini, lalu makanan pun dihantarkan mulai dari makanan pembuka hingga penutup. Luar biasa! Seandainya ditiap pernikahan tradisi ini diikuti.

Kami pun mengunjungi alun-alun kidul untuk menghabiskan malam. Ada pasar malam yang meriah sekali dengan lampu-lampu dan musiknya. Saat tengah malam pun ada perayaan malam satu suro, namun tak mungkin kami lihat karena si kecil sudah tidur. Selain berkendara dengan taksi online, kami pun sering berjalan kaki. Tempat penginapan kami lokasinya sangat strategis, kami bisa cari sarapan dekat rumah sakit, menikmati wedangan, warmindo, sampai makan siang di Sambal Mbok Ti. Kami pun tak melewatkan kesempatan mampir ke Paragon Mall. Sayangnya saat ingin berbelanja di Pasar Klewer, Beteng Trade Center, dan Pusat Grosir masih tutup. Jadi kami berkeliling naik becak ke Kampung Batik Kauman. Puas bawa pulang batik, kami pun balik ke hotel.

Baca: Hamil di Banyuwangi?

Kota Solo ini termasuk kota yang nyaman dan bikin betah. Beda tipis dengan Banyuwangi, makanannya sama enak namun di Banyuwangi sangat dekat dengan pantai. 'Recehan' dari blog pun sanggup menghidupi kami selama disana. Jadi makin semangat ngumpulin recehan dari blog! Itinerary & biaya yang dikeluarkan bisa dilihat di gambar ya! Walau capeknya 2x lipat karena bawa si kecil, tapi aku sih nggak kapok hehehe.

August 22, 2019

Peradaban berawal dari Recehan?

by , in
Orang pertama yang meminang seseorang yang payah.

Baca: Kepayahan

Pada sandaran sofa yang empuk dan menjadi singgasananya hampir tiap waktu. Dia memilih tertawa walau candaan yang terlontar itu garing, segaring kerupuk-kerupuk kesukaannya. Dia bangkit di saat-saat tertentu dan tidur saat seisi dunia telah habis dibaca.

Dengan sabar dia menjelaskan hal-hal yang asing ditelingaku yang jangkauannya suram ini. Dengan tuntas dia merapikan hal-hal yang kusut di dalam dan di luar pikiran. Dengan tegas dia menampik hal-hal yang tak sesuai dengan kami, untuk kemudian kembali saling mengingatkan dan menguatkan.

Walau lebih banyak menepi dan jauh dari hingar-bingar yang selama ini ku jalani. Memilih hidup bersamanya aku menjadi manusia yang lebih baik. Perempuan yang dimanusiakan dan tidak disepelekan walau sering lupa apa yang diceritakan, dia tak bosan mengingatkan dan mengulangi dengan sabar, sabar, dan sabar.


Maafkan istrimu ini yang sering terkantuk-kantuk saat pembicaraan kita mengarah ke hal-hal yang terlalu sangat serius sekali. Tentu kau paham bahwa aku lebih suka ini dan bukan itu. Walau judul postingan ini mungkin tidak nyambung sama sekali, tapi tak apa, toh blog ini hanya kita yang baca. Selamat terlahir kembali papah sayangku Semoga Allah SWT mentakdirkan kita sehidup sesurga, aamiin ya robbal alamiin.



August 13, 2019

Before 30 (Part 1?)

by , in
Sebenarnya usia 30 tahun itu seperti apa sih?
Jelang usia kepala 3 saya mulai membayangkan dan mencari-cari. Perempuan yang mencapai usia 30 tahun itu harus apa? Harus gimana? Kenapa harus gitu? Gimana kalau nggak ada perubahan sama sekali?

Free pukpuk

Usia yang bukan 20-an lagi. Apa masih bisa saya menjadi diri sendiri? Tidak selalu dituntut harus berwibawa, bijak, dan kalem. Itu bukan saya banget. Apalagi di dalam rumah. Saya rasa ada tahap perkembangan di masa kecil yang belum tercukupi sehingga berdampak hingga saat ini. Tidak hanya satu orang yang bilang saya ini kekanak-kanakan. Memangnya kekanak-kanakan dinilai dari apa? Nggak bisa diam kalau di dalam rumah? Main boneka di kamar? Atau masih takut tidur sendiri? Nangis kalau disakiti? Nyanyi-nyanyi sambil joget-joget? Apa itu yang disebut kekanak-kanakan? Apa itu sebuah kelemahan?


Hidup yang selalu saya bawa serius bahkan sebelum menikah, menuntut saya untuk menyelesaikan jenjang-jenjang kuliah yang tak saya inginkan sepenuhnya. Sekarang setelah menikah dan menjelang usia 30 tahun, saya harap bisa menjadi lebih baik lagi namun tetap menjadi diri sendiri. Tingkah-polah yang saya lakukan berujung pada kebahagiaan diri sendiri. Berharap tidak merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban umum. Setidaknya saya tau cara bahagia dengan tidak menggantungkannya pada orang lain dan menghadiahi diri sendiri walau hanya dengan sebutir coklat. :)



August 01, 2019

Diantara Harapan dan Kenyataan

by , in
Orang tua jaman sekarang menyekolahkan anaknya di Sekolah Islam Terpadu supaya pendidikan agamanya mendalam katanya.

Orang tua jaman sekarang ingin anaknya soleh dan solehah tapi perilakunya sendiri tidak mencerminkan itu.

Orang tua jaman sekarang hijrah dengan cara menyebarluaskan seluas-luasnya konten-konten hijrah dengan maksud sebagai self reminder, tapi anaknya di rumah sibuk "berketuhanan" dengan handphone orang tuanya sendiri bahkan sampai berebut antara adik-kakak-adiknya yg lain.

Saat muncul film dua garis biru, bingung. Duh nanti kalau anakku nonton itu malah meniru sisi negatifnya gimana???

Saat bicara bahasa seks dengan temannya via jam yang lagi hype saat ini, orang tuanya hanya bisa mengelus dada dan menanyakan bertubi-tubi. Darimana kamu dapet kata-kata itu???

Guru dan teman-temannya di sekolah jadi sasaran empuk. Tolong bantu saya ya bu, anak saya bicara ini itu.

Kalimat-kalimat ini adalah bahan refleksi diri untuk saya, karena menjadi orang tua itu seumur hidup. Sejak jabang bayi dalam kandungan, saya sudah menjadi seorang ibu. Lantas? Apa saya bisa menjadi ibu yang soleh? Yang mendidik dengan iman sampai ke relung jiwa.

___

Catatan hati seorang ibu yang memilih freelance blogger di sela-sela waktu luangnya.

Source: Pexel

July 27, 2019

Bermukim di Kota Wisata dengan Fasilitas yang Maksimal

by , in
Sebelum menikah, rumah yang saya tinggali masuk dalam kawasan yang strategis. Dekat gerbang tol dan stasiun, ke Cibubur dan Depok juga bisa melalui jalur alternatif. Walau lebih enak ditempuh dengan kendaraan roda dua, namun tak mengurangi kenyamanan saat berkendara ketika melalui jalur alternatif. Masih banyak lahan kosong dan area perkebunan sepanjang perjalanan. Cibubur pun menjadi tempat favorit untuk menghabiskan akhir pekan apalagi sejak dibangun pusat perbelanjaan tak jauh dari rumah.


Dulu setelah lulus dari sekolah dasar, salah seorang teman bercerita akan lanjut sekolah di Fajar Hidayah. Dia pun menjadi angkatan pertama disana, sekolah Islam yang dibangun setelah sekolah Kristen Bunda Hati Kudus (BHK) di Kota Wisata Cibubur. Bukan sekadar lokasi hunian, Kota Wisata Cibubur memang terus menunjang dengan fasilitas-fasilitas yang menyokong kebutuhan pendidikan penghuninya seperti sekolah dan tempat ibadah serta memanjakan penghuninya bahkan bagi orang-orang yang tinggal di luar kawasan Kota Wisata Cibubur. Saya ingat betul, tiap perayaan imlek kami berkunjung ke kawasan kampung cina yang selalu ramai dengan hiburan barongsai dan pernak-pernik imlek lainnya. Saya pun pergi kesana dengan keluarga juga teman-teman, tentunya untuk mengabadikan momen meriahnya suasana imlek.

Januari, 2012 (Dok. Pribadi)

Source: Official Website Kota Wisata Cibubur 

Tidak hanya tempat ibadah dan tempat bersekolah saja yang ada di dalam Kota Wisata Cibubur, tempat periksa ke dokter alias rumah sakit pun hadir memenuhi kebutuhan penghuninya. Untuk yang rajin menabung, tak perlu keluar gerbang Kota Wisata karena sudah banyak Bank yang tersedia seperti Bank Sinarmas, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, dan Maybank. Buat yang rajin olahraga, Kota Wisata Sport Club pun mempunyai fasilitas yang nggak tanggung-tanggung, dengan kolam renang ukuran Olympic, Children Swimming Lagoon, arena Futsal, Tenis, Badminton, Squash, Tenis Meja, Basketball Three-on-Three, Jogging Track, 5 Stars Gym, Fitness Center, Spa, dan kelas Aerobik yang dibimbing oleh instruktur ahli siap meningkatkan kebugaran. Spesial untuk yang senang berbelanja ke pasar dihadirkan pula fresh market, semakin asik belanjanya semakin sedap masakannya. Gimana? Masih ada yang kurang lengkap kah fasilitasnya?

Source: Official Website Kota Wisata Cibubur 

Source: Official Website Kota Wisata Cibubur 

Bersih, luas, dan lengkap, itu kesan pertama saat berkunjung ke Kota Wìsata Cibubur. Kami yang tinggal di luar kawasannya biasa menyingkat dengan Kotwis alias Kota Wisata. Dari gerbang depannya saja, kita sudah disambut dengan arsitektur menarik yaitu patung-patung bergaya Yunani dan lorong-lorong instagramable ditumbuhi tanaman hijau yang subur. Rerumputan di dalam perumahan pun menjadi tempat yang asyik bagi sebagian orang untuk piknik atau sekadar bercengkrama pada masanya. Semakin kesini, kawasan Cibubur pun semakin lengkap dengan pilihan pusat perbelanjaan yang tak kalah dengan ibu kota. Mau nonton film terbaru, membeli keperluan sekolah seperti buku, atau menikmati suasana makan di luar rumah, semuanya ada di Cibubur dari mulai fast food sampai traditional food. Ingin mengajak makan bersama keluarga pun bisa langsung menuju restoran Saung Alam Sunda dan Caos Dahar.

Source: Facebook Saung Alam Sunda

Kota Wisata Cibubur juga membuka akses ke Jalan Raya Narogong sehingga kita bisa memperpendek rute untuk ke Bekasi lho melalui jalan ini. Hampir tiap berkunjung ke sanak keluarga di Bekasi kami melalui jalur ini untuk menghindari kemacetan di titik-titik tertentu. Kota Wisata Cibubur memang seluas itu sih, masih suka salah jalan karena begitu luas sampai lupa harus belok dimana. Lebih strategis lagi karena Kota Wisata Cibubur bakal punya akses ke jalur bebas hambatan Jakarta Outer Ring Road. Makin mudah kan aksesnya? Untuk pembaca yang masih ingin cari tau tentang Kota Wisata Cibubur, lanjut baca di situs resminya ya!



Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram