August 28, 2020

Mengagumi Hutan di Indonesia dengan Bersyukur dan Tidak Merusaknya

by , in
Jika diminta memilih pergi ke hutan atau ke pantai, dulu tentu ku jawab pergi ke hutan. Hanya orang-orang terpilih yang mau bersusah-payah menerabas pepohonan dipayungi kanopi alam untuk menikmati dan menyesap dalam keindahannya. Bukan bermaksud sombong, namun saya selalu kagum dengan orang-orang terpilih yang sanggup mendaki puncak-puncak gunung di Indonesia maupun di luar negeri. Beruntung sekali jika menemukan air terjun dibalik rimbun pohon-pohon yang tinggi, dari jauh akan terdengar jelas aliran derasnya yang jatuh ke bumi seolah memberi tanda dan semangat untuk tidak menyerah teruslah masuk menyusuri jalan menuju air terjun. Saya jadi mengenang kembali masa-masa 'berburu' air terjun yang dalam bahasa sunda dikenal dengan curug bersama teman-teman kuliah. Rasanya damai sekali saat memandangi air terjun itu, walau ada juga perasaan khawatir seandainya ada batu besar yang ikut terbawa derasnya air. Sejuk dan dinginnya membekas indah dalam ingatan dan tak ragu juga untuk meminum langsung air terjun pada waktu itu.

Papandayan, 2013

Hutan menjadi sumber kebahagiaan bagi saya yang senang wisata alam, mengagumi ciptaan Sang Maha Kuasa yang tak jemu dipandang. Ternyata hutan memang bukan sekadar untuk berwisata saja, masih ada masyarakat yang melestarikan hutan agar sumber dayanya tetap terjaga. Tak hanya manusia, makhluk hidup lain pun tinggal di hutan seperti beraneka jenis burung, serangga, sampai tanaman dari yang bermanfaat untuk manusia namun ada juga jenis yang beracun. Harmonisasi alam menjadikan hutan sebagai hamparan lahan yang wajib kita lestarikan bersama. Di Bogor ada hutan pinus yang dikenal juga dengan nama Gunung Pancar, selain pemandangan hijau kita juga bisa berendam air hangat. Bahkan sekarang bisa berkemah dengan fasilitas yang sudah disediakan, jadi tak perlu bingung pinjam tenda, sleeping bag, dan peralatan lain.


Saat pelesiran ke Banyuwangi pun saya mendatangi hutan pinus yang mirip dengan Bogor, Hutan Pinus Songgon, banyak lokasi-lokasi yang dihias dengan  ragam pernak-pernik seperti lampion, payung, gapura dengan bentuk love, dan kita bisa melihat pengunjung yang rafting di sungai. Pohon pinus ternyata sangat bermanfaat dan menguntungkan bagi para pengusaha industri, dilansir dari rimbakita[dot]com hampir seluruh bagian pinus, seperti batang kayu, kulit, getah, dan daun memiliki manfaat ekonomis. Menjadi bahan baku furniture, bahan baku kertas dan alat tulis, bahan baku peti kemas sampai bahan pencampur pupuk. Kulit dan daun pohon pinus juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan, ekstrak daunnya juga menghasilkan senyawa pycnogenol yang merupakan salah satu bahan baku produk suplemen dan obat nyeri.

Baca: Babymoon ke Banyuwangi 

Hutan lain yang saya kunjungi adalah hutan yang ada di Papandayan, selain bau belerang yang menyengat saat pendakian. Selanjutnya kita disuguhkan pemandangan hutan mati yang berdasarkan sejarah dikutip dari datawisata[dot]com, hutan mati gunung Papandayan bermula dari letusan maha dahsyat gunung Papandayan yang telah terjadi ratusan tahun silam. Di Papandayan kita bisa melihat hamparan bunga edelweiss yang cantiknya Masya Allah. Bersyukur banget saya bisa sampai disana walau penuh perjuangan dan tak lepas dari dukungan teman-teman. 


Saya pun mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung pohon kayu putih yang ada di sepanjang jalan saat di Alor. Ini pertama kalinya saya melihat hutan kayu putih yang sedikit berdaun dan batangnya berwarna putih. Sungguh menakjubkan ciptaan Allah, beraneka macam tumbuhan, pepohonan, dan makhluk hidup ada di Indonesia. Hutan di tanah air tercinta ini masuk dalam urutan ketiga hutan terluas di dunia lho, prestasi yang tentunya patut dipertahankan agar keanekaragaman hayati hutan-hutan di negeri ini terlindungi.

Baca: Belajar dari Alor


Salah satu bentuk apresiasi untuk hutan di bumi pertiwi adalah  dengan dicetuskannya Perayaan Hari Hutan Indonesia yang sekaligus menjadi aksi bersama untuk mensyukuri manfaat hutan yang berlimpah, mulai dari pangan dan obat-obatan, akar budaya Indonesia, sampai fungsi hutan sebagai penyerap karbon serta penjaga iklim dunia. Kontribusi nyata dari kita untuk hutan-hutan di Indonesia bisa melalui adopsi hutan yaitu dengan berdonasi yang akan disalurkan untuk kegiatan pelestarian hutan, pengembangan masyarakat sekitar hutan, serta mendukung pendidikan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. 


Masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan tentu memiliki cara tersendiri untuk merawat dan melindunginya termasuk warga kasepuhan. Kasepuhan yang pernah saya kunjungi adalah Kasepuhan Ciptagelar, perjalanan kesana tergantung niat dari pengunjung jika ingin sampai dengan selamat katanya. Kasepuhan Ciptagelar berada di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Berlokasi di lereng bukit bagian selatan Taman Nasional Gunung Halimun dan termasuk dalam Kesatuan Adat Banten Kidul. Warga disana hidup dari hasil bumi yang ditanam, dipetik, dan dipanen sendiri. Kawasan Kasepuhan Ciptagelar tidak pernah mengalami kekeringan, air mengalir jernih dan aliran Sungai Cibeno dimanfaatkan juga sebagai sumber energi listrik menggunakan turbin. Masyarakatnya pun memasak dengan kayu bakar dan sangat menghormati nasi agar jangan sampai tidak habis saat makan apalagi terbuang sia-sia. Pengambilan kayu dan jumlah yang bisa diambil pun juga ditentukan, sehingga hutan tetap lestari karena dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan menjunjung tinggi aturan adat.


Upaya berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di bumi nusantara ini secara pribadi saya dukung penuh karena generasi-generasi selanjutnya harus merasakan dan tentunya merawat hutan agar tetap lestari tak lekang oleh waktu. Manfaat hutan yang saya rasakan hari ini, inginnya dirasakan juga turun-temurun agar kita selalu ingat bahwa kekayaan alam yang Tuhan berikan harus disyukuri dan dipertahankan. Mari bersama-sama kita gotong royong menjaga hutan agar keindahan hutan Indonesia tetap alami dan terlindungi. Sekarang sih saya sedang memulai menanam pohon buah-buahan di sekitar rumah, kalau kamu?

Curug Mania Goes to Leuwi Hejo


August 24, 2020

Mengenang Kepergianmu

by , in
Di masa covid ini ada beberapa pejabat disana yang wafat. Seketika aku ingat ibu, seorang kepala perpustakaan yang baiknya melebihi ibuku sendiri (?). Ah mungkin hanya beda karakter saja. Sekitar 9 tahun yang lalu, Aku meminta bagian untuk kuliah lapangan mengurus perpustakaan saja. Sebab yang diminta hanya satu orang dan kawan-kawan yang lain membantu bagian lain. Padahal tadinya aku sempat tak masuk kelompok siapapun karena tak punya geng hahaha. 


Sampai akhirnya aku diminta untuk stay di perpustakaan yang masih bergabung dengan pusdatin. Sambil skripsi, mengajar bahasa inggris, aku datang seminggu 2x seingetku. Awalnya mau menjadikan perpustakaan sebagai objek penelitian, tapi aku nggak paham lah sama jurusan kuliah kejeblos ku. Sampai akhirnya lulus karena membantu dosen pembimbing yang yah tentunya dengan skripsi yang tidak sempurna. Kemudian aku lanjut mengabdi di perpustakaan yang menggunakan outsourcing untuk membangun perpustakaan di gedung baru.


Dipanggil ibu udah biasa, dipanggil mbak yah ada juga, dalam hati terbersit juga keinginan untuk jadi mahasiswa disana. Tapi lanjut kuliah itu untuk apa sih? Jawabannya adalah untuk bisa move on dari pekerjaanku yang gitu gitu aja. Lulus kuliah pun akhirnya aku lanjut lagi kuliah dengan berbagai pertimbangan dari orang tua khususnya ibuku. Sekolah terus kapan nikahnya? Nanti gelar ketinggian nggak dapet-dapet jodoh lho. Iya kalo standarku ketinggian juga, nyatanya kan nggak. 


Kepindahan kampus ke lokasi baru dan masuknya aku menjadi mahasiswa yang melepaskan pekerjaan sebagai staf perpustakaan membuat kesehatan ibu drop dari hari ke hari. Terakhir bertemu bahkan ibu seperti tidak mengenalku, chemotherapy yang ibu jalani membuatku nggak tega dan merasa bersalah. Sampai akhirnya hari itu datang dan aku nggak bisa langsung ke pemakaman.


Bu, sekarang aku udah punya anak dan memilih di rumah aja. Terimakasih sudah meyakinkan kalo aku nih pinter, bisa bahasa inggris itu yg utama. Bisa lanjut sekolah ku rasa itu adalah hadiah terbesar dari ibu untukku. Melepaskan rasa kangen sama ibu mungkin tidak cukup lewat tulisan ini. Walau kerjaanku banyakan manfaatin internet gratis tapi ibu nggak pernah marah dan malah ikutan nonton YouTube sambil ikutan sampulin buku hahaha. Semoga Allah perkenankan kita ketemu lagi ya bu, semua orang mungkin anggap aku anak ibu dan ya ibu yang mengakui sendiri ke orang-orang kalo aku anaknya :')

Sekarang ibu udah bahagia di alam sana. Walau ku tak pernah ziarah ke makam ibu, tapi ku yakin doa ku sampai. Keyakinan ibu ke aku bikin aku percaya sama diriku sendiri dan aku sekarang dapet mertua yang baik juga bu. Ah rasanya banyak banget yang pengen diceritain (T______T)

Credit to: unsplash [dot] com


August 22, 2020

Harapan untuk Diri Sendiri

by , in
Dalam keputusan besar yang kau pilih tentunya ada doa yang senantiasa tercurah untukmu, keluarga kita, dan kehidupan kita selanjutnya.


Dalam hati sempat terbersit iri melihat ukhti lain didampingi selalu oleh suaminya karena memang begitu kan seorang imam seharusnya dan seorang istri juga menjaga hal-hal yang bisa menutup pintu surga baginya. Eh kejadian deh di pertengahan tahun ini.

Kau merumahkan diri sendiri dan berusaha menjadi ahli pada bidang desain grafis. Walau seribu ragu selalu menyerang dan membuat pikiran juga hati tak pernah tenang tapi kau selalu bersemangat terutama untuk makan hari ini.


Seorang optimis berubah menjadi sering pesimis kalo urusan uang dan kami untuk saat ini bertolak-belakang. Meja kerjamu beberapa waktu ini tak nampak lagi kopi. Ini semua demi kesehatan ya toh? Kesehatan yang juga termasuk mental.


Pada masanya nanti mungkin kita akan saling meninggalkan satu sama lain karena maut, namun sebelum itu datang mari kita berbenah sama-sama.
August 20, 2020

Merdeka dalam Diri

by , in
Sebenarnya kemerdekaan itu apa sih?
Merdeka dengan bebas melakukan apa saja di dunia?
Merdeka dari pikiran masing-masing?
Merdeka dari pengkhianatan dan penjajahan orang lain atas diri kita?



Ketika memori-memori baik hilang dari kepalamu. Sedetik, dua detik, dalam sekejap isi otakmu penuh dengan kepalsuan orang lain. Kau pun tak sanggup tertawa, memikirkannya saja mual. Cukup sehari isi otakmu penuh, memikirkannya hingga bergemuruh. Dalam tiap niat baik yang mungkin orang salah mengartikan, terselip deru nafas yang memenuhi rongga dadamu.

Merdeka! Pekikmu sekarang, Sang Saka Merah Putih pun berkibar dengan gagahnya. Walau kini dilanda corona, tetapi semangat perjuangan tetap membara. Berjuang untuk hidup bersih, berjuang demi keadilan, berjuang demi kebaikan. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tentu sangat bermakna karena masih lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, pergi ke pusat perbelanjaan masih khawatir, makan di luar masih mikir-mikir, pun demikian halnya dengan bepergian jarak jauh yang bisa jadi memunculkan klaster baru. Ah apa masih enggan kita mengelak bahwa kehidupan normal yang baru memang harus disusuri. Walau berliku-liku tapi kita tidak sendiri, seluruh dunia menyadari wabah ini.

Lantas? Apa kita hanya akan berdiam diri terus meratapi nasib karena wabah tak jua pergi? Hidup yang terus berjalan akan membawa kita pada satu tujuan yang sama. Mertua saya sih bilang "Yah dimanapun kita berada kalau ditakdirkan sakit ya bakal tumbang juga", perjuangan kita belum berakhir kawan. Merdeka seutuhnya dan kembali ke kondisi normal adalah satu dari sekian hal yang saya inginkan. Walau banyak hikmah yang bisa diambil selama pandemi ini namun tak selamanya saya mau menjadi burung dalam sangkar yang tak bisa bebas kemanapun pergi.

Mari kita senantiasa berdoa untuk keselamatan diri khususnya. Semoga negeri ini tetap bisa mempertahankan kemerdekaan dengan berbagai prestasi yang membawa harum bangsa Indonesia. Mudah-mudahan rakyatnya semakin rukun dalam keberagaman, toleransi tinggi, dan saling menghormati. Negeri kita ini indah bila kita turut menjaga dan bangga dengan beragam hal-hal positif yang ada di tanah air tercinta. Dirgahayu Indonesiaku!

*artikel ini diikut sertakan minggu tema komunitas Indonesian Content Creator*

August 05, 2020

Menikmati Film-Film di Masa COVID-19

by , in
Dari beberapa film yang saya lihat selama pandemi ini. Saya makin sadar kalo film Indonesia itu makin bagus, dari mulai alur ceritanya dan pemilihan pemeran juga pesan dalam film itu sendiri. Semuanya luar biasa. Rindu saya nonton film-film bagus dalam negeri pun terobati dan penat agak mereda. 

1. Imperfect 

Saya selalu terkesan dengan filmnya Ernest termasuk film ini yang menceritakan seorang wanita karir yang mengubah penampilannya karena tuntutan pekerjaan dan lingkungan. Segala sesuatunya pun berubah tak hanya pola makan saja. Lingkaran pertemanannya berubah, pola pikir, sampai kebiasaan berpakaian, semuanya diubah demi meraih kriteria ideal yang banyak diidamkan sebagian besar perempuan. Namun ada titik dimana apa yang wanita ini rasakan usahanya sia-sia dan tetap saja salah dimata orang lain termasuk kekasihnya. Rahasia kecil pun terungkap dari mulut sang ibu yang secara tidak langsung membuat sang anak merasa tak disayangi sejak kecil. Film yang diperankan Jessica Mila & Reza Rahardian ini bener-bener relate banget sama kehidupan sehari-hari yang selalu lakukan body shaming, mom shaming, dan bentuk bullying lainnya tak terkecuali saya.



2. A Copy of My Mind

Ending yang bikin saya sedih karena tokoh laki-laki yang diperankan Rico Jericho meninggal karena membela kekasihnya yang diperankan oleh Tara Basro. FYI, disini ada adegan ranjang. Rico Jericho adalah seroang pengetik subtitle pada cd bajakan dan Tara Basro adalah penikmat film-film itu. Pada suatu hari sang wanita protes karena subtitle dalam film yang dia beli kualitas terjemahannya jelek sehingga akhirnya dia bertemu dengan sang 'penerjemah'. Singkat cerita Tara Basro yang kerja di salon sederhana pindah ke salon yang pelanggannya menengah ke atas. Dia dikirim ke penjara untuk melayani perempuan yang terjerat kasus berat. Saat akan pulang, Tara Basro tak sanggup menahan godaan untuk mencuri koleksi film tahanan wanita tersebut. Padahal koleksi yang dia ambil adalah salah satu barang bukti kuat yang kalau sampai ke tangah yang salah berakibat fatal.


3. Rumah dan Musim Hujan

Meja makan adalah sorotan utama yang menjadi fokus film ini sejak awal namun saya baru menyadari setelah meminta suami untuk cari tau maksud film ini tuh apa. Jujur saya bingung dengan ending yang bikin bingung. Ternyata semua rahasia yang ada di film itu ya memang fokusnya ada di meja makan, saat dimana tiap-tiap jiwa yang hadir menyimpan rahasia masing-masing yang tak perlu dibicarakan saat makan. Seolah-olah ada peraturan tidak tertulis yang menyebutkan bahwa tabu membicarakan sebuah 'masalah' di meja makan. Yah maklum, baru setelah menikah saya makan di meja makan. Padahal emang nggak mudeng aja sih hahaha


4. Mooncake

Nah kalo film ini awalnya ku tonton karena ada Morgan Oey wkwkwk. Disini Morgan berperan sebagai orang yang mengidap Alzheimer karena ibu dan istrinya meninggal. Tapi sampe akhir film, saya nggak nemu penjelasan penyebab istrinya meninggal. Morgan pun bertemu dengan BCL saat menjadi joki 3 in 1 dan menyerahkan cetakan kue bulan serta meminta BCL untuk membuatkan kur itu. BCL adalah seorang janda dengan satu anak dan satu adik, segala pekerjaan dilakoninya untuk menyambung hidup. Morgan pun meninggal di akhir cerita dengan peran yang baik.



5. What They Don't Talk About When They Talk About Love

Film ini nggak terduga sama sekali sih kalo bakal ada adegan ciuman Nicholas Saputra dan Ayusitha, apalagi hubungan badan yang dilakukan Ayusitha dan pacarnya yang bertompel. Nonton film ini tuh menyesakkan dada sih karena peran mereka semua menjadi penyandang disabilitas. Nggak nyangka Nicholas bisa juga ya ganteng-ganteng berperan sebagai orang gagu. Latar belakang film ini ada di sebuah sekolah luar biasa sekaligus asrama.



6. Ghost Writer 

Literally penulis novelnya beneran kerjasama dengan penghuni rumah yang disewa oleh penulis novel dan adiknya. Sampai akhirnya sang penghuni pun tak menyetujui novelnya terbit karena ada hal-hal yang tak sesuai dengan kesepakatan. Perjanjian itu dilanggar karena isi novel tersebut ditambahkan hal-hal yang mendramatisir. FYI, saya nonton film ini karena baru tau ada keterlibatan Ernest di dalamnya hahaha dan doi update kalo Ghost Writer 2 mau tayang, jadi makin penasaran deh sebagus apa.


7. Serendipity 

Nah kalo film ini ditonton karena ratingnya bagus. Pemainnya ada Kenny Austin yang kinclong abis & Maxime. Berkisah tentang seorang anak perempuan yang terpaksa bekerja menemani om senang saat main judi supaya hoki sekaligus menebus hutang almarhum ayahnya. Ibu si gadis main gila dengan ayah pacarnya. Sampe akhirnya drop out dari sekolah karena pekerjaannya itu. Finally sih happy ending tapi nggak buat Maxime.



8. Tabula Rasa


Dari beberapa film Indonesia yang saya lihat belakangan ini, saya baru kepincut sama film Tabula Rasa yang dari awal cerita sudah mengundang kesedihan yang mendalam. Tokoh laki-laki bernama Hans yang berasal dari Papua dikirim ke Jakarta karena kemampuannya bermain bola. Beberapa waktu kemudian kakinya cidera dan tim sepak bola Hans tak bertanggung jawab akan hal itu. Hans pun mencoba bunuh diri dengan menaiki jembatan penyeberangan yang di bawahnya adalah jalur kereta rel listrik.

Pagi harinya Hans ditemukan dalam kondisi berdarah di kepala. Ibu yang menemukan Hans tergeletak ini adalah orang minang, seingetku dipanggilnya Emak. Percakapan selanjutnya di film ini banyak menggunakan bahasa minang. Ambu pun mengajak Hans pulang ke warung masakan padangnya untuk memberi dia makan gratis. Hans pun tidak mau memperoleh makanan secara cuma-cuma dan akhirnya dia mencuci piringnya sendiri.



Masih ada lagi sebenernya film-film yang ditonton karena pemerannya Rizky Nazar atau Michelle Ziudith hahaha. Tapi cukup daftar di atas aja deh yang saya rekomendasikan sebagai bukti kalo film Indonesia tuh oke lho! Patut dibanggakan.
August 01, 2020

Corona adalah Pertanda Bahwa Allah Kangen Sama Kita

by , in
Covid mengubah segala lini kehidupan duniawi manusia. Tak pandang agama, tak pandang bulu, tak pilih-pilih mau si kaya atau si miskin. Baru saja melihat tayangan YouTube Moslem Mind yang membahas 'Ketika Allah Kangen sama Kita'. Pertama adalah Allah memberikan ujian hidup pada perjalanan hidup manusia agar manusia tersebut kembali mendekatkan diri pada Allah. Kedua, Allah rindu pada hamba-hambaNya yang bertaubat. Ketiga, Allah rindu pada manusia yang tidak bisa mendapatkan apa yang mereka mau dengan mudah.


Virus corona yang tak jua pergi dari muka bumi ini, saya percaya adalah satu dari sekian banyak cara Allah menyadarkan manusia yang selama hidup memikirkan duniawi saja termasuk saya. Beragam profesi dan latar belakang terhempas virus COVID-19 yang belum beranjak dari bumi pertiwi. Segala tatanan kehidupan porak-poranda dan membentuk pola kehidupan normal yang baru. Tiap orang dihimbau untuk menghindari kerumunan, menjauh satu sama lain alias jaga jarak, sampai menerapkan pola hidup sehat yang tentu manfaatnya kembali ke diri kita masing-masing yang melakukannya.


Berbagai kebijakan disusun mulai dari pemerintah hingga rakyat jelata mengencangkan ikat pinggang. Pemutusan hubungan kerja, pemotongan upah pegawai, menutup toko-toko offline, menjual aset, mulai berdagang, dan bermacam upaya lain dioptimalkan untuk sekadar bisa menyambung hidup. Keahlian-keahlian pada bidang-bidang pekerjaan pun mulai terlihat mana yang efektif dan terus bermanfaat untuk orang lain khususnya di masa pandemi ini seperti desain grafis, web developer, digital marketing, kuliner, sampai pengrajin masker, dan hand sanitizer. Awalnya ragu-ragu menjadi yakin dan percaya bahwa rezeki datang darimana saja arahnya dan itu Allah yang jamin.


Untuk saya pribadi, masa-masa pandemi ini membuat banyak berpikir tentang perilaku orang lain yang selalu saya pikir panjang dulu alasan kira-kira kenapa orang tersebut berbuat demikian, menikmati alam yang makin bersih langitnya, dan sering-sering introspeksi diri. Sesungguhnya kita ini hidup di dunia ya hanya sementara dan hanya Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Rencana demi rencana yang manusia susun bisa begitu mudah ambyar dan terhempas. Itu semua biar apa? Biar kita kembali mendekatkan sama Sang Maha Pencipta. Tak melulu hidup soal uang, karena pada akhirnya uang tak bisa mengusir corona toh?

Dari semua draft yang nangkring, postingan ini yang terpublish untuk sekadar menyemangati diri sendiri. Semangat Ven, ayo mulai lagi!




June 25, 2020

Menemukan Beragam Informasi Covid di Halodoc untuk Menjalani Kehidupan Normal yang Baru

by , in
Kehidupan normal yang baru sedang kita jalani hari ini. Berbagai protokol kesehatan untuk berbagai kegiatan mau tidak mau harus dilakukan. Covid sungguh berdampak pada banyak hal, dari mulai rakyat kecil hingga pengusaha yang mempekerjakan banyak pegawai. Sudah bukan saatnya lagi merutuki nasib dan berpangku tangan, kehidupan normal yang baru sudah di depan mata.


Jika kita mundur ke belakang, dari awal Covid hadir di negeri tercinta ini grafik kasus Covid terus meningkat sampai hari ini. Berbagai istilah pun muncul, bagi orang awam seperti saya awalnya membingungkan juga dengan sebutan ODP, OTG, Suspect, perbedaan isolasi dengan karantina, dan istilah lainnya. Informasi tentang covid pun mengalir terus-menerus di berbagai media, terutama televisi dan media sosial yang sering saya gunakan. Awalnya saya sempat stress juga dengan keadaan yang mengharuskan kita di rumah aja, tidak keluar rumah kalau tak mendesak, tapi lambat-laun pemerintah mengambil kebijakan untuk memulai kehidupan normal yang baru. Salah satunya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun, dan wajib masker saat keluar rumah.


Jujur, dari awal keberadaan covid saya termasuk kelompok yang santai dan melonggarkan diri untuk bepergian, kecuali ke pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan dan pasar tradisional yang luas. Saya masih berbelanja ke warung sayur, membungkus makanan dan minuman, dan berkunjung ke rumah orang tua yang masih satu kelurahan. Alhamdulillah kami sehat, sebelum pemerintah mengambil kebijakan untuk new normal, kami telah menjalani itu sejak awal. Tentunya dengan berupaya menerapkan protokol kesehatan semaksimal mungkin.


The new normal adalah anjuran dari World Health Organization (WHO) yaitu dengan beradaptasi dan hidup berdampingan dengan corona. Walau perubahan ini bukan sesuatu yang mudah, namun kita harus menjalaninya karena pola hidup normal sebelum covid singgah di Indonesia sudah tidak mungkin lagi diterapkan. Perdoman yang dianjurkan oleh WHO seperti dikutip dalam website halodoc[dot]com adalah:

Baca: Bekerja dari Rumah

1.Menggunakan masker

Sebelum covid, saya menggunakan masker hanya saat mengendarai sepeda motor sendirian. Namun saat ini, kita wajib menggunakan masker kemanapun pergi bahkan lebih baik lagi jika menggunakan face shield terutama untuk anak-anak dan orang lanjut usia. Pegawai minimarket dan beberapa pedagang yang saya temui pun menggunakan masker untuk mencegah terpapar covid.

2. Batasan interaksi sosial di tempat umum

Sebenarnya menurut saya dengan adanya covid ini orang lebih sadar untuk mematuhi peraturan dan tertib di tempat umum, seperti tidak berdesakan saat antri di depan kasir dan menggunakan fasilitas umum lainnya. Di transportasi umum juga demikian, setiap orang harus menjaga jarak satu sama lain. Di dalam lift juga demikian, orang-orang yang menggunakannya dibatasi.

3. Hidup bersih

Di Indonesia sudah sejak beberapa tahun yang lalu kita diperkenalkan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), mengkonsumsi makanan bergizi setiap hari, rutin membersihkan toilet, dan perilaku lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri. Di masa covid ini, PHBS mulai digaungkan kembali karena mengharuskan kita di rumah aja otomatis kebersihan dan kesehatan keluarga wajib mendapat perhatian khusus. Jika harus keluar rumah jangan lupa sedia hand sanitizer dan tisu yang mengandung alkohol untuk mengantisipasi covid dimana saja.


Perubahan perilaku kita menjadi semakin perhatian terhadap berbagai protokol kesehatan tentunya demi menjaga kita agar terlindungi dari virus COVID-19. Termasuk protokol kesehatan yang dilakukan pada berbagai rumah sakit, klinik, maupun dokter pribadi. Tunda ke rumah sakit jika kondisi tidak mendesak, konsultasi dokter bisa dilakukan melalui aplikasi Halodoc juga lho! Saya pernah menggunakan aplikasi ini untuk berkonsultasi dengan dokter spesial anak, kandungan, mata, dan membeli obat. Cara ini sangat membantu karena saat itu anak saya masih bayi dan membutuhkan obat untuk luka bakar karena terkena tutup teko panas. Penggunaan aplikasinya mudah dan saya bisa mendapatkan rekomendasi obat untuk pertolongan pertama segera.


Sehat jadi lebih mudah dengan Halodoc, kita bisa konsultasi dengan dokter-dokter terpercaya serta terintegrasi dengan berbagai apotek dan rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan kita. Riwayat kesehatan kita juga terpantau jelas pada aplikasi halodoc. Kerjasama halodoc dengan gojek pun semakin mempermudah kita memperoleh obat-obatan di apotek dan pembayarannya pun praktis dengan menggunakan gopay. Nah, di masa covid ini jika pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai gejala corona, bisa kok bertanya langsung pada dokter lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit rujukan COVID-19 yang dekat tempat tinggalmu melalui aplikasi Halodoc. Setelah melalui kontak dokter di Halodoc dan ingin melakukan covid test, bisa cek di website halodoc untuk tau tempat-tempat yang melayani covid test jakarta dan kota lainnya.


Sekarang tak perlu khawatir lagi, di kehidupan normal yang baru ini mari kita sama-sama menerima kenyataan hidup berdampingan dengan covid. Imunitas tubuh pun harus terus dijaga dengan istirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengkonsumsi makanan bergizi, dan jangan lupa tambahan multivitamin. Segala ikhtiar yang kita lakukan hari ini, akan terasa manfaatnya kini dan nanti. Terus berdoa dan upayakan yang terbaik dalam menjaga kesehatan dan kebersihan ya!

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram