January 20, 2021

Cara Membersihkan Panci Gosong Hitam Berkerak

by , in

Panci yang biasa saya gunakan untuk masak mi instan ini berukuran kecil dan bukan bahan teflon. Panci biasa hadiah ulang tahun pernikahan dari sepupunya suami. Panci untuk merebus ini saya gunakan untuk memasak ayam kecap yang biasa saya masak hingga airnya habis dan kering sehingga menyerupai ayam bakar. Berhubung hanya empat potong kecil paha ayam maka saya gunakan panci satu ini, hasil akhir masakannya enak namun nasib buruk menimpa panci saya yang gosong, hitam, berkerak, sehingga sulit dibersihkan.

panci gosong hitam

Butuh sekitar dua minggu untuk menemukan cara yang tepat untuk membersihkan panci butut ini. Berdasarkan hasil pencarian Google, kita bisa menggunakan soda kue dan cuka dapur untuk membersihkan bekas gosongnya. Setelah saya rendam berhari-hari dan coba merebus air di panci gosong ini dengan harapan bakal ada pencerahan si keraknya mengelupas. Ternyata tidak berhasil sampai akhirnya mencoba dengan baking soda dan cuka dapur dengan tambahan sedikit air lalu direndam, dicoba direbus, namun hasilnya nihil. Hanya bisa digosok sedikit tapi tidak cukup membantu karena tidak sampai bersih dan mengelupas si kerak hitamnya. 


Sampai akhirnya dapet tips nih dari tetangga, dengan bahan-bahan yang gampang ditemukan di rumah. Pertama tuangkan cairan sabun cuci piring/sabun colek (saya pake keduanya), tuangkan juga minyak jelantah secukupnya, lalu tambahkan air hingga merendam kerak-kerak hitam bekas gosong. Nyalakan api dan rebus panci gosong tersebut hingga mendidih airnya, hati-hati jangan ditinggal dan harus tetap diawasi karena busanya bisa luber. Setelah bergolak airnya, matikan api dan diamkan hingga dingin. Kalo saya sih saya tinggal, pas udah dingin saya didihkan lagi airnya, lalu dibiarkan semalaman. Hasilnya bener-bener bikin hepi karena kerak-kerak digosok dengan sabut cuci piring gampang rontok. Namun karena masih ada kerak-kerak yang sulit dibersihkan, langkah-langkah sebelumnya saya ulangi lagi supaya semua keraknya luruh dan saya yakin panci saya kembali bisa dipakai dengan aman untuk masak apapun.



Cara satu ini bisa banget dicoba di rumah karena bahan-bahan untuk merendam panci pun gampang banget ditemukan dan biasanya tersedia di rumah. Masih ada bercak-bercak hitam sih memang, tapi so far so good untuk dipake masak lagi kok! Kalo dari awal saya tau, mungkin nggak perlu sampai dua minggu dan hampir putus asa terus mau beli baru. Nah bagi pembaca yang juga punya tips bermanfaat lainnya boleh banget dibagikan lho supaya ibu-ibu baru macam saya ini nggak kehilangan akal untuk menyiasati semua pekerjaan domestik yang tak jua habis hehehe


Oke deh. Semoga bermanfaat. Mohon maaf foto beforenya nggak ada, karena udah hopeless sih nggak tau kalo bakal selamet ini panci butut tapi sayang LOL


Anyway sekarang mau curhat harus mikir SEO ceunah biar gak jeblok DA PA bla bla bla


Should i run a new curhat blog? 


January 19, 2021

Yuk Berdoa Agar Virus Corona Berakhir Indah

by , in


Saya sudah pernah berandai-andai, saat virus corona berakhir yang saya ingin lakukan adalah bertemu keramaian, teman-teman, dan keluarga. Mbahnya si kecil sudah kangen berat dengan cucunya. Sedih memang karena tak ada yang tau pasti kapan virus corona ini berakhir. Manusia hanya bisa berencana dan memperkirakan dengan ilmu yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sang Maha Mengetahui. Awal-awal saya sempat stress membaca dan mendengat berita virus corona, namun lama kelamaan saya berusaha menerima keadaan saat ini sebagai keadaan yang normal.



Di masa pandemi ini ada beberapa hal yang setelah sekian lama tidak saya lakukan, tergoda untuk melakukannya lagi bahkan mungkin berlanjut setelah virus corona minggat dari Indonesia. Pertama kalinya saya nonton lagi drama Korea #ahay. Sejak melahirkan, saya tak pernah lagi menginjakkan kaki di bioskop. Kalau ingin nonton ya streaming dari aplikasi maupun website. Masa pandemi ini bikin saya nonton lagi, karena sudah mati gaya juga membunuh bosan dengan cara apa.
Hal kedua yang sudah lama tidak saya lakukan adalah mengikuti kelas online semacam webinar dan kuliah WhatsApp. Kelas online ini sangat membantu saya yang ingin hadir langsung untuk belajar namun tak bisa karena si kecil harus ikut. Nah bersyukur banget di masa pandemi ini masih ada komunitas maupun perseorangan yang berbagi ilmu melalui kelas virtual. Suasana 'kelas' pun tetap kondusif lho dan bisa berinteraksi melalui kolom komentar. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia Content Creator (ICC) juga mengadakan gathering virtual dengan Mbak Muyassaroh Hafidzoh. Nah malam ini juga akan diselenggarakan lagi virtual gathering bareng ICC khususnya yang sedang ikutan one day one post (ODOP). Kegiatan ini bener-bener jadi penyegaran baru buatku untuk mengawali tahun 2021 supaya lebih semangat!




Terakhir, saya bersyukur banget karena bisa bertemu teman-teman yang biasanya kerja di kantor eh karena kebijakan kerja di rumah jadi bisa ngobrol virtual deh. Ketemu langsung itu seringnya nggak bisa dateng semua dan sulit mencocokkan jadwal. Tapi akhirnya bisa ketemu virtual walau sama aja sih nggak semuanya bisa stand by juga karena sambil memantau kerjaan, ngetik dokumen, bahkan bisik-bisik karena kebagian masuk kerja.


Semua hal-hal baik ini, khusus nya kelas online dan video conference bareng teman-teman mudah-mudahan masih bisa berlanjut setelah pandemi berakhir. Kapan lagi ya kan kita menambah ilmu walau dari rumah dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman lain yang sibuk dengan berbagai aktivitas. Doa saya sangat menggebu-gebu, ya Allah perkenankanlah pandemi ini berakhir aamiin...
January 18, 2021

Memulai Hobi Berkebun

by , in

Semenjak kepindahan kami ke rumah ini, kami khususnya aku senang merawat tanaman-tanaman di taman kecil depan rumah kami. Waktu kecil aku pernah membayangkan, menanam biji-biji dari buah-buahan yang selesai ku makan. Namun hal itu tentu saja hanya di angan-angan. Sekarang alhamdulillah aku bisa merealisasikan apa yang pernah tersirat dalam ingatanku dan baru ku sadari itu. 


Beberapa bulan setelah pindah, coronavirus melanda negeri ini. Beruntung rasanya kami pindah di waktu yang tepat. Taman kecil di depan rumah menjadi kebun percobaanku yang sedang merealisasikan keinginan masa kecilnya. Aku mulai menanam biji alpukat, biji salak, biji cabe, sampai daun bawang. Semuanya tumbuh satu per satu menjadi sumber kebahagiaan tersendiri buatku. Selama masa pandemi hobi berkebun tanaman hias pun menjadi trend karena sebagian besar waktu pekerja kantoran dilakukan di rumah aja. Tanaman-tanaman yang dulu biasa saja, sekarang berharga mahal dan diburu orang. Tanaman liar yang orang pikir tak akan ada harganya pun sekarang dikemas menarik dengan pot terracotta dan tawon yang makin memikat daya tarik. Sungguh pintar orang memanfaatkan peluang dan mengambil keuntungan dari pandemi ini. 


Toko perabot rumah tangga pun sekarang menyediakan pot. Beruntung rasanya kami tinggal di wilayah yang dekat dengan toko perkakas berkebun berharga miring sehingga selalu ramai karena bisa dijual lagi. Tak dipungkiri, aku pun kecipratan semangat untuk berkebun. Kalau diingat-ingat, sebenarnya naluriku untuk berkebun itu sudah ada sejak masa SMP. Datang lebih pagi dari kawan-kawan yang lain, aku pun memilih menyirami bunga-bunga di taman depan kelas. Memang sudah ada petugas piket yang dijadwal bergiliran untuk melakukan kewajiban satu ini, tapi dengan senang hati aku melakukannya walau bukan jadwal piketku. Kalau orang-orang tuh pengen cari tanaman-tanaman yang sekarang mahal dan langka, ku sarankan datang saja ke sekolah-sekolah hehehe. Saat SD pun aku senang sekali menyiram tanaman depan kontrakan tiga petak kami, walau hanya daun keladi yang gatal itu. 


Dulu aku nggak paham dan tidak peduli dengan nama-nama daun. Tapi sekarang, mulai mengenal satu per satu bahkan ikut berburu semenjak teras rumah kami ditembok pada satu sisinya. Rumah kami pun menjadi lebih sedap dipandang mata dan privacy terjaga. Begitupun tetangga yang memiliki taman yang indah, tentu saja aku terinspirasi untuk mempercantik halaman rumah kami juga. Sadar atau tidak, saat kita menanam, kita turut serta membantu tanaman bertasbih lho. Yuk mulai menanam, mungkin kapan-kapan ku foto deh hasil berkebunku

Tasbih


January 17, 2021

Surat untuk Ananta

by , in
Untuk yang tersayang, dimanapun dan kapanpun kau baca surat ini, doa keluarga selalu mengiringi setiap jejak langkah yang kau pilih.

Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita dan siapa anak kita kelak. Kami menantimu penuh sukacita dalam doa di setiap malam-malam panjang agar kau selalu sehat dan kelak menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua, tak kurang suatu apapun. Di usiamu saat ini, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang yang tak terbatas seperti yang teruntai dalam nama terakhir mu. Sesungguhnya engkau hanyalah titipan Allah nak.. sebaik-baiknya titipan Allah SWT yang kelak harus bermanfaat bagi orang lain.

Saat sekarang Mam menulis ini, kau masih ditimang-timang dalam pelukan Papah dan Mama. Kami bersyukur memiliki mu karena kau hadir sebagai pelipur lara saat kakek tiada, sebagai penghibur saat hujan deras datang malam hari, sebagai teman kala lampu padam karena listrik mati. Ada masa saat Mam kesal karena tangisan mu tak kunjung berhenti, rengekan mu tak jua usai saat Mam batuk dan pilek. Waktu itu rasanya kepala mau pecah, tapi setelah kau tenang… Mam merasa bersalah dan meminta maaf saat kau tidur. Wajahmu sangat menenangkan setiap orang yang melihat. Kau pun ramah dan suka tersenyum malu-malu saat orang memanggil namamu.

Memasuki pengenalan makanan, kau makan dengan lahap bubur dan biskuit bayi. Walaupun berat badanmu belum mencapai garis ideal, namun kau bukan anak yang kekurangan gizi. Dari hari ke hari berat badanmu semakin berat saat digendong. Kau pun mulai merangkak, duduk sendiri di kursi makan, dan maunya berdiri. Ah, tak sabar rasanya melihat kakimu berlari dan berjalan serta mengayuh sepeda tanpa perlu bantuan.

Kal, kelak kau akan tau… tersenyum malu-malu saja tak cukup untuk melembutkan hati manusia. Saat kau dewasa nanti, berdirilah yang tegak. Hadapi segala ujian yang Allah SWT berikan untuk menambah pahala untukmu. Carilah ilmu dan bagikanlah ilmu yang kau tau ke orang lain, jangan lupa beramal, dan jadilah anak yang soleh.

Suatu hari nanti saat kau baca ini, semoga kita masih dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin ya robbal alamiin.

Source: PicsArt

January 16, 2021

Merawat Kesehatan Kulit dengan Facial Home Treatment dari eBright Skin 

by , in

Masa-masa pandemi yang bikin kita kelamaan di rumah aja, bikin kita putar otak ya kan supaya tetap happy & produktif. Mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari secara online, meeting online, sampe urusan perawatan kulit pun sebisa mungkin dilakukan di rumah. Kita bisa aja panggil tim perawatan kulit ke rumah dari tempat treatment langganan. Tapi kalau nggak yakin dengan kebersihan dan keamanannya, kita bisa juga kok facial sendiri di rumah. 


Pemakaian skincare yang kita aplikasikan sehari-hari ke wajah itu ternyata belum cukup lho untuk merawat kesehatannya. Facial treatment adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit kita selanjutnya. Kesehatan tentunya jadi hal yang paling utama, begitu juga dengan kesehatan kulit wajah.


eBright skin


Beberapa hari lalu aku dikenalin sama produk facial home treatment dari eBright Skin. Cukup dengan dua produk, kita bisa facial treatment sendiri di rumah. Nah untuk kulit yang berjerawat, eBright Skin juga dilengkapi dengan Acne Clarifying Mask. Sementara untuk mengecilkan pori-pori dan komedo, bisa dilengkapi dengan Pore Tightening Clay Mask. 

eBright skin


eBright Skin Exfoliating Tonic Scrub ini menyerap kotoran dan minyak berlebih lalu mengubahnya menjadi bulir-bulir scrub. Sel-sel kulit mati dihempaskan dengan lembut dan nggak bikin muka kita kering karena produk ini mengandung pelembab juga lho. Ukurannya 30 gram dibandrol dengan harga Rp 55.000,- . Aku pakai ini dua hari sekali, sehari pake sehari nggak, jadi nggak harus setiap hari. Biasanya ku pake setelah mandi dan cuci muka. Setelah kondisi muka kering, baru deh ambil secukupnya terus diusapkan ke seluruh wajah sampe bulir-bulir scrubnya itu keluar. Setelah itu bilas dengan air tanpa sabun. 

eBright skin


eBright skin

Selesai dibilas, lanjut menggunakan eBright Skin Rich Gel Hydrating Moisturizer yang mengandung aloe vera, diamkan 30 menit sebelum dibilas lagi. Bisa juga menjadi sleeping mask untuk kulit yang berminyak.  Aku pernah coba setelah menggunakan produk ini lanjut memakai day cream yang mengandung spf lalu bedak tabur. Hasilnya kulit terasa lebih nyaman, nggak lengket, dan lembab. Gel dengan ekstra pelembab dengan Vitamin B dan Licorice Extract ini secara khusus diformulasikan untuk merawat keremajaan semua jenis kulit terutama kulit berminyak. Berukuran 15 gram dibandrol dengan harga yang sesuai dengan kualitasnya, yaitu Rp 85.000,-. Sayangnya kemasan gel ini berbentuk cepuk jadi gampang berceceran saat digunakan. 


Rangkaian produk ini membantu regenerasi kulit kita tanpa khawatir kulit jadi kering karena kelembabannya sangat terjaga. Kita nggak perlu repot juga deh keluar rumah untuk memiliki kulit yang sehat. Kulit sehat tentunya idaman setiap wanita, apalagi eBright skin sudah halal dan aman digunakan untuk ibu hamil serta menyusui. Produk-produknya bisa langsung dibeli di Official website ebrightskin.id. Facial treatment tanpa harus keluar rumah? eBright Skin hadir untuk memenuhi kebutuhan kulitmu supaya tetap terjaga kesehatannya. 




January 15, 2021

3 Channel YouTube untuk Belajar Agama Islam Sejak Masa Anak-anak 

by , in

Masa anak-anak merupakan hari-hari menyenangkan yang tak kenal waktu untuk bermain. Dalam kehidupan si kecil, aku selalu melihatnya gampang untuk bahagia, ketawa-ketawa, nggak lama setelah diomelin eh udah hepi lagi. Itulah dunia anak-anak yang aku lihat, cepat sekali memaafkan dan tingkah lakunya mudah sekali bikin hati kita luluh. Seiring dengan pertumbuhannya yang pesat, saat-saat bermain bersama aku berusaha menyisipkan pembelajaran agama sejak dini. Agar tak hanya perkembangan fisik dan mental saja yang optimal namun kecerdasan spiritualnya juga. 


Alhamdulillah di era perkembangan teknologi yang semakin canggih, para orang tua termasuk kami nggak kehabisan ide untuk berkegiatan bareng si kecil. Ragam alat bermain, printables, hingga tayangan pembelajaran seputar agama Islam sudah banyak dibagikan oleh berbagai website, kajian dakwah online, maupun akun media sosial termasuk YouTube. Ada beberapa channel YouTube yang menjadi favoritnya si kecil nih dan bisa direkomendasikan untuk anak-anak di rumah juga. 



Nussa Official

Channel YouTube satu ini mengisahkan tentang dua kakak beradik yaitu Nussa dan Rara yang mengajak anak-anak untuk bernyanyi dan mencontohkan hal-hal baik. Sang kakak laki-laki, Nussa, adalah seorang anak yang berkebutuhan khusus namun tetap semangat menjalani kehidupannya. Sementara sang adik perempuan, Rara, adalah anak yang lugu dan penuh banyak pertanyaan-pertanyaan cerdas. Tokoh-tokoh lain juga berperan penting dalam mendukung tayangan agar menjadi teladan yang bisa dicontoh anak-anak Indonesia. Judul-judul yang saya ingat diantaranya, Toleransi, Lagu huruf-huruf Hijaiyah, Berkata Baik, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Riko The Series

Memperlihatkan anggota keluarga yang lengkap, channel satu ini membungkus ciri khasnya dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Segala pengetahuan yang dihadirkan bersumber dari ayat suci Al Qur'an. Bukan hanya anakku aja nih yang jadi pinter, tapi aku juga ikut nambah ilmu kalau lihat Riko The Series.


Yufid Kids

Tayangan anak-anak satu ini masih berhubungan dengan Yufid TV. Tokoh-tokoh yang ditampilkan berwujud faceless dengan penanaman ilmu agama seperti hari raya Idul Adha, Idul Fitri, Bulan Ramadhan, dan pembelajaran bahasa arab. Masya Allah mudah-mudahan tayangan-tayangan Yufid Kids bisa terus diperbaharui.


Dari tiga channel YouTube yang sudah ada, aku berharap semakin bertambah content creator yang menghadirkan pembelajaran agama sejak dini. Tontonan anak-anak pun menjadi lebih berkualitas dan orang tua juga terbantu dalam mendidik putra-putrinya. Insya Allah menjadi amal jariah juga dan senantiasa bermanfaat juga berpahala sebagai bekal di akhirat kelak.



January 14, 2021

Seni dalam Perjalanan Hidupku

by , in

 Jika seni hanyalah sebuah puisi.

Jelas, aku sudah menitinya sejak dulu.

Jauh sebelum goresan tanganku ku sebar pada mata-mata maya.


Jika seni adalah petikan dawai gitar.

Tentu, aku sudah melakukannya sebelum engkau.

Dulu sebelum kau lahir dan membagikan kunci-kunci gitar masa kini, saat aku masih tertatih belajar membacanya di majalah musik masa itu.


Jika seni sekadar bernyanyi.

Sudah pasti aku yang jadi juaranya.

Cermin-cermin dalam rumah orang tuaku tau pasti itu.


Jika seni merupakan sebuah pujian dan kebanggaan.

Kebahagiaan itu pernah ku raih di masa lampau.

Saat buku tulis bersampul 'Cinta Rasul' menjadi imbalannya.


Jika seni termasuk dalam kolom pekerjaan.

Terdengar gelak tawaku dari kejauhan yang membayangkan seorang penabuh gendang diakui negara dalam selembar kartu keluarga. Bukan aku pesimis, atau bahkan takut tak laris. Tapi kata seniman dalam kolom pekerjaan, terasa asing di telingaku yang awam.


Seniman, begitu seorang pelaku seni disebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seniman adalah orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seni (pelukis, penyair, penyanyi, dan sebagainya). Sama halnya dengan bidang lain, seni bisa dipelajari hingga perguruan tinggi. 


Saya yakin dalam jiwa seseorang tetap ada seni yang mengalir di dalamnya. Seni ukir, seni tulisan kaligrafi, seni lukis, dan bentuk kesenian lainnya yang bisa menyeimbangkan kehidupan seseorang. Allah SWT menciptakan manusia dengan otak kiri dan kanan. Otak kiri berfungsi untuk menganalisis, berpikir logis, hal-hal tentang pengetahuan. Sementara otak kanan berfungsi untuk berkreasi, berimajinasi, seni, dan tentu saja kontrol atas tangan kiri. Saling melengkapi dan saling menyeimbangkan, begitulah seni hadir dalam kehidupan kita.


Dalam banyak catatan karya seni saya yang kadang dicibir orang. Ada beberapa penghargaan yang saya raih sejak usia dini. Siapa sangka, perempuan ini dulu juara tiga lomba kaligrafi, juara satu lomba puisi yang berjudul azan, mewakili kecamatan untuk lomba puisi tingkat kabupaten. Sayang sungguh sayang, jerih payahnya tak dilihat orang bahkan yang paling dekat. Habis sudah energi masa kecilnya untuk membuktikan bahwa ada bakat yang bisa dikepakkan 'ketimbang' menari jaipong memamerkan pesolek lemah gemulai bahkan disawer orang. Yah, harapan kita ada di level yang berbeda.


Bakat itupun terkubur hidup-hidup. Tanpa ada yang tau bahwa mungkin aku sangat cocok jadi mahasiswi IKJ.


IKJ




Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram