Ananta Prahadi

Source: kompasiana
Ananta.. begitu nama tengah anak kami dipilih berdasarkan penulis favorit papahnya.

Selain favorit, ternyata nama Ananta memiliki arti yang bagus yaitu tak terbatas. Apapun yang dilakukan anak kami kelak akan memberikan manfaat yang tak terbatas, itu salah satu harapannya. 

Tak lama berselang, film Ananta pun pun muncul di bioskop. Ananta Prahadi, kami tidak tertarik nonton pun tidak membaca novelnya. 

Sampai akhirnya ananta lahir dan film yang cepat turun dari layar bioskop masuk ke layar handphone. Saya tidak melewatkannya.

Tenggelam, awal cerita yang diperankan dengan baik oleh Michelle Ziudith. Saya suka perempuan ini, ditambah wajahnya yang cantik semakin menambah penasaran kali ini peran apa yang dia perankan. 

Judulnya Ananta namun di dalamnya penuh dengan Tania. Tania yang memiliki imajinasi tinggi dan hanya ayah serta Ananta yang mengerti. Ketika dunia seolah tidak menerimanya, mungkin karena perangai Tania yang semakin menjadi setelah ayahnya meninggal.

Sebenernya jalan ceritanya sederhana namun penerimaan sebuah imajinasi liar oleh orang-orang yang tak mengerti harus berbuat apa saat bertemu Tania yang menurut saya harus dipelajari. Orang yang tak bisa menangkap imajinasi itu hanya akan menyebut Tania aneh dan memintanya berhenti untuk berbuat demikian. 

Hingga akhirnya bertemu Ananta dengan panggilan Atan. Orang pertama pelaku sampingan? Silahkan ditonton filmnya biar ngga spoiler :))



continue reading Ananta Prahadi

BPJS Bayi

Apa ada yang sudah urus BPJS calon bayi saat masuk trimester tiga kehamilan?


Alhamdulillah bayi kami lahir dengan selamat, sehat, tidak kurang suatu apapun :')

Rasanya melahirkan dengan operasi itu prosesnya cepat, namun setelahnya masih membekas. Nyut-nyutan ketika bersin, ketika mengangkat beban berat, dan masih terbayang malesnya dipasang kateter HVFT
Semuanya kami jalani sama-sama..

Hari kedua di RS, suami diminta mengurus keperluan untuk lapor ke kantor BPJS bahwa bayi kami telah lahir. Laporan ini harus diterima pihak BPJS paling lambat 3 hari setelah lahir. Berhubung masih suasana libur hari raya, suami sempat mondar-mandir karena informasi yang simpang-siur mengenai layanan kantor BPJS di kota kami..

Alhamdulillah urusan ini selesai di hari kedua, berkas-berkas yang perlu dibawa adalah
1. Fotokopi kartu keluarga
2. Fotokopi surat keterangan lahir
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi BPJS
Berkas yang asli dibawa juga yah!

Kami pun pulang esok harinya dengan biaya cuma-cuma dari BPJS. Ada sedikit tambahan biaya untuk item-item yang tidak dicover oleh BPJS tapi tidak terlalu besar. 

Di bulan pertama usia bayi kami, saya mendatangi dokter spesialis anak untuk cek kondisi bayi. Bagian pendaftaran pun menyampaikan bahwa BPJS Bayi kami harus segera diurus agar bisa dicantumkan nama bayi, karena lewat dari 3 bulan maka BPJS Bayi tidak bisa terpakai lagi jika masih menggunakan nama Bayi Nyonya Gioveny.

Hal ini tidak disampaikan oleh pihak BPJS saat suami melapor beberapa waktu yang lalu. Segera kemudian kami mengurus akte kelahiran dan kartu keluarga. Untuk info selanjutnya tentang pengurusan akte dan penambahan data di KK boleh email ke saya yaaa..


Selesai mengurus akte kelahiran dan kartu keluarga, saya meluncur ke kantor BPJS yang terletak di jalan Tegar Beriman. Sekitar jam 9 lewat antrian sudah mencapai nomer 50 dan saya dapet antrian 130. Ramai tapi teratur, jadi tenang saja melewati prosesnya selama berkas yang dibawa lengkap. Berkas yg diperlukan itu ada 
1. Fotokopi BPJS Bayi Nyonya Gioveny
2. Fotokopi BPJS Orang tua
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi KK
5. Fotokopi Akte kelahiran

Setelah berkas diserahkan, kartu BPJS dengan nama bayi saya pun dicetak langsung. Jam sepuluh urusan selesai :)

Untuk pembaca yang baru akan mendaftar BPJS jangan ragu-ragu, karena manfaatnya sudah saya rasakan kok. Walaupun ada berita yang menggembar-gemborkan BPJS bangkrut, tapi Insya Allah kesehatan kita Allah yg jamin. BPJS adalah salah satu upaya untuk menghadapi segala kemungkinan yang tidak terprediksi. Selamat mendaftar!



continue reading BPJS Bayi

Kacamata Bingkai Khusus Untukmu


Mungkin kamu bukan yg nomor satu, tapi saat ini, esok, dan seterusnya kamu adalah yg pertama. 

Orang pertama yg datang untuk meminang seseorang yg payah.

Dunia melihat kita mungkin tergesa.

Namun ku tau pasti, keputusanku saat itu tepat.

Dalam ikrar pernikahan hampir setahun yg lalu. Mengukir tanggung jawab baru padamu.

Tahun itu kita berdua, terombang-ambing ombak bernama ego.

Tahun ini kita bertiga. Kebahagiaan mencuat dari senyum pancaran jiwa yg tersungging manis diiringi hidung kembang kempis.

Kau seperti digandakan.

Wish you a healthy birthday suamiku sayang, langkah demi langkah kita jejak untuk tiap detik yg lebih baik.



continue reading Kacamata Bingkai Khusus Untukmu

Lika-liku BPJS untuk Melahirkan

Menanti kelahiran anak pertama adalah hal yang membuat penasaran sekaligus khawatir di ujung penantian.

Sejak awal tau rahim ini sudah ada isinya, dokter mendeteksi ada kista kecil yang bisa jadi menghambat pertumbuhan janin, bisa jadi tidak akan berpengaruh pada janin.

Berhubung Allah SWT langsung mengamanahkan memiliki buah hati tak lama setelah pernikahan. Sepanjang prosesnya kami berdua nikmati sepenuh hati. Dari mulai proses pembuatan Kartu Keluarga untuk urus BPJS sampai periksa kehamilan yang belum didukung BPJS.

Gonta-ganti bidan pun dilakukan, demi hasil konsultasi yang menentramkan hati. Berbagai informasi dikumpulkan, sambil menunggu BPJS aktif. Akhirnya diputuskan untuk kontrol rutin ke dokter kandungan di RS terdekat dengan dokter perempuan satu-satunya.

Saat BPJS mulai aktif, diputuskan untuk merujuk ke RS dengan jumlah dokter yang lebih banyak dan jadwal konsultasi yang lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Sambil rutin kontrol ke faskes juga, ikut senam hamil dan sebagainya.

Hari demi hari dilalui, penantian sang jabang bayi memasuki 9 bulan. Tiba-tiba bidan-bidan di faskes yg memberi rujukan menyatakan tidak bisa merujuk ke RS yang sudah rutin aku kontrol kesana. Dia menyebut RS lain yg asing  di telinga dan tak pernah terpikirkan sebelumnya bakal lahiran disana. Pernyataan ini seperti mimpi buruk karena benar-benar keluar dari rencana. Tak Terbayangkan... 

Jawaban-jawaban bidan faskes itu pun tidak memuaskan. Kenapa tidak dari awal aku dirujuk konsul kesana saja? Kenapa baru sekarang diberitahu? Kenapa harus RS itu? Apa ada solusi lain supaya tetap lanjut di RS yg rutin kontrol?

Ketidaktahuan pasti tentang RS tipe A, B, C di kabupaten ini pun semakin menambah rasa percaya ngga percaya kalo lahirannya harus dengan dokter dan RS yang sama sekali belum pernah memeriksa kehamilan ini. Sepanjang jalan pulang dari faskes, kepalaku rasanya pening banget dan langsung cari-cari informasi dan alternatif lain. 

Alhamdulillah aku masih bisa melahiran di RS terdekat dengan dokter perempuan satu-satunya. Setidaknya aku tidak asing sama sekali dengan dokternya dan faskes memperbolehkan. Walaupun pelayanan dan kenyamanan bukan di RS ini. Aku pun tak mengindahkan surat kontrol yg diberikan oleh dokter di RS sebelumnya, karena dokter perempuan itu bilang ya memang tidak bisa jika lahiran disana. 

H-2 sebelum hari raya idul fitri 1439 H, kami besuk keluarga yg sakit di RS yg rencana awal akan melahirkan disana. Berhubung surat kontrol masih berlaku, aku iseng menemui dokter untuk sekedar konfirmasi tentang proses persalinan yang oleh faskes dinyatakan tidak bisa dilakukan disini. Ternyata oh ternyata jawaban dokter cukup membuat aku speechless sih. Tega-teganya faskes bikin panik dengan mengkotak-kotakan RS tipe A,B,C dan mengancam tidak bisa menggunakan BPJS jika tetap lahiran disini. Padahal kenyataannya, RS rencana awal, RS yg  asing ditelinga namun disarankan faskes, dan RS dengan dokter perempuan satu-satunya itu sama-sama tipe C. 

Alhamdulillah memang rezeki kita itu sudah diatur YME. Sebelum ada di alam dunia ini saja, rezeki manusia tidak akan pernah tertukar. Putra kami lahir dengan sehat dan selamat pada hari kelima idul fitri di RS yang membuat tenang hati orang tuanya, Cikal Ananta Rahmana, anak pertama yang menjadi awal segalanya bermula dengan curahan kasih sayang yang tak terbatas.

Cikal adalah titipan dari Sang Maha pada kami, semoga titipan Allah SWT ini bisa menjadi khalifah yang baik di dunia hingga harum namanya nanti di akhirat sampai ke surga aamiin ya robbal alamiin.
continue reading Lika-liku BPJS untuk Melahirkan

Kenapa menggunakan pompa asi?

Masa-masa kehamilan anak pertama membuat ku excited sekaligus bingung juga memprioritaskan kebutuhan bayi yang akan dibeli. Rasanya ingin dilengkapi dan disempurnakan aja belanja printilannya karena anak pertama. Kita memang harus pintar-pintar mengendalikan hawa nafsu satu ini yah bu ibuuu...

Hal tergalau adalah urusan pompa asi. Berhubung merencanakan tidak bekerja lagi, urusan pompa asi dan printilannya pun dipikir matang dan berulang kali. Sewa atau beli ya?

Setelah 6 hari pascamelahirkan, aku punya jawabannya! Jika dari awal memang sudah direncanakan melakukan persalinan dengan operasi sebaiknya sedia pompa asi, karena eh karena pemulihan pascaoperasi alias menahan nyeri jahitan diperut itu perih-perih-gimana-gitu. Pompa asi sangat membantu di malam hari, suami atau keluarga yang lain jadi bisa bantu menyusui lewat dot, cup feeder, atau sendok (sesuai cocoknya saja).

6 jam setelah masuk ruang perawatan, aku memang minta dirawat gabung agar bisa menyusui langsung. Tak peduli badanku yg masih geregesan menahan sakit, aku berusaha untuk memberi asi bukan susu yang lain. Aku tidak gunakan pompa asi selama dirawat karena merasa tak perlu, asi yang keluar masih sedikit dan malah bikin stress jika ekspektasi kita bisa dapet asi sebanyak-banyaknya setelah dipompa. Berikan langsung ke bayi melalui payudara ibu jadi asi terpancing keluar. Jangan lupa minum vitamin pelancar asi seperti lactamam dan rajin bersihkan puting selama hamil dengan baby oil, minyak, atau handbody (sesuai kebutuhan saja)

Alhamdulillah aku dapet pinjeman pompa asi  manual dari kawanku yg baik hati. Urusan pompanya manual atau elektrik, mungkin lebih enak elektrik bisa bisa tidur sambil asi diproduksi hahaha

Selamat mengasihi :)
continue reading Kenapa menggunakan pompa asi?

Nostalgia Bersama Oma

Siang-siang makan nasi uduk?
Siapa takut!
Biasanya aku makan nasi uduk pecel lele yang dibungkus dari warung tenda saat malam hari atau di pagi hari untuk menu sarapan. Kali ini beda! Waroenk Talubi mengundang influencer untuk mencicipi resep khas Oma sang pemilik Waroenk Talubi yang telah lama tiada.

Nasi Uduk Ayam Bakar Talubi

Setelah berhasil memasarkan oleh-oleh khas Bogor dari olahan talas, ubi, dan pisang. Talubi membuka rumah makan sekaligus outlet barunya di daerah Surya Kencana. Lokasi ini cukup strategis, mudah diingat, karena terletak tak jauh dari Gang Aut Surya Kencana yang merupakan salah satu kawasan kuliner Bogor. Mulai dari asinan jagung, bandrek, martabak jadul, sampai kuliner masa kini yaitu es kepal dijajakan disana. Lokasi yang tak pernah sepi ini mengundang siapapun yang sedang wisata kulner di Bogor melirik Waroenk Talubi. Suasana jadul di dalam Waroenk Talubi pun semakin syahdu diiringi siaran radio dan lagu-lagu zaman Oma dulu. Bagus juga jika sekali-kali menghadirkan live music yang dengan lagu-lagu nostalgia. Pada dinding-dinding pun dibubuhkan nasehat-nasehat Oma yang jelas terbaca.



Di hari pertama pembukaannya, Waroenk Talubi memberikan 1000 piring gratis bagi pengunjung yang datang. Paket Kangen Oma pun dihidangkan, paket ini terdiri dari nasi uduk ayam bakar Talubi, tahu dan tempe, serta teh dilengkapi dengan sambal yang berhasil menerbitkan air liur. Perpaduan antara pedas-pedas gurih dan nikmat! Begitu rasanya sampai ke lidah. Terasi yang dibalurkan ke ayam bakar talubi ini meresap banget. Harga yang dibandrol untuk paket ini cukup pantas, cukup dengan Rp 22.000,- perut yang lapar menjadi kenyang.

Menu di luar paket pun tak kalah enak. Ampela dan jantung ayam yang aku coba ngga mengecewakan diakhiri dengan es dawet yang manisnya pas. Paket Kangen Oma ini menjadi jawaban pertanyaanku yang tak biasa makan nasi uduk tengah hari bolong.



Tak hanya nasi uduk, Waroenk Talubi juga menyediakan pilihan nasi putih biasa dengan tambahan urap atau pecel. Ada pilihan babat goreng juga bagi pelangan yang tak ingin menu ayam. Bagi pembaca yang penasaran dengan gurihnya nasi udup resep leluhur lebih dari 100 tahun, ada baiknya telepon terlebih dahulu. Berdasarkan pengalamanku yang lagi pengen-pengennya nasi uduk di siang bolong eh sampai disana kehabisan dan masih proses masak ulang. Beruntung masih ada pilhan menu lain yang tersedia. So, bagi yang ingin wisata kuliner Bogor ke Waroenk Taubi bisa cek di Instagram Waroenk Talubi untuk kontak lebih lanjut sebelum datang kesana yah ;)






continue reading Nostalgia Bersama Oma

Belanja Kebutuhan Bayi di Bogor

Kegiatan ini kami lakukan saat memasuki bulan ketujuh janin dalam kandungan. Kenawhy? karena eh karena tabungannya belum kumpul kak hahaha. Selain itu, aku mengambil hikmah dari ucapan para orang tua bahwa belanja untuk calon bayi setelah 7 bulan saja dengan pertimbangan. Pertama, sebelum 7 bulan kondisi janin masih rawan sehingga dikhawatirkan beban psikologis yang diterima jika terjadi sesuatu pada janin lebih berat. Kedua, menghindari diri dari perbuatan konsumtif hahaha. Bayangkan jika aku belanja dari trimester pertama, sudah numpuk-numpuk lah mungkin barang-barang yang dibeli karena lucu bukan karena butuh hehehe.

di Trimester awal ku sarankan untuk banyak mencari tau seputar kebutuhan bayi yang penting dibeli dan yang bisa nanti dibeli. Buat catatan barang, harga, dan merk yang direkomendasikan dari review blog, teman yang sedang hamil, dan teman yang telah melahirkan. Cari tau juga toko-toko online khusus bayi dan official website merk produk bayi serta e-commerce yang sering menebar diskon untuk produk-produk bayi. Paling utama, belanja sesuai kemampuan kantong masing-masing dan kebutuhan, diskusi dengan orang lain boleh tapi harus sadar dengan kondisi kantong sendiri! Stop membanding-bandingkan apalagi iri hati harus dibuang jauh-jauh hari yha!

Setelah aku punya listnya, hasil comot sana sini tentunya. Ini daftarnya~

Peralatan Tidur
  1. Kasur bayi kelambu - Rencana merk baby dream atau baby bees tanpa musik           Pertimbangan: Kami punya space tidak terlalu besar sehingga nggak beli box bayi, bayi yang masih sering menyusui pun jadi pertimbangan lain tidak menggunakan box        
  2. Perlak/alas ompol - Merk Sugar baby, Beli di Tiara Baby Shop Bogor
  3. Sprei Waterproof
  4. Selimut - Rencana merk ...
  5. Pampers Newborn - Rencana merk Pampers, Merries, Mamy Poko Ultrachy
  6. Baju dan celana bayi, panjang dan pendek - Merk Libby dan Velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor
  7. Bedong - Merk Libby dan Velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor
  8. Gendongan - Rencana merk Foglia ring sling      Berdasarkan rekomendasi master of gendong menggendong hehehe mbak echa~
  9. Gantungan baju bayi bundar
  10. Popok dan gurita - popok diantara merk libby dan velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor (gurita belum beli)
  11. Sarung tangan dan kaos kaki -  sarung tangan merk Libby, beli di Tiara Baby Shop Bogor (kaos kaki lupa merknya hehehe)
  12. Topi - diantara merk libby dan velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor 
  13. Termometer - rencana merk Omron (atau ada rekomendasi lain nggak readers? hahaha)
  14. Baju pulang dari RS dan baju untuk aqiqah - Jumper Merk Velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor 
  15. Tadah iler - Merk Libby, beli di Tiara Baby Shop Bogor
Kenapa belanja di Tiara Baby Shop?

Sebetulnya ada keinginan untuk belanja kebutuhan bayi di toko-toko kebutuhan bayi yang lebih murah berdasarkan rekomendasi temen-temen di daerah Jakarta dan Tangerang, tapi jarak dan waktu membuyarkan semuanya. Di Bogor, aku tau 3 toko kebutuhan bayi, toko kedua Baby House berlokasi di Jalan Padjajaran sebelum pusat perbelanjaan Lippo Sukasari, dan aku baru tau ada toko Baby World di Tajur. Berkunjung ketiga tempat ini harus siap sabar karena macet dan padat hehehe. Beruntung keadaan toko Tiara Baby Shop masih kondusif, tidak terlalu ramai pengunjung.


6 buah singlet ukuran s
Tiara Baby Shop juga memiliki pelayanan yang ramah and very help full, saat masuk kita akan langsung melihat rak-rak susun dan meja kasir, di ruangan sebelahnya kita bisa duduk di kursi tinggi dengan nyaman dan pelayan akan siap memberikan barang-barang yang kita sebutkan. Toko ini juga menyediakan pembelian grosir untuk pakaian bayi. lebih hemat beb! untuk barang-barang lain aku masih mau hunting ke toko sebelah, selain karena di toko ini tidak ada juga barang yang ku cari seperti bak mandi dan kasur kelambu (pelayan menyampaikan kasur kelambu stoknya habis) :D

Jangan lupa cek official shopnya libby karena suka kasi diskon loh! Aku dapet baju lengan panjang, baju lengan pendek, dan baju kancing depan sekitar 12baju sekitar 106.000 rupiah saja~

Beberapa barang ada yg lebih murah di tiara baby shop dibandingkan official online shop nya. Be smart mom! :D

Bulan depannya, aku dan suami berbelanja di toko toko lain, tokonya dekat dengan roti unyil venus. Tau lah ya~

Rapi memang display barang-barangnya, pelayannya banyak tapi ngobrolnya banyak juga. Beda banget sama Tiara Baby Shop yang kasi pelayanan prima. Susah susah dapet tempat parkir, eh ternyata tidak memuaskan belanjanya. Disana ngga bisa bisa beli pakaian bayi lusinan untuk merk Libby & Velvet. Rugi banget. Beberapa barang pun lebih mahal disini. Mending bu ibu belanja sepuasnya di Tiara baby shop aja, ada dua toko kok! Satu lagi di Sudirman, lebih rapi, lebih lengkap, ada mushola, toilet, dan tentunya pelayanan yang bikin aku mau dateng lagi! 





continue reading Belanja Kebutuhan Bayi di Bogor