May 19, 2020

Bagaimana Cara Bekerja dari Rumah?

by , in
Di masa COVID-19 yang masih pandemi di Indonesia, sebagian pekerja penuh waktu memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah, menikmati gaji yang sama dan tunjangan yang sama dengan bekerja dari tempat kerja. Namun, bagaimana dengan pekerja-pekerja lain yang tidak memiliki kesempatan tersebut? Karena profesinya mengharuskan keadaan yang bekerja di luar rumah?

Di bawah ini beberapa pekerjaan yang saya amati bisa dikerjakan di rumah walaupun mungkin pendapatannya jauh berbeda dengan bekerja di luar rumah.

1. Fotografer
Fotografer jadi jual foto online


Mulai dari fotografer event besar sampai wedding pun akhirnya tak bisa dilakukan karena sudah ada maklumat untuk tidak berkumpul dan mengundang massa dalam jumlah banyak. Seorang fotografer masih bisa sih melakukan food fotografi di rumah atau dengan berbagai model teknik fotografi lainnya, lalu menjualnya ke situs-situs atau klien yang membutuhkan hasil foto yang baik.

2.Pedagang di pasar jadi jualan online


Awal menikah saya baru tau bahwa kita bisa kirim pesan ke tukang sayur keliling agar dibawakan sayur mayur dan lauk pauk tertentu ke rumah. Tentu tidak ada ongkirnya karena sekalian berkeliling menjajakan barang dagangan. Nah sekarang hal ini sudah menjadi biasa karena pasar pun menerapkan sistem delivery. Mudah-mudahan di kota pembaca  blog ini ada juga ya!

3. Event organizers wedding jadi jual jasa akad minimalis.


Untuk profesi satu ini diambil dari pengalaman teman dekatku sendiri. Resepsi pernikahan yang sudah mendirikan tenda hajatan dibubarkan oleh petugas. Akhirnya dia buka jasa akad minimalis gitu deh.. mudah-mudahan masih terus berjalan roda usahanya.. aamiin

4. Selebritis jadi live streaming via sosmed


Beberapa acara televisi yang saya tau, melakukan siaran dengan video conference. Untuk penyanyi biasanya bikin konser mini di live instagramnya. Ada juga yang bikin tutorial makeup seperti Raisa dan Yuni Shara.

5. Guru di sekolah jadi belajar jarak jauh


Lembaga pertama yang langsung kena imbas dari  COVID-19 ini ya sekolah. Anak-anak diliburkan bahkan ada yang sampai setelah lebaran. Alhasil, guru-guru pun mengirimkan tugas online via Google classroom, WhatsApp, dan email. Ngga kebayang gimana kalo punya anak sekolah. Ya masak ya nyuci ya ngajar, semuanya di rumah aja. Phew

Berbagai peralihan di masa COVID-19 ini bikin semua orang lebih peduli untuk berperilaku hidup sehat salah satunya dengan menjaga kebersihan mulai dari cuci tangan pakai sabun. Suamiku yang dapet jatah kerja di rumah walau selang-seling pun jadi bisa sering main sama si kecil. Banyak hikmah yang bisa diambil dari wabah satu ini, mudah-mudahan kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Semoga wabah ini segera berlalu.. aamiin ya robbal alamiin



May 18, 2020

di Rumah Aja Saat COVID-19 di Indonesia

by , in
Penat, bosan, dan butuh hiburan.
Walau nggak lockdown di rumah sepenuhnya tapi nggak makan di luar, nggak main ke pusat perbelanjaan, dan nggak berkunjung ke sanak keluarga sanggup bikin sedih sih.

Seorang extrovert itu katanya sumber semangat atau energinya dari faktor eksternal. Yah, saya akui itu. Walau jelang melahirkan memilih bekerja dari rumah tapi di rumah aja kelamaan it's like killing me so harD. I just can't breathe and pusing.

Berhubung masa-masa ini masih akan dilalui selama COVID-19, saya akan korek hal-hal yang bisa dilakukan seorang cheerful body like meH. I wish it'll help yha wkwkwk

1. Bangun pagi langsung nyuci.
2. Habis subuh jangan tidur lagi karena it drives you badmood all day!
3. Baca kitab suci biar dapet petunjuk terus dari YME.
4. Dengerin radio yang ngasih informasi tanpa tendesi dan sedikit-sedikit menghibur.



Kalo nonton TV, asli pusing sih buat saya.

5. Bikin sarapan atau beli!
6. Main sama anak, baca buku bareng, do silly things.


Saya nggak terbayang sih gimana rasanya kalo udah punya anak yang libur sekolah kelamaan. Mungkin bikin gila ya apalagi kalo suaminya nggak kerja dari rumah.

7. Jangan lupa mandi biar moodnya bagus, badan seger, harapannya sih gitu. 🤪
8. Pesen go food biar hepi!
9. Belanja online kalo ada budgetnya!
10. Streaming film, YouTube, spotify



Social media is the last thing that you need but prepare yourself to get all about COVID-19. You can try something new like online courses, podcast, blogging, painting, sing a loud, play the piano, guitar, saxophone (?)


Hal yang lagi saya coba adalah menanam bumbu-bumbu dapur. Coba deh bhayangkhan kalo kita bisa memanfaatkan segala sesuatu yang kita tanam dan pelihara sendiri? Ketahanan pangan kita terjamin dan nggak panic buying guys. Pelihara ayam, sapi, ikan, nanam sayur, dan bumbu dapur, wah bayanginnya sih enak ya? Eksekusinya yang mogok cuma wacana aja. LOL

The conclusion is love your body guys, so the immunity can make viruses go away!





May 17, 2020

Memanjatkan Doa di Penghujung Ramadhan

by , in

للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Artinya: “Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi,”

Doa Rasullullah saat Ramadhan akan berakhir adalah doa yang sama dengan yang saya panjatkan dari tahun ke tahun. Seluruh umat muslim tentu bersedih hati karena akan berpisah dengan bulan suci yang penuh berkah ini, tak terkecuali saya. Berat rasanya menghadapi hari-hari setelah ramadhan karena COVID-19 belum juga beranjak meninggalkan bumi ini. Tentu sudah menjadi doa kita semua agar pandemi corona segera berlalu agar kita bisa beraktivitas normal.

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ini harus kita maksimalkan untuk beribadah dan mengharapkan pahala dari Allah. Walau tak bisa i'tikaf di masjid, namun kita masih bisa melakukan tadarus Al-Qur'an di rumah. Memperbanyak sedekah pada orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan jangan lupa membayar zakat fitrah. Mudah-mudahan di Ramadhan yang akan datang kita bisa pulang ke kampung halaman berkumpul dengan sanak keluarga dan berlebaran disana. 

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kita kesehatan dan keselamatan agar terhindar dari virus-virus corona. Tak satupun orang berharap terpapar virus itu namun ada saja orang yang terkena virus namun tak menunjukan gejala-gejala corona sebelumnya. Tentu kita harus lebih berhati-hati dalam beraktivitas, memakan masakan yang bersih dan sehat dan melaksanakan pola hidup sehat. Menggunakan masker dan mencuci tangan setelah beraktivitas tak boleh disepelekan untuk menjaga diri dari serangan virus-virus yang tak berwujud. 

Semoga segala upaya dan ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil yang baik dan bisa menghindarkan kita dari wabah penyakit. Untuk pembaca yang masih harus beraktivitas di luar rumah semoga bisa segera bekerja dari rumah. Bagi pembaca yang sudah diam di rumah, tetap bersabar dan terus berdoa agar keadaan segera membaik. Tetap di rumah aja dan keluar saat benar-benar penting karena sesungguhnya kita tak pernah tau kapan virus-virus itu sedang hinggap di tubuh orang lain. 


May 16, 2020

Menghemat saat Hari Raya di Tengah Pandemi Corona

by , in
Penghematan saat lebaran kali ini tentu saja gampang banget dilakukan, tentunya dengan memisahkan pos-pos keuangan di awal saat menerima gaji dan THR. Tak mudik juga menjadi salah satu cara berhemat di lebaran kali ini. Biasanya kita mengeluarkan ongkos untuk bensin, makan di jalan, dan bagi-bagi rezeki di kampung halaman, kali ini uangnya bisa disimpan karena berlebaran disini aja. Pengeluaran terbesar saat hari raya memang saat mudik ke kampung halaman, kadang walau sudah budgeting tetap saja bocor sedikit-sedikit.

Lebaran tahun ini lebih hemat juga karena tak memasak makanan yang mewah. Tentunya lebaran bertiga aja jadi ya pesan aja ketupat dan opor cukup sekilo untuk kami saja. Kue lebaran pun tak sedia banyak karena bakal dihabiskan sendirian. Banyak sekali ya kan uang yang akan dihemat karena lebaran tak pulang kampung. Lebih berhati-hati juga saat memasak, jangan sampai kita membuang-buang makanan karena masih banyak orang-orang yang kelaparan akibat dampak wabah penyakit ini.

Kita pun harus berempati pada orang-orang yang tak memiliki pekerjaan. Orang-orang yang serba kekurangan untuk sekadar makan. Boro-boro mungkin mereka memikirkan perayaan lebaran, bisa memperoleh makanan untuk berbuka puasa saja mungkin sudah bersyukur. Segala sesuatunya tahun ini pasti terasa berbeda dan lebih sedih untuk saya pribadi. Tak ada salahnya lho kita meringankan beban mereka walau hanya dengan mengirim nasi atau masakan seadanya. Membuat orang lain bahagia tentunya akan membahagiakan kita juga ya kan.

Definisi bahagia memang tidak selalu soal uang namun tak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu harus dibeli dengan uang. Jika terpaksa harus membeli barang jangan lupa manfaatkan cashback atau potongan harga di hari-hari tertentu. Di minimarket biasanya kita juga bisa memilih barang-barang yang memiliki promo-promo tertentu. Cermat dalam mengatur keuangan dan lebih berhati-hati saat belanja. Food preparation selama satu minggu sepertinya harus dilakukan lagi setelah masakan lebaran habis tak bersisa! Biasanya lebih hemat dengan food preparation dan tak lagi bingung mau masak apa hari ini karena sudah dipersiapkan di awal pekan. Cobain deh! 

Okezone[dot]com

May 15, 2020

Memakai Skincare yang Aman untuk Ibu Menyusui dan Ibu Hamil

by , in
Masa lajang adalah masa-masa kebebasan menentukan pilihan apapun. Saat masih sekolah terutama masa kuliah, kita dengan leluasa memilih ingin berteman dengan siapa saja, memilih mata kuliah apa saja, memilih organisasi yang kita mau, bahkan memilih menjadi kupu-kupu yang kuliah pulang kuliah pulang atau kura-kura yang kerjaannya rapat melulu. Pilihan ada di tangan saya pada waktu itu, termasuk memilih produk perawatan wajah yang mulai banyak macamnya. Bagi kantong mahasiswa seperti saya yang masih minta uang orang tua sih saya dulu menuruti saja apa yang disarankan oleh ibu dalam hal tak sering ganti-ganti produk perawatan wajah sembarangan. Untungnya kulit wajah saya tidak sensitif, jadi beli produk perawatan wajah pun mudah dan gampang dicari.

Setelah menikah, saya masih melanjutkan pemakaian produk perawatan wajah masa kuliah. Berhubung tidak menimbulkan efek samping yang berarti, jadi saya masih setia menggunakan krim pelembab dalam wadah putih itu. Saya juga belum mengenal skincare, lebih dulu mengenal make up dan berani coba-coba dandan untuk berbagai kesempatan. Tapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa untuk memiliki kulit yang sehat, nggak baik terus-menerus menggunakan make up. Sebenarnya pekerjaan saya pada waktu itu tidak menuntut untuk selalu merias wajah setiap hari sih, jadi kulit wajah saya masih terawat dengan baik.


Masuk masa kehamilan, saya sempat berpikir untuk menghentikan penggunaan pelembab yang rutin saya gunakan karena khawatir berpengaruh besar pada kondisi janin di dalam kandungan. Pada waktu itu saya tau beberapa bahan pada produk perawatan wajah yang harus dihindari oleh ibu hamil dan menyusui, seperti retinoid, salicylic acid, dan hydroquinone, namun saya kurang paham kalau ada merk tertentu yang mengeluarkan produk perawatan khusus untuk ibu hamil dan menyusui. Penggunaan bahan-bahan yang dilarang tersebut bisa menyebabkan kelainan pada janin. Saya pernah disarankan juga oleh orang lain, kalau sedang hamil itu harus berhenti menggunakan produk untuk kulit yang sejak lama digunakan. Berhubung saya merasa perawatan kulit terutama wajah itu perlu tetap dijaga sebelum, selama, dan setelah masa kehamilan, saya tidak berhenti merawat kulit wajah. Ternyata merawat kulit sebelum dan sesudah masa kehamilan memang perlu dan selamanya bisa tetap dilakukan asal menggunakan produk yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Beruntung di masa menyusui saat ini saya menemukan produk Mama's Choice yang sudah teruji secara dermatologis, dengan kandungan mineral sunscreen yang alami sehingga membuat kulit menjadi glowing dari natural rice extract. Non comedogenic, non fragrance, non alcohol, paraben free dan retinol free, dalam satu produk yaitu Daily Protection Face Moisturizer. 


Setelah tiga hari pemakaian kulit terasa lebih cerah dan lembab, nggak menimbulkan efek glowing yang berminyak mengganggu pandangan mata tapi glowing yang cantik alami. Daily Protection Face Moisturizer ini juga sudah mengandung spf 25++ lho dan Hyaluronic Acid yang membantu mencegah penuaan dini. Di usia yang menginjak 30 tahun ini, saya memang merasa perlu melakukan perawatan ekstra untuk kulit, terutama wajah, supaya lebih sehat. Biasanya saya menggunakan daily protection face moisturizer ini pada pagi hari setelah mandi. Produk ini bisa didapatkan di situs resminya Mama's Choice ya. Jangan lupa gunakan kode voucher dari Saya MAMAGIOVNY untuk berbelanja produk-produk Mama's Choice di Lazada, pssst ada diskon khusus lho!


Walau di masa pandemi ini kita tak lagi leluasa bepergian keluar rumah namun tetap saja ya kesehatan kulit harus terjaga meskipun di rumah aja. Gunakan selalu daily protection face moisturizer agar kulit terlindungi dari paparan sinar UVA dan UV. Bagi pembaca yang sedang hamil dan menyusui, sekarang jauh lebih tenang kan? Karena ada produk-produk dari Mama's Choice. Banyak banget lho pilihan produknya selain daily protection face moisturizer, ada relaxing massage oil yang membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Saat masuk trimester 3 usia kehamilan, saya merasakan juga susah tidur. Perut yang semakin membesar membuat badan mudah lelah dan membutuhkan relaksasi di saat tidur malam hari. Pasta gigi Mama's Choice juga hadir untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan menyusui. Khusus diformulasikan tanpa fluoride dan bebas SLS serta mengandung bahan-bahan alami seperti siwak, mint, klorofil, dan allantoin. Nah untuk hasil yang lebih optimal, gunakan juga mouthwash Mama’s Choice yang memberikan nafas segar dan tahan lama dengan sensasi mint menyegarkan. Mouthwash ini diklaim dapat secara efektif mengurangi mual, meredakan mulut kering, dan membersihkan gigi secara menyeluruh. Ada kemasan ukuran travellingnya juga lho, cocok banget ya kan untuk ibu hamil yang masih aktif berkegiatan. 

Ada juga produk untuk merawat kulit bagian perut agar senantiasa terjaga kelembabannya. Mama’s Choice Stretch Mark Cream terbuat dari bahan alami Lypobelle Soyaglicone dan kandungan Aloe Vera yang mampu menghilangkan gatal. Tak ketinggalan untuk puting susu yang biasanya suka lecet, Mama's Choice Intensive Nipple Cream solusinya. Krim puting dengan ekstrak kurma ini bisa secara efektif menenangkan, melembutkan, dan melembabkan kulit puting yang bermasalah. Krim ini juga aman jika tertelan bayi karena mengandung bahan food grade alami yang tidak membahayakan. Semua produk-produk Mama's Choice sudah teruji sehingga dijamin aman, halal, dan tidak berbahaya. Cocok juga nih untuk hadiah bagi kerabat serta kawan yang baru saja melahirkan. Pilihan mama tentunya harus aman agar mama dan buah hati terlindungi dan nyaman, ya kan?



May 15, 2020

Lebaran dengan Suasana yang Baru

by , in
Lebaran kali ini bakal kita rayakan di rumah baru bersama tetangga-tetangga yang baru kami kenal juga. Tak ada yang memilih mudik, kecuali terjebak di kampung halaman sebelum kebijakan PSBB dimulai. Berbagi masakan dengan tetangga dan menjual kue kering buatan tetangga adalah hal baru yang saya lakukan di lebaran tahun ini. Biasanya santai saja, tidak mempersiapkan masakan khusus karena berlebaran di tempat lain.

Lebaran kali ini memang beda, tak ada tradisi bersalaman dan berpelukan juga berkumpul bersama. Semua akan digantikan dengan video call, mengirim kartu lebaran, dan mengirim bingkisan ke rumah sanak saudara. Tak akan ada juga tradisi halal bi halal yang biasa dilakukan orang-orang kantoran maupun warga di komplek perumahan.

Semua kebiasaan menjadi berubah, tukang sayur akan buka secepatnya, tukang bubur akan berjualan di hari kedua lebaran seperti biasa, tukang bakso, tukang nasi goreng, semuanya yang tak mudik bakal memilih berjualan. Mungkin mereka juga khawatir jika mudik tak akan bisa kembali lagi mengais rejeki karena tertahan di kampung halaman. 

Suami pun memilih untuk beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan. Hari-hari setelah lebaran akan menjadi hari yang penuh perjuangan untuk memperoleh pekerjaan yang baru. Banyak orang yang diputus hubungan kerja, keadaan belum juga membaik di bidang-bidang tertentu seperti pariwisata dan restoran. Namun hidup harus optimis bahwa masih banyak rezeki yang Allah berikan walau bukan berupa uang.

Selama corona merajai bumi ini Tuhan mengingatkan untuk terus mendekatkan diri pada-Nya agar tak putus asa dan terus berada dalam kesabaran serta keikhlasan. Mungkin selama ini kita sering melewatkan ibadah dan terlalu larut dalam hingar-bingar kehidupan dunia, maka beberapa bulan ini adalah saat yang tepat untuk kembali memohon ampunan atas segala kerusakan yang kita perbuat untuk bumi ciptaan Allah SWT. Apakah pembaca menyadari kalau akhir-akhir ini langit menjadi lebih cerah? Hujan turun teratur saat sore hari dan suasana jalanan pun menjadi lebih tentram juga damai. Hal ini adalah satu dari sekian banyak hikmah wabah penyakit COVID-19 di dunia. Mau tidak mau, kita harus siap menghadapi kenormalan yang baru untuk mulai beraktivitas normal dengan batasan-batasan tertentu.


May 14, 2020

Memilih Mudik atau Tidak Adalah Pilihan yang Tak Mudah

by , in
Sebelum COVID-19 betah di Indonesia, kami merencanakan pulang kampung ke tanah kelahiran pak suami. Berkunjung ke sanak-saudara yang ada disana dan menikmati suasana hari raya di tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Lebaran yang sudah direncanakan pun tak bisa direalisasikan karena corona masih disini. Tradisi pulang kampung yang biasa dilakukan akhirnya urung terlaksana di lebaran tahun ini.

Semua warga di lingkungan rumah kami pun menahan rindu untuk berkumpul di kampung halaman. Hal yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bermacet-macetan menjadi biasa dan harus banyak sabar di jalan. Sambutan hangat dari keluarga di kampung pun hanya membekas dalam ingatan. Kami memilih untuk tidak mudik bukan karena terpaksa, tapi karena kesadaran dalam diri untuk saling menjaga kesehatan satu sama lain agar terhindar dari virus corona. 

Rasa sedih pasti datang karena tak ada tradisi satu ini, tak bisa ziarah kubur juga. Namun kita tetap harus bersyukur karena Allah SWT berikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari-hari. Toh tahun-tahun sebelumnya nikmat silaturahmi langsung selalu kita rasakan, tak ada salahnya menahan diri kali ini. Sambil berdoa semoga Tuhan berkenan menghilangkan virus corona dari muka bumi. 

Kondisi dilematis antara mudik atau tidak mungkin akan sangat berbeda ketika masih single dan merantau jauh dari orang tua. Bisa jadi orang-orang yang masih memiliki pekerjaan memilih tidak mudik karena khawatir tak ada pekerjaan lagi atau bahkan tertahan saat kembali bekerja. Namun bagi orang-orang yang berstatus mahasiswa dan apabila itu saya, maka saya memilih untuk mudik karena tidak terikat waktu bekerja. 

Pilihan untuk mudik atau tidak memang dilematis. Sama halnya seperti tetangga saya yang tertahan di kampung halaman karena terlanjur mudik sebelum bulan Ramadan datang. Kita bisa tetap berkomunikasi lewat telepon bahkan ada yang berkirim lagi kartu lebaran. Jangan sampai stress ya kawan, Insya Allah pandemi ini akan segera berlalu dengan baik. Masih ditunggu bingkisan lebaran dan amplop lebarannya hahaha.


Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram