Minum Pristine 8+, Awal Hidup Sehat



Tahun lalu saat sedang sibuk mempersiapkan pernikahan, saya merasakan sakit di pinggang sebelah kanan. Rasa sakit itu muncul tiap bangun tidur di pagi hari. Berhubung saya males ke dokter, males minum obat lebih tepatnya, akhirnya diurut saja dan ternyata rasa sakit itu nggak hilang setelah menikah. Hati dan pikiran pun rasanya nggak tenang, khawatir banget ada yang salah sama badan ini.


Beberapa bulan berselang, saya pun memberanikan diri ke dokter. Diperiksa sana-sini, diminta hanya makan bubur, sampai akhirnya menjalani serangkaian tes di laboratorium. Bolak-balik rumah sakit dengan biaya yang nggak murah. Hasil akhirnya pun dibawa ke dokter spesialis urologi dan rasa sakit itu ternyata infeksi saluran kemih. 

Saya memang bukan orang yang gampang minum air putih. Kuat juga setelah makan nggak langsung minum. Kegiatan sehari-hari lebih banyak dihabiskan untuk duduk di ruangan berpendingin dan hampir lupa kapan terakhir kali olahraga. Suka banget minum yang manis-manis, apalagi es campur. Wah itu sih minuman favorit banget!


Ibu saya berulang kali mengingatkan tentang kebiasaan jelek saya itu,  namun saya tetap membandel. Untung saja infeksi saluran kemih yang saya alami belum memasuki fase yang serius. Saya harus mengubah kebiasaan, itu salah satu saran dokter spesialis urologi.

Sehat itu mahal, berbagai upaya saya lakukan mulai dari pasang aplikasi pengingat untuk minum, mengganti gelas di rumah dengan ukuran yang lebih besar, bawa air minum sendiri kemanapun saya pergi, hingga diingatkan suami. 

Setelah terdiagnosa infeksi saluran kemih, beberapa hari kemudian saya positif hamil. Bingung, karena saya belum menghabiskan obat dari dokter spesialis urologi untuk mengobati infeksi saluran kemih. Lagi lagi saya harus ke rumah sakit untuk konsultasi dan memastikan kondisi kehamilan saya. Alhamdulillah ternyata benar saya hamil.

Dalam kondisi hamil, minum air rasanya aktivitas paling berat. Mual yang dirasakan saat menelan air biasa, agak terasa nyaman saat minum air dingin dan hangat. Saya berusaha minum semaksimal mungkin agar kondisi janin dalam kandungan baik-baik saja dan tidak kekurangan air ketuban.



Saya tau air adalah unsur terbesar dalam tubuh manusia, namun dari kecil saya nggak terbiasa minum air yang cukup. Untuk saat ini saya minum Pristine 8+ yang ternyata bikin nyaman di mulut, nggak bikin mual, dan cukup memenuhi kebutuhan air di tubuh saya. Apalagi di masa menyusui seperti sekarang ditambah cuaca siang hari yang panas terik, gampang banget saya kehausan dan bibir jadi kering.

Saya tidak lagi sembarangan pilih air untuk minum, air yang memberikan lebih banyak manfaat membuat saya bisa memulai hidup sehat dan seimbang. Pristine8+ diproses dengan teknologi ionisasi dari Jepang sehingga menghasilkan air dengan pH>8 yang bersifat basa. Molekul air Pristine8+ yang sangat kecil (microwater) membuat Pristine8+ mudah diserap tubuh dan membantu menetralisir asam dalam tubuh.

source: pristine8[dot]com
Manfaat Pristine 8+ dirasakan juga oleh kawan saya yang mencukupi kebutuhan air minum dengan Pristine 8+. Kulit wajahnya menjadi lebih sehat dan jerawat perlahan bersih di kondisi kulitnya yang sensitif. Saya dan kawan-kawan saya sudah merasakan manfaat Pristine 8+, jadi jangan ragu-ragu untuk minum Pristine 8+ yang tersedia dalam berbagai kemasan mulai dari 400 ml hingga galon. Pristine8+ memiliki pH yang baik untuk tubuh dan sudah memiliki sertifikasi dari BPOM loh, jadi aman dikonsumsi setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama. Live Balance start from now!



continue reading Minum Pristine 8+, Awal Hidup Sehat

Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum menikah

Panjang amat cuy judulnya :))

Kenapa hal-hal ini harus dilakukan sebelum menikah? Karena saat menikah prioritas kamu bakal beda dan belum tentu bisa dilakukan tanpa rasa bersalah hahaha

Puas-puasin deh melakukan kegiatan ini sebelum nikah ;)

Urusan dunia:

1. Jalan-jalan
Mau jalan-jalan ala backpacker atau ala ransel monggo tapi jangan lupa pisahkan tabungan untuk menikah, walaupun belum tau nikahnya kapan dan dengan siapa, sejak awal kamu kerja. 
Memulai kerja sambil skripsi atau sambil kuliah bisaaa banget, jadi bisa jalan-jalan pake pake uang sendiri deeeh..

2. Berjejaring
Kita ngga tau di masa depan akan bertemu siapa dalam situasi apa, jejaring mempertemukan kita dengan kegiatan-kegiatan yang kita suka.

3. Menjadi relawan/mengikuti workshop/kursus
Sambil menyelam minum air, sambil melakukan kegiatan-kegiatan positif kita bisa berjejaring sekaligus jalan-jalan :)

4. Nonton konser band favourite jika ada.

Urusan akhirat:

1. Beribadah sunnah
Puasa sunnah, solat sunnah, dan ibadah sunnah lainnya karena ketika sudah menikah puasa sunnah itu mesti izin suami untuk perempuan. Ibadah lainnya mesti atur waktu banget saat punya bayi. 

2. Beramal
Percaya deh, setelah jadi ibu rumah tangga secara ngga langsung bakal mikir ulang soal keuangan :')
Tapi kita harus percaya juga, semakin banyak memberi semakin banyak juga kita merasakan manfaatnya..

3. Itikaf
Hal ini biasa dilakukan saat bulan ramadhan dan termasuk ibadah sunnah juga sih, tapi saya rasa perlu penekanan agar yang satu ini jangan sampai terlewatkan.

Sebelum menikah, indikatornya terpaku pada diri kita sendiri. Sebelum mempunyai anak, indikatornya terpaku pada pasangan hidup. Setelah melahirkan, indikatornya terpaku pada anak.

Jadi, bahagiakanlah dirimu sendiri sebelum membahagiakan orang lain :)
continue reading Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum menikah

Ananta Prahadi

Source: kompasiana
Ananta.. begitu nama tengah anak kami dipilih berdasarkan penulis favorit papahnya.

Selain favorit, ternyata nama Ananta memiliki arti yang bagus yaitu tak terbatas. Apapun yang dilakukan anak kami kelak akan memberikan manfaat yang tak terbatas, itu salah satu harapannya. 

Tak lama berselang, film Ananta pun pun muncul di bioskop. Ananta Prahadi, kami tidak tertarik nonton pun tidak membaca novelnya. 

Sampai akhirnya ananta lahir dan film yang cepat turun dari layar bioskop masuk ke layar handphone. Saya tidak melewatkannya.

Tenggelam, awal cerita yang diperankan dengan baik oleh Michelle Ziudith. Saya suka perempuan ini, ditambah wajahnya yang cantik semakin menambah penasaran kali ini peran apa yang dia perankan. 

Judulnya Ananta namun di dalamnya penuh dengan Tania. Tania yang memiliki imajinasi tinggi dan hanya ayah serta Ananta yang mengerti. Ketika dunia seolah tidak menerimanya, mungkin karena perangai Tania yang semakin menjadi setelah ayahnya meninggal.

Sebenernya jalan ceritanya sederhana namun penerimaan sebuah imajinasi liar oleh orang-orang yang tak mengerti harus berbuat apa saat bertemu Tania yang menurut saya harus dipelajari. Orang yang tak bisa menangkap imajinasi itu hanya akan menyebut Tania aneh dan memintanya berhenti untuk berbuat demikian. 

Hingga akhirnya bertemu Ananta dengan panggilan Atan. Orang pertama pelaku sampingan? Silahkan ditonton filmnya biar ngga spoiler :))



continue reading Ananta Prahadi

BPJS Bayi

Apa ada yang sudah urus BPJS calon bayi saat masuk trimester tiga kehamilan?


Alhamdulillah bayi kami lahir dengan selamat, sehat, tidak kurang suatu apapun :')

Rasanya melahirkan dengan operasi itu prosesnya cepat, namun setelahnya masih membekas. Nyut-nyutan ketika bersin, ketika mengangkat beban berat, dan masih terbayang malesnya dipasang kateter HVFT
Semuanya kami jalani sama-sama..

Hari kedua di RS, suami diminta mengurus keperluan untuk lapor ke kantor BPJS bahwa bayi kami telah lahir. Laporan ini harus diterima pihak BPJS paling lambat 3 hari setelah lahir. Berhubung masih suasana libur hari raya, suami sempat mondar-mandir karena informasi yang simpang-siur mengenai layanan kantor BPJS di kota kami..

Alhamdulillah urusan ini selesai di hari kedua, berkas-berkas yang perlu dibawa adalah
1. Fotokopi kartu keluarga
2. Fotokopi surat keterangan lahir
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi BPJS
Berkas yang asli dibawa juga yah!

Kami pun pulang esok harinya dengan biaya cuma-cuma dari BPJS. Ada sedikit tambahan biaya untuk item-item yang tidak dicover oleh BPJS tapi tidak terlalu besar. 

Di bulan pertama usia bayi kami, saya mendatangi dokter spesialis anak untuk cek kondisi bayi. Bagian pendaftaran pun menyampaikan bahwa BPJS Bayi kami harus segera diurus agar bisa dicantumkan nama bayi, karena lewat dari 3 bulan maka BPJS Bayi tidak bisa terpakai lagi jika masih menggunakan nama Bayi Nyonya Gioveny.

Hal ini tidak disampaikan oleh pihak BPJS saat suami melapor beberapa waktu yang lalu. Segera kemudian kami mengurus akte kelahiran dan kartu keluarga. Untuk info selanjutnya tentang pengurusan akte dan penambahan data di KK boleh email ke saya yaaa..


Selesai mengurus akte kelahiran dan kartu keluarga, saya meluncur ke kantor BPJS yang terletak di jalan Tegar Beriman. Sekitar jam 9 lewat antrian sudah mencapai nomer 50 dan saya dapet antrian 130. Ramai tapi teratur, jadi tenang saja melewati prosesnya selama berkas yang dibawa lengkap. Berkas yg diperlukan itu ada 
1. Fotokopi BPJS Bayi Nyonya Gioveny
2. Fotokopi BPJS Orang tua
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi KK
5. Fotokopi Akte kelahiran

Setelah berkas diserahkan, kartu BPJS dengan nama bayi saya pun dicetak langsung. Jam sepuluh urusan selesai :)

Untuk pembaca yang baru akan mendaftar BPJS jangan ragu-ragu, karena manfaatnya sudah saya rasakan kok. Walaupun ada berita yang menggembar-gemborkan BPJS bangkrut, tapi Insya Allah kesehatan kita Allah yg jamin. BPJS adalah salah satu upaya untuk menghadapi segala kemungkinan yang tidak terprediksi. Selamat mendaftar!



continue reading BPJS Bayi

Kacamata Bingkai Khusus Untukmu


Mungkin kamu bukan yg nomor satu, tapi saat ini, esok, dan seterusnya kamu adalah yg pertama. 

Orang pertama yg datang untuk meminang seseorang yg payah.

Dunia melihat kita mungkin tergesa.

Namun ku tau pasti, keputusanku saat itu tepat.

Dalam ikrar pernikahan hampir setahun yg lalu. Mengukir tanggung jawab baru padamu.

Tahun itu kita berdua, terombang-ambing ombak bernama ego.

Tahun ini kita bertiga. Kebahagiaan mencuat dari senyum pancaran jiwa yg tersungging manis diiringi hidung kembang kempis.

Kau seperti digandakan.

Wish you a healthy birthday suamiku sayang, langkah demi langkah kita jejak untuk tiap detik yg lebih baik.



continue reading Kacamata Bingkai Khusus Untukmu

Lika-liku BPJS untuk Melahirkan

Menanti kelahiran anak pertama adalah hal yang membuat penasaran sekaligus khawatir di ujung penantian.

Sejak awal tau rahim ini sudah ada isinya, dokter mendeteksi ada kista kecil yang bisa jadi menghambat pertumbuhan janin, bisa jadi tidak akan berpengaruh pada janin.

Berhubung Allah SWT langsung mengamanahkan memiliki buah hati tak lama setelah pernikahan. Sepanjang prosesnya kami berdua nikmati sepenuh hati. Dari mulai proses pembuatan Kartu Keluarga untuk urus BPJS sampai periksa kehamilan yang belum didukung BPJS.

Gonta-ganti bidan pun dilakukan, demi hasil konsultasi yang menentramkan hati. Berbagai informasi dikumpulkan, sambil menunggu BPJS aktif. Akhirnya diputuskan untuk kontrol rutin ke dokter kandungan di RS terdekat dengan dokter perempuan satu-satunya.

Saat BPJS mulai aktif, diputuskan untuk merujuk ke RS dengan jumlah dokter yang lebih banyak dan jadwal konsultasi yang lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Sambil rutin kontrol ke faskes juga, ikut senam hamil dan sebagainya.

Hari demi hari dilalui, penantian sang jabang bayi memasuki 9 bulan. Tiba-tiba bidan-bidan di faskes yg memberi rujukan menyatakan tidak bisa merujuk ke RS yang sudah rutin aku kontrol kesana. Dia menyebut RS lain yg asing  di telinga dan tak pernah terpikirkan sebelumnya bakal lahiran disana. Pernyataan ini seperti mimpi buruk karena benar-benar keluar dari rencana. Tak Terbayangkan... 

Jawaban-jawaban bidan faskes itu pun tidak memuaskan. Kenapa tidak dari awal aku dirujuk konsul kesana saja? Kenapa baru sekarang diberitahu? Kenapa harus RS itu? Apa ada solusi lain supaya tetap lanjut di RS yg rutin kontrol?

Ketidaktahuan pasti tentang RS tipe A, B, C di kabupaten ini pun semakin menambah rasa percaya ngga percaya kalo lahirannya harus dengan dokter dan RS yang sama sekali belum pernah memeriksa kehamilan ini. Sepanjang jalan pulang dari faskes, kepalaku rasanya pening banget dan langsung cari-cari informasi dan alternatif lain. 

Alhamdulillah aku masih bisa melahiran di RS terdekat dengan dokter perempuan satu-satunya. Setidaknya aku tidak asing sama sekali dengan dokternya dan faskes memperbolehkan. Walaupun pelayanan dan kenyamanan bukan di RS ini. Aku pun tak mengindahkan surat kontrol yg diberikan oleh dokter di RS sebelumnya, karena dokter perempuan itu bilang ya memang tidak bisa jika lahiran disana. 

H-2 sebelum hari raya idul fitri 1439 H, kami besuk keluarga yg sakit di RS yg rencana awal akan melahirkan disana. Berhubung surat kontrol masih berlaku, aku iseng menemui dokter untuk sekedar konfirmasi tentang proses persalinan yang oleh faskes dinyatakan tidak bisa dilakukan disini. Ternyata oh ternyata jawaban dokter cukup membuat aku speechless sih. Tega-teganya faskes bikin panik dengan mengkotak-kotakan RS tipe A,B,C dan mengancam tidak bisa menggunakan BPJS jika tetap lahiran disini. Padahal kenyataannya, RS rencana awal, RS yg  asing ditelinga namun disarankan faskes, dan RS dengan dokter perempuan satu-satunya itu sama-sama tipe C. 

Alhamdulillah memang rezeki kita itu sudah diatur YME. Sebelum ada di alam dunia ini saja, rezeki manusia tidak akan pernah tertukar. Putra kami lahir dengan sehat dan selamat pada hari kelima idul fitri di RS yang membuat tenang hati orang tuanya, Cikal Ananta Rahmana, anak pertama yang menjadi awal segalanya bermula dengan curahan kasih sayang yang tak terbatas.

Cikal adalah titipan dari Sang Maha pada kami, semoga titipan Allah SWT ini bisa menjadi khalifah yang baik di dunia hingga harum namanya nanti di akhirat sampai ke surga aamiin ya robbal alamiin.
continue reading Lika-liku BPJS untuk Melahirkan

Kenapa menggunakan pompa asi?

Masa-masa kehamilan anak pertama membuat ku excited sekaligus bingung juga memprioritaskan kebutuhan bayi yang akan dibeli. Rasanya ingin dilengkapi dan disempurnakan aja belanja printilannya karena anak pertama. Kita memang harus pintar-pintar mengendalikan hawa nafsu satu ini yah bu ibuuu...

Hal tergalau adalah urusan pompa asi. Berhubung merencanakan tidak bekerja lagi, urusan pompa asi dan printilannya pun dipikir matang dan berulang kali. Sewa atau beli ya?

Setelah 6 hari pascamelahirkan, aku punya jawabannya! Jika dari awal memang sudah direncanakan melakukan persalinan dengan operasi sebaiknya sedia pompa asi, karena eh karena pemulihan pascaoperasi alias menahan nyeri jahitan diperut itu perih-perih-gimana-gitu. Pompa asi sangat membantu di malam hari, suami atau keluarga yang lain jadi bisa bantu menyusui lewat dot, cup feeder, atau sendok (sesuai cocoknya saja).

6 jam setelah masuk ruang perawatan, aku memang minta dirawat gabung agar bisa menyusui langsung. Tak peduli badanku yg masih geregesan menahan sakit, aku berusaha untuk memberi asi bukan susu yang lain. Aku tidak gunakan pompa asi selama dirawat karena merasa tak perlu, asi yang keluar masih sedikit dan malah bikin stress jika ekspektasi kita bisa dapet asi sebanyak-banyaknya setelah dipompa. Berikan langsung ke bayi melalui payudara ibu jadi asi terpancing keluar. Jangan lupa minum vitamin pelancar asi seperti lactamam dan rajin bersihkan puting selama hamil dengan baby oil, minyak, atau handbody (sesuai kebutuhan saja)

Alhamdulillah aku dapet pinjeman pompa asi  manual dari kawanku yg baik hati. Urusan pompanya manual atau elektrik, mungkin lebih enak elektrik bisa bisa tidur sambil asi diproduksi hahaha

Selamat mengasihi :)
continue reading Kenapa menggunakan pompa asi?