Memilih Mudik atau Tidak Adalah Pilihan yang Tak Mudah

Sebelum COVID-19 betah di Indonesia, kami merencanakan pulang kampung ke tanah kelahiran pak suami. Berkunjung ke sanak-saudara yang ada disana dan menikmati suasana hari raya di tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Lebaran yang sudah direncanakan pun tak bisa direalisasikan karena corona masih disini. Tradisi pulang kampung yang biasa dilakukan akhirnya urung terlaksana di lebaran tahun ini.

Semua warga di lingkungan rumah kami pun menahan rindu untuk berkumpul di kampung halaman. Hal yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bermacet-macetan menjadi biasa dan harus banyak sabar di jalan. Sambutan hangat dari keluarga di kampung pun hanya membekas dalam ingatan. Kami memilih untuk tidak mudik bukan karena terpaksa, tapi karena kesadaran dalam diri untuk saling menjaga kesehatan satu sama lain agar terhindar dari virus corona. 

Rasa sedih pasti datang karena tak ada tradisi satu ini, tak bisa ziarah kubur juga. Namun kita tetap harus bersyukur karena Allah SWT berikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani hari-hari. Toh tahun-tahun sebelumnya nikmat silaturahmi langsung selalu kita rasakan, tak ada salahnya menahan diri kali ini. Sambil berdoa semoga Tuhan berkenan menghilangkan virus corona dari muka bumi. 

Kondisi dilematis antara mudik atau tidak mungkin akan sangat berbeda ketika masih single dan merantau jauh dari orang tua. Bisa jadi orang-orang yang masih memiliki pekerjaan memilih tidak mudik karena khawatir tak ada pekerjaan lagi atau bahkan tertahan saat kembali bekerja. Namun bagi orang-orang yang berstatus mahasiswa dan apabila itu saya, maka saya memilih untuk mudik karena tidak terikat waktu bekerja. 

Pilihan untuk mudik atau tidak memang dilematis. Sama halnya seperti tetangga saya yang tertahan di kampung halaman karena terlanjur mudik sebelum bulan Ramadan datang. Kita bisa tetap berkomunikasi lewat telepon bahkan ada yang berkirim lagi kartu lebaran. Jangan sampai stress ya kawan, Insya Allah pandemi ini akan segera berlalu dengan baik. Masih ditunggu bingkisan lebaran dan amplop lebarannya hahaha.


No comments:

Post a comment

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram