January 20, 2021

Cara Membersihkan Panci Gosong Hitam Berkerak

by , in

Panci yang biasa saya gunakan untuk masak mi instan ini berukuran kecil dan bukan bahan teflon. Panci biasa hadiah ulang tahun pernikahan dari sepupunya suami. Panci untuk merebus ini saya gunakan untuk memasak ayam kecap yang biasa saya masak hingga airnya habis dan kering sehingga menyerupai ayam bakar. Berhubung hanya empat potong kecil paha ayam maka saya gunakan panci satu ini, hasil akhir masakannya enak namun nasib buruk menimpa panci saya yang gosong, hitam, berkerak, sehingga sulit dibersihkan.

panci gosong hitam

Butuh sekitar dua minggu untuk menemukan cara yang tepat untuk membersihkan panci butut ini. Berdasarkan hasil pencarian Google, kita bisa menggunakan soda kue dan cuka dapur untuk membersihkan bekas gosongnya. Setelah saya rendam berhari-hari dan coba merebus air di panci gosong ini dengan harapan bakal ada pencerahan si keraknya mengelupas. Ternyata tidak berhasil sampai akhirnya mencoba dengan baking soda dan cuka dapur dengan tambahan sedikit air lalu direndam, dicoba direbus, namun hasilnya nihil. Hanya bisa digosok sedikit tapi tidak cukup membantu karena tidak sampai bersih dan mengelupas si kerak hitamnya. 


Sampai akhirnya dapet tips nih dari tetangga, dengan bahan-bahan yang gampang ditemukan di rumah. Pertama tuangkan cairan sabun cuci piring/sabun colek (saya pake keduanya), tuangkan juga minyak jelantah secukupnya, lalu tambahkan air hingga merendam kerak-kerak hitam bekas gosong. Nyalakan api dan rebus panci gosong tersebut hingga mendidih airnya, hati-hati jangan ditinggal dan harus tetap diawasi karena busanya bisa luber. Setelah bergolak airnya, matikan api dan diamkan hingga dingin. Kalo saya sih saya tinggal, pas udah dingin saya didihkan lagi airnya, lalu dibiarkan semalaman. Hasilnya bener-bener bikin hepi karena kerak-kerak digosok dengan sabut cuci piring gampang rontok. Namun karena masih ada kerak-kerak yang sulit dibersihkan, langkah-langkah sebelumnya saya ulangi lagi supaya semua keraknya luruh dan saya yakin panci saya kembali bisa dipakai dengan aman untuk masak apapun.



Cara satu ini bisa banget dicoba di rumah karena bahan-bahan untuk merendam panci pun gampang banget ditemukan dan biasanya tersedia di rumah. Masih ada bercak-bercak hitam sih memang, tapi so far so good untuk dipake masak lagi kok! Kalo dari awal saya tau, mungkin nggak perlu sampai dua minggu dan hampir putus asa terus mau beli baru. Nah bagi pembaca yang juga punya tips bermanfaat lainnya boleh banget dibagikan lho supaya ibu-ibu baru macam saya ini nggak kehilangan akal untuk menyiasati semua pekerjaan domestik yang tak jua habis hehehe


Oke deh. Semoga bermanfaat. Mohon maaf foto beforenya nggak ada, karena udah hopeless sih nggak tau kalo bakal selamet ini panci butut tapi sayang LOL


Anyway sekarang mau curhat harus mikir SEO ceunah biar gak jeblok DA PA bla bla bla


Should i run a new curhat blog? 


January 19, 2021

Yuk Berdoa Agar Virus Corona Berakhir Indah

by , in


Saya sudah pernah berandai-andai, saat virus corona berakhir yang saya ingin lakukan adalah bertemu keramaian, teman-teman, dan keluarga. Mbahnya si kecil sudah kangen berat dengan cucunya. Sedih memang karena tak ada yang tau pasti kapan virus corona ini berakhir. Manusia hanya bisa berencana dan memperkirakan dengan ilmu yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sang Maha Mengetahui. Awal-awal saya sempat stress membaca dan mendengat berita virus corona, namun lama kelamaan saya berusaha menerima keadaan saat ini sebagai keadaan yang normal.



Di masa pandemi ini ada beberapa hal yang setelah sekian lama tidak saya lakukan, tergoda untuk melakukannya lagi bahkan mungkin berlanjut setelah virus corona minggat dari Indonesia. Pertama kalinya saya nonton lagi drama Korea #ahay. Sejak melahirkan, saya tak pernah lagi menginjakkan kaki di bioskop. Kalau ingin nonton ya streaming dari aplikasi maupun website. Masa pandemi ini bikin saya nonton lagi, karena sudah mati gaya juga membunuh bosan dengan cara apa.
Hal kedua yang sudah lama tidak saya lakukan adalah mengikuti kelas online semacam webinar dan kuliah WhatsApp. Kelas online ini sangat membantu saya yang ingin hadir langsung untuk belajar namun tak bisa karena si kecil harus ikut. Nah bersyukur banget di masa pandemi ini masih ada komunitas maupun perseorangan yang berbagi ilmu melalui kelas virtual. Suasana 'kelas' pun tetap kondusif lho dan bisa berinteraksi melalui kolom komentar. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia Content Creator (ICC) juga mengadakan gathering virtual dengan Mbak Muyassaroh Hafidzoh. Nah malam ini juga akan diselenggarakan lagi virtual gathering bareng ICC khususnya yang sedang ikutan one day one post (ODOP). Kegiatan ini bener-bener jadi penyegaran baru buatku untuk mengawali tahun 2021 supaya lebih semangat!




Terakhir, saya bersyukur banget karena bisa bertemu teman-teman yang biasanya kerja di kantor eh karena kebijakan kerja di rumah jadi bisa ngobrol virtual deh. Ketemu langsung itu seringnya nggak bisa dateng semua dan sulit mencocokkan jadwal. Tapi akhirnya bisa ketemu virtual walau sama aja sih nggak semuanya bisa stand by juga karena sambil memantau kerjaan, ngetik dokumen, bahkan bisik-bisik karena kebagian masuk kerja.


Semua hal-hal baik ini, khusus nya kelas online dan video conference bareng teman-teman mudah-mudahan masih bisa berlanjut setelah pandemi berakhir. Kapan lagi ya kan kita menambah ilmu walau dari rumah dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman lain yang sibuk dengan berbagai aktivitas. Doa saya sangat menggebu-gebu, ya Allah perkenankanlah pandemi ini berakhir aamiin...
January 18, 2021

Memulai Hobi Berkebun

by , in

Semenjak kepindahan kami ke rumah ini, kami khususnya aku senang merawat tanaman-tanaman di taman kecil depan rumah kami. Waktu kecil aku pernah membayangkan, menanam biji-biji dari buah-buahan yang selesai ku makan. Namun hal itu tentu saja hanya di angan-angan. Sekarang alhamdulillah aku bisa merealisasikan apa yang pernah tersirat dalam ingatanku dan baru ku sadari itu. 


Beberapa bulan setelah pindah, coronavirus melanda negeri ini. Beruntung rasanya kami pindah di waktu yang tepat. Taman kecil di depan rumah menjadi kebun percobaanku yang sedang merealisasikan keinginan masa kecilnya. Aku mulai menanam biji alpukat, biji salak, biji cabe, sampai daun bawang. Semuanya tumbuh satu per satu menjadi sumber kebahagiaan tersendiri buatku. Selama masa pandemi hobi berkebun tanaman hias pun menjadi trend karena sebagian besar waktu pekerja kantoran dilakukan di rumah aja. Tanaman-tanaman yang dulu biasa saja, sekarang berharga mahal dan diburu orang. Tanaman liar yang orang pikir tak akan ada harganya pun sekarang dikemas menarik dengan pot terracotta dan tawon yang makin memikat daya tarik. Sungguh pintar orang memanfaatkan peluang dan mengambil keuntungan dari pandemi ini. 


Toko perabot rumah tangga pun sekarang menyediakan pot. Beruntung rasanya kami tinggal di wilayah yang dekat dengan toko perkakas berkebun berharga miring sehingga selalu ramai karena bisa dijual lagi. Tak dipungkiri, aku pun kecipratan semangat untuk berkebun. Kalau diingat-ingat, sebenarnya naluriku untuk berkebun itu sudah ada sejak masa SMP. Datang lebih pagi dari kawan-kawan yang lain, aku pun memilih menyirami bunga-bunga di taman depan kelas. Memang sudah ada petugas piket yang dijadwal bergiliran untuk melakukan kewajiban satu ini, tapi dengan senang hati aku melakukannya walau bukan jadwal piketku. Kalau orang-orang tuh pengen cari tanaman-tanaman yang sekarang mahal dan langka, ku sarankan datang saja ke sekolah-sekolah hehehe. Saat SD pun aku senang sekali menyiram tanaman depan kontrakan tiga petak kami, walau hanya daun keladi yang gatal itu. 


Dulu aku nggak paham dan tidak peduli dengan nama-nama daun. Tapi sekarang, mulai mengenal satu per satu bahkan ikut berburu semenjak teras rumah kami ditembok pada satu sisinya. Rumah kami pun menjadi lebih sedap dipandang mata dan privacy terjaga. Begitupun tetangga yang memiliki taman yang indah, tentu saja aku terinspirasi untuk mempercantik halaman rumah kami juga. Sadar atau tidak, saat kita menanam, kita turut serta membantu tanaman bertasbih lho. Yuk mulai menanam, mungkin kapan-kapan ku foto deh hasil berkebunku

Tasbih


January 17, 2021

Surat untuk Ananta

by , in
Untuk yang tersayang, dimanapun dan kapanpun kau baca surat ini, doa keluarga selalu mengiringi setiap jejak langkah yang kau pilih.

Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita dan siapa anak kita kelak. Kami menantimu penuh sukacita dalam doa di setiap malam-malam panjang agar kau selalu sehat dan kelak menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua, tak kurang suatu apapun. Di usiamu saat ini, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang yang tak terbatas seperti yang teruntai dalam nama terakhir mu. Sesungguhnya engkau hanyalah titipan Allah nak.. sebaik-baiknya titipan Allah SWT yang kelak harus bermanfaat bagi orang lain.

Saat sekarang Mam menulis ini, kau masih ditimang-timang dalam pelukan Papah dan Mama. Kami bersyukur memiliki mu karena kau hadir sebagai pelipur lara saat kakek tiada, sebagai penghibur saat hujan deras datang malam hari, sebagai teman kala lampu padam karena listrik mati. Ada masa saat Mam kesal karena tangisan mu tak kunjung berhenti, rengekan mu tak jua usai saat Mam batuk dan pilek. Waktu itu rasanya kepala mau pecah, tapi setelah kau tenang… Mam merasa bersalah dan meminta maaf saat kau tidur. Wajahmu sangat menenangkan setiap orang yang melihat. Kau pun ramah dan suka tersenyum malu-malu saat orang memanggil namamu.

Memasuki pengenalan makanan, kau makan dengan lahap bubur dan biskuit bayi. Walaupun berat badanmu belum mencapai garis ideal, namun kau bukan anak yang kekurangan gizi. Dari hari ke hari berat badanmu semakin berat saat digendong. Kau pun mulai merangkak, duduk sendiri di kursi makan, dan maunya berdiri. Ah, tak sabar rasanya melihat kakimu berlari dan berjalan serta mengayuh sepeda tanpa perlu bantuan.

Kal, kelak kau akan tau… tersenyum malu-malu saja tak cukup untuk melembutkan hati manusia. Saat kau dewasa nanti, berdirilah yang tegak. Hadapi segala ujian yang Allah SWT berikan untuk menambah pahala untukmu. Carilah ilmu dan bagikanlah ilmu yang kau tau ke orang lain, jangan lupa beramal, dan jadilah anak yang soleh.

Suatu hari nanti saat kau baca ini, semoga kita masih dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin ya robbal alamiin.

Source: PicsArt

January 16, 2021

Merawat Kesehatan Kulit dengan Facial Home Treatment dari eBright Skin 

by , in

Masa-masa pandemi yang bikin kita kelamaan di rumah aja, bikin kita putar otak ya kan supaya tetap happy & produktif. Mulai dari belanja kebutuhan sehari-hari secara online, meeting online, sampe urusan perawatan kulit pun sebisa mungkin dilakukan di rumah. Kita bisa aja panggil tim perawatan kulit ke rumah dari tempat treatment langganan. Tapi kalau nggak yakin dengan kebersihan dan keamanannya, kita bisa juga kok facial sendiri di rumah. 


Pemakaian skincare yang kita aplikasikan sehari-hari ke wajah itu ternyata belum cukup lho untuk merawat kesehatannya. Facial treatment adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit kita selanjutnya. Kesehatan tentunya jadi hal yang paling utama, begitu juga dengan kesehatan kulit wajah.


eBright skin


Beberapa hari lalu aku dikenalin sama produk facial home treatment dari eBright Skin. Cukup dengan dua produk, kita bisa facial treatment sendiri di rumah. Nah untuk kulit yang berjerawat, eBright Skin juga dilengkapi dengan Acne Clarifying Mask. Sementara untuk mengecilkan pori-pori dan komedo, bisa dilengkapi dengan Pore Tightening Clay Mask. 

eBright skin


eBright Skin Exfoliating Tonic Scrub ini menyerap kotoran dan minyak berlebih lalu mengubahnya menjadi bulir-bulir scrub. Sel-sel kulit mati dihempaskan dengan lembut dan nggak bikin muka kita kering karena produk ini mengandung pelembab juga lho. Ukurannya 30 gram dibandrol dengan harga Rp 55.000,- . Aku pakai ini dua hari sekali, sehari pake sehari nggak, jadi nggak harus setiap hari. Biasanya ku pake setelah mandi dan cuci muka. Setelah kondisi muka kering, baru deh ambil secukupnya terus diusapkan ke seluruh wajah sampe bulir-bulir scrubnya itu keluar. Setelah itu bilas dengan air tanpa sabun. 

eBright skin


eBright skin

Selesai dibilas, lanjut menggunakan eBright Skin Rich Gel Hydrating Moisturizer yang mengandung aloe vera, diamkan 30 menit sebelum dibilas lagi. Bisa juga menjadi sleeping mask untuk kulit yang berminyak.  Aku pernah coba setelah menggunakan produk ini lanjut memakai day cream yang mengandung spf lalu bedak tabur. Hasilnya kulit terasa lebih nyaman, nggak lengket, dan lembab. Gel dengan ekstra pelembab dengan Vitamin B dan Licorice Extract ini secara khusus diformulasikan untuk merawat keremajaan semua jenis kulit terutama kulit berminyak. Berukuran 15 gram dibandrol dengan harga yang sesuai dengan kualitasnya, yaitu Rp 85.000,-. Sayangnya kemasan gel ini berbentuk cepuk jadi gampang berceceran saat digunakan. 


Rangkaian produk ini membantu regenerasi kulit kita tanpa khawatir kulit jadi kering karena kelembabannya sangat terjaga. Kita nggak perlu repot juga deh keluar rumah untuk memiliki kulit yang sehat. Kulit sehat tentunya idaman setiap wanita, apalagi eBright skin sudah halal dan aman digunakan untuk ibu hamil serta menyusui. Produk-produknya bisa langsung dibeli di Official website ebrightskin.id. Facial treatment tanpa harus keluar rumah? eBright Skin hadir untuk memenuhi kebutuhan kulitmu supaya tetap terjaga kesehatannya. 




January 15, 2021

3 Channel YouTube untuk Belajar Agama Islam Sejak Masa Anak-anak 

by , in

Masa anak-anak merupakan hari-hari menyenangkan yang tak kenal waktu untuk bermain. Dalam kehidupan si kecil, aku selalu melihatnya gampang untuk bahagia, ketawa-ketawa, nggak lama setelah diomelin eh udah hepi lagi. Itulah dunia anak-anak yang aku lihat, cepat sekali memaafkan dan tingkah lakunya mudah sekali bikin hati kita luluh. Seiring dengan pertumbuhannya yang pesat, saat-saat bermain bersama aku berusaha menyisipkan pembelajaran agama sejak dini. Agar tak hanya perkembangan fisik dan mental saja yang optimal namun kecerdasan spiritualnya juga. 


Alhamdulillah di era perkembangan teknologi yang semakin canggih, para orang tua termasuk kami nggak kehabisan ide untuk berkegiatan bareng si kecil. Ragam alat bermain, printables, hingga tayangan pembelajaran seputar agama Islam sudah banyak dibagikan oleh berbagai website, kajian dakwah online, maupun akun media sosial termasuk YouTube. Ada beberapa channel YouTube yang menjadi favoritnya si kecil nih dan bisa direkomendasikan untuk anak-anak di rumah juga. 



Nussa Official

Channel YouTube satu ini mengisahkan tentang dua kakak beradik yaitu Nussa dan Rara yang mengajak anak-anak untuk bernyanyi dan mencontohkan hal-hal baik. Sang kakak laki-laki, Nussa, adalah seorang anak yang berkebutuhan khusus namun tetap semangat menjalani kehidupannya. Sementara sang adik perempuan, Rara, adalah anak yang lugu dan penuh banyak pertanyaan-pertanyaan cerdas. Tokoh-tokoh lain juga berperan penting dalam mendukung tayangan agar menjadi teladan yang bisa dicontoh anak-anak Indonesia. Judul-judul yang saya ingat diantaranya, Toleransi, Lagu huruf-huruf Hijaiyah, Berkata Baik, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Riko The Series

Memperlihatkan anggota keluarga yang lengkap, channel satu ini membungkus ciri khasnya dengan kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Segala pengetahuan yang dihadirkan bersumber dari ayat suci Al Qur'an. Bukan hanya anakku aja nih yang jadi pinter, tapi aku juga ikut nambah ilmu kalau lihat Riko The Series.


Yufid Kids

Tayangan anak-anak satu ini masih berhubungan dengan Yufid TV. Tokoh-tokoh yang ditampilkan berwujud faceless dengan penanaman ilmu agama seperti hari raya Idul Adha, Idul Fitri, Bulan Ramadhan, dan pembelajaran bahasa arab. Masya Allah mudah-mudahan tayangan-tayangan Yufid Kids bisa terus diperbaharui.


Dari tiga channel YouTube yang sudah ada, aku berharap semakin bertambah content creator yang menghadirkan pembelajaran agama sejak dini. Tontonan anak-anak pun menjadi lebih berkualitas dan orang tua juga terbantu dalam mendidik putra-putrinya. Insya Allah menjadi amal jariah juga dan senantiasa bermanfaat juga berpahala sebagai bekal di akhirat kelak.



January 14, 2021

Seni dalam Perjalanan Hidupku

by , in

 Jika seni hanyalah sebuah puisi.

Jelas, aku sudah menitinya sejak dulu.

Jauh sebelum goresan tanganku ku sebar pada mata-mata maya.


Jika seni adalah petikan dawai gitar.

Tentu, aku sudah melakukannya sebelum engkau.

Dulu sebelum kau lahir dan membagikan kunci-kunci gitar masa kini, saat aku masih tertatih belajar membacanya di majalah musik masa itu.


Jika seni sekadar bernyanyi.

Sudah pasti aku yang jadi juaranya.

Cermin-cermin dalam rumah orang tuaku tau pasti itu.


Jika seni merupakan sebuah pujian dan kebanggaan.

Kebahagiaan itu pernah ku raih di masa lampau.

Saat buku tulis bersampul 'Cinta Rasul' menjadi imbalannya.


Jika seni termasuk dalam kolom pekerjaan.

Terdengar gelak tawaku dari kejauhan yang membayangkan seorang penabuh gendang diakui negara dalam selembar kartu keluarga. Bukan aku pesimis, atau bahkan takut tak laris. Tapi kata seniman dalam kolom pekerjaan, terasa asing di telingaku yang awam.


Seniman, begitu seorang pelaku seni disebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), seniman adalah orang yang mempunyai bakat seni dan berhasil menciptakan dan menggelarkan karya seni (pelukis, penyair, penyanyi, dan sebagainya). Sama halnya dengan bidang lain, seni bisa dipelajari hingga perguruan tinggi. 


Saya yakin dalam jiwa seseorang tetap ada seni yang mengalir di dalamnya. Seni ukir, seni tulisan kaligrafi, seni lukis, dan bentuk kesenian lainnya yang bisa menyeimbangkan kehidupan seseorang. Allah SWT menciptakan manusia dengan otak kiri dan kanan. Otak kiri berfungsi untuk menganalisis, berpikir logis, hal-hal tentang pengetahuan. Sementara otak kanan berfungsi untuk berkreasi, berimajinasi, seni, dan tentu saja kontrol atas tangan kiri. Saling melengkapi dan saling menyeimbangkan, begitulah seni hadir dalam kehidupan kita.


Dalam banyak catatan karya seni saya yang kadang dicibir orang. Ada beberapa penghargaan yang saya raih sejak usia dini. Siapa sangka, perempuan ini dulu juara tiga lomba kaligrafi, juara satu lomba puisi yang berjudul azan, mewakili kecamatan untuk lomba puisi tingkat kabupaten. Sayang sungguh sayang, jerih payahnya tak dilihat orang bahkan yang paling dekat. Habis sudah energi masa kecilnya untuk membuktikan bahwa ada bakat yang bisa dikepakkan 'ketimbang' menari jaipong memamerkan pesolek lemah gemulai bahkan disawer orang. Yah, harapan kita ada di level yang berbeda.


Bakat itupun terkubur hidup-hidup. Tanpa ada yang tau bahwa mungkin aku sangat cocok jadi mahasiswi IKJ.


IKJ




January 13, 2021

Memakai Skincare Skin Dewi, Skincare Organic yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

by , in

Dipertemukan lagi deh dengan produk perawatan kulit wajah yang aman disegala kondisi, baik sedang hamil atau menyusui, itu rasanya happy sekali. Eits, aku memang belum hamil lagi tapi jadi nambah nih ilmu seputar skincare yang ternyata ibu hamil dan menyusui juga tetap harus rajin dong merawat kulit.  Untuk ibu hamil dan menyusui aja aman banget,  apalagi dipake sama aku ya! Serum Skin Dewi yang terbuat dari bahan-bahan alami ini bikin rasa penasaran makin membuncah karena enggak sabar mau pake dan lihat hasilnya. Then after two weeks, ketagihan banget pake produk ini karena kalau digunakan malam hari itu bikin rileks pas mau tidur dan kalau dipake pagi hari aromanya bikin happy dan semangat pake skincare.


Skin dewi


Harap maklum ya aku ini termasuk orang yang malas aplikasikan skincare ke wajah karena berpikir cuma beraktivitas di dalam rumah gitu. Padahal ya kulit juga butuh asupan nutrisi yang cukup supaya tetap sehat terawat. Kulitku ini cenderung kering dan suka tiba-tiba muncul jerawat batu. Pakai produk apapun biasanya enggak terlalu rewel dan gampang cocok. Maka dari itu berani cobain serum dari Skin Dewi yang bahan-bahannya alami dan tentunya berkualitas. 



Pas buka kemasannya pertama kali tuh aromanya khas banget ya. Wangi jamu tapi engga ganggu sih wanginya untukku pribadi. Aroma yang tercium itu natural banget karena Skin Dewi ini produk-produknya terbuat dari bahan alami dan diambil dari kandungan essential oil. Langsung aja deh dicobain pake untuk malam hari sebelum tidur. Teksturnya memang oil ya tapi di wajah nyaman-nyaman aja sih. Di hari berikutnya coba pake serum dulu sebelum sunscreen, buat kulitku harus ditambahin lagi sama bedak padat atau bedak tabur supaya wajahku engga kelihatan berminyak. 



Tamanu Green Serum ini diklaim lebih cocok untuk meredakan jerawat. Kulit wajahku ini sih emang enggak ada jerawat merah-merah banyak gitu cuma kadang muncul jerawat batu. Si jerawat batu ini jadi lebih cepat mengeluarkan isinya, efektif untuk penyembuhan jerawat dan enggak perlu menunggu lama. Sudah terbukti hasilnya ku alami sendiri dan ku rasakan. Malam harinya aku coba lagi pake sebelum menggunakan krim malam tapi hasilnya wajahku lengket banget. Kandungan krim malam yg ku pake sepertinya engga cocok dengan Tamanu Green Serum yang teksturnya oil. 


Akhirnya aku lebih nyaman pake serum satu ini di malam hari aja sebelum sleeping mask. Nah formula satu ini pas banget bikin rileks sebelum tidur dan bangun pagi juga kulit wajah engga berkilat gitu. Efek adem yang muncul dari kandungan peppermint nya berasa juga. Kalian boleh banget cobain cara pakai yang satu ini karena cara ini bener-bener bikin aku nyaman banget. Skin Dewi Tamanu Green Serum dengan kandungan phytosphingosine menyejukan kulit yang kemerahan. Direkomendasikan untuk kulit yang mudah berjerawat. Cukup 2-3 tetes tiap diaplikasikan ke wajah sebagai serum maupun moisturizer



Produk-produk Skin Dewi ini dibuat dengan sungguh-sungguh lho. Founder Skin Dewi telah menggali ilmu tentang perawatan kulit organik di Formula Botanica, School of Natural Sciences, UK. Ilmu soal perawatan kulit organik terus beliau gali dengan mengikuti kelas School of Natural Skincare dengan Robert Tisserand dan mengikuti pendidikan di Grasse Institute of Perfumery France, Prancis. Sampai akhirnya memberanikan diri untuk meracik produk skincare di bawah merek Skin Dewi. Melalui Skin Dewi ini, ia tidak hanya sekadar menjual produk skincare, melainkan ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perawatan kulit. Buat temen-temen yang lagi cari skincare organik untuk merawat kulit yang natural, Skin Dewi jawabannya. 







L

January 12, 2021

Sharing Time Bersama Muyassaroh Hafidzoh: Penulis Novel Hilda dan Cinta Dalam Mimpi

by , in

Sharing time Indonesian Content Creator dalam rangka One Day One Post (ODOP) semalam mempertemukan kami dengan penulis novel Hilda dan Cinta Dalam Mimpi, Mbak Muyassaroh Hafidzoh. Sebelum memulai sharingnya, Mbak Muyas mengajak kami untuk merespon dengan sebuah kata untuk cerita fiksi yang beliau bagikan. Hingga sampai pada kesimpulan alam bawah sadar sebagian besar orang, sementara saya memilih untuk netral alias tidak menjawab. Saya masih berusaha mencerna dalam sharing yang akan didiskusikan kali ini karena bila melihat tema-tema sebelumnya memang agak sulit saya pribadi untuk menarik benang merahnya. Namun, siapa sih yang nggak mau jadi penulis yang menerbitkan sebuah buku? Yang satu ini adalah salah satu mimpi saya sejak dulu walau belum tau kapan merealisasikannya.



Mbak Muyas menulis buku yang bersinggungan dengan kekerasan seksual. Dalam hal ini tentu peran keluarga sangat penting untuk mendukung dan mendampingi korban-korban kekerasan seksual yang seringnya tidak mendapat keadilan. Sebuah hal bisa dinyatakan termasuk kekerasan seksual itu bila ada unsur paksaan dan ancaman pada korban. Namun sebagian besar kasus kekerasan seksual amat sangat merugikan korban yang biasanya perempuan.  Tidak menutup kemungkinan laki-laki pun mendapatkan kekerasan seksual dan tentu saja memilih menutup rapat perihal kekerasan seksual ini karena itu aib. Orang-orang yang berani bersuara biasanya tidak dipercaya, dikucilkan, diasingkan, dikeluarkan dari sekolah, hingga dipaksa menggugurkan kandungan, bahkan oleh orang tuanya sendiri.


Pembahasan semalam mengorek luka lama perihal kasus-kasus kekerasan seksual yang pernah juga saya dengar dari cerita nyata pejuang-pejuang lain. Pembahasan terkait ini tak akan berkesudahan karena benar-benar bisa sampai menyulut emosi, belum lagi pembahasan tentang kekerasan seksual pada anak-anak. Pedih hati ini rasanya saat mendengar berita-berita di layar kaca maupun pada layar gawai. Sebagai perempuan yang pernah menjadi anak-anak dan sekarang memiliki anak, sulit membayangkan ada di posisi korban. Kekerasan seksual yang dilakukan di tempat sepi, dilakukan pada wanita-wanita berpakaian rapi, dilakukan saat korban tak sadarkan diri, dan berbagai cara lain yang bikin mata, kuping, dan hati rasanya ikut tercabik-cabik. 


Adakah pelaku kekerasan seksual berpikir bagaimana nasib korbannya? Bagaimana orang-orang yang membesarkan korban akan sangat terpukul? Bagaimana bila itu terjadi pada dirinya sendiri atau saudara kandungnya? Gelap mata. Saya rasa tak ada lagi celah untuk berpikir jernih jika kekerasan seksual sudah terjadi. Lantas? Apa kita memang harus diam saja membiarkan hal ini bila ada di sekitar kita? Mbak Muyas menyarankan untuk meminta bantuan pada lembaga bantuan hukum terdekat yang fokus pada kasus kekerasan seksual. Saya yakin kondisi korban pasti terpukul dan butuh waktu untuk menyelesaikan kasus kekerasan seksual. Belum lagi beban psikologis yang membuat maju-mundur. 


Mungkin teman-teman ingat juga ya kasus yang sempat viral, Amy Fitria, beliau memiliki bukti CCTV bahkan sampai terluka karena pelaku namun itu tidak bisa menjadi bukti yang kuat untuk kasus kekerasan seksual. Setahun mengalami trauma sampai akhirnya beliau menceritakan kasusnya pada instagram pribadi. Walau harapan saya pribadi untuk keadilan penegakan hukum di Indonesia sangat tipis dan meragukan tapi mudah-mudahan suatu hari nanti ada hari dimana kita semua bisa bernafas lega karena keadilan di bumi sudah bisa ditegakkan. 


Odop icc





January 11, 2021

Nonton Bareng 'Teachers' di STRO TV

by , in

 Hadir dalam virtual screening film Teachers adalah pertama kalinya untuk saya di masa pandemi ini. Walau sempat terputus-putus karena sinyal yang cenat-cenut, tetap nggak mengurangi keseruan acaranya. Dipandu oleh Kakak Rizky Mocil yang juga berperan sebagai guru yang suka pake jas laboratorium di film teachers. Kak Mocil pun memperkenalkan para pemain yang ikut hadir dalam press conference ini. Hadir juga sutradara dan juga pihak-pihak dari STRO yang ikut andil dalam menyukseskan film ini.

Teachers


Film action comedy ini menghadirkan pemeran utama Yova Gracia sebagai Agnes. Perempuan satu ini adalah seorang polisi yang ditugaskan untuk membongkar kasus narkoba di sebuah sekolah. Agnes pun menyamar sebagai guru olahraga. Hingga pada suatu hari penyamarannya diketahui oleh Meg yang diperankan oleh Estelle Linden. Pengusutan kasus narkoba ini pun ternyata menemukan jalan buntu karena salah tangkap terhadap orang yang diduga sebagai pengedar narkoba yaitu kepala sekolah yang diperankan oleh Epy Kusnandar sebagai Glen. Agnes pun akhirnya memilih dirumahkan dan tidak lagi bekerja sebagai polisi. Anak-anak di sekolah pun merasa kehilangan sosok Agnes yang sudah mengajari mereka banyak hal selama di sekolah.


Sampai akhirnya saat pertandingan sepak bola antar kelas berlangsung, terungkaplah bahwa selama ini tersangka utamanya adalah benar ada di sekolah itu juga, hmm siapakah dia? Kasus ini pun akhirnya berhasil dipecahkan oleh Agnes dan Meg. Film ini dimeriahkan juga oleh peran anak-anak sebagai murid-murid di sekolah tersebut. Beberapa diantaranya ada Kendra Sophie sebagai Andien si ketua kelas, Fatoumata sebagai Minaj, Sinyo sebagai Justine, dan masih banyak lagi pemeran pendukung lainnya yang menghidupkan cerita di film ini. Oh iya, menyaksikan film ini harus dengan bimbingan atau dampingan orangtua yaa!


Buat temen-temen yang penasaran dan pengen cepet-cepet nonton bisa langsung aja unduh aplikasi STRO di playstore. STRO adalah aplikasi streaming berbasis subscription dari Stroworld. Biaya langganannya juga murah lho hanya 10 ribu rupiah aja, kita bisa nonton film-film karya rumah produksi terbaik Indonesia termasuk STRO original movies dan original series. Nah tunggu apalagi? Download sekarang and enjoy the movies!




January 10, 2021

Membaca Perjalanan Wisata yang Manis dalam Lembaran Cerita Yani Lauwoie

by , in
Di tahun ini saya sama sekali belum pernah baca buku untuk penghiburan pribadi, seringnya baca buku untuk anak yang berulang itu saja ceritanya. Masuk masa corona, akhirnya saya baca buku lagi untuk mengisi waktu luang selain nonton film, scrolling sosmed, dan kegiatan domestik. Di bulan puasa Mei lalu pun saya paksakan diri untuk menyelesaikan tantangan dari Blogger Perempuan (BP). Bukan apa-apa, di tahun 2018 tantangan 30 hari posting blog ala BP sanggup ngangkat Domain Authority, jadi bermanfaat banget! Saya nggak menyangka beroleh hadiah buku berkat tantangan ini, itupun baru sadar ketika melihat instagram story blogger lainnya.. dapet masker lucu juga!

Dulu saya suka baca cerita perjalanan temen-temen di kaskus, karena saya termasuk pelaku yang senang jalan-jalan low budget. Siapa sih yang nggak kepengen jalan-jalan ala koper? seringnya baca blog travel blogger itu bercerita tentang perjalanan dari pesawat yang satu ke pesawat yang lain. Saya pun nyemplung di komunitas travel blogger sambil berdoa mudah-mudahan suatu hari nanti giliran saya yang bisa ke tempat-tempat tersebut. Anyway baca buku saat sudah punya anak batita itu ternyata nggak gampang, biasanya saya sanggup menyelesaikan buku dalam sehari.

Explore, Enjoy, and Repeat karya Yani Lauwoie berbagi tentang pengalaman-pengalaman perjalanan yang khas dari berbagai negara. Berbeda dengan cerita perjalanan yang sering saya baca bercerita tentang budget sampai itinerary. Buku ini membuat saya membuka jendela pikiran bahwa perjalanan wisata itu ya nggak selamanya mulus-mulus aja pasti ada tantangan yang dihadapi. 

Hidup tidak berhenti karena tua adalah satu dari sekian banyak sub judul yang memberi kesan tersendiri untuk saya. Kak Yani Lauwoie mengisahkan kekagumannya saat mengunjungi Australia, tempat dimana kualitas hidup para penduduknya yang tidak mengenal batasan usia. Walaupun memasuki usia hampir setengah abad mereka masih produktif melakukan berbagai pekerjaan. Biasanya yang saya tau sesepuh-sesepuh itu sudah sakit-sakitan dan mengalami post power syndrome setelah aktif bekerja bertahun-tahun. Saya jadi membayangkan kalau umur panjang, bisa hidup bersama dengan tanaman-tanaman yang saya rawat hari ini. Bahkan mungkin tanaman-tanaman tersebut yang kelak menjadi ladang penghidupan. Budidaya ikan, budidaya jamur, beternak, mungkin akan menjadi aktivitas sehari-hari yang seru.

Jelang akhir tahun ini, saya berharap banget bisa tetap sehat beraktivitas. Virus COVID-19 sudah mulai menjalar ke tetangga jauh dan orang tua kawan dekat. Jangan sampai pertahanan diri yang hampir setahun dibangun ini gagal hanya karena lengah dengan protokol kesehatan. Mau banget jalan-jalan lagi, bahkan kalau bisa seperti Kak Yanu Lauwoie yang sudah berjalan jauh ke negara-negara lain.

Yani Lauwoie


January 09, 2021

Bepergian Bebas Sebebas Virus Corona

by , in


Virus corona di Indonesia pasti berakhir, namun hanya Tuhan yang tau kapan virus ini minggat. Sebulan, dua bulan, dan ini memasuki bulan ketiga, berbagai media berlomba-lomba memberitakan prediksi virus corona berakhir dan kapan mencapai puncaknya. Apakah meleset? Atau sesuai yang diberitakan? Entahlah. Pokoknya Virus ini sanggup membuat saya tidak bepergian jauh walau masih dalam kabupaten yang sama. Sanggup mengubah kebiasaan orang untuk berperilaku hidup bersih dan menggunakan masker saat bepergian kemana saja.

Ya ya ya..

Kelak kalau virus ini berakhir, saya ingin berkumpul dengan keluarga besar. Rasanya aneh dekat tapi tak 'sampai'. Padahal biasanya tiap sebulan sekali sebisa mungkin diagendakan ketemuan. Alhamdulillah kondisi seperti ini mudah dimengerti ya, bukan alasan yang dibuat-buat agar tidak bersilaturahmi. Orang tua memang pusat dari segala doa untuk kemudian direstui langkah kita. Bersyukur banget orang tua masih hidup dan sehat, kita masih bisa minta doa-doa beliau agar semakin mantap menjalani kehidupan. 


Tempat lain yang ingin saya kunjungi adalah tanah kelahiran. Walau disana hanya numpang lahir, tapi suasananya selalu dirindukan. Pematang sawahnya yang menghijau, aliran air sungai, perkebunan tebu, barisan bebek, kambing, dan sapi, semuanya masih melekat dalam ingatan saat tahun lalu kami pulang kampung. Alhamdulillah keluarga besar kami pun banyak disana dan ada uyut yang masih hidup, selalu ada alasan untuk pulang dan menikmati kebersamaan dengan handai taulan.

Tentunya saya juga ingin bebas bepergian ke taman bermain dan pusat perbelanjaan bahkan mungkin pergi berlibur dengan transportasi umum. Walau pusat perbelanjaan masih buka dengan toko-toko tertentu tetap saja tidak menarik perhatian. Hari ini kita diminta lebih banyak berempati dan menahan diri untuk berbelanja sesuai prioritas. Banyak di luar sana yang menahan lapar walau bulan puasa tak kunjung juga berbuka karena tak ada uang untuk bertahan hidup. Perhatikan juga sekitar kita, jangan sampai kita kenyang namun tetangga kelaparan. 

Sekarang kita masih diminta bersabar, menunggu Sang Maha Kuasa mengangkat penyakit ini. Tak ada ujian yang tak ada ujungnya ya kan? Segala sesuatu telah diciptakan satu paket tak terpisahkan. Seandainya saja suasana tempat yang dirindukan bisa dibeli semudah pesan makanan dengan ojek online, pasti rindu cepat terobati. 


January 08, 2021

Let's Read! Ayo Membaca dengan Cara yang Menyenangkan

by , in

Sejak usia sekolah dasar saya sudah akrab dengan perpustakaan. Disaat teman-teman memilih berlama-lama jajan ke kantin, seringnya saya memilih untuk menepi ke Perpustakaan sekolah yang cukup bikin nyaman. Penjaga sekolahnya adalah seorang guru bahasa Indonesia favorit saya. Saya ingat betul tiap ke Perpustakaan hampir selalu baca buku bersampul hijau dengan gambar cerita anak-anak di dalamnya, seingat saya karakternya bernama Tobi. Pernah juga saya menyelipkan buku bacaan ke dalam buku pelajaran saat mata pelajaran agama berlangsung. Benar-benar nekat kala itu, karena penasaran dengan kelanjutan cerita dari buku-buku Perpustakaan yang saya pinjam.

Membaca


Baca: Membaca Itu Menyenangkan


Masuk sekolah menengah, ternyata fasilitas Perpustakaan semakin nyaman. Ruangan berpendingin dengan bermacam-macam koleksi buku ensiklopedia. Saya pun bersekolah disana tak perlu mahal membeli buku-buku pelajaran karena semua kebutuhan buku dipinjamkan sehingga orang tua bisa berhemat dan tentunya kita harus merawatnya dengan baik. Perpustakaan menjadi ruangan favorit untuk ngadem apalagi saat bulan Ramadhan tiba hehehe. Begitu pula di bangku menengah atas, perpustakaannya luas sekali dilengkapi dengan unit komputer yang bisa mengakses internet. 



Sampai akhirnya saya bekerja di sebuah Perpustakaan perguruan tinggi tingkat pascasarjana dan buku-buku yang dikelola sebagian besar berbahasa Inggris. Sekarang baru terpikir, mengapa dulu saya tidak ambil kuliah ilmu Perpustakaan ya? Padahal kalau ditengok ke belakang saya hobi banget baca buku sekaligus menikmati berlama-lama di Perpustakaan. Memasuki gerbang pernikahan pun saya sebelumnya membekali diri dengan buku-buku bacaan seputar pengasuhan anak.


Baca: Bekerja di Perpustakaan


Dari sharing akun instagram tentang perkembangan anak yang saya ikuti, ternyata membacakan buku untuk anak bisa dimulai sejak masa kehamilan. Di trimester tiga, indera pendengaran anak sudah mulai berkembang dan sejak itu pula kita sebagai ibunya bisa mulai mengajaknya bicara serta membacakan buku. Nah setelah anak saya lahir, saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk memperkenalkan buku-buku cerita pada si kecil. Awalnya saya memperlihatkan boardbook berwarna kontras karena itu baik untuk perkembangan penglihatannya. Dia pun tertarik untuk menggenggam dan menggigit-gigit buku kecil tersebut. Sekarang udah banyak banget pilihan buku untuk bayi dengan cerita yang menarik dan bahan yang aman juga mudah dibersihkan. Saran saya untuk ibu-ibu yang baru akan memiliki anak pertama, beli buku-buku untuk si kecil itu jangan langsung seabrek karena belum tentu buku sebanyak-banyaknya yang dibelikan oleh kita langsung terbaca. Hati-hati mubadzir, lebih baik prioritaskan dulu untuk hal-hal yang esensial dibandingkan langsung menimbun buku-buku banyak. Saya pribadi membelikan buku-buku selanjutnya sesuai dengan minat si kecil, dia lagi suka ondel-ondel kah, suka lepas pasang stiker, menghindari buku-buku yang tidak menarik minat anak.




Ketika anak saya mulai bicara bahasa bayi, saya lanjutkan menceritakan isi dari buku-buku bergambar. Dia pun tertarik banget untuk ikut membolak-balik halamannya dan tentu saja buku-bukunya ada yang sobek karena saya juga memperkenalkan tidak hanya boardbook saja. Walaupun isi bukunya mungkin belum bisa langsung dimengerti oleh anak saya, tapi setidaknya dengan membaca nyaring anak saya terpancing minatnya untuk mencintai buku-buku. Terbukti ketika saya membacakan buku untuknya, dia mengikuti walau bahasa bayinya masih sulit dipahami. Tahap perkembangan si kecil pun seiring berjalannya waktu berkembang pesat terutama tahapan bicara, sebagian besar stigma di masyarakat menilai bahwa anak laki-laki akan lambat bicaranya dibandingkan anak perempuan. Alhamdulillah itu tidak terjadi pada anak lanang saya yang saat ini bicaranya sudah jelas dan mudah dipahami. Tips dari saya ketika kita mengajak anak ngobrol harus dengan bahasa yang benar bukan kita mengikuti bahasa bayi mereka tapi kita bicarakan kata-kata yang sebenarnya, misalnya menyebut mamam menjadi makan, mimik menjadi minum, dan seterusnya.



Buku cerita bergambar memang lebih menarik ya dan lebih mudah diceritakan ke anak. Interaksi yang terbangun antara saya dan si kecil lebih banyak ketika membacakan buku cerita bergambar. Anak saya bisa menyebutkan nama-nama yang ada di buku dan sering tanpa saya menyebutkan ulang, dia sudah tau sendiri. Masa-masa diceritakan isi buku seperti ini yang tidak saya peroleh saat masih anak-anak. Cerita-cerita sederhana dalam bentuk dongeng pun baru saya kenal saat duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu beberapa kawan membawa buku-buku dongeng ke sekolah, berjudul Cinderella, Putri Salju, dan cerita-cerita hewan. Sekarang saya juga jarang membacakan buku dongeng khusus ke anak, tapi saya suka mengarang bebas cerita-cerita fiksi sebelum tidur yang kadang memiliki pesan terselubung misalnya agar anak bisa mengendalikan emosi dan makan dengan lahap. 


Baca: Baca Buku untuk Bayi


Berbagai cara dilakukan untuk menyampaikan pesan, termasuk melalui cerita bergambar. Setelah kita merancang sebuah konsep cerita bisa dilanjutkan untuk menggambar tokoh-tokohnya. Tak perlu semirip mungkin namun cerita dan pesan yang ingin kita sampaikan bisa jelas tujuannya. Saya juga pernah menceritakan kisah pada anak-anak berkebutuhan khusus di Alor dengan media boneka. Dari sharing yang disampaikan Kak Bonchie, pendongeng asal Bogor, agar lebih hidup dan menarik perhatian dongeng bisa disampaikan dengan mengubah-ubah intonasi suara juga ekspresi wajah. 


Saat ini kegiatan membaca tentunya semakin menarik dan menyenangkan, walau sebagian besar pembaca sudah beralih dari buku teks ke layar handphone tapi kita tetap bisa mendapatkan bacaan-bacaan berkualitas hanya dengan aplikasi di smartphone. Beberapa waktu ini saya baru memulai membacakan cerita-cerita dari layar handphone. Seringnya cerita yang saya ambil random dari hasil penelusuran dunia maya, sampai akhirnya saya menemukan satu aplikasi yang banyak ragam bacaannya. Let's Read - Digital Library of Children's Books menjawab kebutuhan saya yang sedang giat membacakan cerita-cerita bergambar dari berbagai sumber. Aplikasi perpustakaan digital ini bisa ditemukan di playstore ya. Untuk tau cara lebih jelas penggunaan aplikasi Let's Read, temen-temen bisa play videonya di bawah gambar ini ya!


Let's read


Enggak ada alasan lagi kekurangan buku bacaan anak karena di Let's Read banyak banget pilihannya dan ada bermacam bahasa juga! Plus gambar-gambar yang disajikan menarik minat baca dong tentunya. Hmm bakal ketagihan dan kewalahan nih tampaknya ngubek-ngubek koleksi buku di aplikasi satu ini. Yuk unduh aplikasi Let's Read sekarang, dijamin enggak ada ruginya!

Let's read





January 08, 2021

Kasepuhan CiptaGelar

by , in
jalur setelah pelabuhan ratu


Semesta mendukung perjalanan kami kesana. Perbekalan yang cukup mengiringi langkah kami. Kasepuhan Cipta Gelar yg terletak di kawasan taman nasional gunung halimun memberikan nuansa tersendiri dihati para pengunjungnya termasuk saya. Boleh dibilang jatuh cinta, demikian pesona cipta gelar membuat saya tertarik untuk kembali. Perjalanan yang kami tempuh seharian penuh sejak pagi hari dari asrama kampus dengan mengendarai empat sepeda motor. Kami berangkat dengan penuh semangat sampai akhirnya menempuh akses yg tak terduga setelah melewati kasepuhan sinar resmi. Kasepuhan cipta gelar menyambut kami hangat pukul 23.00 WIB.

di depan imah gede


Jumat, 15 Mei 2015 adalah hari pertama kami menghirup udara pagi di Cipta Gelar. Terima kasih untuk Pak Ukar dan Pak Upar yang menyambut kami dengan sangat baik semalam. Pakaian-pakaian, alas kaki, dan jas hujan kotor dicuci. Beberapa anjing terlihat berkejaran pagi itu, mereka memang tidak menggigit kami, tapi mereka menggigit dan menyembunyikan alas kaki di kolong rumah panggung. Oh iya, kami beristirahat di imah gede yang berbentuk L. rumah ini nyambung dengan rumah keluarga abah dan dapur yang selalu ngebul. Kami berkeliling melihat-lihat kegiatan masyarakat kasepuhan Cipta Gelar hari itu ditemani seorang kakek yang aku lupa namanya hahaha

pocong-pocongan


Laki-laki disana selalu mengenakan ikat kepala dan perempuannya mengenakan kain bawahan. Kami diajak mengamati kegiatan masyarakat memanen padi dan membuat pocong-pocongan dari padi yang telah menguning. Aku memilih memberi makan kambing saja. Aki pun mengajak kami ke rumah pohon untuk melihat pemandangan dari atas. Setelah itu kami melihat banyak lumbung padi yang bersebelahan dengan bilik-bilik pemandian umum, pemandangannya bagus deh! lumbung-lumbung yang bernama 'leuit' berjajar rapi dan sedap dipandang. Kami pun berkunjung ke rumah seorang warga kasepuhan cipta gelar yang membuat aksesoris gelang dan cincin dari bahan alami. Sore harinya kami mengunjungi tempat pembuatan kopi khas cipta gelar. Kopi dengan gula aren ini lebih enak dimakan gulanya saja bagi saya yang tidak terlalu cinta kopi :D
Kami menghabiskan malam di rumah Kang Yoyon yang hobi banget utak-atik alat musik, otomotif, dan barang-barang elektronik lainnya, kreatif deh!

Fajar dan aki pembuat gelang


Masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan tentu memiliki cara tersendiri untuk merawat dan melindunginya termasuk warga kasepuhan. Perjalanan ke Ciptagelar tergantung niat dari pengunjung jika ingin sampai dengan selamat katanya. Kasepuhan Ciptagelar berada di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Berlokasi di lereng bukit bagian selatan Taman Nasional Gunung Halimun dan termasuk dalam Kesatuan Adat Banten Kidul. Warga disana hidup dari hasil bumi yang ditanam, dipetik, dan dipanen sendiri. Kawasan Kasepuhan Ciptagelar tidak pernah mengalami kekeringan, air mengalir jernih dan aliran Sungai Cibeno dimanfaatkan juga sebagai sumber energi listrik menggunakan turbin. Masyarakatnya pun memasak dengan kayu bakar dan sangat menghormati nasi agar jangan sampai tidak habis saat makan apalagi terbuang sia-sia. Pengambilan kayu dan jumlah yang bisa diambil pun juga ditentukan, sehingga hutan tetap lestari karena dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan menjunjung tinggi aturan adat. 

Esoknya, kami mempersiapkan diri lebih awal karena akan berhenti di pantai sekitar jalan pelabuhan ratu dan siang hari kami pun sampai di pantai Citepus. Perjalanan pulang dipilih melalui jalur utama karena khawatir si boncel tak kuat menempuh jalur alternatif.

Abah dan kawan-kawan


Pelajaran hidup yang ku ambil selama disana adalah sama sekali nggak boleh membuang nasi. Masyarakat yang tinggal di wilayah kasepuhan cipta gelar sangat menghormati itu dan jika ada musibah yang datang, penyebabnya bisa berasal dari buang-buang nasi. Dari kecil memang sudah diajarkan untuk tidak membuang nasi, namun sekarang aku lebih menghargainya :)

Teman-teman seperjuangan yang ada di foto ini sekarang sudah berpisah jarak satu sama lain. Walau masih ramai digrup namun untuk berkumpul dan mengulang perjalanan ke Ciptagelar seperti hal yang mustahil. Sudah berpasang-pasangan dan beranak, yah semoga saja bakal ada petualangan seru yang bisa kami rencanakan lagi. Menikmati perjalanan menuju kasepuhan-kasepuhan lain dan ikut bangga dengan tradisi budayanya.

Pantai Citepus



Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram