April 30, 2020

Ide untuk Mencoba Keterampilan Baru di Rumah

by , in
Semenjak virus corona hadir di Indonesia banyak aktivitas yang tidak diperbolehkan untuk terus berjalan termasuk para pekerja event, pedagang, bahkan pegawai pabrik. Saya termasuk orang yang memilih bekerja dari rumah jadi virus corona yang menggerogoti hampir semua bidang tidak berdampak besar pada aktivitas sehari-hari. Kalau dipikir-pikir kita nggak bisa terus bergantung pada orang lain ya, bekerja pada perusahaan orang, dan mengandalkan keramaian untuk bisa mendapatkan uang. Semua hal berubah drastis dan menjadi sebuah kehidupan normal yang baru.


Beberapa keterampilan yang mungkin oleh sebagian besar orang dianggap tak relevan lagi di era digital ternyata berguna di masa pandemi ini. Pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menjadi sumber kebutuhan pokok utama bagi kehidupan saya pikir harus dipelajari dengan baik walau kita tak lagi hidup di desa atau belum pernah tinggal di desa sama sekali. Ketahanan pangan yang kuat bisa dimulai dari diri sendiri dengan memulai keterampilan bercocok tanam, memelihara ikan, ayam petelur, hingga sapi jika mampu.



Bagi pembaca yang memiliki keterbatasan lahan di rumah, bisa lho melakukan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber). Ikan lele dan kangkung bisa dibudidayakan dalam satu ember besar. Jangan lupa diletakkan pada tempat yang terkena sinar matahari penuh. Kangkung bisa dipanen kemudian ditumbuhkan kembali lho, jadi saat memotong batangnya jangan sampai ke akar sehingga batang baru bisa tumbuh. Looks easy ya? Tapi saya sendiri belum coba nih!


Cara berkebun yang lain adalah dengan metode hidroponik dan Tabulampot (Tanaman Buah dalam Pot). Hidroponik yang saya tau memerlukan pipa-pipa paralon yang saling tersambung satu sama lain dan airnya bisa mengalir lancar. Dengan lahan terbatas, tanaman hidroponik bisa tumbuh subur seperti sayuran pokcoy, kangkung, dan bayam. Nah untuk tanaman buah dalam pot, pastikan perawatannya baik sehingga tanaman yang dihasilkan bisa tumbuh subur dan berbuah.


Bagi pembaca yang tertarik untuk beternak, tentunya keterampilan ini harus dipelajari khusus ya. Kita harus bisa memilih induk ayam yang sehat agar kemudian bisa bertelur dengan baik. Begitu juga dengan sapi yang memiliki banyak manfaat yaitu daging dan susu, perawatannya harus maksimal dan lahan yang dibutuhkan untuk kandang juga harus dibersihkan teratur. Semua keterampilan ini saya rasa penting untuk dipelajari, karena dikemudian hari tak mungkin kita bergantung terus pada orang lain untuk memberikan pekerjaan. Ada masanya usia senja yang dan fisik kita mulai melemah namun tetap harus sehat dengan makanan yang bergizi. Apa pembaca terpikir untuk meningkatkan keterampilan-keterampilan ini juga?




April 29, 2020

4 Aplikasi Bermanfaat, Pas untuk #diRumahAja

by , in
'Menetasnya' podcast milik Pak Suami bikin saya sibuk mempertemukan dia dengan teman-teman saya untuk berkolaborasi mengisi content podcast. Mulai dari kawan saya yang berprofesi sebagai fotografer dan terdampak virus corona sampai pejuang bisnis multi level marketing yang meraih keberhasilan. Tentunya podcast ini direkam dengan aplikasi anchor yang memudahkan untuk merekam suara asalkan tidak ada gangguan sinyal. Untuk pembaca yang ingin coba hal baru sambil mengasah kemampuan berbicara, coba deh bikin podcast. Seru lho!

Medium[dot]com

Berhubung saya menghidupkan kembali minat nonton drama korea, jadi lagi sering nih buka website viu[dot]com. Walau hanya mengikuti satu judul aja sih yang pastinya pembaca semua mungkin lagi nonton juga hahaha. Judulnya A World of Married Couple yang baru saya tonton sampai episode 10. Drama ini berhasil bikin saya hanyut ke dalam cerita lho hahaha. Kesel sama suaminya yang punya kelakuan buruk tapi suka sama cara balas dendam istrinya yang cakep hihihi.


Aplikasi lainnya yang bermanfaat banget tak lain dan tak bukan adalah aplikasi gojek dengan fitur go-foodnya. Ini jadi andalan banget saat malas masak dan pas lagi kepengen makanan yang nggak mungkin kita datang kesana untuk bungkus aja di masa pandemi saat ini. Jangan lupa kasih bintang lima dan tambahkan tips bila perlu setelah order ya. Itung-itung bantu driver yang orderannya cenderung sepi ya kan.


Selanjutnya adalah aplikasi paxel dengan tarif flat dua puluh ribu rupiah saja. Untuk pembaca yang berjualan kue kering seperti saya, pake paxel aja! Dikemas dulu pertoples kuenya pake bubble wrap dan kardus lalu dilakban. Baru deh driver paxel bakal pickup ke rumah dan mengantarkan kue kering kita sampai ke tujuan. Insya Allah aman! Kita nggak harus keluar rumah untuk kirim barang ke ekspedisi tapi kiriman tetap sampai!


Dari beberapa aplikasi dan website ini apa ada yang kalian pake juga? Boleh lho kita saling bertukar informasi biar makin betah #diRumahAja dan tetep semangat beraktivitas! Oh iya, bagi pembaca yang mau kolaborasi di podcastkeluarrumah boleh lho kirim email ke aku ya! Untuk yang masih cari kue kering, siap kirim!

April 28, 2020

Kegiatan Seru Tak Harus Hal yang Baru

by , in
Hal-hal seru selama di rumah aja saat masa pandemi ini, sebagian besar sumbernya dari si kecil. Dia main apa saja dan meniru hampir semua ucapan, makanya kami sebagai orang tua harus lebih berhati-hati agar tak salah kata. Hari-hari berlalu tak terlalu luar biasa, melihat si kecil terus aktif bergerak dan mau makan lahap saja sudah cukup.


Akhir-akhir ini saya mencoba lagi resep-resep masakan yang baru, seperti nasi goreng kunyit, lumpia tahu, pisang goreng madu, dan stik kentang keju yang lagi viral. Rajin kan? Iya tapi sekarang lagi muncul malesnya hahaha. Bagi pembaca yang sudah bosan makan nasi goreng kecap, boleh lho tambahkan bubuk kunyit ke racikan nasi goreng. Tak perlu pakai kecap, cukup bumbu biasa untuk ditumis lalu taburkan bubuk kunyit. Kalau stik kentang keju, itu adonannya gampang tapi memotong dan menggorengnya cukup memakan waktu jadi harus stok sabar dan waktu yang cukup ya!. Cuma lumpia tahu yang berhasil saya buat lebih dari sekali, karena gampang, asal ada kulit lumpianya tinggal campur tahu, penyedap, daun bawang, telur, isi ke kulit lumpia lalu goreng deh. Mudah bukan membuatnya?

Sejak tiga bulan yang lalu saya juga belajar jual kue kering untuk hari raya. Tetangga saya yang sudah delapan tahun produksi membolehkan saya untuk menjadi reseller. Ternyata perhitungannya harus teliti ya, jangan sampai kita jual rugi karena habis untuk packing dengan bubble wrap dan kardus karena harus kirim dengan aman meminimalisasi kue hancur. Semoga saja berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya tentunya dengan perhitungan yang lebih baik.


Dua hal itu adalah hal seru yang hadir dan memaksa kita untuk lebih kreatif. Mungkin kalau anakku sudah mengerti jenuh, dia bakal ajak mommy nya untuk bebikinan yang lain. Jujur aku sudah rindu berkegiatan di luar rumah, berkunjung ke rumah orang tua dan sekadar menghabiskan waktu di taman. Sekarang sudah memasuki bulan puasa, Semangat terus ya puasanya! Semoga dilimpahkan kesabaran yang luar biasa...

April 27, 2020

Betah di Rumah? BISA!

by , in

Pandemi ini datang di saat kami baru beradaptasi dengan ruang-ruang di rumah ini. Rumah yang kami pilih dengan sepenuh hati, tentu dengan pencarian berbulan-bulan, hingga akhirnya klik dan tak ada alasan untuk berkata tidak. Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat...

Nah supaya kami betah di rumah, tentu saja dari awal kami menentukan sendiri warna keramik dapur, printilan untuk menjemur pakaian, hingga tempat spons cuci piring. Semuanya membuat kami betah berlama-lama di rumah. Sekarang aku sih lagi senang berkebun, dulu aku sempat berpikir menanam sesuatu langsung dari biji buah yang kita makan. Ternyata tumbuh! Mulai dari biji alpukat, biji salak, daun bawang, kencur, dan tanaman hias yang khusus dibeli.


Memasak makanan kesukaan juga jadi cara yang ampuh bikin kami betah di rumah, bahkan saat ingin bepergian pun kadang makan siang dulu di rumah baru deh berangkat. Mulai dari masakan tepung-tepungan sampai masakan instan seperti spaghetti bolognese. Jika lelah memasak pun sering pesan via aplikasi ojek online. Kadang juga kami belanja dari kawan yang sering share jualannya. Pokoknya urusan perut kami dan mungkin semua orang juga ya, ada di urutan nomor satu.


Kami pun melakukan olahraga bersama seperti senam dari video, juga nonton bareng film-film streaming. Favoritnya tentu rebahan bareng dan nggak melakukan apa-apa alias mager hahaha. Nah kalau pembaca gimana? Betah nggak berlama-lama di rumah?
April 26, 2020

Yuk Berdoa Agar Virus Corona Berakhir Indah

by , in


Saya sudah pernah berandai-andai, saat virus corona berakhir yang saya ingin lakukan adalah bertemu keramaian, teman-teman, dan keluarga. Mbahnya si kecil sudah kangen berat dengan cucunya. Sedih memang karena tak ada yang tau pasti kapan virus corona ini berakhir. Manusia hanya bisa berencana dan memperkirakan dengan ilmu yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sang Maha Mengetahui. Awal-awal saya sempat stress membaca dan mendengat berita virus corona, namun lama kelamaan saya berusaha menerima keadaan saat ini sebagai keadaan yang normal.



Di masa pandemi ini ada beberapa hal yang setelah sekian lama tidak saya lakukan, tergoda untuk melakukannya lagi bahkan mungkin berlanjut setelah virus corona minggat dari Indonesia. Pertama kalinya saya nonton lagi drama Korea #ahay. Sejak melahirkan, saya tak pernah lagi menginjakkan kaki di bioskop. Kalau ingin nonton ya streaming dari aplikasi maupun website. Masa pandemi ini bikin saya nonton lagi, karena sudah mati gaya juga membunuh bosan dengan cara apa.
Hal kedua yang sudah lama tidak saya lakukan adalah mengikuti kelas online semacam webinar dan kuliah WhatsApp. Kelas online ini sangat membantu saya yang ingin hadir langsung untuk belajar namun tak bisa karena si kecil harus ikut. Nah bersyukur banget di masa pandemi ini masih ada komunitas maupun perseorangan yang berbagi ilmu melalui kelas virtual. Suasana 'kelas' pun tetap kondusif lho dan bisa berinteraksi melalui kolom komentar. Beberapa waktu yang lalu, Blogger Perempuan Network juga buka kelas online bareng Co-founder Blogger Perempuan Network, untuk teman-teman yang penasaran kami ini belajar apa sih? Langsung aja meluncur ke website blogger perempuan untuk download rekamannya ya!


Terakhir, saya bersyukur banget karena bisa bertemu teman-teman yang biasanya kerja di kantor eh karena kebijakan kerja di rumah jadi bisa ngobrol virtual deh. Ketemu langsung itu seringnya nggak bisa dateng semua dan sulit mencocokkan jadwal. Tapi akhirnya bisa ketemu virtual walau sama aja sih nggak semuanya bisa stand by juga karena sambil memantau kerjaan, ngetik dokumen, bahkan bisik-bisik karena kebagian masuk kerja.


Semua hal-hal baik ini, khusus nya kelas online dan video conference bareng teman-teman mudah-mudahan masih bisa berlanjut setelah pandemi berakhir. Kapan lagi ya kan kita menambah ilmu walau dari rumah dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman lain yang sibuk dengan berbagai aktivitas. Doa saya sangat menggebu-gebu, ya Allah perkenankanlah pandemi ini berakhir aamiin...
April 25, 2020

Cara Membedakan Beberapa Pilihan Masker

by , in
Jauh sebelum wabah corona mampir ke Indonesia, penggunaan masker cukup dikenal baik oleh masyarakat. Ada yang bikin wajah lebih glowing bahkan dipakai untuk menghindari penyakit. Sebelum masker wajib untuk dipakai saat ini, aku menggunakan masker hanya saat naik motor sendirian. Kalau masker untuk wajah sih pakai sekali-sekali aja, anaknya malesan soalnya hahaha. 


Pembaca paham nggak sih? Kalau kita menggunakan masker, terutama saat keluar rumah, kita sudah melakukan satu langkah pencegahan agar tidak tertular ataupun menularkan virus corona. Bentuk kepedulian ini diutarakan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Bapak Achmad Yurianto, beliau menegaskan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan masker demi mencegah penularan virus corona jenis baru.

Sudah banyak infografis yang memaparkan betapa pentingnya penggunaan masker di saat pandemi ini. Semoga kita bukan salah satu orang yang mengabaikan kewajiban memakai masker saat berada di luar rumah. Untuk kita yang bukan petugas medis, kita cukup memakai masker kain yang bisa dicuci berulang kali, selain ramah lingkungan juga lebih hemat.


Masker untuk pencegahan virus corona ini sebaiknya dilapisi tisu pada bagian dalam agar lebih aman. Saat ini banyak lho penjual masker kain, beragam warna dan bahan dijajakan pedagang di pinggir jalan. Harganya pun bervariasi, aku pernah beli dengan harga sepuluh ribu rupiah saja.


Nah untuk pembaca yang harus keluar rumah saat sabah coronavirus ini, jangan lupa maskernya dipakai dan ajak juga anggota keluarga dan teman-teman semua untuk pakai masker jika terpaksa harus keluar rumah. Di minimarket pun bertuliskan wajib masker lho bagi yang berbelanja. Bagi pembaca yang ingin mendukung Gerakan Memakai Masker Gratis (GEMAS) dapat mengirimkan WhatsApp melalui nomor 081319200030. Jangan ragu dan jangan bimbang, ada berapa masker yang sudah digunakan? 
April 24, 2020

Membatasi Interaksi Sosial untuk Menghindari Virus Corona

by , in
Jujur, di lingkungan terdekat kami tak ada pembatasan jarak untuk menghindari terpaparnya virus corona. Aktivitas masih berjalan normal bahkan seperti tak ada hal-hal yang harus dihindari. Salah satunya adalah social distancing yang saya pahami sebagai pembatasan interaksi dengan orang lain. Walau masih berkunjung ke rumah mertua yang jaraknya dekat, sampai disana kami langsung cuci tangan pakai sabun. Bersalaman yang biasa dilakukan pun akhirnya tidak dilakukan sama sekali saat datang dan pamit pulang. 


Menjaga jarak pun tidak berlaku saat berbelanja ke warung sayur. Sebagian besar ibu-ibu yang berbelanja membuat kerumunan saat memilih dan menghitung barang yang dibeli. Salah satu cara mensiasatinya adalah dengan berbelanja di tukang sayur keliling atau memilih jam berbelanja yang sepi pembeli. Jangan lupa menggunakan masker saat berbelanja, juga tidak menyentuh wajah. Sampai di rumah pastikan langsung cuci tangan pakai sabun dan lanjut mandi.


Efektifitas jaga jarak ini telah diteliti oleh Robert Signer, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas California, seperti dikutip dalam website Katadata[dot]id menurut perhitungannya, satu orang terinfeksi yang tidak melakukan langkah menjaga jarak bisa menyebabkan 406 orang lainnya tertular pada hari ke-30. Namun, jika dia mengurangi kontak sosial sebesar 50 persen, jumlahnya menjadi 15 orang pada periode waktu yang sama. 

Bila pembaca perhatikan di lingkungan terdekat belum menerapkan social distancing dengan baik, jangan lantas ikut terlena dan larut berbaur mengabaikan social distancing yang bisa menekan laju penyebaran virus corona. Tetaplah mengikuti peraturan pemerintah dengan maksimal serta jaga kesehatan dengan asupan nutrisi yang cukup. Apalagi di saat puasa saat ini, jangan sampai hanya perut kenyang tapi gizi yang dibutuhkan tidak terpenuhi. 

Mata Garuda

April 23, 2020

Tindakan Ideal Mencegah Infeksi Virus Corona

by , in

Pencegahan terbaik dari virus ini adalah mengikuti anjuran pemerintah, menurut saya. Namun pada prakteknya ada masyarakat yang melenggang santai di jalan raya bahkan berkerumun di salah satu rumah warga layaknya hari-hari normal lainnya. Dari sekian banyak cara pencegahan infeksi virus corona, ada dua subjek utama yang menjadi prioritas saya dalam pencegahan virus corona.

YAKKUM

Pencegahan Infeksi Virus Corona pada Orang Lanjut Usia

Lokasi tempat tinggal yang dekat dengan mertua membuat kami bisa terus memantau kondisi kesehatan dan lingkungan tempat tinggal beliau secara rutin. Lokasi kediaman beliau juga sudah menutup rapat-rapat akses keluar-masuk pedagang, pembantu rumah tangga, dan orang-orang yang tidak berkepentingan untuk masuk ke area pemukiman. Hal ini yang membuat kami tenang karena wilayah disana sudah kondusif untuk mencegah virus corona mampir.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Pencegahan Infeksi Virus Corona untuk Si Kecil 
Sebisa mungkin saya tidak membawa si kecil mengunjungi tempat-tempat berkumpulnya banyak orang. Kalaupun bepergian untuk hal-hal yang prioritas, kami tak berlama-lama berada di luar rumah. Walau usia muda risikonya lebih kecil untuk terjangkit virus corona, namun si kecil bisa lho menjadi carrier virus corona dan dengan mudah menularkan pada orang yang rentan seperti orang lanjut usia.

Bagi saya pribadi, pencegahan virus corona ini dilakukan dengan menjaga kesehatan mental. Saya belajar mengelola stress dengan lebih mendekatkan diri lagi kepada Sang Maha Kuasa. Saya pun menyaring semua luapan informasi yang beredar melalui media sosial, televisi, maupun platform lain. Saat otak sudah terlalu penuh menerima informasi, saya berusaha mengalihkan perhatian pada hal-hal lain yang lebih menguras energi. Baru-baru ini saya mulai lagi berolahraga dari dalam rumah, apakah kamu sudah mulai juga?

Jangan lupa untuk cuci tangan pakai sabun ya setelah beraktivitas. Masker pun tak boleh ketinggalan kalau terpaksa harus keluar rumah. Alhamdulillah di wilayah tempat tinggal sudah disemprot disinfektan. Kalau semua ikhtiar sudah dilakukan, percayalah bahwa pandemi ini akan segera berlalu. Tetap semangat dan peduli sesama yang membutuhkan bantuan ya!
April 22, 2020

Membantu Sesama, Meringankan Beban Mereka

by , in

Dari Twitter 
Dalam podcast pak suami yang baru menetas di awal bulan, ada seseorang yang mengirimkan pesan ke akun instagramnya. Singkatnya beliau ingin bersuara sebagai pekerja event yang juga terdampak corona. Ya, sesulit itu mencari uang di masa pandemi ini. Hidup yang semula bebas keluar masuk uang, sekarang ini harus diprioritaskan dengan matang. Saya pun sadar, bukan hanya ojol yang harus dipikirkan, namun banyak mereka di luar sana yang luput dari perhatian karena memilih diam dan berusaha maksimal untuk makan.


Dalam podcast itu, suara di seberang sana menganjurkan agar kita mulai lebih peduli pada kawan-kawan yang sedang berjuang demi sesuap nasi untuk hari itu. Mereka yang sudah tidak ada pekerjaan seperti pekerja event, mulai menjual barang-barang bahkan aset miliknya. Beliau adalah satu dari sekian banyak orang yang dari hari ke hari harus tetap memupuk semangat untuk bangkit menghadapi kenyataan.

Membantu tetangga, meringankan bebannya sesederhana berbagi masakan. Apalagi kalau kita tau tetangga baru saja dirumahkan, tak lagi berdagang, atau sepi pembeli. Daripada share di media sosial, bukankah lebih baik kita bagi tetangga langsung. Walau hanya sepotong tahu dan kuah sayur namun setidaknya kita peduli kebutuhan utama mereka. Tetangga itu saudara kita yang paling dekat ya kan, sahabat terbaik di sisi Allah adalah tetangga. Jaga terus ya keharmonisannya.


Mulai berdonasi pada masyarakat terdekat dari tempat tinggal, terutama yang terdampak virus corona. Menurutku pribadi, nggak perlu jauh-jauh donasi untuk orang-orang yang ada di seberang pulau maupun di ujung benua. Perhatikan aja dulu sekeliling kita, nah untuk yang tinggal di daerah cibinong bisa disalurkan melalui Relawan Cibinong. Cek langsung ke akun instagramnya ya, banyak kegiatan positif yang mereka lakukan untuk membantu orang lain.

Dari hari ke hari berita virus corona ini nggak ada habisnya, mudah-mudahan rezeki kita pun nggak habis-habis ya untuk membantu orang lain, aamiin. Insya Allah kalau kita membantu orang lain maka kebaikan itu akan kembali pada kita lagi, mungkin nggak dibalas di dunia tapi dihitung pahala sebagai bekal di akhirat kelak.
April 21, 2020

Apakah Virus Corona Berpengaruh Pada Kehidupanmu?

by , in


Sure.
No more mall, no more dine in, no more playground, and so on. Perubahan kebiasaan ini mulai jadi kehidupan yang normal dan tak terelakkan. Crying inside, have to fresh outside. This moment is really unexpected, maybe for everyone in this world, especially for me.


Demi mencegah dan menghindari tertular virus corona, aku, suami, dan si kecil saat ini lebih sering di rumah. Dari pagi hingga malam hari ya bosen sih sebenernya karena kami kadang-kadang keluar rumah untuk sekadar window shopping. Untuk saat ini keluar rumah diprioritaskan untuk belanja kebutuhan sehari-hari aja.


Hampir tiap hari aku masak dan bikin bekal untuk suami yang kerjanya masih selang-seling sehari masuk sehari nggak. Rasanya sudah kehabisan akal sih mau masak menu apalagi, karena suami juga nggak mau makan ikan jadi ya muter aja disitu menunya, telor, daging, ayam, udang, tahu, tempe, kikil, ada ide lain?


Berhubung lebih sering di rumah jadi aku nggak terlalu membutuhkan hand sanitizer dengan harga yang beberapa masih dijual di luar harga normal. Cuci tangan pake sabun ini kelihatan sederhana memang tapi ternyata ampuh loh membersihkan kuman-kuman yang nempel. Bahkan setiap tanggal 15 Oktober ada Hari Cuci Tangan Pakai Sabun di seluruh dunia. Awalnya aku termasuk yang cuek, cuci tangan kalau nggak kotor banget ya cukup pake air mengalir aja, tapi sekarang pake sabun itu wajib!

Perlindungan diri saat berbelanja sekarang juga jadi lebih diperhatikan. Minimarket pun mulai mewajibkan konsumennya untuk menggunakan masker. Di depan pintu masuk pun tersedia tempat untuk mencuci tangan serta sabun. Jangan lupa selalu bawa tas belanja sendiri ya!


Bungkus makanan lalu makan di rumah jadi hal biasa. Padahal biasanya seneng makan di luar sambil menikmati suasana sekaligus mencoba menu-menu baru atau makan di tempat yang udah jadi langganan. Hiks 

Harapannya cuma satu sih, semoga virus corona ini pergi jauh as soon as possible! Stay healthy everyone. 



April 20, 2020

Mengenal Virus Corona untuk Menghindari Infeksinya

by , in
Awalnya pandemi satu ini ku lihat di televisi pada akhir Januari, diberitakan kondisi mahasiswa Indonesia yang 'terperangkap' di Wuhan, China, karena ditemukan orang-orang yang terjangkit Coronavirus Disease (COVID-19). Mereka terisolasi berhari-hari dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa, keluar asrama pun harus menggunakan masker. Pertokoan banyak yang tutup, adapun yang buka adalah toko kebutuhan pokok. Sampai akhirnya pemerintah memutuskan untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dan melakukan karantina selama 14 hari di Natuna pada bulan Februari yang lalu. Saat itu kondisi kami sedang drop pasca pindah rumah, bahkan sempat menyangka gejala yang kami alami mengarah ke COVID-19. Alhamdulillah bukan dan kami masih merasa situasi aman terkendali, tak akan sampai COVID-19 mampir di negeri tercinta ini.


Sampai akhirnya kasus virus corona di Indonesia terungkap usai ada laporan warga negara Jepang dinyatakan positif. Pemerintah pun mengidentifikasi orang-orang saja yang melakukan kontak dengan pasien tersebut. WNI yang terinfeksi virus corona berdansa dengan WNA Jepang. Pasien tersebut memang bekerja sebagai guru dansa dan WNA asal Jepang ini juga merupakan teman dekatnya. Semakin hari orang-orang yang terinfeksi bermunculan baik yang positive, sembuh, dan meninggal. Sebenarnya COVID-19 ini apa sih?



Situs resmi WHO menyebutkan bahwa COVID-19 termasuk dalam penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.


Pertama, lakukan pola hidup bersih dan sehat serta cuci tangan pakai sabun seperti yang telah digaungkan jauh sebelum COVID-19 hadir.


Kedua, lakukan physical  distancing alias jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang yang batuk-batuk atau bersin-bersin. Jangan lupa kalau batuk dan bersin itu mulut dan hidung ditutup dengan siku terlipat atau tisu dan langsung buang tisu bekasnya.

Ketiga, berdiam diri di rumah dan hindari kerumunan. Kalau demam, batuk, dan kesulitan bernafas, segera hubungi tim medis dan beritahukan dengan jujur kondisi kesehatan lalu ikuti arahan petugas kesehatan. Ikuti arahan Dinas Kesehatan setempat Anda.


Gunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah untuk membeli kebutuhan pokok. Masker kain saja cukup, bisa dicuci untuk dipakai lagi.


Hari ini hampir semua orang menggunakan masker. Beberapa kecamatan termasuk tempat tinggalku juga masuk zona merah. Aktivitas cenderung normal, berkurang namun tidak drastis. Sebagian orang memilih untuk lanjut mencari nafkah dengan berjualan, ada juga yang diputus hubungan kerja sepihak, masih banyak juga yang hidupnya aman, damai, tenteram, sehingga bisa mengunci diri di rumah. Pembaca semuanya termasuk golongan yang mana? Aku pribadi termasuk orang yang beraktivitas normal, hanya mengurangi bepergian jauh, menggunakan masker, dan lebih sering cuci tangan pakai sabun. Ikhtiar menghindari infeksi corona ini semoga berakhir indah.


Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram