Media Sosial di Masa Pandemi

Media sosial menjadi kekuatan yang digunakan sebagian besar orang selama masa pandemi COVID-19. Kekuatan ini banyak yang mengarah pada hal-hal yang positif namun ada pula sisi-sisi negatif yang disalahgunakan beberapa orang dengan memanfaatkan media sosial. Bijak dalam menyaring banyaknya informasi yang kita dapatkan dari media sosial merupakan salah satu cara kita untuk membentengi diri dari efek negatif media sosial. 

Media sosial


Penggunaan media sosial sangat besar di masa pandemi, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Berbagai aspek kehidupan, terutama pada awal social distancing diberlakukan, media sosial membantu berbagai aktivitas menjadi lebih mudah. Walau tidak bisa mengadakan pertemuan dengan banyak orang, media sosial bisa menjembatani interaksi antara orang yang satu dengan yang lain misalnya dengan menggunakan fitur instagram live.


Social distancing


Media sosial bisa memberikan banyak dampak positif bagi seseorang jika cerdas menggunakannya dengan bijak. Tak dipungkiri memang bahwa dampak negatif juga bisa menghampiri selama berinteraksi lewat media sosial. Apa saja ya dampak positif media sosial yang bisa kita ambil selama masa pandemi? 

Baca: Istilah-istilah COVID 19

Dampak Positif Media Sosial

Pembelajaran Jarak Jauh menjadi hal yang wajib dilakukan bagi siswa-siswi mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Tak kenal di kota maupun desa, seluruh sekolah tidak boleh menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Media sosial seperti youtube, membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran melalui video yang diharapkan bisa lebih menarik minat peserta didik saat belajar dari rumah selama pandemi. Salah satu kekurangannya adalah jika peserta didik tidak memiliki akses internet maupun sinyal yang mendukung sehingga materi pembelajaran melalui media sosial tidak dapat tersampaikan dengan maksimal.

Media sosial juga bermanfaat bagi pekerja di dunia hiburan seperti musisi yang bisa menyelenggarakan live music melalui kanal-kanal media sosial yang mereka miliki untuk tetap dapat menghibur followersnya. Sudah tak mengherankan lagi, semakin banyak juga pekerja televisi yang membuat channel youtube dengan konten kegiatan mereka sehari-hari mulai dari cerita melahirkan sampai mengabarkan anggota keluarganya yang meninggal.

Jual beli pun semakin marak di media sosial, konten-konten menarik dibuat untuk menjaring pembeli. Sebelum pandemi sudah banyak orang-orang yang mengembangkan bisnisnya melalui media sosial. Selama masa pandemi, semakin banyak orang yang beralih memasarkan barang dagangannya lewat media sosial. Saya termasuk satu dari sekian banyak orang yang berjualan menggunakan media sosial. Pada awal pandemi COVID-19, saya menjadi marketer produk minuman untuk mendukung kelancaran ASI (ASI booster). Calon pembelinya jelas, konten-konten yang dibuat pun menuju ke sasaran yang tepat salah satunya para ibu yang baru melahirkan. Media sosial seperti instagram pun diisi dengan konten pengetahuan tentang ASI. Facebook dan whatsapp juga berguna untuk memperluas pemasaran produk ASI booster. 

Baca: Desinfektan Spray untuk Anak

Usaha rumahan

Optimasi jualan di instagram memang harus fokus dan konsisten mengisi konten-konten yang bermanfaat bagi followers. Sekarang ini saya lebih sering memanfaatkan whatsapp untuk berjualan. Begitulah media sosial membantu para penjual dengan mudah mendapatkan pembeli, hanya sekadar berbagi gambar di whatsapp saja biasanya orang sudah melirik dan mengingat kalau kita adalah penjual barang-barang tertentu.

Salah satu hikmah dari pandemi lainnya yang juga saya rasakan, bisa menambah ilmu melalui webinar yang diselenggarakan berbagai pihak tanpa harus datang langsung. Tak jarang webinar pun diselenggarakan melalui youtube streaming jadi siapapun bisa ikut serta menyimak materi yang disampaikan. Buat saya yang masih memiliki anak batita, bersyukur sekali rasanya bisa ikut berpartisipasi pada beberapa kesempatan dan bertemu dengan para ahli walau dari rumah. 

Pandemi tidak serta merta menonaktifkan segala kegiatan. Media sosial menjadi salah satu cara untuk terus aktif berkegiatan dan menghasilkan konten-konten yang bisa dikumpulkan menjadi sebuah portofolio baru untuk kita. Tak sekadar scrolling kehidupan orang lain tapi dari media sosial kita bisa terus menghasilkan karya dan mendapatkan penghasilan.

Tak bisa dipungkiri, media sosial juga sedikit banyak memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Dampak-dampak negatif dari media sosial seharusnya bisa kita antisipasi sebagai pengguna yang baik. Beberapa dampak negatif dari media sosial berikut ini semoga tidak sampai mempengaruhi aktivitas kita dalam memanfaatkan media sosial.

Dampak Negatif Media Sosial

Bagi anak-anak, media sosial mudah disusupi dengan konten-konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Media sosial juga bisa menimbulkan kecanduan dan berbahaya bagi kesehatan mata apabila tidak dibatasi. Mungkin orang tua juga mengalami kesulitan untuk membatasi perilaku anak saat menggunakan media sosial. Tak jarang terdengar berita kasus anak hilang setelah bertemu dengan orang yang dikenal melalui media sosial. Terlebih lagi di masa pandemi ini, jaringan internet lebih sering digunakan daripada hari-hari biasanya.

Penipuan arisan online pun menjadi satu dari sekian banyak sisi negatif media sosial. Mungkin awalnya akun media sosial tersebut dapat dipercaya dengan menyuguhkan konten berkualitas sehingga menarik minat banyak peserta arisan. Namun lambat laun akun media sosial menghilang, adminnya tidak bisa dihubungi, dan uang arisan pun melayang dibawa kabur oleh penyelenggara arisan online. Selama pandemi, banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja, membutuhkan uang, dan mungkin salah satu jalan keluarnya adalah melalui media sosial. Orang-orang yang sedang membutuhkan uang ini bisa menjadi sasaran empuk penipuan lewat media sosial.

Semua orang bisa berbagi informasi apapun melalui media sosial. Tak terkecuali para penyebar konten-konten hoax yang seharusnya tidak dipercaya. Banyaknya informasi yang tersebar di media sosial terkadang juga memunculkan video, foto, atau berita lama untuk kemudian disebarkan kembali. Entah apa tujuan para penyebar konten-konten hoax tersebut, padahal sudah jelas dalam pasal 45A ayat (1) UU ITE disebutkan, setiap orang yang sengaja menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik bisa dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 miliar. Jadi berhati-hatilah bagi kita yang menerima informasi lewat media apapun, dipahami, dan berpikir ulang ketika ingin menyebarkan, terlebih lagi jika belum tau pasti valid atau tidak.

Hoax


Bagaimana Cara Memanfaatkan Media Sosial yang Baik

Setiap media sosial sebenarnya memiliki peraturan yang jelas bagi penggunanya. Seringnya pengguna mengabaikan hal-hal ini, bahkan dengan sengaja misalnya memalsukan umur anak untuk membuat akun media sosial khusus untuk menyimpan keseharian si kecil. Alasan lain yang pernah saya dengar adalah supaya nama akun media sosial tersebut tidak diambil oleh orang lain, maka sebagai orang tua mereka dengan senang hati membuatkan email dan sebagainya. Saya pribadi merasa tidak perlu bersikap demikian, karena sudah jelas tiap kanal media sosial sudah memiliki peraturan yang seharusnya diikuti. Facebook tidak boleh memperbolehkan penggunanya jika berusia di bawah 13 tahun. Instagram juga mensyaratkan usia minimal 13 tahun yang bisa membuat akun, bahkan kita bisa melaporkan akun di bawah umur.

Para orang tua juga bisa menggunakan aplikasi parental control yang dipasang pada smartphone si kecil untuk memantau kegiatan apa saja yang mereka lakukan menggunakan smartphone tersebut. Untuk anak saya yang masih batita, sejauh ini masih terkontrol saat mengakses youtubekids di laptop. Untuk selanjutnya akan dipikirkan cara yang aman untuk memberikan akses bagi si kecil saat dia menggunakan media sosial, salah satunya melalui aplikasi parental control.

Bagi orang dewasa mungkin menggunakan media sosial merupakan hal yang biasa. Dengan penuh kesadaran memposting foto-foto pribadi, data keluarga, dan sebagainya. Namun yang saya cermati, bagi anak-anak media sosial bisa menjadi hal baru yang akan sangat menarik perhatian mereka. Jadi tidak ada salahnya untuk memberikan pemahaman terkait etika saat menggunakan media sosial.

Saya sebagai pengguna media sosial aktif sangat mendukung teman-teman atau siapapun yang selalu membagikan konten-konten yang positif. Saya juga tentunya bisa bebas memilih akun-akun media sosial yang ingin diikuti karena tentunya nggak mau ketinggalan informasi terbaru. Begitu juga ketika saya menemukan akun yang kurang relevan dengan apa yang sedang dicari, langsung saja unfollow atau report jika dibutuhkan. Saya juga ikut membagikan konten-konten yang bermanfaat seperti rekomendasi skincare yang sedang digunakan, resep masakan, sampai ide kegiatan bermain bareng si kecil. 


Indozone


Nah beberapa kali berseliweran nih di explore instagram saya konten-konten dari @indozone.id. Dengan hastag khasnya #KamuHarusTau, ditambah warna merah pada setiap keterangan fotonya bikin mata saya berhenti untuk membaca informasi yang diposting. Biasanya sih info-infonya ringkas tapi memberi gambaran jelas sesuatu yang sedang diberitakan. Langsung aja deh saya follow akun @indozone.id biar selalu dapet info terkini. Hampir tiap jam lho posting informasi, baca berita jadi nggak perlu repot lagi karena udah dirangkum sama Indozone yang membahas segala hal dari seluruh dunia. Masyarakat zaman now nih alias si generasi C yang selalu terkoneksi dengan internet emang harus dapet informasi yang valid dan terpercaya plus menambah pengetahuan juga ya kan.

Untuk teman-teman yang juga aktif menggunakan media sosial seperti saya, tentu harus cerdas memilih sumber berita yang informatif sekaligus terpercaya. Jangan sembarangan juga share konten yang belum jelas valid atau tidak ya. Patuhi juga peraturan tidak tertulis dalam mengirimkan komentar di setiap postingan following kita. Bijak menggunakan media sosial, manfaatnya untuk kita juga kok! Selama masih pandemi bisa juga lho kita gunakan media sosial untuk berbagi rezeki pada orang-orang yang masih membutuhkan pertolongan, berbagi info vaksin, dan berbagi informasi lain yang bermanfaat untuk membantu sesama. Yuk sama-sama kita tebarkan hal-hal yang positif, salah satunya melalui media sosial kita :)

Posting Komentar

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Lebih baru Lebih lama