September 29, 2019

Sumber Inspirasi Rumah yang Nyaman Ada disini!

by , in
Hunian yang nyaman dan apik tentu menjadi dambaan setiap insan di dunia. Walaupun mendiami rumah yang berukuran kecil, jika ditata dengan rapi dan terencana tentu sedap dipandang mata. Begitu juga dengan tempat tinggal yang besar, kita bisa lebih leluasa mengatur dan merancang sesuai keinginan. Sejak lahir saya tinggal berpindah-pindah, menumpang di rumah sanak keluarga, tinggal di kontrakan petak, sampai akhirnya orang tua saya membeli rumah subsidi di komplek padat penduduk. Mungkin sebagian besar orang mengetahui bahwa tinggal di perumahan subsidi harus pintar mengatur ruangan, memilih perabotan rumah tangga, hingga membeli pagar yang tepat agar tidak mengambil jalan umum namun bisa menampung kendaraan roda empat dan roda dua.


Dari waktu ke waktu, rumah orang tua saya dan tetangga sekelilingnya pun mengalami perubahan. Renovasi tak dapat dihindarkan demi menyamankan penghuninya. Akhirnya lantai dua pun dibangun sebagai tempat menjemur pakaian dan kamar sekaligus tempat menyetrika pakaian plus satu kamar mandi. Tentunya biaya yang direncanakan pun keluar dari rencana, ada saja tambahan ini dan itu karena merasa kurang dan tanggung jika tidak sekalian direnovasi. 

Terwujudlah rumah ideal versi ibu saya sang arsitek otodidak rumah itu. Dengan ruang tamu yang tak bersekat alias 'oblang-oblang', rumah orang tua saya sukses memikat hati tetangga karena luas tak bersekat. Namun tak luput dari kekurangan karena jika sedang ada tamu berkunjung, kami terpaksa makan siang di kamar atau di dapur yang dekat kamar mandi. Tak ada ruang keluarga atau ruang makan khusus, hampir semua aktivitas mulai dari menerima tamu, makan bersama keluarga, sampai menonton televisi dilakukan di ruang tamu.


Setelah menempati rumah mertua, lain lagi ceritanya. Perumahan cluster bukan subsidi, jalan umumnya pun cukup untuk dua kendaraan roda empat bahkan bisa menyimpan kendaraan roda dua di depan rumah tanpa masuk garasi. Desain ruangannya kurang fungsional, itu kata suami saya. Ruang tamu menyatu dengan dapur dan ada jendela-jendela di tengah-tengah rumah yang menurut saya pribadi juga kurang pas.

Masih tahap pembangunan
Alhamdulillah sekarang saya dan suami bisa merancang ruangan yang kami impikan sesuai kebutuhan di rumah baru. Walaupun sekarang masih dalam tahap pembangunan, kami sangat excited dan tak sabar menempari ruang-ruang di rumah tersebut. Kami memperkirakan peralatan rumah tangga yang akan dibeli, memilih bahan, warna, dan tentunya kualitas yang utama. Informa masuk dalam daftar tempat kami berbelanja kebutuhan rumah baru nanti. Inspirasi rumah pun salah satunya kami peroleh dari sana, berhubung store Informa ada di pusat perbelanjaan dekat rumah yang kami huni saat ini. Hampir tiap ke pusat perbelanjaan satu itu, kami berkeliling Informa untuk cari inspirasi.


Salah satu yang paling saya suka dari Informa yaitu display tiap ruangan yang semakin menginspirasi untuk menciptakan hunian ideal dengan ruangan-ruangan yang fungsional. Alhamdulillah saya dan suami bisa mendiskusikan segala sesuatunya supaya rumah kami sesuai dengan kebutuhan dan tentunya sesuai kemampuan. Berhubung ruang tamu dan dapur dirancang menyatu dan tidak bersekat, pemilihan perabot di ruang tamu pun menjadi prioritas utama. Hal ini karena saat tamu bertandang ke rumah kami, tatapan mata langsung mengarah ke dapur. Pencahayaan di ruang tamu kami sangat baik dari ventilasi kaca dan dua jendela, saat malam hari saya berencana memasang lampu-lampu gantung. Pilihan sofa, kami pilih lesehan dulu untuk sementara waktu. Jika boleh berangan-angan, kami ingin sofa yang empuk agar tamu yang datang pun nyaman duduk berlama-lama di rumah kami kelak. Sentuhan graphical pop, saya rasa nuansanya cocok untuk mendukung hunian ideal yang kami impikan. Minimalis favorit suami dengan warna-warni pastel kesukaan saya, pas banget dipadu-padankan sehingga tidak membosankan.

Graphical Pop

Bagi pembaca yang masih berangan-angan memiliki rumah idaman, nggak ada salahnya kok mulai merancang sejak saat ini. Masih cari-cari inspirasi hunian? Datang aja langsung ke sumber inspirasi rumah yaitu store Informa seperti yang saya lakukan, karena rezeki yang Tuhan berikan bisa datang kapan saja diwaktu yang tak terduga loh! Awalnya saya dan suami juga nggak terbayang akan memiliki rumah sendiri tahun ini, Alhamdulillah doa-doa kami langsung Allah SWT kabulkan. Jangan putus berdoa dan berusaha ya!
September 28, 2019

Belanja Online Maupun Offline dengan Voucher Belanja, Banyak Manfaatnya!

by , in
Keseharian yang lebih banyak di rumah membuat saya senang sekali melihat-lihat aplikasi maupun situs belanja online yang beragam pilihannya. Ditambah lagi dengan kemudahan transaksi lewat internet banking, mobile banking, sampai pembayaran melalui minimarket yang dekat dengan tempat tinggal. Semua kebutuhan sehari-hari sampai printilan-printilan gemes untuk dekorasi rumah pun banyak bertebaran, tinggal klik-klik, bayar, dan sabar tunggu pesanan mendarat mulus di tujuan. Berbagai aplikasi maupun situs online pun tak jarang memberikan potongan harga yang semakin melambungkan semangat untuk berbelanja. Hari gini? Mungkin sedikit orang yang tahan dengan godaan diskon. Begitu pula dengan voucher belanja yang biasanya diperoleh sebagai rewards dari perusahaan, hadiah dari kolega, maupun pemberian saat hadir di acara-acara tertentu sebagai salah satu bentuk ucapan terimakasih. Voucher belanja memunculkan kebahagiaan tersendiri bagi orang yang menerimanya. 


Jika biasanya umum ditemukan voucher yang  tercetak di kertas, kini kita tak perlu repot lagi menyimpan kertas-kertas voucher seukuran tiket masuk konser atau lebih kecil dari itu. Sodexo hadir dengan inovasi terbaru dari e-voucher yang dapat memberikan pengalaman belanja online maupun offline kepada penerima voucher. Apa sih inovasinya? Inovasinya adalah Sodexo ePass, voucher hadiah elektronik (e-voucher) yang dapat digunakan pada banyak situs belanja online Indonesia dan gerai toko offline yang telah bergabung dalam jaringan merchant Sodexo. Sodexo ePass tidak hanya menguntungkan bagi pengguna aja lho! Tetapi juga menguntungkan bagi jaringan merchant dan perusahaan yang bekerjasama.

Manfaat Sodexo ePass untuk Perusahaan, Merchant, dan Pengguna
Penggunaan Sodexo ePass ini gampang!. Kita tentukan dulu merchant yang ingin dituju, bisa cek alamat lengkap outlet Merchantnya di epass[dot]sodexomerchant[dot]com. Lalu kode vouchernya kita siapkan dan berikan pada kasir saat bertransaksi di toko offline merchant Sodexo. Jika transaksi dilakukan pada toko online merchant Sodexo, langsung masukkan saja kode voucher di kolom kode promo. Voucher Sodexo ePass hanya bisa digunakan untuk satu kali transaksi ya dan tidak dapat ditukar dengan uang tunai. Kalau total belanja kita kurang dari nilai nominal yang tercantum di voucher Sodexo ePass, maka sisa nilai nominal tersebut secara otomatis hangus. Misalnya kita berbelanja perlengkapan kosmetik di salah satu merchant Sodexo dengan total belanja Rp. 75.000,- lalu kita gunakan voucher Sodexo dengan nilai Rp. 100.000,- maka sisa Rp. 25.000,- otomatis hangus. Penting juga untuk selalu memperhatikan masa berlaku Voucher Sodexo ePass, karena jika terlewat tidak bisa digunakan.

eVoucher Sodexo ePass 
Voucher belanja yang saya terima seringnya langsung dibelikan makanan atau kebutuhan sehari-hari yang stoknya habis, khawatir kalau disimpan kelamaan masa berlaku vouchernya habis karena lupa digunakan. Belanja dengan voucher memang rasanya lain dibandingkan belanja dengan bayar tunai, kita bisa asik sendiri pilih-pilih barang yang pas atau nilai nominalnya mendekati voucher yang kita punya. Bisa juga lho voucher belanja diberikan sebagai hadiah ulang tahun, amplop lebaran, maupun untuk doorprize saat acara-acara tertentu. Penerimanya tentu senang, voucher belanja yang diterima sama besar manfaatnya dengan uang tunai. Apalagi saat ini banyak sekali toko offline maupun online yang menerima transaksi dengan voucher, karena sama-sama menguntungkan bagi pemilik merchant dan penggunanya. Selamat berbelanja!

Berbelanja di Kampung Batik Kauman, Solo



September 18, 2019

Asyiknya "Me Time" dengan Traveloka Xperience

by , in
Ibu-ibu rumah tangga yang kerja sampingan ngurusin blog seperti saya butuh me time juga lho di luar rumah. Walaupun aktivitas nge-blog termasuk me time juga sih untuk saya pribadi, tapi pengen juga sesekali menghabiskan waktu tanpa menatap layar gadget atau laptop terus menerus. Sebenarnya me time yang bisa dilakukan seorang ibu tuh ada banyak banget. Ibu yang mengurus anak sambil bekerja di luar rumah bisa me time pada hari libur kerja dengan makan di luar bareng keluarga sambil belanja kebutuhan pribadi atau sekadar cuci mata. Beberapa teman yang kerja di luar rumah malah menjadikan pekerjaan sebagai me time untuk mereka karena bisa bebas mungkin ya nggak berduaan dengan si kecil.


Menurut saya me time itu nggak perlu lama kok, apalagi untuk saya yang masih punya balita. Si kecil biasanya rewel kalau terlalu lama nggak lihat wujud mamanya. Saat di dalam rumah biasanya saya me time dengan mendengarkan musik, menonton film, sampai pesan makanan kesukaan. Sering juga saya pergi keluar untuk bertemu dengan teman, menghadiri blogger gathering, atau sekadar berbelanja kebutuhan sehari-hari tapi itu masih dilakukan sambil ajak si kecil. Pokoknya dari malam sampai pagi, si kecil nemplok terus sama mamanya.

Source: giphy

Sejak punya anak, saya pengen banget bisa perawatan ke tempat khusus. Terakhir potong rambut itu di salon dekat rumah dan sambil bawa bayi. Semakin besar, si kecil semakin aktif mondar mandir kesana kemari. Akhirnya saya putar otak untuk menyiasati hal ini. Iseng-iseng saya cek aplikasi traveloka di handphone. Wah banyak penawaran menarik nih untuk saya yang bisa dilihat pada fitur traveloka xperience. Mulai dari voucher hiburan, nonton bioskop, olahraga, spa & kecantikan, sampai makanan dan minuman. Cocok banget untuk saya yang lagi pengen me time tapi nggak mau mengorbankan anak. Di Traveloka Xperience ini kita bisa pilih tempat yang dekat dengan lokasi tempat tinggal, bisa atur tanggalnya juga, dan bisa pilih metode pembayaran yang gampang diakses. Seandainya ada masalah saat menggunakan voucher,  jangan khawatir! karena kita bisa hubungi langsung customer service Traveloka yang stand by 24 jam.



Pas banget nih ada pusat perbelanjaan yang menyediakan voucher me time untuk saya sekaligus untuk si kecil. Wijaya Platinum pun jadi pilihan saya untuk me time kali ini. Cara pesannya nggak ribet kok! Pertama klik aplikasi traveloka dan pilih fitur Xperience. Lanjut ke menu spa & kecantikan, jangan lupa aktifkan gps ya supaya diarahkan ke lokasi-lokasi yang dekat jangkauannya. Pilih perawatan kulit di Wijaya Platinum Cibinong City Mall, atur tanggalnya, pilih jenis perawatan yang dibutuhkan. Lanjutkan isi data pemesan, lalu pilih metode pembayaran. Bisa bayar di minimarket terdekat dan transfer via ATM lho. Setelah itu voucher akan masuk ke aplikasi dan email. Gampang kan?




Untuk si kecil yang akan diasuh papahnya, saya juga pesan voucher untuk main di pusat perbelanjaan yang sama. Caranya mirip kok! Kita buka fitur Xperience di aplikasi traveloka lalu pilih menu tempat bermain, lanjut pilih Tiket Kidzoona Cibinong City Mall, beli tiket masuk yang dibutuhkan, isi data pemesan, lalu bayar deh. Asyik kan? Ibu me time, anaknya juga ikut me time di lokasi yang sama. Seandainya si kecil mulai cari-cari saya, bisa langsung meluncur deh ke tempat perawatan. Semakin terasa kan manfaatnya pake Traveloka? Aplikasi traveloka ini seringnya saya gunakan hanya untuk pesan tiket kereta dan pesawat, tapi sekarang semakin bertambah nyaman karena bisa #XperienceSeru di Traveloka Xperience. 


Me time yang dilakukan oleh ibu-ibu sebisa mungkin jangan mengorbankan anak ya bu. Saat kita asyik me time, kondisikan anak dalam keadaan bahagia, kenyang, dan cukup tidur. Jadi saat diasuh oleh orang lain entah itu papahnya atau keluarga yang lain, si kecil nggak rewel atau bahkan merepotkan. Biasanya sih ya kalau dengar cerita kawan-kawan lain yang asyik me time, tetep aja bakal keinget sama anak. Apalagi kalau ngajak me time berdua dengan suami, walaupun sekadar nonton film atau makan malam di luar, dikit-dikit pasti inget anak. Jadi me time itu yang penting kualitas bukan kuantitas, karena selama apapun seorang ibu meninggalkan anak pasti cepet kangen juga dan kepikiran terus. Setuju nggak? Jangan lupa me time ya bu! Keluarga yang bahagia kan salah satu indikatornya adalah ibunya harus bahagia dulu. 


September 12, 2019

Datang ke Kantor Google di Jakarta for The First Time

by , in
For the first time, Google Indonesia invited us to visit their office at Pacific Century Place Tower, Jakarta on the 45th floor. I asked my sister to accompany me, so I could enjoy the meeting while my sister was playing with my child. We went there by train then continued with online transportation. Selvi, Kang Hendra, Teh Debby, Mbak Ninin, and me welcomed by Ms. Fiana then registered us one by one.


Blogger Bogor was invited to discuss about Question Hub. Right after I got the invitation, I had a big question about question hub, I never heard it before but the browser can't gave me clear information about this. Till we meet Ms. Fiana at his office, she explained that question hub is a tool that enables creators or publishers like us to create content or articles based on unanswered questions. Question Hub collects unanswered user questions and show them to bloggers, writers, and content creators like us. Ms. Fiana gave us an example about the Borobudur Temple, most of people ask about how to get there? What about the ticket? but one user ask about how much Borobudur is? We can answer those questions by submit our url from blog that related to the question. Even if the price of Borobudur did not include on our content, but the keyword 'Borobudur' can be found inside it.





This is really interesting! We can explore everybody's questions then we can create the content in our blog. After that we can submit the link in Question Hub. It's easy, isn't? We took some pictures together as the meeting finished. Ms. Fiana would be glad if Blogger could have a chance to collaboration again with Google Indonesia. As the photo session ended, we went home. Thank you Google Indonesia! I hope this chance is just another beginning! Cheerios :)


September 07, 2019

Berlibur ke Solo, Berkah dari Blog

by , in
Capek. Lebih capek. Capeknya 2x lipat.
Begitu yang dirasakan oleh kami saat menyempatkan diri liburan ke Solo sambil menghadiri undangan pernikahan sahabat. Solo adalah tujuan yang belum pernah kami kunjungi. Di kunjungan yang pertama ini, aku sangat excited! Sampai-sampai teledor memesan penginapan yang tidak bisa refund jika tak jadi menginap. Alhamdulillah kami bisa berangkat, walaupun banyak tetek-bengek yang harus diurus sebelum hari itu tiba.

Baca: Lanjut Kuliah di Solo?

Perjalanan dengan kereta api ini juga pertama kali untuk buah hati kami. Si kecil yang mulai aktif kocar-kacir kesana kemari karena sedang asik-asiknya belajar jalan sendiri tanpa bantuan. Kami kewalahan, terlebih lagi saat di dalam kereta. Tak terhitung berapa kali si kecil terjerembab dan hampir terantuk benda-benda di sekitarnya. Jantungku pun rasanya mau copot kalau lihat dia jatuh lalu menangis tentunya.
 
Sepanjang hari si kecil tampak bahagia, tak ada sakit, kecapean, bahkan kalau bisa memilih mungkin dia tidak akan tidur siang dan malam. Nafsu makannya memang berkurang hanya mau makanan ringan saja, bukan nasi. Saat diajak naik lift, senyumnya sumringah banget. Kami pun mengurungkan rencana untuk meminjam motor selama di Solo. Gonta-ganti taksi online jadi pilihan kami di Kota yang mataharinya terik dan angin berhembus kencang.


Tempat-tempat wisata kuliner dan jalan-jalan pun kami sesuaikan dengan si kecil. Supir taksi online sempat menawarkan untuk mengunjungi Tawangmangu yang hawanya lebih dingin seperti puncak katanya. Ternyata cukup memakan waktu dan tak sesuai perhitungan budget kami selama disana. Akhirnya kami pilih De Tjolomadoe di siang hari, karena tempatnya indoor dan adem. Walau harus gendong karena masuk jam tidur si kecil, tapi tak mengurangi kenyamanan saat mengunjunginya. Untuk museum, biaya tiket 25 ribu menurutku cukup mahal karena di dalam hanya sebentar dan area museum tidak terlalu luas.





A post shared by Gioveny Astaning Permana (@gioveny_) on


Undangan pernikahan di Solo ini juga sebenarnya menjadi wisata budaya bagi kami, karena baru pertama kali aku merasa dimuliakan sebagai tamu. Tradisi piring terbang yang disajikan sangat membantu aku yang bawa si kecil. Kami datang, tulis nama di buku kehadiran, duduk manis, bisa langsung minum teh manis hangat yang saya suka banget teh disini, lalu makanan pun dihantarkan mulai dari makanan pembuka hingga penutup. Luar biasa! Seandainya ditiap pernikahan tradisi ini diikuti.

Kami pun mengunjungi alun-alun kidul untuk menghabiskan malam. Ada pasar malam yang meriah sekali dengan lampu-lampu dan musiknya. Saat tengah malam pun ada perayaan malam satu suro, namun tak mungkin kami lihat karena si kecil sudah tidur. Selain berkendara dengan taksi online, kami pun sering berjalan kaki. Tempat penginapan kami lokasinya sangat strategis, kami bisa cari sarapan dekat rumah sakit, menikmati wedangan, warmindo, sampai makan siang di Sambal Mbok Ti. Kami pun tak melewatkan kesempatan mampir ke Paragon Mall. Sayangnya saat ingin berbelanja di Pasar Klewer, Beteng Trade Center, dan Pusat Grosir masih tutup. Jadi kami berkeliling naik becak ke Kampung Batik Kauman. Puas bawa pulang batik, kami pun balik ke hotel.

Baca: Hamil di Banyuwangi?

Kota Solo ini termasuk kota yang nyaman dan bikin betah. Beda tipis dengan Banyuwangi, makanannya sama enak namun di Banyuwangi sangat dekat dengan pantai. 'Recehan' dari blog pun sanggup menghidupi kami selama disana. Jadi makin semangat ngumpulin recehan dari blog! Itinerary & biaya yang dikeluarkan bisa dilihat di gambar ya! Walau capeknya 2x lipat karena bawa si kecil, tapi aku sih nggak kapok hehehe.

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram