April 21, 2019

Memasak dengan Minyak Goreng Sehat Yuk!

by , in
Mengolah masakan di rumah adalah hal yang rutin saya lakukan akhir-akhir ini setelah menikah dan setelah si kecil sudah bisa dikondisikan untuk menemani masak. Walaupun menu masakan di rumah cenderung itu lagi itu lagi, Alhamdulillah suami tak pernah bosan dan nambah porsi makan siangnya. Kalau sedang santai, saya pun bisa menyiapkan bekal untuk suami karena menurut beliau walau hanya telur dadar tapi masakan istri itu selalu enak. Ya kan masaknya juga pake cinta kasih dan sayang, betul tidak? hahaha. Menu favorit suami yaitu gorengan pun lebih enak mengolah sendiri dibandingkan beli, lebih sehat juga karena biasanya sayuran yang saya campurkan lebih banyak dibandingkan tepungnya.

Baca: Memasak di Rumah

Nah kalau biasanya kita memasak menggunakan minyak yang berasal dari kelapa sawit, sekarang ada loh minyak goreng yang lebih sehat yaitu minyak kulit ari beras alias dedak padi yang berwarna coklat. Mungkin kita nggak pernah menyangka kalau kulit ari beras bisa memiliki manfaat lebih selain untuk pakan hewan ternak. Data dari kanal Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada menyebutkan bahwa dedak adalah lapisan sebelah luar butiran padi yang apabila direndam dengan air ada bagian-bagian kulit yang terapung. Nutrisi yang terkandung juga baik untuk tubuh sehingga aman untuk memasak.


"Oryza GraceRice Bran Oil merupakan minyak goreng alami hasil ekstrak dari kulit ari beras yang dapat digunakan untuk memasak, menggoreng, salad dressing, maupun berbagai penyajian lainnya. Manfaat dari healthy oil ini banyak banget, salah satunya yang saya garis bawahi adalah tidak menyebabkan batuk karena memiliki titik asap (smoke point) sangat tinggi yaitu 254°C. Berasapnya minyak goreng pada saat penggorengan berlangsung menandakan bahwa saat itu terbentuk suatu zat bernama Akrolein yang banyak merugikan kesehatan antara lain menimbulkan batuk ketika gorengan dikonsumsi



Titik asap atau tingkat ketahanan panas adalah batas ketahanan minyak goreng terhadap panasnya wajan penggorengan yang bisa mencapai 220°C. Bila titik asap suatu minyak goreng lebih rendah dari suhu wajan, maka minyak goreng itu akan berasap, menandakan bahwa kandungan lemak baik di dalam minyak tersebut rusak total menjadi lemak jahat (saturated fat) yang bila masuk ke dalam tubuh kita akan berubah menjadi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Sudah sehat halal pula memasak dengan minyak sehat "Oryza Grace".

Akhir pekan yang lalu giliran menu tahu yang diolah untuk santap siang di rumah. Biasanya saya selalu membaca ulang resep masakan yang pernah saya olah, maklum masih pemula. Resep sapo tahu rumahan yang saya bagikan ini adalah resep modifikasi dari mbak Diah Didi di blognya.

Bahan-bahan yang diperlukan:
  1. Tahu sutra dipotong yang dilapisi dengan tepung maizena  atau bisa juga tepung bumbu serbaguna secukupnya, lalu goreng.
  2. Bawang bombay dan daun bawang
  3. Bawang merah, bawang putih, dan cabai
  4. Jamur kuping, wortel, jagung muda (putren), dan brokoli
  5. Bakso (bisa bakso ikan atau sapi)
  6. Minyak dedak "Oryza Grace" Rice Bran Oil
  7. Saus tiram, garam, gula, dan penyedap rasa

Cara Memasak:
  1. Tumis bawang bombay, merah, dan putih juga cabai yang sudah diiris hingga harum.
  2. Masukan bakso, wortel, dan putren lalu tambahkan air. Tunggu kurang lebih 10 menit.
  3. Taburkan garam, gula, dan penyedap rasa serta saus tiram secukupnya.
  4. Masukan jamur, brokoli, dan daun bawang lalu tahu sutra yang sudah digoreng.
  5. Siap disajikan!


Selamat mencoba resep keluarga kami di rumah ya! Mudah-mudahan yang sebelumnya nggak doyan sayur jadi lahap makan sayur. Oh iya, resep sapo tahu ini bisa ditambahkan udang, cumi, atau suiran ayam, semuanya tergantung selera saja. Gampang kan menemukan bahan-bahannya? di pasar swalayan apalagi! Semakin sehat juga karena diolah menggunakan rice bran oil yang kaya akan nutrisi. Ditunggu hasil masakannya ya!
April 18, 2019

Toleransi dalam Al-Quran

by , in
Di hari-hari jelang bulan suci Ramadhan ini, yuk sama-sama mempelajari ayat suci Al-Quran. Diantara hawa pesta demokrasi yang masih menunggu pengumuman.


Dalam hingar-bingar pesta demokrasi, tepat satu hari yang lalu. Muncul keresahan-keresahan pada media online maupun saat bertemu tatap-muka. Pendukung yang satu menjatuhkan pendukung yang lain dan merasa bahwa seisi alam semesta harus tau siapa yang mereka dukung. Tujuannya apa?
1. Mungkin agar orang lain terpengaruh mendukung pilihannya juga
2. Mungkin agar orang lain sadar bahwa pilihannya salah
3. dan berbagai kemungkinan lainnya yang mungkin bisa terlalu panjang jika diuraikan disini.

Miris. Apalagi ketika salah satu grup jejaring menyamaratakan pilihan, heboh banget. Sampai-sampai timsesnya pun hadir saat pengajian rutin. Istigfar yang banyak. APA SIH MAU KALIAN???

Ingin hati berteriak itu tapi alhamdulilah masih ingat sama Sang Maha Pencipta, Sang Maha Pencipta Toleransi di muka bumi. Ya Allah, Ya Karim, Ya Hayyu, Ya Qoyum.. Saya nggak habis pikir sama mereka-mereka itu. Awalnya bersikap netral pun akhirnya memutuskan untuk berpihak pada salah satu calon karena jijik sama kelakuan satu grup dalam lingkungan paling dekat. Simple ya alasannnya?


Source: Toha Mahasin

Saya memang termasuk orang yang ngga peduli dan cenderung tutup mata dengan politik. Mulai dari debat capres, hoaks yang bertebaran, sampai berbagai isu lain yang menggenang bahkan meluap kayak air comberan yang kotor dan bau. Gunakanlah cara-cara yang baik, misal menghadirkan kedua timses secara bergantian pada sebuah acara pengajian (kalau memang itu mau kalian ya gitu menyusup di pengajian). Jangan menggeneralisir alias sok tau.

Bukankah ayat-ayat yang Allah SWT firmankan sudah jelas dalam Al-Quran bahwa ada yang namanya toleransi, itulah mengapa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa. Maknai lah hidup dengan keberagaman yang telah Allah ciptakan. 

Cape.  

Source: Terjitu.com

April 11, 2019

Mudik dengan Kereta Api Lebaran

by , in
Tradisi yang diajarkan orang tua saya sejak masa anak-anak salah satunya adalah mudik alias pulang ke kampung halaman tempat saya dilahirkan. Momen ini lebih sering dilakukan menjelang lebaran, di hari-hari yang bukan libur lebaran biasanya dilakukan saat ada sanak keluarga yang menikah. Sangat berbeda suasananya apabila tidak mudik, lebaran di kampung halaman saya masih lekat tradisi mengantar makanan yang dikemas dalam rantang beralaskan daun pisang ke tetangga-tetangga menjelang esok hari raya. Tentu saja makanannya bukan ketupat, karena ketupat baru akan dibuat satu minggu setelah hari raya. Di malam takbiran yang khidmat, kita bisa menyaksikan bantengan alias pawai obor yang dibawa warga berduyun-duyun dari wetan ke kulon. 

Betapa indahnya momen hari raya bersama keluarga yang hanya dirayakan setahun sekali. Keluarga yang tempat tinggalnya jauh pun rela mengupayakan berbagai cara seperti menempuh jalur laut demi kehangatan momen spesial ini. Kampung halaman saya masih lebih enak ditempuh melalui jalur darat, seringnya saya mudik dengan mobil pribadi rombongan dengan sanak keluarga yang lain. Enaknya kami bisa beristirahat sesuka hati dan singgah untuk menikmati santapan khas daerah-daerah yang kami lewati selama perjalanan atau sekedar mengambil gambar. Namun jelang lebaran, waktu tempuh perjalanan menjadi tidak terprediksi, biasanya lebih macet dan lebih padat, terhambat kecelakaan, pasar-pasar 'tumpah', dan pengalihan arus kendaraan membuat perjalanan mudik menjadi berwarna.


Agustus, 2013

Jalur kereta adalah pilihan lain yang lebih nyaman karena kita hanya duduk manis mematuhi jadwal keberangkatan saja. Lokasi stasiun juga tidak terlampau jauh dari kampung halaman jika dibandingkan dengan lokasi bandara yang menempuh jarak lebih jauh. Namun di kampung halaman, kami biasanya kesulitan untuk berkunjung ke tempat-tempat lain karena tidak membawa mobil pribadi. Pemesanan tiket kereta api lebaran pun membutuhkan usaha yang maksimal sejak tiga bulan sebelumnya bahkan untuk kereta eksekutif. Harga tiket kereta naik, berbeda dengan hari biasa. Ada satu masa saat saya berangkat mudik bersama rekan kerja dari Jakarta. Tiap tengah malam mereka begadang untuk mendapatkan tiket ekonomi. Saat berhasil mendapatkan tiketnya ada rasa bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga pada momen lebaran nanti. Mudik yang tak biasa bersama teman-teman yang mengadu nasib ke ibukota. 

Tahun ini adalah pertama kalinya kami mudik dengan si kecil. Kenyamanan dan durasi perjalanan mudik lebih enak dengan kereta api. Aplikasi pegi-pegi menjadi pilihan untuk memesan tiket kereta lebaran karena kita bisa melihat semua promo yang bertebaran termasuk untuk tiket kereta. Hari gini nggak boleh sampai ketinggalan promo! 



Lewat aplikasi pegi-pegi diuraikan dengan jelas periode booking dan keberangkatan. Tinggal salin kode kupon dan langsung pesan. Jangan lupa dibaca syarat dan ketentuannya ya! Mudah kan langkah-langkahnya?! Pesan tiket lewat aplikasi lebih banyak promonya juga. Untuk promo eksklusif tinggal daftarkan email kita aja!



Saran saya untuk mudik naik kereta api dengan si kecil pesan di tanggal-tanggal sebelum cuti bersama untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di stasiun nanti. Berhubung saya tidak terikat dengan jam kantor jadi bisa bebas pilih tanggal. Kembali dari kampung halaman pun sebisa mungkin diatur lebih cepat, bisa di hari ketiga lebaran sebelum arus balik lebaran dimulai. Kalau misalnya kehabisan tiket juga, bisa disiasati dengan keberangkatan stasiun tujuan di kota lain. Biasanya berangkat dari Jakarta, kita pilih dari Bandung begitupun sebaliknya. Hal-hal lain yang saya persiapkan untuk membuat si kecil nyaman di perjalanan antara lain, makanan yang dikukus dan dikemas terpisah-pisah, board book, dan mainan yang mudah dibawa. Saya juga memilih pakaian yang nyaman, tas yang cukup untuk membawa popok ganti dan pakaian ganti si kecil, dan tak lupa gendongan. Mudah-mudahan mudik kali ini aman, nyaman, dan tentunya selamat di perjalanan sampai kembali lagi ke tempat asal.


April 04, 2019

Mendidik Anak dengan Mengendalikan Emosi

by , in
Dalam sharing di grup WhatsApp, ada materi yang sayang jika dilewatkan begitu saja tanpa dijalani dan dipahami. Insya Allah bermanfaat :')

Mengenal Level Emosi Kita



Bunda Bidadari, begitu narasumber tersebut disapa, Bunda Savitry Indrawardhany menjelaskan bahwa ada 3 level emosi manusia:

1. Nafs lawwamah (lemah)
Contoh: kesal melihat anak yang menurut kita bandel, suka mengeluh dalam kondisi apapun, dan merasa hidupnya paling susah, serta rasa takut yang berlebihan.

2. Nafs ammarah (marah)
Contoh: solat terburu-buru karena sibuk dengan urusan dunia sehingga muncul kemarahan dan kesombongan.

3. Nafs Muthmainnah (jiwa yang tenang)
Ciri-cirinya penuh semangat, damai, dan bersyukur.

Kenalilah level emosi ini agar kita bisa lebih mudah mengendalikan emosi dan itu hanya bisa diperoleh jika kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya melalui cara 'bersahabat' dengan Al Qur'an.


Sanggup nggak? Dalam sepersekian detik kita mengubah sikap kita, tadinya mau marah tapi yang keluar malah tangis dan dan dalam otak berkelebat hal-hal yang terjadi kalau saat itu kita mengeluarkan amarah. Ini bukan ilmu ghoib, ini ilmu yang bisa dipelajari dan ngga bisa berhasil dalam sekali dua kali.

Sering kalau udah marah yang berkecamuk dalam otak saya tuh menyalahkan orang lain atas kondisi yang saya alami sekarang. Gampang memang menyalahkan keadaan, saran saya buru-buru ambil wudhu, minum air, atau duduk.


Emang gampang? Nggak. Otak biasanya mengarah langsung ke emosi yang meletup-letup dan hal-hal lain untuk melampiaskan amarah.

Untuk ibu-ibu yang sedang 'berjuang' di luar sana dengan atau tanpa suami, yakinlah bahwa pertolongan Allah itu pasti datang. Mendidik anak adalah tanggung jawab seorang ayah, namun jika ibu mendidik anaknya dengan sukarela maka Insya Allah surga :')


Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram