Menengok Masa Lampau Melalui Wisata Sejarah Cina

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, begitu pepatah mengatakan, Alhamdulillah Allah SWT berikan kesempatan aku dan teman-teman program studi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan ke sana dalam rangka mempelajari sejarah sistem pemerintahan, bencana, dan budaya Cina. Negeri tirai bambu dipilih karena karakteristik bencana dan masyarakatnya yang mirip dengan Indonesia. Banyak juga lho tempat wisata yang menarik untuk dijelajahi di Cina, selain tembok besar Cina yang terkenal itu, ada juga Summer Palace, tempat kerajinan giok, Tian An Men Square, Forbidden City, dan Wen Chuan Special Tourism Zone. Selama berada di sana kami berkunjung ke dua tempat yaitu Beijing dan Provinsi Sichuan.

China's Sky

Teratur dan rapi

Bersih dan terawat



Tepat di tanggal 17 Agustus 2015, kami ikut serta melaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan di Kedutaan Besar RI di Beijing. Bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan di negeri orang rasanya bangga luar biasa, peserta upacara tidak hanya orang-orang Indonesia yang tinggal di Beijing loh! namun ada juga tamu undangan penduduk asli Cina yang hadir melaksanakan upacara.  

KBRI Beijing

Dari hari pertama sampai terakhir, rangkaian acara yang telah disusun berlangsung mulus nyaris tanpa hambatan yang berarti. Hari pertama, kami melakukan kunjungan ke Istana Musim Panas Summer Palace, Beijing. Sejarah, budaya, dan sistem pemerintahan klasik Cina dipelajari di sana. Summer Palace atau Istana Musim Panas ini mulai dibangun pada 1750 yang saat itu dibuat sebagai taman mewah untuk keluarga kerajaan yang ingin beristirahat. Kemudian istana ini menjadi tempat tinggal utama anggota kerajaan di akhir Dinasti Qing. Namun, taman ini pernah dihancurkan oleh kobaran api. Pada awalnya, nama asli tempat ini adalah “Qingyi Garden” yang kemudian diganti menjadi “Yiheyuan” (Istana Musim Panas) setelah rekonstruksi pertama pada 1888. Istana Musim Panas (Summer Palace) letaknya sekitar 15 km dari pusat kota Beijing. Summer Palace adalah tempat bersejarah peninggalan raja-raja Cina, Danau Kunming pun menjadi daya tarik khusus di tempat ini karena kita bisa menaiki perahu-perahu dan menikmati pemandangan summer palace.



Hari kedua, kami tak melewatkan kesempatan bertandang ke Kerajinan Giok (Beijing JinSiWeiJade Factory). Tempat ini memperlihatkan proses pembuatan giok dan hasil kerajinan giok yang dipamerkan dalam berbagai bentuk. Giok dipandang sebagai suatu benda yang indah dan suci. Pada masa kuno, Giok biasanya diolah menjadi senjata, lambang kekaisaran, dan ornamen-ornamen yang bersifat religius. Perjalanan pun dilanjutkan ke Beijing Ming Imperial Palace. Museum ini memperlihatkan sejarah pemerintah Tiongkok zaman dahulu, dari dinasti ke dinasti, dalam bentuk patung-patung lilin. Sejarah mencatat bahwa terdapat perubahan baik dari dinasti ke dinasti hingga saat ini Tiongkok sebagai salah satu negara besar di dunia. Puas melihat-lihat giok yang warnanya seperti zamrud khatulistiwa, kami akhirnya melihat langsung sejarah pertahanan Tiongkok dahulu kala yang termasuk dalam keajaiban dunia yaitu tembok besar Cina! Tujuan utama pembuatan tembok besar Cina adalah untuk mencegah serbuan bangsa Mongolia dari sebelah utara pada waktu itu. Jangan lupa berfoto dengan pakaian tradisional Cina di sini sebagai kenang-kenangan ya!

Pembuatan giok di balik kaca






Hari ketiga adalah hari yang ditunggu-tunggu karena kami akan berbelanja ke tempat tersembunyi karena berada di basement tak jauh dari Bird Nest Stadium, Olympic Stadium, di toko ini kalian bisa bayar dengan mata uang rupiah loh! pilihan buah tangannya pun bermacam-macam. Untuk kalian yang ingin berbelanja di sini, sebaiknya membuat daftar nama serta oleh-oleh yang ingin diberikan supaya tidak kebingungan saat memilih barang yang bikin gelap mata hahaha. Tour guide pun mengajak kami berkunjung ke silk market yang harganya harus ditawar dan tidak bisa menggunakan mata uang rupiah. Teman-teman ku ada yang membeli gadget, powerbank, dan pernak-pernik lainnya. Selesai berbelanja, kami lanjut menimba ilmu ke Tian An Men Square dan Forbidden City. Kota terlarang atau Forbidden City merupakan kompleks istana terbesar di dunia, dimana tempat tinggal 24 Kaisar Pada jaman Dinasty Ming dan Qing. Letaknya yang strategis di pusat Kota Beijing membuat Tian An Men Square dikunjungi ribuan orang tiap harinya.





Hari keempat, kami terbang ke ke Provinsi Sichuan, mengunjungi lokasi gempa beberapa tahun yang lalu di Wen Chuan Special Tourism Zone. Gempa yang terjadi di YingXiu dengan kekuatan 7,9 skala richter membuat hampir semua bangunan hancur dan hanya 6000 penduduk yang bertahan dari 13800 penduduk. Di sana juga terdapat Monumen 5.12 berbentuk jam besar yang menunjukkan waktu kejadian dan terdapat tembok yang dipahat menunjukkan kerjasama antara pemerintah dan pihak lain yang membantu mengevakuasi korban, dibangun tepat didepan YingXiu Middle School. Monumen ini dibangun di depan sekolah agar mengingat gempa yang terjadi 12 Mei 2008.



Jika dibandingkan dengan Beijing, aku lebih suka Provinsi Sichuan, atmosfer dan udaranya lebih segar alami dan hijau royo-royo. Berkunjung kedua tempat sekaligus membuat ku belajar bahwa negara yang besar tidak diperoleh secara instan. Perlu perjuangan panjang dan ingat kalimat Bung Karno, jangan melupakan sejarah. Kearifan lokal leluhur bangsa Cina menjadi warisan yang harus dipelajari dan dilestarikan seperti kerajinan giok dan tradisi obat-obatan alami dari para nenek moyang Cina. Itu semua adalah aset yang tak ternilai harganya bagi generasi penerus bangsa Cina.

Transportasi publik yang antik

Oleh-oleh untuk keponakan

Salah satu tempat makan halal

Tertib rakyatnya
Untuk kalian yang ingin wisata sejarah ke Cina saat musim panas seperti aku, gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat karena panasnya Cina bisa mencapai 40 derajat celcius. Kenakan alas kaki yang nyaman saat mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Siapkan tabir surya dan sebaiknya menukar mata uang di Indonesia saja, jika ke silk market aku tidak menyarankan untuk berbelanja elektronik. Belanja oleh-oleh dekat bird nest saja! ada juga tas bordiran Cina sangat manis untuk dibawa pulang loooh. Jangan lupa memanjakan lidah di Xinjiang Muslim Restaurant! Tunggu apalagi? Rencanakan kunjungan mu ke Cina bersama Cheria Halal Wisata sekarang! 




Cheria Tour menawarkan Paket Tour Beijing China Muslim yang muslim Friendly dengan menu halal, tidak perlu khawatir saat masuk waktu sholat dan makan karena Cheria Tour memberikan rasa aman dan nyaman dengan biaya terjangkau. Berikut infografis paket wisata halal yang moslem friendly


Paket Tour China Beijing Yang Muslim Friendly Halal

Selama enam hari Cheria Travel menawarkan Acrobatic Show, Rickshaw Ride (Becak), Panda ZOO, and Peking Duck. Menarik banget karena aku belum kesampean lihat panda di Cina hiks hiks. Yah namanya juga belajar sambil wisata sejarah :D


Oh iya, perjalanan pulang kami saat itu tidak langsung ke bandara Soekarno-Hatta, melainkan transit dulu di Hongkong selama tujuh jam! Apa yang bisa dilakukan selama tujuh jam di Hongkong? bisa dibaca di postingan ku berikut ini yah!

Referensi:

Setiawan, Rikki. 2012. Legenda Dewa Naga Di Istana Musim Panas. Lihat selengkapnya di http://cina.panduanwisata.id/beijing/legenda-dewa-naga-di-istana-musim-panas/ 

Alrizni Nadia Febritianti, 2009. “Batu Giok dalam Kebudayaan Cina”, diunduh dari: lib.ui.ac.id/file?file=digital/127448-RB06A258b-Batu%20giok...pdf, pada tanggal 24 Agustus 2015, puku 14:07 WIB.

Laporan Kuliah Kerja Luar Negeri Prodi Manajemen Bencana Universitas Pertahanan Indonesia Cohort 5 di Tiongkok

http://www.cheria-travel.com/2016/04/paket-tour-china-beijing-muslim-friendly.html



Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Posting Komentar