Minggu, 27 November 2016

Ngobcan BP, Hunian Nyaman dan Rapi

Aku baru pertama kali nih ikutan ngobrol cantik alias ngobcannya Blogger Perempuan, Sabtu, 19 November 2016. Ketemu lagi sama temen-temen Blogger yang aku kenal di Citra Alam, ada mbak Waya dan mbak Lita, nambah kenalan temen blogger lain juga pastinya. Eh ada kaum laki-laki juga lho, banyak anak kicik juga! Komplit deh semuanya!

Mbak Waya dan Mbak Lita
Acara ini dibuka dengan manis oleh lagu cantik karyanya kahitna jadi nyanyi bareng deeeh, dipandu mbak Kartika Putri sebagai pembawa acara, ngobcan BP di Sabtu pagi semakin cerah. Nice to meet you mbak!

Mbak Kartika Putri membuka acara
Narasumber hari ini salah satunya adalah Mas Rabbani Kusuma Putra dari Nimara Arsitek. Mas Rabbani memulai arsitek dengan desain kontemporer yang menerapkan konsep dan material yang modern. Istrinya arsitek juga lho, Nimara adalah kata yang diambil dari nama RabbaNI kusuMA PutRA. 

Band pembuka acara
Mas Rabbani suka melihat perkembangan desain di luar negeri dan diimplementasikan di Indonesia dengan memaksimalkan sumber daya alam yang kita miliki seperti cahaya matahari. Eco design and Compact living yang menjadi topik Ngobcan BP kali ini mengarah pada bagaimana membuat hunian tempat tinggal kita menjadi ramah lingkungan, dalam hal energi dan pemanfaatan sumber daya alam secara efektif dan efisien. Kualitas hidup manusia tidak ditentukan dari luas sempitnya hunian lho, tapi bisa atau tidak hunian tersebut memenuhi kebutuhan manusia untuk berinteraksi.

Mas Rabbani
Hunian green design harus didukung dengan cara hidup yang green living juga pastinya. Cara hidup ini punya lima aspek, pertama, pengelolaan tanah yang sebisa mungkin 30 % dari luas tanah disisakan untuk penyerapan air, area bermain, dan tanaman. Kedua adalah pengelolaan air, pembuangan air diatur agar tidak dibuang ke jalan dan mengalir ke tetangga karena itu mengganggu. Air dari wastafel  pun bisa disiasati agar masuk ke air pembuangan di toilet. Ketiga yaitu sirkulasi udara yang cukup. Terakhir, penggunaan material yang kontekstual artinya memberdayakan yang ada di sekitar kita, so tidak perlu import.

Selanjutnya ada Mbak Bayu dari professional organizer @rapirapiyuk. Professional organizer itu bukan cuma orang yang ngurusin event aja, tapi juga urusan bersih-bersih atau rapi-rapi hunian tempat tinggal. @rapirapiyuk adalah partner sehingga bekerja bersama-bersama dengan si pemilik hunian untuk mempelajari ilmu mengorganisasikan barang-barang dan menatanya agar lebih baik.

Mbak Bayu
Kerugian orang yg tidak organize itu ternyata banyak, pertama, buang-buang waktu untuk mencari barang yang kita lupa rapikan setelah dipakai, lupa dimana menyimpannya. Kedua, buang-buang uang dengan membeli barang yang sama karena kita tidak menemukan barang tersebut atau lupa menyimpan barang tersebut di rumah. Ketiga, berpengaruh pada kesehatan jika kita menumpuk barang dan menjadi sarang debu seperti tumpukan kertas, mengundang tikus juga untuk bersarang di tumpukan barang tidak terpakai, dan bisa timbul jamur di tempat-tempat penyimpanan barang yang lembab. Terakhir bisa mengakibatkan stress karena rumah dalam kondisi tidak nyaman dan tidak rapi.

Mbak Bayu kemudian mendemonstrasikan bagaimana caranya seorang professional organizer bekerja. Kumpulkan barang yang tidak terpakai dalam tiga atau enam bulan kemudian setelah waktu yang ditentukan lakukanlah hal-hal berikut ini:
  •  Understanding value, tanya pada dirimu sendiri apakah barang ini benar-benar dibutuhkan atau tidak?
  •  Understanding space, jika benar-benar dibutuhkan makan simpanlah pada tempatnya
  • Group and Sorting, barang yang sudah tidak dibutuhkan bisa disorting mana yang mau disimpan, mana yang mau dibuang, dan mana yang mau disumbangkan
  • terakhir, group similar items together
Sesi terakhir disampaikan oleh Bapak Edi dari Prajawangsa City yang mengungkapkan bahwa di masa depan apartment akan menjadi pilihan hunian tempat tinggal yang mendukung mobilitas karena di kota besar jumlah lahan semakin terbatas. Prajawangsa city dibangun dengan observasi dan riset yang mendalam, kawasan Cijantung belum mendapat perhatian khusus padahal segementasi dan lokasinya strategis. Konsep apartment murah dilengkapi pusat perbelanjaan modern pun akhirnya siap dibangun dengan konsep yang matang didukung penuh oleh Synthesis Development.
 
Bapak Edi

Aku yang masih tinggal dengan orang tua jadi membayangkan hunian tempat tinggal seperti apa yang aku inginkan di masa depan. Belum pengen punya apartmen sih karena menurut ku pribadi lingkungan sosialnya kurang ramah, hidupnya terlalu individualis, dan bisa jadi tidak mengenal tetangganya sendiri. Tapi, keterbatasan lahan dimasa depan, membuat apartmen menjadi pilihan yang cocok untuk orang-orang dengan mobilitas tinggi.

Hunian tempat tinggal kami yang sederhana dirancang oleh ibuku sendiri disupport ayah yang nggak punya background pendidikan arsitektur. Tanpa sadar beliau sudah menerapkan konsep smart design di rumah mungil kami ini. Walaupun berada dalam gang perumahan namun lahan rumah kami tidak dihabiskan dengan menutup lubang saluran air, masih bisa untuk parkir mobil di dalam rumah sehingga tidak mengganggu tetangga dengan parkir di jalan depan rumah, dan menghias rumah dengan tanaman di dalam pot. Pintu ada dua dan jendela rumah kami ada tiga yang bisa dibuka ke luar sehingga sirkulasi udara dan cahaya matahari cukup terpenuhi. Walaupun rumah kami tipe 21, tapi terkesan luas karena tidak ada sekat di ruang tamu, warna yang dipilih pun hanya satu agar terkesan luas seperti yang disampaikan Mas Rabbani yaitu biru muda. Urusan jemur dan menyetrika ada di lantai atas sehingga lantai bawah diusahakan selalu rapi.

Dalam urusan organizing something, ibu ku ternyata jago juga guys! Tapi anaknya dan ayahnya yang nggak jago hahahahahaha. Aku dan ayah selalu sayang untuk membuang sesuatu, selalu kami simpan dan ditumpuk karena berpikir akan dipakai suatu saat nanti hehehe, seperti kardus, botol air minum yang pecah, dan kertas-kertas yang menurutku very priceless. Kalo urusan pakaian, baru aku sortir saat ada event bakti sosial yang dishare kawan-kawan. Mudah-mudahan nanti saat punya hunian tempat tinggal sendiri, aku bisa menerapkan ilmu organizing dan merancang hunian yang smart seperti yang sudah ibuku lakukan. 

  • Yummy!
    This is short video about the event
    Check this one out!
    Jangan lupa like and subscribe yha :*