Menjadi Kecil dan Mengarah Pada Tujuan yang Sama

Kita semua pernah kecil, bermain dan belajar menjadi hal yang rutin kita lakukan hingga jenuh pada masanya. Masing-masing dari kita naik kendaraan yang berbeda, ada yang cepat sampai tujuan, ada yang perjalanannya terasa lambat karena mungkin bersama teman perjalanan yang tak satu tujuan. Kendaraan-kendaraan itu melaju, mengisi bensin, seolah tak mempedulikan kendaraan lain. Jalur bebas hambatan diisi orang-orang dengan kesadaran penuh menutup rapat jendelanya dan salip kanan-kiri.



Kendaraan itu sekarang hadir dengan penumpang yang berbeda. Kehidupan sejak kecil rasanya berjalan auto pilot. Saat besar rasanya masa kecil menyenangkan, walaupun ada kurangnya juga. Bahkan sebagian orang tak ingin mengulang masa-masa itu karena terlalu menyakitkan untuk dikenang terus-menerus.



Anak-anak kecil itu sekarang memiliki anak kecil. Waktu membawanya bersama tangan-tangan mungil yang mulai melihat dunia. Generasi alpha mungkin tercipta nyaris tanpa kekurangan kasih-sayang karena para orang tua yang pernah kecil belajar untuk memutus luka-luka pengasuhan pada zaman mereka. 

Hidup setelah pernikahan mengubah prioritas kita secara drastis. Menembus jarak dan waktu mungkin tak semudah dulu. Bisa bertahan hidup dari hari ke hari di tengah gempuran kecanggihan teknologi yang makin nggak masuk akal saja rasanya sudah terengah-engah.


chibi famz


Merawat masa kecil di masa sekarang bisa jadi seperlunya saja. Seiring berjalannya waktu, kita pun semakin paham bahwa menjadi orang tua itu penuh perjuangan. Sikap dan perkataan mereka ternyata memiliki latar belakang yang panjang. Hidup sebelum menikah hingga memiliki kita yang sekarang punya anak kecil. Pada akhirnya kita hanya bisa mengamati proses pendewasaan orang tua, diri kita, anak-anak kita, dan hidup terus berjalan tanpa menunggu kita berubah ke arah yang lebih baik atau lebih busuk.

Ada ibu yang bertarung dengan kerinduannya pada anak perempuan pertama yang jauh disana, ada ibu yang bertarung dengan kegamangan bekerja atau bersama anak, ada ibu yang bertarung dengan pikiran-pikirannya sendiri. Semua mengarah pada tujuan yang sama, ingin kembali dalam versi terbaiknya, lebih baik masa depannya, lebih cerah, dan jangan seperti saya. Bibit-bibit kecil ini disirami cinta satu per satu, hingga kelak mencapai versi terbaik bagi dirinya sendiri dan menjadi manfaat bagi orang lain. Masing-masing dari kita berjuang mencapai tujuan dengan kendaraan masing-masing. Isi hati dan kepala bisa lebih banyak diam karena dikeluarkan kadang membebani bukan melegakan.





Posting Komentar

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Lebih baru Lebih lama