Merdeka dalam Diri

Sebenarnya kemerdekaan itu apa sih?
Merdeka dengan bebas melakukan apa saja di dunia?
Merdeka dari pikiran masing-masing?
Merdeka dari pengkhianatan dan penjajahan orang lain atas diri kita?



Ketika memori-memori baik hilang dari kepalamu. Sedetik, dua detik, dalam sekejap isi otakmu penuh dengan kepalsuan orang lain. Kau pun tak sanggup tertawa, memikirkannya saja mual. Cukup sehari isi otakmu penuh, memikirkannya hingga bergemuruh. Dalam tiap niat baik yang mungkin orang salah mengartikan, terselip deru nafas yang memenuhi rongga dadamu.

Merdeka! Pekikmu sekarang, Sang Saka Merah Putih pun berkibar dengan gagahnya. Walau kini dilanda corona, tetapi semangat perjuangan tetap membara. Berjuang untuk hidup bersih, berjuang demi keadilan, berjuang demi kebaikan. Kemerdekaan yang kita rasakan hari ini tentu sangat bermakna karena masih lebih banyak menghabiskan waktu di rumah aja, pergi ke pusat perbelanjaan masih khawatir, makan di luar masih mikir-mikir, pun demikian halnya dengan bepergian jarak jauh yang bisa jadi memunculkan klaster baru. Ah apa masih enggan kita mengelak bahwa kehidupan normal yang baru memang harus disusuri. Walau berliku-liku tapi kita tidak sendiri, seluruh dunia menyadari wabah ini.

Lantas? Apa kita hanya akan berdiam diri terus meratapi nasib karena wabah tak jua pergi? Hidup yang terus berjalan akan membawa kita pada satu tujuan yang sama. Mertua saya sih bilang "Yah dimanapun kita berada kalau ditakdirkan sakit ya bakal tumbang juga", perjuangan kita belum berakhir kawan. Merdeka seutuhnya dan kembali ke kondisi normal adalah satu dari sekian hal yang saya inginkan. Walau banyak hikmah yang bisa diambil selama pandemi ini namun tak selamanya saya mau menjadi burung dalam sangkar yang tak bisa bebas kemanapun pergi.

Mari kita senantiasa berdoa untuk keselamatan diri khususnya. Semoga negeri ini tetap bisa mempertahankan kemerdekaan dengan berbagai prestasi yang membawa harum bangsa Indonesia. Mudah-mudahan rakyatnya semakin rukun dalam keberagaman, toleransi tinggi, dan saling menghormati. Negeri kita ini indah bila kita turut menjaga dan bangga dengan beragam hal-hal positif yang ada di tanah air tercinta. Dirgahayu Indonesiaku!

*artikel ini diikut sertakan minggu tema komunitas Indonesian Content Creator*

9 comments:

  1. Nah, meski takdir tak bisa dihindari, tetapi saya akan berusaha untuk berbuat yang terbaik, apalagi kalau sudah berkaitan dengan keselamatan keluarga. Saya mungkin kuat, tapi jika ada lansia di rumah misalnya, tentu akan lebih riskan. Percayalah, bosan tak bisa keluar itu tidak sebanding dengan sedih karena tidak bisa memeluk orang terkasih :).

    ReplyDelete
  2. Agak susah mengartikan merdeka dalam diri ya mbak. Karena, memang rasanya belum bisa "hidup enak", apalagi pandemi sekarang. Intinya sih terus bersyukur aja, jangan lupa berbagi, dan jangan bosen berbuat baik.

    Salam kenal mbak Veny :)

    ReplyDelete
  3. Hai Mbak Veny. Salam kenal..
    Arti mereka bagi tiao2 kita memang beda. Tapi semoga tetap positif dan membawa kebaikan utk kita dan org lain.

    ReplyDelete
  4. Definisi merdeka setiap orang memang tak sama ya. Tapi sebagian besar pastinya mendefinisikan positif menurut pandangannya

    ReplyDelete
  5. Benerr mbak, pengen segera merdeka dari covid-19 sehingga bisa kembali normal asik hehe

    ReplyDelete
  6. Aamiin... semoga semua membaik ya mba.dan merdeka untuk kita semua.

    ReplyDelete
  7. Iya benar banget, perjuangan kita belum usai. Covid masih ada di sekitar kita

    ReplyDelete
  8. MasyaAllah yaa tahun ini. Mudah-mudahan doa doa kita di tengah pandemi seperti ini segera dikabulkan. Sedih banget baca postingan teman-teman soal pandemi

    ReplyDelete
  9. Hallo mba, salam kenal...aamiiinnn aamiiinnn untuk doanya. Semoga keadaan membaik ya, pandemi segera berakhir, aamiinnn

    ReplyDelete

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram