Menjadi Ibu Rumah Tangga: Berjuta Rasanya, Sejuta untuk Selamanya


Long title to close my incredible life at 20. Fyuh. It's like, what? I'm turning 30 now. So what's gonna be happen next? In this temporary life.

Menjadi ibu rumah tangga secara harfiah adalah menempati rumah yang di dalamnya terdapat tangga untuk naik ke tempat penampungan air dan mengecek kalau sewaktu-waktu ada hal yang harus diperhatikan di atap rumah ini.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
‘Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’

Semoga rumah ini menjadi berkah dan bermanfaat untuk penghuninya hingga akhir hayat nanti. Aamiin
Cerita sedikit tentang awal kami bertemu dengan rumah ini, rasanya seperti tak menginginkan apapun lagi di dunia ini. Ya, sedamai itu... tiap hari kami disambut gemerisik angin pada dedaunan di langit yang cerah maupun mendung. Semburat rembulan yang muncul malu-malu diantara langit malam yang bisa kami pandang langsung dari jendela kamar. Juga aroma bakar sampah yang saya suka, tentu saja sampah alami bukan sampah duniawi. Persis seperti tempat kelahiran saya dan mirip dengan tempat tinggal suami beranjak dewasa.

Baca: Kampung Halaman

Kami berdoa semoga tempat ini menjadi tempat yang nyaman untuk singgah, istirahat, hingga ke peristirahatan terakhir. Rumah ini cukup membahagiakan kami, alhamdulillah kami dapat beradaptasi dengan cepat. Ku kira ini adalah hadiah teristimewa bagi kami berdua, dipinang tak jauh dari hari kelahiran suami dan sudah dihuni saat hari kelahiranku. Sungguh rencana Allah memang begitu indah untuk orang-orang yang sabar dan tawakal.



Beruntung rasanya karena telah membuat keputusan yang tepat. Kalau dipikir-pikir, bangun pagi setiap hari tanpa memusingkan urusan orang lain itu nikmatnya luar biasa. Walau pekerjaan rumah tak jua habis dan selalu ada, tapi alhamdulillah bisa lebih bijak dalam menuntaskan semuanya. Termasuk urusan keuangan.

Dulu saat bekerja, rasanya sulit sekali menabung. Payday adalah hari dimana uang habis dipos belanja online bahkan membayar utang. Astagfirulloh. Berbanding terbalik dengan kondisi bekerja dari rumah, recehan yang terkumpul bisa lebih bermanfaat dan tersimpan lebih lama untuk hal-hal yang prioritas. Saat bekerja, selalu saja habis untuk hal-hal yang yah bukan dibutuhkan tapi diinginkan. Ini adalah cara Allah SWT mentakdirkan hidup kami agar selalu bersyukur dan cukup dengan rezeki yang dibagikan.



Buat lucu-lucuan aja :p

Mohon maaf ya kamu jauh sekarang. Buka dong deket sini hahaha




lupa pernah isi data disini hahaha 




No comments:

Post a comment

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram