Before 30 (Part 1?)

Sebenarnya usia 30 tahun itu seperti apa sih?
Jelang usia kepala 3 saya mulai membayangkan dan mencari-cari. Perempuan yang mencapai usia 30 tahun itu harus apa? Harus gimana? Kenapa harus gitu? Gimana kalau nggak ada perubahan sama sekali?

Free pukpuk

Usia yang bukan 20-an lagi. Apa masih bisa saya menjadi diri sendiri? Tidak selalu dituntut harus berwibawa, bijak, dan kalem. Itu bukan saya banget. Apalagi di dalam rumah. Saya rasa ada tahap perkembangan di masa kecil yang belum tercukupi sehingga berdampak hingga saat ini. Tidak hanya satu orang yang bilang saya ini kekanak-kanakan. Memangnya kekanak-kanakan dinilai dari apa? Nggak bisa diam kalau di dalam rumah? Main boneka di kamar? Atau masih takut tidur sendiri? Nangis kalau disakiti? Nyanyi-nyanyi sambil joget-joget? Apa itu yang disebut kekanak-kanakan? Apa itu sebuah kelemahan?


Hidup yang selalu saya bawa serius bahkan sebelum menikah, menuntut saya untuk menyelesaikan jenjang-jenjang kuliah yang tak saya inginkan sepenuhnya. Sekarang setelah menikah dan menjelang usia 30 tahun, saya harap bisa menjadi lebih baik lagi namun tetap menjadi diri sendiri. Tingkah-polah yang saya lakukan berujung pada kebahagiaan diri sendiri. Berharap tidak merugikan orang lain dan mengganggu ketertiban umum. Setidaknya saya tau cara bahagia dengan tidak menggantungkannya pada orang lain dan menghadiahi diri sendiri walau hanya dengan sebutir coklat. :)



No comments:

Post a Comment

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram