Kenapa sih Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu?

Setelah sekian lama, akhirnya bisa melakukan aktivitas ini lagi. Saat-saat penelitian yang membutuhkan daya pikir yang kuat di sepertiga malam terakhir.

Eh

Udah jam enam pagi deng. Yah, maklum kondisi saat ini ngikutin jam tidur si kecil. zzz

Source: YouTube Harbatah

Setelah sempet sedih karena postingan-postingan di hellobogor.com tak terselamatkan sebelum dipindahkan, sekarang harus semangat lagi!


Kini aku tau jawabannya, kenapa sih surga itu di bawah telapak kaki ibu? Berdasarkan pengalaman cetek ku sendiri beberapa bulan belakangan. 

Masa-masa menyusui

Ya bayangin aja shay! dari abis lahiran, badan rontok harus menyusui. Memulihkan kondisi diri sendiri dan menghidupi bayi dengan air susu yang sumbernya langsung dari tubuh ibu.

Masa-masa belajar makan

Susah makan, ibunya yang salah.
Mau makan, tapi sembelit, ibunya yang salah.
Anaknya pilih-pilih makanan, orang tuanya punya uang tapi nggak mau beliin.
Yah gitu deh.

Masa-masa rewel setelah imunisasi atau bepergian jauh

Nggak berlaku untuk yang anti vaksin ya :p
Ada yang bilang juga nggak boleh mandi magrib supaya bayinya malem nggak rewel. Mitos?
Nggak boleh makan duren, makan pedes, nggak usah makan aja sekalian gimana?

Masa-masa jatoh, kejedot, meluncur, kepeleset.



Dari masa ke masa berusaha dinikmati seiring berjalannya waktu aja, senikmat makan saat lapar eh si kecil buang air buesar. Pastinya orang tua laki-laki juga sangat berperan penting, karena beliau adalah tulang punggung keluarga dan orang yang bertanggung jawab mendidik anak. Dipikir berat ya berat, dibawa ringan ya tetap terasa ada beban yang harus ditanggung. 

Hal-hal yang terurai di atas belum semuanya dan mungkin belum bisa menyadarkan kita kalau beneran deh surga memang tepat banget ada di telapak kaki ibu, karena harus kalian rasakan sendiri wahai gadis-gadis di muka bumi ini. Di posisi anak, dia nggak pernah tau dan nggak request juga mau punya orang tua seperti apa. Namun, di sisi lain dia harus berbakti pada orang tua walaupun seorang anak itu hanyalah titipan Sang Maha Kuasa. Maka muncul, anak durhaka, rasa nggak terima karena diperlakukan nggak baik saat beranjak dewasa dan lupa masa-masa menyusui pun belum bisa apa-apa.

Udah dulu ya, si kecil bangun kakakkkkkkkkkkkkk

Source: studiislam


2 Comments

  1. Waktu kecil hingga remaja saya sedikit eh banyak kecewa ama mama saya, setelah punya anak, saya memaafkan mama dan memohon ampun karena ketidak mengertian saya.

    Setelah anak saya beranjak gede, saya memaafkan pengasuhan keras bapak saya.

    MEmang, banyak yang gak bakal ngerti sampai mereka merasakan sendiri 'nikmatnya' jadi ibu :D

    ReplyDelete

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)