January 21, 2019

Perpanjang SIM C di Cibinong: Ibu yang Mau Bawa Anaknya Wajib Baca

by , in
Bismillahirrohmanirrohim...

Bulan depan SIM C saya habis masa berlakunya, berhubung saya masih mempunyai bayi di bawah satu tahun dan merawat tanpa bantuan pengasuh khusus jadi saya harus perpanjang SIM sebelum batas waktu berakhir. Khawatir kalau terlalu 'mepet' ada keperluan tak terduga, karena jika melewati batas waktu harus mengikuti prosedur pembuatan SIM baru. Tentu saja butuh usaha lebih untuk itu hahaha.

Ini kali kedua saya datang untuk memperpanjang SIM, kedatangan pertama saya terlambat karena penyerahan berkas perpanjang SIM hanya dari pukul 08.00-09.00 WIB.

Baca: Bikin SIM di Cibinong


Apa Saja yang Perlu dibawa?

1. Fotokopi KTP satu
2. Fotokopi SIM satu
3. Surat Keterangan Sehat
4. Map


Di Polres Bogor, Cibinong, Semua persyaratan yang perlu dibawa bisa diperoleh. Namun untuk fotokopi KTP dan SIM lebih baik disiapkan sebelum berangkat, salah satunya karena KTP mu akan diminta di pos jaga lalu ditukar dengan kalung tanda pengenal tamu. Menurut supir ojek online, surat keterangan sehat bisa dibuat di Puskesmas.


1. Beli Map

Berhubung map yang saya bawa warnanya salah, saya diarahkan beli map warna biru untuk perpanjang SIM C. Tempatnya di dalam polres, di samping masjid dan masih dalam lingkungan polres. Ini enaknya urus SIM di Polres Bogor, Cibinong, sudah tersedia dan tak perlu bingung cari-cari yang dibutuhkan di luar lingkungan polres.

2. Surat Keterangan Sehat

Lokasinya berhadapan dengan tempat fotokopi dan tempat pembayaran asuransi. Biayanya tiga puluh ribu rupiah.

3. Bayar Asuransi

Tempatnya bersebelahan dengan tempat fotokopi. Biayanya tiga puluh ribu rupiah juga.

4. Loket Perpanjang SIM

Berkas diterima hanya sampai pukul 09.00 WIB. Menuju lokasi ini melewati petugas yang membagikan tanda pengenal kedua bertuliskan perpanjang SIM.

Tempat ini, 5 tahun lalu digunakan untuk tempat pembuatan SIM baru. Sekarang beda, di pojok tersedia juga ruang bermain anak. Wah jadi tambah nyaman.


5. Bayar Biaya Perpanjang SIM

Setelah berkas diserahkan, nama-nama dipanggil untuk membayar biaya sebesar tujuh puluh lima ribu rupiah. Petugas pun menyerahkan formulir yang harus diisi, jangan lupa membawa pulpen ya! 



6. Foto dan Tunggu SIM Baru

Formulir yang telah diisi diserahkan lagi ke petugas dan tunggu nama kita dipanggil untuk foto, sidik jari, dan tanda tangan. Perempuan yang membawa bayi diprioritaskan lho! Selesai foto tunggu nama dipanggil petugas untuk menerima SIM yang sudah jadi.

Mudah kan?

Untuk ibu-ibu yang membawa anak bayi yang masih menyusu langsungl saranku ajak pendamping. Khawatir si kecil rewel jadi bisa gantian gendong dan bisa gantian saat foto juga. Kalau kurang nyaman, pendamping dan si kecil bisa tunggu di masjid dalam polres.

January 15, 2019

Pak Sabar

by , in
Keluarga kami cukup.
Cukup uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Cukup sering bertemu tiap hari.

Namun Nila selalu merasa kurang.
Kurang waktu untuk makan bersama.
Kurang waktu untuk berlibur bersama.

Sehari-hari Nila sama ibu. 
Ditambah satu adik kecilnya yang menjadi bulan-bulanan keisengan Nila. 

Keluarga kami betah di rumah.
Saat iri dengan keluarga lain yang singgah sebentar untuk menginap di hotel saat mudik pun diucap tak tau rasa bersyukur.
Saat iri dengan keluarga lain yang berlibur bersama pun diucap tak tau rasa bersyukur.

Sering terucap bosan di rumah pun diucap tak tau rasa bersyukur.
Melakukan eksperimen dengan benda-benda di rumah pun diamuk.

Jadi bersyukur itu apa? Toh kerja lembur pun tak membuat keluarga kami kaya mendadak.

Sabar Nila, jika kamu ingin orang lain yg susah sabar mempunyai kesabaran seluas samudera maka kesabaran mu harus lebih dari itu. Itu ucapan Pak Sabar.


January 13, 2019

Merencanakan Liburan Bersama Keluarga

by , in
Januari diawali dengan keadaan anak yang tak baik-baik saja. Dia mulai batuk pilek dan maju-mundur menelan makanan. Setiap hari ada saja tantangan yang saya hadapi. Wajar, semuanya serba pertama. Setelah menikah lalu punya anak, segala hal dipikirkan dengan penuh pertimbangan dan jangan sampai ada keraguan dalam mengambil keputusan.

Bepergian pun menjadi hal yang harus dipikir ulang, mau ke tempat yang jauh atau dekat harus dipastikan kondisi cuaca bersahabat, suasana saat perjalanan mendukung untuk mengajak bayi, dan barang yang dibawa lengkap tak ada yang tertinggal terutama milik si kecil. Suasana perjalanan pun dibuat nyaman agar si kecil tenang. Pernah di akhir tahun kemarin, saat Bapak kami tercinta pulang ke Rahmatullah, beberapa barang si kecil tertinggal dan salah satunya adalah barang yang penting. Perjalanan pergi rasanya waktu berjalan lambat sekali, salah satunya karena kami sedang kehilangan. Perjalanan pulang juga semakin padat karena bersamaan dengan jam pulang kerja. Aku jadi berpikir ulang untuk naik mobil pribadi saat bepergian jauh, karena cukup menguras tenaga orang yang duduk di bangku supir.


Isi Bahan Bakar di Tempat Peristirahatan Jalur Bebas Hambatan

Masuk awal tahun bertebaran informasi seputar cuti bersama 2019, ada yang lengkap dengan informasi wisata kulinernya juga lho! Tahun ini kami memang merencanakan mudik dan liburan sambil menghadiri undangan pernikahan. Agar terealisasi, kami mulai cari-cari promo tiket transportasi umum. Saya memiliki jiwa ransel yang tak masalah naik kereta ekonomi yang harus dipesan jauh-jauh hari walaupun dalam kondisi hamil. Di trimester pertama kami naik kereta saat pulang kampung dari kota kelahiran suami. Rasanya luar biasa, jangan ditanya! Karena bertepatan dengan libur hari raya umat kristiani dan libur hari raya anak sekolah hahaha. Sedap!


Naik Kereta Lokal

Di trimester dua kehamilan kami berangkat lagi ke Banyuwangi, kota ini direncakan untuk bulan madu. Alhamdulillah, berangkat ke Banyuwangi terlaksana bersama calon bayi di rahim. Kami tidak menyangka akan dianugerahi anak tak lama setelah resepsi pernikahan. Perjalanan kesana panjang sekali karena kami berganti-ganti kereta dan singgah sejenak di Sidoarjo. Luar biasa! Pulang dari Banyuwangi, Pak Suami minta agar kita naik pesawat saja. Oh dengan senang hati! Jiwa ransel saya mendadak berbunga-bunga.


Pagi di Pantai Boom (Jepretan Mas Alan)

Pada waktu itu urusan kamar tempat menginap dapat diperoleh dengan mudah, walaupun sekedar rebahan dan lebih banyak meninggalkan kamar. Hasil pencarian di situs perjalanan pun memudahkan kami memperoleh informasi tempat menginap yang direkomendasikan oleh para travel blogger. Ada pengalaman menarik karena kami tidak cek ketersediaan kamar lain sehingga kamar yang kami huni tidak memiliki toilet dalam kamar hahaha. Sungguh sebuah kecerobohan yang konyol jika diingat-ingat hari ini.

Rencana pergi jauh tahun ini, dalam otak kami harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Jangan sampai pengalaman konyol terulang kembali walaupun kami masih menikmati sih bulan madu sekaligus babymoon di waktu itu. Pergi jauh kali ini akan sangat berbeda karena tambahan satu anggota keluarga yang semakin menghangatkan suasana. Persiapan tiket, tempat menginap, dan pilihan wisata yang dituju pun harus lebih terencana dengan matang. Entah itu wisata kuliner, wisata sejarah, wisata spiritual, dan wisata lainnya diusahakan tak sekedar foto-foto saja untuk menyimpan kenangan tapi juga memberikan inspirasi baru bagi kami saat liburan usai. Nah, minta sarannya dong readers, wisata yang ramah anak di Jawa Timur dan Jawa Tengah apa saja ya?




Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram