Nostalgia Bersama Oma

Siang-siang makan nasi uduk?
Siapa takut!
Biasanya aku makan nasi uduk pecel lele yang dibungkus dari warung tenda saat malam hari atau di pagi hari untuk menu sarapan. Kali ini beda! Waroenk Talubi mengundang influencer untuk mencicipi resep khas Oma sang pemilik Waroenk Talubi yang telah lama tiada.

Nasi Uduk Ayam Bakar Talubi

Setelah berhasil memasarkan oleh-oleh khas Bogor dari olahan talas, ubi, dan pisang. Talubi membuka rumah makan sekaligus outlet barunya di daerah Surya Kencana. Lokasi ini cukup strategis, mudah diingat, karena terletak tak jauh dari Gang Aut Surya Kencana yang merupakan salah satu kawasan kuliner Bogor. Mulai dari asinan jagung, bandrek, martabak jadul, sampai kuliner masa kini yaitu es kepal dijajakan disana. Lokasi yang tak pernah sepi ini mengundang siapapun yang sedang wisata kulner di Bogor melirik Waroenk Talubi. Suasana jadul di dalam Waroenk Talubi pun semakin syahdu diiringi siaran radio dan lagu-lagu zaman Oma dulu. Bagus juga jika sekali-kali menghadirkan live music yang dengan lagu-lagu nostalgia. Pada dinding-dinding pun dibubuhkan nasehat-nasehat Oma yang jelas terbaca.



Di hari pertama pembukaannya, Waroenk Talubi memberikan 1000 piring gratis bagi pengunjung yang datang. Paket Kangen Oma pun dihidangkan, paket ini terdiri dari nasi uduk ayam bakar Talubi, tahu dan tempe, serta teh dilengkapi dengan sambal yang berhasil menerbitkan air liur. Perpaduan antara pedas-pedas gurih dan nikmat! Begitu rasanya sampai ke lidah. Terasi yang dibalurkan ke ayam bakar talubi ini meresap banget. Harga yang dibandrol untuk paket ini cukup pantas, cukup dengan Rp 22.000,- perut yang lapar menjadi kenyang.

Menu di luar paket pun tak kalah enak. Ampela dan jantung ayam yang aku coba ngga mengecewakan diakhiri dengan es dawet yang manisnya pas. Paket Kangen Oma ini menjadi jawaban pertanyaanku yang tak biasa makan nasi uduk tengah hari bolong.



Tak hanya nasi uduk, Waroenk Talubi juga menyediakan pilihan nasi putih biasa dengan tambahan urap atau pecel. Ada pilihan babat goreng juga bagi pelangan yang tak ingin menu ayam. Bagi pembaca yang penasaran dengan gurihnya nasi udup resep leluhur lebih dari 100 tahun, ada baiknya telepon terlebih dahulu. Berdasarkan pengalamanku yang lagi pengen-pengennya nasi uduk di siang bolong eh sampai disana kehabisan dan masih proses masak ulang. Beruntung masih ada pilhan menu lain yang tersedia. So, bagi yang ingin wisata kuliner Bogor ke Waroenk Taubi bisa cek di Instagram Waroenk Talubi untuk kontak lebih lanjut sebelum datang kesana yah ;)






continue reading Nostalgia Bersama Oma

Belanja Kebutuhan Bayi di Bogor

Kegiatan ini kami lakukan saat memasuki bulan ketujuh janin dalam kandungan. Kenawhy? karena eh karena tabungannya belum kumpul kak hahaha. Selain itu, aku mengambil hikmah dari ucapan para orang tua bahwa belanja untuk calon bayi setelah 7 bulan saja dengan pertimbangan. Pertama, sebelum 7 bulan kondisi janin masih rawan sehingga dikhawatirkan beban psikologis yang diterima jika terjadi sesuatu pada janin lebih berat. Kedua, menghindari diri dari perbuatan konsumtif hahaha. Bayangkan jika aku belanja dari trimester pertama, sudah numpuk-numpuk lah mungkin barang-barang yang dibeli karena lucu bukan karena butuh hehehe.

di Trimester awal ku sarankan untuk banyak mencari tau seputar kebutuhan bayi yang penting dibeli dan yang bisa nanti dibeli. Buat catatan barang, harga, dan merk yang direkomendasikan dari review blog, teman yang sedang hamil, dan teman yang telah melahirkan. Cari tau juga toko-toko online khusus bayi dan official website merk produk bayi serta e-commerce yang sering menebar diskon untuk produk-produk bayi. Paling utama, belanja sesuai kemampuan kantong masing-masing dan kebutuhan, diskusi dengan orang lain boleh tapi harus sadar dengan kondisi kantong sendiri! Stop membanding-bandingkan apalagi iri hati harus dibuang jauh-jauh hari yha!

Setelah aku punya listnya, hasil comot sana sini tentunya. Ini daftarnya~

Peralatan Tidur
  1. Kasur bayi kelambu - Rencana merk baby dream atau baby bees tanpa musik           Pertimbangan: Kami punya space tidak terlalu besar sehingga nggak beli box bayi, bayi yang masih sering menyusui pun jadi pertimbangan lain tidak menggunakan box        
  2. Perlak/alas ompol - Merk Sugar baby, Beli di Tiara Baby Shop Bogor
  3. Sprei Waterproof
  4. Selimut - Rencana merk ...
  5. Pampers Newborn - Rencana merk Pampers, Merries, Mamy Poko Ultrachy
  6. Baju dan celana bayi, panjang dan pendek - Merk Libby dan Velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor
  7. Bedong - Merk Libby dan Velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor
  8. Gendongan - Rencana merk Foglia ring sling      Berdasarkan rekomendasi master of gendong menggendong hehehe mbak echa~
  9. Gantungan baju bayi bundar
  10. Popok dan gurita - popok diantara merk libby dan velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor (gurita belum beli)
  11. Sarung tangan dan kaos kaki -  sarung tangan merk Libby, beli di Tiara Baby Shop Bogor (kaos kaki lupa merknya hehehe)
  12. Topi - diantara merk libby dan velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor 
  13. Termometer - rencana merk Omron (atau ada rekomendasi lain nggak readers? hahaha)
  14. Baju pulang dari RS dan baju untuk aqiqah - Jumper Merk Velvet, beli di Tiara Baby Shop Bogor 
  15. Tadah iler - Merk Libby, beli di Tiara Baby Shop Bogor
Kenapa belanja di Tiara Baby Shop?

Sebetulnya ada keinginan untuk belanja kebutuhan bayi di toko-toko kebutuhan bayi yang lebih murah berdasarkan rekomendasi temen-temen di daerah Jakarta dan Tangerang, tapi jarak dan waktu membuyarkan semuanya. Di Bogor, aku tau 3 toko kebutuhan bayi, toko kedua Baby House berlokasi di Jalan Padjajaran sebelum pusat perbelanjaan Lippo Sukasari, dan aku baru tau ada toko Baby World di Tajur. Berkunjung ketiga tempat ini harus siap sabar karena macet dan padat hehehe. Beruntung keadaan toko Tiara Baby Shop masih kondusif, tidak terlalu ramai pengunjung.


6 buah singlet ukuran s
Tiara Baby Shop juga memiliki pelayanan yang ramah and very help full, saat masuk kita akan langsung melihat rak-rak susun dan meja kasir, di ruangan sebelahnya kita bisa duduk di kursi tinggi dengan nyaman dan pelayan akan siap memberikan barang-barang yang kita sebutkan. Toko ini juga menyediakan pembelian grosir untuk pakaian bayi. lebih hemat beb! untuk barang-barang lain aku masih mau hunting ke toko sebelah, selain karena di toko ini tidak ada juga barang yang ku cari seperti bak mandi dan kasur kelambu (pelayan menyampaikan kasur kelambu stoknya habis) :D

Jangan lupa cek official shopnya libby karena suka kasi diskon loh! Aku dapet baju lengan panjang, baju lengan pendek, dan baju kancing depan sekitar 12baju sekitar 106.000 rupiah saja~

Beberapa barang ada yg lebih murah di tiara baby shop dibandingkan official online shop nya. Be smart mom! :D

Bulan depannya, aku dan suami berbelanja di toko toko lain, tokonya dekat dengan roti unyil venus. Tau lah ya~

Rapi memang display barang-barangnya, pelayannya banyak tapi ngobrolnya banyak juga. Beda banget sama Tiara Baby Shop yang kasi pelayanan prima. Susah susah dapet tempat parkir, eh ternyata tidak memuaskan belanjanya. Disana ngga bisa bisa beli pakaian bayi lusinan untuk merk Libby & Velvet. Rugi banget. Beberapa barang pun lebih mahal disini. Mending bu ibu belanja sepuasnya di Tiara baby shop aja, ada dua toko kok! Satu lagi di Sudirman, lebih rapi, lebih lengkap, ada mushola, toilet, dan tentunya pelayanan yang bikin aku mau dateng lagi! 





continue reading Belanja Kebutuhan Bayi di Bogor

Bikin BPJS Calon Bayi di Cibinong

Baca juga


Setelah memasuki 7 bulan usia kehamilan, aku disarankan dokter kandungan untuk segera mengurus BPJS calon bayi agar biaya persalinan bisa ditanggung oleh BPJS. Dokter pun memberikan semacam surat pengantar dan hasil cetak usg di bulan ke-7.

Malam hari sesampai di rumah, aku memastikan via call center 24 jam BPJS di nomor 1500-400 mengenai persyaratan untuk mengurus BPJS calon bayi. Persyaratannya sebagai berikut:
  1. Asli dan copy KTP suami dan istri
  2. Asli dan copy Kartu BPJS suami dan istri
  3. Asli dan copy Kartu Keluarga suami dan istri
  4. Asli dan copy buku nikah
  5. Surat Keterangan HPL dari dokter kandungan
  6. Surat Keterangan detak jantung
Aku lupa tanya, kantor BPJS mana yang harus ku datangi, karena di kecamatan ini kantornya ada dua! Esok harinya aku datang ke Kantor BPJS Cibinong yang berlokasi tak jauh dari pom bensin dan GOR Pakansari. Berdasarkan pengalaman mengurus BPJS sebelumnya, terlebih dahulu aku menyimpan tas di kursi barisan kedua baru mengantre.


Aku diberi form dan diminta untuk mengurus di kantor BPJS yang berlokasi di jalan Tegar Beriman, setelah Dinas Kesehatan. Hmmm.. terpaksa naik ojek online deh~

Jam menunjukkan pukul 7++, beruntung ojol yang ku tunggu segera datang dan mood ku masih bagus. Di Kantor BPJS tegar beriman, antrian sudah sampai nomor 30-an dan aku mendapat antrian 36. Di sini tak perlu duduk paling depan atau menyimpan tas untuk 'take tempat duduk' seperti di Kantor BPJS sebelumnya, karena nomor antrian langsung dibagikan saat mengantri datang.

Aku yang tak bawa bekal sarapan pun sempat membeli kue untuk ganjal perut. Mudah-mudahan saja proses ini mudah dan cepat, harapanku itu saja. Sekitar pukul delapan, pendaftar di panggil tiap 10 nomor untuk masuk ke dalam ruangan. Di sana tidak ada toilet dan ukuran ruangannya lebih sempit dibandingkan kantor BPJS di Pakansari. Tahan dulu buang airnya ya!

Proses mengurus BPJS calon bayi ini ternyata hanya membutuhkan
  1. Copy KTP Suami dan Istri
  2. Copy Kartu BPJS Suami dan Istri
  3. Copy Kartu Keluarga
  4. Hasil cetak USG dari dokter kandungan

Voila! Prosesnya cepat sis! kita diberi kertas seperti pada gambar



Mudah, cepat, dan nggak ribet urusan BPJS calon bayi ini. Untuk pembaca yang akan memiliki buah hati, yuk segera diurus BPJS nya :)


continue reading Bikin BPJS Calon Bayi di Cibinong

Up and Down Trimester 2

source: bayi7[dot]com

Jika dibandingkan dengan 3 bulan pertama kehamilan, trimester kedua ini lebih banyak dropnya. Mulai dari batuk, pilek, demam, pegal-pegal, sampai gejala tipes. Penyakit-penyakit itu datang silih-berganti, seminggu sembuh, sebulan sembuh, kambuh lagi.

Hal ini berlangsung terus-menerus sampai habis obat batuk herbal yang botol besar. Belum lagi perut yang terasa ditarik-tarik saat batuk melanda. Stamina dan kekebalan tubuhku diserang habis-habisan. Faktor cuaca salah satu yang memperlambat proses penyembuhan, siang hari panas terik dan di sore hari hujan besar. Hawa di rumah pun menuntun ku untuk selalu menggunakan kipas angin saat tidur hingga terbangun esok hari tanpa selimut. Keadaan ini pun terkadang diperparah dengan kondisi kehujanan saat sampai di rumah. 

Asupan gizi yang diolah tubuh pun kurang sayuran hijau, aku sudah lama meninggalkan aktivitas memasak. Pagi beli, siang disediakan tempat kerja, dan sore kadang beli kadang ngga makan. Malas

Kondisi lelah yang tak dirasa sepulang kerja mungkin menjadi faktor juga. 

Masuk trimester akhir, trimester ketiga alias hamil tua mungkin ya. Semoga penyakit-penyakit menjauh dan kondisi badan stabil sampai tiba saatnya melahirkan. Aamiin ya robbal alamiin :*
continue reading Up and Down Trimester 2