Nostalgia Bersama Oma

by - Mei 29, 2018

Siang-siang makan nasi uduk?
Siapa takut!
Biasanya aku makan nasi uduk pecel lele yang dibungkus dari warung tenda saat malam hari atau di pagi hari untuk menu sarapan. Kali ini beda! Waroenk Talubi mengundang influencer untuk mencicipi resep khas Oma sang pemilik Waroenk Talubi yang telah lama tiada.

Nasi Uduk Ayam Bakar Talubi

Setelah berhasil memasarkan oleh-oleh khas Bogor dari olahan talas, ubi, dan pisang. Talubi membuka rumah makan sekaligus outlet barunya di daerah Surya Kencana. Lokasi ini cukup strategis, mudah diingat, karena terletak tak jauh dari Gang Aut Surya Kencana yang merupakan salah satu kawasan kuliner Bogor. Mulai dari asinan jagung, bandrek, martabak jadul, sampai kuliner masa kini yaitu es kepal dijajakan disana. Lokasi yang tak pernah sepi ini mengundang siapapun yang sedang wisata kulner di Bogor melirik Waroenk Talubi. Suasana jadul di dalam Waroenk Talubi pun semakin syahdu diiringi siaran radio dan lagu-lagu zaman Oma dulu. Bagus juga jika sekali-kali menghadirkan live music yang dengan lagu-lagu nostalgia. Pada dinding-dinding pun dibubuhkan nasehat-nasehat Oma yang jelas terbaca.



Di hari pertama pembukaannya, Waroenk Talubi memberikan 1000 piring gratis bagi pengunjung yang datang. Paket Kangen Oma pun dihidangkan, paket ini terdiri dari nasi uduk ayam bakar Talubi, tahu dan tempe, serta teh dilengkapi dengan sambal yang berhasil menerbitkan air liur. Perpaduan antara pedas-pedas gurih dan nikmat! Begitu rasanya sampai ke lidah. Terasi yang dibalurkan ke ayam bakar talubi ini meresap banget. Harga yang dibandrol untuk paket ini cukup pantas, cukup dengan Rp 22.000,- perut yang lapar menjadi kenyang.

Menu di luar paket pun tak kalah enak. Ampela dan jantung ayam yang aku coba ngga mengecewakan diakhiri dengan es dawet yang manisnya pas. Paket Kangen Oma ini menjadi jawaban pertanyaanku yang tak biasa makan nasi uduk tengah hari bolong.



Tak hanya nasi uduk, Waroenk Talubi juga menyediakan pilihan nasi putih biasa dengan tambahan urap atau pecel. Ada pilihan babat goreng juga bagi pelangan yang tak ingin menu ayam. Bagi pembaca yang penasaran dengan gurihnya nasi udup resep leluhur lebih dari 100 tahun, ada baiknya telepon terlebih dahulu. Berdasarkan pengalamanku yang lagi pengen-pengennya nasi uduk di siang bolong eh sampai disana kehabisan dan masih proses masak ulang. Beruntung masih ada pilhan menu lain yang tersedia. So, bagi yang ingin wisata kuliner Bogor ke Waroenk Taubi bisa cek di Instagram Waroenk Talubi untuk kontak lebih lanjut sebelum datang kesana yah ;)






You May Also Like

3 komentar

  1. Wah mantap! Saya sudah 2x ke sana nasi uduk & ayam bakarnya ngangenin.

    BalasHapus
  2. Gimana kalau Blogor halal bil halal di sini? Asyik keknya

    BalasHapus
  3. wah Waroenk Talubi emng menarik ya teh :)
    kemaren weekend sempet makan di sana, lucu-lucu penamaan paket makanannya hihi
    tempatnya juga enak, pinggir jalan, ada tempat parkir dan instagramable.

    keep sharing, teh :)

    BalasHapus

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)