Should I Care? : Pantau Gambut demi Kelangsungan Hidup

by - Januari 01, 2018


Sebelum kau balik almanakmu, ku sarankan untuk menoleh sedikit saja ke tahun 2015.  



Jakarta, Minggu, 17 Desember 2017. Pantaugambut mengajak kami flashback mengingat kembali kebakaran hutan di tahun 2015 yang berdampak besar hingga asapnya dirasakan negara tetangga. @pantaugambut adalah wadah yang menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan kegiatan restorasi gambut. Berbagai stakeholder diundang untuk mendukung penyelamatan lahan gambut demi kelangsungan hidup masyarakat khususnya yang hidup dari lahan gambut.

Saya sadar, sebagai alumni manajemen bencana belum berbuat banyak berkaitan dengan kebakaran lahan yang terjadi di Pulau seberang. Saya hanya baca dan nonton berita, juga mendengar cerita teman-teman yang tinggal di sana. Should i careShould i do more?


Hallo Sahabat Gambut! Tahukah Anda? Bahwa, eceng gondok adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan dan dianggap menyusahkan sebagai hama. Namun, kata-kata “merusak dan menyusahkan” untuk eceng gondok sudah tidak ada lagi di 3 Desa Peduli Gambut, karena eceng gondok sudah sangat bermanfaat dan malah sekarang digarap sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan serta ramah kantong. 3 Desa Peduli Gambut tersebut adalah Desa Buas-buas, Buas-buas Hilir, dan Sawaja, di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. 3 Desa ini memanfaatan tanaman eceng gondok sebagai alternatif ekonomi masyarakat. Eceng gondok ini dimanfaatkan sebagai pembuatan pupuk organik dan pelatihan kerajinan gambut. Masyarakat Desa Peduli Gambut target Badan Restorasi Gambut ini sangat bersemangat dan selalu ingin menjaga lahan gambut mereka agar tidak terjadi kebakaran hebat lagi seperti kebakaran-kebakaran hebat sebelumnya. Bahkan mereka memanfaatkan tanaman yang awalnya sangat merusak dan menyusahkan bagi lingkungan, tapi sekarang malah menjadi tanaman yang sangat berguna sebagai pembuatan pupuk organik dan pelatihan kerajinan gambut. #PulihkanGambutPulihkanKemanusiaan #GambutJayaMasyarakatSejahtera #restorasi #KerjaBersamaRestorasi #RepublikIndonesia #SelamatkanGambut #StopKebakaran #KerjaNyata #KerjaBersama #Gambut #RestorasiGambut #Peatland #BRG-RI
A post shared by Badan Restorasi Gambut (@brg_indonesia) on

Lahan gambut itu ternyata menyimpan karbon dalam jumlah besar, jika gambut dibakar maka dampaknya sangat buruk bagi lingkungan terutama kesehatan. Pada tahun 2015, kebakaran lahan gambut telah menyebabkan masyarakat terjangkit penyakit pernafasan, kematian dini, dan ditutupnya sekolah-sekolah karena kabut asap.

Pemerintah pun akhirnya membentuk Badan Restorasi Gambut di tahun 2016 dan menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Apa itu cukup?

Penyelamatan lahan gambut memerlukan kepedulian kita sebagai bagian dari masyarakat untuk bergerak bersama memantau komitmen pemerintah dalam melindungi dan melakukan restorasi lahan gambut.


Gambut, gambut, dan gambut...
Seberapa besarkah manfaat mu?
Ternyata gambut adalah sumber kehidupan masyarakat Papua yang mengunyah sagu sebagai makanan pokoknya. Pohon sagu tumbuh subur di lahan gambut, lahan terluas ada di Papua sehingga sagu terbanyak dihasilkan di sana. Menebang pohon sagu kemudian membakar lahan gambut sama saja dengan mengambil hak asasi masyarakat Papua. 




Kami yang hadir diberi kesempatan untuk icip-icip hasil olahan sagu dari resto @papoea.kemang milik Kak Amelia Yena Febryanty. Rasanya aduhai, saya lebih suka makan sagu goreng yang seperti cireng dan sagu bakar yang mirip wingko dibandingkan papeda yang menurut saya hambar. Mungkin pengaruh hamil juga jadi kurang berselera hehehe.

Sebelum acara dimulai, kami sempat mencoba alat yang menggunakan teknologi VR lho! alatnya berbentuk kacamata yang tidak blur walaupun saya nggak pakai kacamata. Kami seolah-olah berada langsung di lahan gambut!


Kehadiran saya di sana membuka pikiran menjadi lebih terbuka. Walaupun kami yang di kota besar ini tidak terdampak asap akibat kebakaran lahan secara langsung, namun sebaiknya kita tahu bahwa lahan gambut itu penting, sangat penting, bagi saudara-saudara kita yang hidup dengan mengelola lahan gambut. Lahan gambut bukan lahan tidur, bagi kita mungkin tidak ada artinya tapi bagi mereka teramat sangat berarti. STOP! pemberian izin untuk membakar lahan gambut!

You May Also Like

31 komentar

  1. Wah informasi yang berguna banget. Sayang aku gak bisa hadir karena ada acara lain. Jadi prinsipnyanlahan gambut itu dimanfaatkan untuk tanaman produksi ya. Dengan itu akan mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut?
    Penasaran aku. Meluncur ke akun-akun terkait di atas ah. Pengen tahu lebih lanjut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Donna ternyata lahan gambut itu lahan yang berguna banget buat produksi sagu. Kalo lahan gambut dibakar, kasihan masyarakat yang hidup dari pohon-pohon sagu itu.

      Hapus
  2. Papeda emang hambar, makannya pake kuah kuning biar mantap #salahfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. kuah kuningnya juga nggak masuk di lidah ini kang :))

      Hapus
  3. Image orang akan gambut ini mirip2 eceng gondok ya? Publik ignorance karena ketidaktahuan. Padahal dibaliknya banyak manfaat, semanfaat postingannya Peny ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo postingannya bermanfaat mbak ^^
      iya ya eceng gondok juga kalo dibikin kerajinan tangan berfaedah bangets

      Hapus
  4. Semoga tidak terjadi lagi kebakaran di lahan gambut seperti di tahun-tahun yang sudah. Selain merusak lingkungan penunjang kehidupan sekitar, merusak kesehatan warga, dampak asap nya yang dibawa ke negara tetangga itu sangat memalukan. Jangan sampailah kita export asap lagi, kita export nama baik Indonesia saja :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, gampang banget yak ternyata mencemarkan nama baik bangsa ini. Kirim aja asap yang mudah dihembuskan angin :')

      Hapus
  5. Nga bisa dateng euy pedahal acaranya bagus
    dibutuhkan kesadaran dari masyarakat untuk tidak sembarangan membakar hutan
    semoga tidak terjadi lagi keakaran seperti tahun 2015

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Kang Chandra, semoga bisa bener-bener stop pembakaran lahan gambut ini

      Hapus
    2. heeh blogger2 juga kudu bergerak untuk membrikan informasi yang dapat dipercaya

      Hapus
  6. Pantesan dapetin doorprize, wkkk...update banget sih selama acara.

    Iyes, kita harus peduli sama lahan gambut. Pada dasarnya klo kita bisa menjaga bumi, itu sama dengan menyelamatkan umat manusia itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. umat manusia termasuk anak cucunya Kang Pai ya? hahaha
      iyalah rajin posting, kan yg di rumah udah incer doorprizenya :))

      Hapus
  7. Aku tuh seneng acara lingkungan begini, aku waktu itu kok nggak daftar ya, kemana sih. Setau aku, gambut yang banak di Kalimantan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini undangannya via email mbak, aku juga nggak daftar sebelumnya hehehe

      Hapus
  8. pas aku lihat lahan gambut sendiri di sumsel, aku sedikit tahu tentang manfaat gambut.. seru juga main ke lahan gambut :D

    BalasHapus
  9. Aku baru tau kalau lahan gambut bisa berguna. Kiraian kaya lahan terbengkalai aja gitu. Bener-bener artikel yang membuka mata n pikiran. Tfs!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya aku juga baru tau pas diceritain kalo lahan gambut bermanfaat banget buat yg bercocok tanam di sana, khususnya sagu mbak

      Hapus
  10. Asap itu bukannya dari Riau ya yang bakar untuk kebon kelapa sawit? Kukira mau cerita yang di riau tapi kok ke Papua.Mungkin Papua contoh yg berhasil pantau gambut kali ya..

    BalasHapus
  11. Wuih keren acaranya nih
    Bergizi banget dan nambah ilmu
    Aku jadi penasaran pengen pantau gambut juga

    BalasHapus
  12. iya mbak, kadang saya merasa gambut itu dianggap lahan yng tidak berguna dan lebih layak disingkirkan. padahal dia termasuk potensial. harusnya pantau gambut ini disemarakkan sejak zaman lengsernya pak harto. tapi dia mencuat saja sesekali kalau ada kebakaran. ada-ada saja, dunia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan belum terlambat yah untuk menyelamatkan lahan gambut teh :)

      Hapus
  13. waahhh.. acaranya keren mbak, banyak banget ilmu yang di dapet pastinya. semoga, kedepannya, generasi penerus, semakin banyak yg sadar akan manfaatnya :)

    BalasHapus
  14. Dari dulu pingin lihat langsung lahan gambut seperti apa, soalnya cuma nerima pelajarannya aja, yang pasti harus dilestarikan, soalnya kalau enggak bisa pemanasan global banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah-mudahan dapet kesempatan lihat langsung ya mbak evvv ^^

      Hapus
  15. Menyelamatkan lahan gambut aslinya menyelamatkan peradaban manusia.

    BalasHapus

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)