Selasa, 07 Februari 2017

Harmoni Cinta Miftah dan Rustiana

Aku tak berani menuliskan nama mu dalam buku catatan ku dear Miftah Abdillah Achmad. Bukannya aku takut, tapi aku khawatir terbakar, tersobek, rusak, hilang, basah, dan segala kemungkinan yang bisa terjadi pada secarik kertas bertuliskan nama mu. 

Mengetik ini pun bukan hal yang mudah, karena aku merasa waktu berjalan lambat semenjak kepergian mu. Aku butuh tidur... Itu saja. 

Rustiana Imala Putri, nama yang indah mendampingi mu ke haribaan Nya. Mohon maaf bukan aku yang mendampingi sisa hidupmu. 

Terimakasih telah mengembalikan rasa percaya diri ku. Terimakasih telah mempertemukan ku kembali dengan makna sahabat dalam suka maupun duka, sahabat dunia akhirat. Terimakasih untuk urusan migrasi dan maintenance blog ini Miftah. Sekeras apapun aku berusaha mengetahui berapa yang harus ku bayar untuk perkara ini kau tak berkenan memberikan nomor rekening dan nominal. 

Jujur, aku pikir... Aku yang akan mati mendahului mu, mendahului semua yang ku sayang. Namun, kita memang tidak diperkenankan untuk mendahului ketetapan Allah SWT. Rencana Allah SWT selalu lebih indah dan kita percaya itu. 

Aku pun yakin suatu hari nanti. Alfa Naufal Nareswara sanggup melanjutkan apapun yang kau perjuangkan di dunia, hal-hal yang belum sempat kau selesaikan. 

Terimakasih sahabat ku, Miftah & Rustiana, sungguh kisah cinta sehidup semati yang indah melebihi cinta kasih Pak Habibi pada Bu Ainun. 

"Kau membuat ku, mengerti hidup ini. 
Kita terlahir bagai selembar kertas putih. 
Tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai.. 
Dan terwujud harmoni... "


Posting Komentar