Selasa, 05 Mei 2015

Naik Pesawat ke Berastagi

KAMPUNGAN!!!

Begitu teman ku berkata memekakkan telinga. Biar saja, biarlah dia mau berkata apa hahaha
Dari kecil aku tak pernah punya cita-cita naik pesawat, kecuali untuk pergi ke tanah suci. Selama di tanah air aku sangat menikmati perjalanan dengan kereta api dan kapal juga mobil. Macet dan pemandangan kecelakaan di jalan menjadi kenangan yang tak terlupa saat mudik. Akhirnya aku menyebrang ke Lampung dan Medan. Provinsi Sumatera Utara mengantarkan ku naik pesawat gratis :p

selfie pulang ke JKT
tapi aku bosan, pesawat terlalu kaku dan monoton, tak ada pemandangan yang luar biasa, menyentuh awan pun aku tak bisa, padahal itu keinginan ku sejak kecil. Apa ya rasanya menyentuh awan? bagaimana tekstur dan baunya?
di pesawat tak ada pedagang yang berteriak-teriak menjajakan jajanan dan tak ada pengamen yang memaksa minta uang. Semuanya terlalu eksklusif dan kurang merakyat.

looks like "botol kecap" puncak :D 
Beruntung kami sampai bandara Kualanamu hanya kurang lebih 2 jam sehingga aku tak terlalu bosan dan tak perlu mencoba toilet di pesawat. Segala sesuatunya berjalan lancar sampai di penginapan. Kami menginap di hotel terbaik di Berastagi, sangat nyaman dan nyenyak. Bisa ambil sarapan sepuasnya, tapi jangan terlalu serakah seperti teman ku yang membungkus makanan tapi tak dimakan. Mubazir

depan hotel
Pasar berastagi pun bersih dan bersahabat, beragam oleh-oleh dapat ditemukan disana termasuk tanaman dan jenis bunga-bunga. Hawanya dingin dan sejuk saat siang hari. Manisan jambu menjadi cemilan yang nikmat sekali saat siang hari di seberang pendopo bupati yang bersebelahan dengan SD.

tugu perjuangan 45 daerah Pasar Berastagi


Angkot disana banyak, sama seperti di Bogor ada angkot yang dipasang sound system besar berwarna-warni, bedanya ada angkot yg pintunya dari belakang seperti bemo hahaha
Aku senang anak-anak di bawah umur nggak ada yang membawa kendaraan sendiri. Mereka bersama-sama naik angkot dan tertib menyebrang. Bahagia sekali bisa melihat pemandangan itu di tiap jam pulang sekolah :)

angkot pintu belakang
tarif ongkos 
tarif angkot pun disesuaikan dengan status pekerjaan mereka hahaha sungguh pengalaman yang manis banget. Sinabung sedang banjir lahar dingin dan kami tidak kesana hanya memantau dari jauh. Kami pergi ke tempat pengungsian di Universitas Karo yang sekarang adalah Universitas Quality. Kami juga mengunjungi tempat relokasi yang letaknya sangat jauh di Gunung Siosar.

tempat pengungsian
Semesta mendukung sekali saat kami disana, pulang ke Medan lagi pun kami dijamu dengan baik oleh bapak pangkosek yang memesankan kami royal condotel sebagai tempat beristirahat. Semoga kebaikan orang-orang selama kami disana dibalas Tuhan YME :)


read more about IDU activity

http://www.tniad.mil.id/index.php/2015/04/kasdam-ibb-terima-audiensi-universitas-pertahanan-republik-indonesia/

http://harianandalas.com/kanal-komunitas/34-mahasiswa-unhan-ri-kkdn-ke-sinabung

http://berita.tobisnis.com/2015/04/28/kasdam-ibb-terima-audensi-unhan-ri/

http://kodam1-bukitbarisan.mil.id/2015/04/27/kasdam-ibb-terima-audiensi-universitas-pertahanan-republik-indonesia/

Poskan Komentar