My Humble Opinion

dari lubuk hati yang paling dalam sebetulnya aku KZL (baca: kesel) sama beberapa asumsi orang yg saat ini bertebaran di muka bumi ini hahahahaha #lebay

"Jangan lupa jodohnya dijemput, kata orang makin tinggi pendidikan, audisinya makin ketat"

Jodoh kok dijemput? aku kan (((perempuan))) yang percaya kodratnya ya dijemput, bukan menjemput, apalagi mencari? sudah bukan masanya lagi aku mencari alias capek. Capek lah cari-cari, terus diminta menunggu orang yang kemudian malah minta aku nunggu yg lain? #curcol :p
Operator akan senang hati bilang "Terimakasih anda bersedia untuk tetap menunggu!"
sabar tapi kalo tanpa kepastian kan mendingan nunggu yg lain, ya nggak? 
Udah nggak pake perasaan lagi sekarang, tapi pake LOGIKA pfffttt

Asumsi lain datang dari orang terdekat, "Kamu nggak sadar punya adik perempuan?"

then (((so what?)))
Kami beda enam tahun dan nggak selama itu juga kali aku akan menunggu, sekarang yg nggak sabar siapa? minta aku sabar tapi situ nggak sabar

"Sekolah tinggi-tinggi emang mau kerja apa sih?"

Tujuan orang bersekolah itu kan berbeda-beda, Aku sekolah karena ada kesempatan yg bisa aku raih saat ini, kesempatan yg bermanfaat untuk masa depan ku juga, beberapa bulan yg lalu aku menunggu kepastian yang lain, kemudian hadir lah beasiswa ini mendahului kepastian yang lain. Alhamdulillah apa Innalillahi nih?

Jika kalian sekolah tinggi-tinggi hanya untuk mengejar materi duniawi semata, mending kalian nggak usah sekolah sayang, kalian kerja aja banting-banting tulang untuk meraup materi sebanyak-banyaknya :)

My goal is none of your business sweety

"Sekolah tinggi-tinggi cuma buka toko di rumah?"

(((so what???)))
Tujuan aku bersekolah bukan untuk menduduki posisi tertinggi di suatu tempat tertentu kok. Aku sekolah ya buat kehidupan ku nanti, bahwa menuntut ilmu itu harus sampai ke negeri China. Apalagi kesempatan di depan mata? What you waiting for?

"Sekolah tinggi-tinggi, nanti standar jodohnya ditinggiin juga lagi, pada minder deh"
PICIK
Hello, Hello, Hai, Hai... pikiran kamu sempit banget wahai manusia 

I believe that soul mate, income, live, and die have their own fate and no one can prevent it, disturb it, and replace it. Just believe that :) 
Posting Komentar