Langsung ke konten utama

Tere Liye

Aku tau nama Tere Liye dari rekan kerja dua tahun yg lalu. Mengingatnya bikin kangen <3 font="">
Mbak Rani namanya, orang Kebumen yang sedang ketar-ketir menyelesaikan skripsinya di Jurusan Perpustakaan UI. Beberapa bulan bekerja, dia harus berhenti untuk melanjutkan skipsinya karena hampir mendekati batas waktu.

Melihat aku sering membuka facebook, Dia bertanya saat itu.
"Add Tere Liye dong Ven"
"Siapa Mbak Tere Liye?" 
"Penulis novel Ven, updatenya di facebook juga bagus-bagus deh Ven"
"Aku belum pernah dengar nama Tere Liye, coba ya Aku searching Mbak" :)

Di profilnya Aku lihat updatenya seperti quote. Mbak Rani pun mengambil alih facebook Ku dan asyik membaca.

"Mbak, kenapa nggak bikin facebook aja? kan enak bisa baca dimanapun Mbak mau"
"Aku nggak terlalu butuh facebook Ven"

Dalam hati terbersit "What? hari gini?"
tapi ya sudah lah itu kan hak masing-masing orang, nggak perlu dipermasalahkan.
Tahun berganti, Aku sudah nggak bertemu Mbak Rani lagi, Kami sepertinya tertukar. Dia ingin bekerja menjadi guru, dan Aku pribadi merasa tidak mantap jadi guru. Mbak Rani pun pulang ke kampung halamannya setelah lulus kuliah. Update Tere Liye pun selalu muncul di home facebook dan Aku yg membacanya. 

Aku tertarik dengan judul novelnya "Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin"
Padahal Aku sudah lama menghentikan aktifitas Ku membaca fiksi, terlalu mendayu-dayu dan membuat Ku berimajinasi berlebihan. Namun setelah membaca novel ini, hati Ku tergerak membuka lembaran novel lainnya. Adikku yang biasanya enggan dengan kegiatan membaca, sejak beberapa saat sebelum Aku punya novel ini, ikut membacanya.

Ketika berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan pun Aku dan Dia menemukan lagi novel Tere Liye yg lain. Oh ternyata ini candu...
Berjuta Rasanya dan Sepotong Hati yang baru masuk ke plastik belanjaan Kami hari itu.

Bumi, ada di genggaman Ku sejak dua hari yang lalu, dan ternyata isinya..... (bersambung)




2 komentar

Postingan populer dari blog ini

Bikin SIM di Cibinong

Proses pembuatan SIM di POLRES Bogor (Jl. Tegar Beriman, Cibinong) ternyata nggak sesulit yg dibayangkan, tingkat kesulitannya ada pada pengendara kendaraan bermotor itu sendiri. Mampukah si pengendara motor ini melalui prosedurnya?
23 Mei 2014 langsung dateng ke POLRES Bogor bersama Ayah dan Adik yg juga mau bikin SIM C. Jangan lupa membawa map untuk simpan berkas fotokopi KTP yah! 

Lanjut ke loket pendaftaran SIM Baru, diarahkan untuk periksa kesehatan di wilayah POLRES juga, dengan biaya dua puluh ribu rupiah. Setelah selesai, menunggu di bagian uji praktek, lebih kurang jam sembilan pagi Pak Nandang memberikan arahan mengenai tata cara dan peraturan dalam ujian praktek. Harap memperhatikan peserta lain yg sedang uji praktek di lapangan ya!  Peserta bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan milik POLRES, perempuan mendapatkan kesempatan tiga kali dan laki-laki satu kali saja untuk penggunaan motor matic. Tes pertama adalah jalur putar balik (membentuk huruf U), kedua jalur zig…

Bikin SKCK di Gunung Putri

SKCK berlaku selama enam bulan, setelah enam bulan, jika masih diperlukan, Kamu bisa perpanjang. Hanya dengan membayar administrasi sebesar dua puluh lima ribu rupiah, bawa fotokopi KTP, SKCK yg akan diperpanjang, dan foto 4 x 6 sebanyak tiga lembar. Tak perlu berlama-lama SKCK kamu sudah jadi dehhh
Untuk pembuatan SKCK baru, Kamu bisa baca keterangan di gambar ya! jangan lupa bawa pulpen, bawa map juga boleh supaya berkas kamu rapi, minta formulirnya, dan langsung sidik jari sama petugas. Oh iya jangan lupa setelah jadi difotokopi dan dilegalisir, siapa tau kamu butuh salinannya.
Selamat membuat SKCK ;) 

Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, West Java

IPSC merupakan kawasan yang menyatukan 7 (tujuh) lembaga, yaitu:
IPSC is an area that unites seven (7) institutions:

1. BNPT (Terrorism National Institution) 2. Standby Force  3. BNPB (Disaster Management Institution) 4. Universitas Pertahanan Indonesia (Indonesia Defense University) 5. Pusat Bahasa (National Language Center) 6. PMPP (Peacekeeping Mission Center) 7. Komite Olahraga Militer Nasional (Sports Committee of The National Military)

IPSC terletak di Jalan Anyar, Kecamatan Citeureup, Desa Tangkil, Bogor, Jawa Barat 16810. Dari Gunung Putri cukup mudah menempuh jalan kesana, secara umum gambaran letaknya bisa melalui arah Citeureup dan arah Jalan Raya Bogor.
IPSC is located in Jalan Anyar, Kecamatan Citeureup, Desa Tangkil, Bogor, Jawa Barat. 
From Gunung Putri quite easy to go there, generally via Pasar Citeureup (Tradisional Market) and via Jalan Raya Bogor (Highroad).

1. Dari Pasar Citeureup, lurus terus sampai di daerah Nutug, ada pom bensin (pertama) di sebelah kanan dan minimarket, b…