Berharap Hanya Pada Sang Maha

Sinar itu seolah menuju padamu. Hanya kau yang tau saat duniamu runtuh atau baik-baik saja. Setinggi-tingginya gedung pencakar langit, tak akan ada harapan apapun jika bergantung pada benda mati itu. Bertubi-tubi kau dihajar, mungkin karena perbuatanmu sendiri atau isi hati seorang istri yang terabaikan.

Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar, semoga masing-masing dari kita adalah salah satu orang yang sabar itu. Tiap hari berganti entah sudah berapa kali kita saling menguatkan, meskipun awalnya hampir menyerah. Ternyata hidup benar-benar meminta kita memasrahkan diri pada Sang Maha Kuasa. 

Berdiri tegar kau dibalik beton tinggi itu. Kami disini menunggumu pulang untuk bercengkerama lagi, mengisahkan langit, bumi, dan seluruh isinya yang seolah tercipta hanya untuk kita saja. Setidaknya hingga tulisan ini diterbitkan, dunia masih milik kita berdua. Hingga tiba suatu masa kita diminta kembali ke pangkuanNya dalam keadaan terbaik menurut Sang Pencipta, dalam keadaan bahagia? dalam keadaan sehat? hanya Sang Pemilik Waktu yang tau.

Allah SWT Maha Tau, apa yang tak sanggup kita tempuh, apa yang tak mampu kita raih, apa saja yang bukan milik kita tidak akan pernah menjadi rejeki kita. Setetes soda yang kita minta di penghujung usia, bisa menjadi rejeki terakhir kita di dunia. Ingin rasanya segera beranjak dari hari ini. Padahal belum tentu esok hari masih ada waktu untuk hidup, bernafas, beribadah, bertemu dengan orang-orang yang peduli kita masih hidup.

Mustahil Allah membawamu sampai sejauh ini hanya untuk gagal. Memang kalau gagal kenapa? gagal itu menurut siapa? apakah kegagalan itu sebuah hal yang selalu buruk? 

Hadits dari Kitab Riyadhus Sholihin dalam Rumaysho

Hadits #1435

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]


Al Baqarah : 216

Akhir-akhir ini, hari-hari kita lalui dengan saling menghibur diri. Kemelekatan-kemelekatan itu perlahan-lahan diupayakan untuk dilepaskan satu per satu. Nafas-nafas panjang, dalam, juga pendek-pendek. Masih dalam keadaan waras saja tentu sangat bersyukur. Anak kita pun sudah paham betul rasanya menjadi WNI. Tak ada seandainya dalam postingan kali ini, karena bisa bertahan hidup dari pagi ke malam saja rasanya begitu luar biasa. 9 tahun perjalanan, mungkin ini yang dirasakan orang tua kita saat masa-masa kehilangan segalanya pernah dilalui. 2015 rasanya baru kemarin, masa depan hanya Allah SWT yang tau.


Al mudassir : 7



Posting Komentar

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)

Lebih baru Lebih lama