Let's Run The World!

by - Maret 27, 2018



Dalam harapan dan doa yang selalu dipanjatkan pada tiap-tiap waktu mustajab.
Satu, dua, tiga, dan kau hadir menggenapi separuh agama.
Aku tidak diam, aku menunggu dengan sabar, menanti dalam waktu lama untuk sekian kalinya.
Menolak satu, datang lagi, tak cocok lagi, kemudian pasrah.

Hingga aku menyerah, mungkin separuh agamaku tak akan ku lengkapi di bumi.
Mungkin Allah menghendaki pertemuanku dengan dia di langit.

Hari itu, sehari sebelum bertambah usia. Aku pasrahkan seluruh doa, mohon diampuni seluruh dosa. Semoga Allah menerimaku di surga dan berkenan aku bahagia di sana.

karena aku sudah tak mencari apapun di dunia.
karena aku sudah lelah menunggu sosok separuh agama.
karena aku merasa, aku tak pantas untuk bahagia.

Aku bertanya berulang-kali, untuk apalagi aku hidup?

Lunglai, tak sanggup ku bangkit dalam sujud subuhku.
Rasanya nyawa dan raga sudah tak lagi menyatu.
Ayah dan semua orang berusaha membangunkan, namun hilang sudah dayaku.

12 Februari 2017.

Ternyata aku masih diinginkan. Ternyata kehadiranku masih diharapkan. 
Katanya jika ingin bahagia maka bahagiakanlah orang lain.
Baik. Aku mulai lagi.




Reff:

Wake up...no more... Tears drop on the floor Get rid of sorrow...we'll go Run the world and greet tomorrow...


You May Also Like

0 komentar

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)