Kehilangan

mempunyai beberapa teman dekat itu sebenarnya menyenangkan, bisa sharing apa aja yang kita suka dan nggak suka, sharing hal-hal yang belum tentu orang tau, dan hal-hal lainnya. Kebahagiaan itu pun datang ke salah satu teman dekat, dia sudah menuju ke gerbang kehidupan selanjutnya.

Aku sedih... bukan karena nggak suka dengan kebahagiaan orang lain. Ada perasaan kehilangan yang dalem banget walaupun aku udah coba cerita ke teman dekat yang lain tapi ternyata mereka nggak paham. Temen-temen ku bakal nikah satu per satu dan aku merasa sendirian, merasa sepi, dan tertinggal.

Padahal menikah bukan perkara saling mendahului tapi di hati yang ada hanya rasa kehilangan mendalam. Masing-masing berubah seiring berjalannya waktu, kesibukan, kehadiran orang baru, dan lainnya.

Aku malah disuruh tegar, aku malah ditanya "emang nggak pernah ngeblog lagi?" yang aku pahami maknanya adalah lo nggak ada kesibukan lain ya? hal kaya gini dipikirin sampe sedih, sampe lebay, sampe baper

Padahal yang mencuat dari dasar hati itu maksudnya adalah

Aku kehilangan kalian loh, kalian yang sedang sibuk dengan keasikan masing-masing dan susah meluangkan waktu buat paham apa yang aku rasakan. Prioritas yang mulai berubah membuat aku sadar pertemanan kita bukan prioritas lagi. Aku mulai malas bercerita dan berkeluh-kesah ke kalian yang bahkan nggak sadar temennya lagi kenapa. 

text dan verbal memang berbeda luar biasa maknanya

Cuma aku yang minta dimengerti dan masih kayak anak kecil merengek minta supaya kalian ngerti dan nggak bikin keadaan jadi kaya sekarang yang membuat aku nggak percaya lagi kalo teman dekat itu ada, karena kehilangan kalian akan tidak berarti apa-apa lagi. Sampai bertemu di pelaminan selanjutnya kalo gitu ya, i am fine
Posting Komentar