Minggu, 19 April 2015

Mestakung

Cita-cita mu punya baby sitter sih

Kamu mau titip orang tua mu di panti jompo?

dan pertanyaan-pertanyaan lain yang terlihat simple tapi perlu dipikirkan

Manusia sebagai makhluk sosial, dengan keluarga sebagai bagian terdekatnya. Sebagai seorang anak yang masih tinggal bersama orang tua dan sebagai individu yang punya kelakuan overthinking seperti saya tidak lah mudah menjawab setiap tanya yang terlontar dari orang-orang terdekat atau bahkan orang usil.

Sampai suatu hari Saya berucap secara garis besar seperti ini...

"Emangnya Ibu mau sudah tua nanti bergantung sama orang lain? hidup bersama anak, menantu, dan cucu? seolah tak bisa hidup mandiri yang punya kesibukan dan hobi. Emangnya Ibu mau selemah (seseorang yang sekarang sedang sakit di masa tuanya), Ibu mau seperti beliau? berdiri saja susah."

Bukan kita kurang ajar, bukan kita tak sayang pada kedua orang tua kita
Itulah salah satu penguatan terbesar yang bisa diberikan pada kedua orang tua
Jika di masa muda, sehat, dan berkecukupan kita bisa bebas melangkahkan kaki kemana saja, lantas?
mengapa masa tua mau dihabiskan dengan sakit dan bergantung pada orang lain?
sebagai titipan Tuhan, kita adalah pemimpin bagi diri sendiri
sebagai makhluk yang tak punya daya upaya apapun kecuali kehendak Tuhan
kita bisa berencana, berdoa, dan mewujudkan sesuatu yang bisa menjadi bekal di kemudian hari

agar sebagai insan di bumi hidup tak sia-sia
hanya melamun dalam sepi dan bergantung pada orang lain
berencanalah, karena toh setiap rencana tak akan terlaksana tanpa seizin Tuhan

Quarter life crisis ternyata tidak hanya dirasakan oleh individunya namun juga orang terdekatanya ya hahaha

semoga semesta mendukung :)



Posting Komentar