Kabupaten yang Membangun Ketahanan Pangan Indonesia




Kabupaten Blora merupakan daerah di Jawa Tengah. Dimas Hardiansyah dalam esbewe.my.id menyatakan bahwa kondisi pertanian di daerah tersebut kurang baik. Sebagian besar petani mengeluhkan kelangkaan dan harga pupuk yang mahal. Dimas berpendapat bahwa keadaan yang sebenarnya di Kabupaten Blora berpotensi sangat baik untuk jenis perkebunan palawija. Seandainya pengelolaan diperoleh secara maksimal, beliau yakin Kabupaten Blora mampu mendukung kebutuhan nasional.

Kabupaten Blora memang tidak dapat memaksimalkan komoditas padi. Hal ini terjadi karena pertanian sangat ditentukan oleh pengairan yang baik. Berbeda halnya dengan Kabupaten Jombang di Jawa Timur. Jombang dilalui aliran sungai yang cukup besar dan material hasil letusan gunung berapi. Arfan Budi dalam blognya berpendapat bahwa hal tersebut terjadi karena hasil letusan Gunung Kelud yang terbawa arus Sungai Brantas dan sungai-sungai lain yang melintasi wilayah Jombang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan tanah.

Pada situs resmi pemerintah Kabupaten Jombang, November 2013, disebutkan bahwa Kabupaten Jombang berhasil meraih penghargaan sebagai Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan Terbaik II Tingkat Provinsi dan Pelopor Ketahanan Pangan Terbaik II Tingkat Provinsi. Hal ini sangat membanggakan sekaligus menandakan bahwa Jombang dapat menjadi daerah panutan bagi kabupaten maupun kota besar lainnya.

Pada Maret 2014, seperti dikabarkan oleh Beritajatim.com, Jombang bekerja sama dengan Depok, dalam hal ini mencontoh keberhasilan yang dilakukan Kota Depok. Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko mengatakan bahwa Kabupaten Jombang akan memiliki program serupa, yaitu 'sedino ora mangan sego orapopo'. Gerakan sehari tanpa nasi dikatakan memiliki banyak manfaat. Selain untuk kesehatan, karena nasi memiliki kadar gula yang tinggi, gerakan ini juga diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan Indonesia.

tulisan ini merupakan tugas matrikulasi
mata kuliah penulisan ilmiah juga
dengan nilai A
:p
Posting Komentar