Minggu, 20 Juli 2014

APTB dan Trans Jakarta

Kehadiran APTB di daerah rumah Saya sangat membantu mempercepat mobilitas.
1. APTB nggak menunggu penumpang terlalu lama
2. APTB dari cibinong hadir lima belas menit sekali, sehingga efisiensi waktu terbantu
3. APTB memiliki AC yg baik, sangat nyaman, walaupun dalam kondisi tidak memperoleh tempat duduk
4. Saya merasa kernet APTB lebih baik dibandingkan dengan petugas trans jakarta, kernet APTB mau mengusahakan tempat duduk terutama untuk penumpangnya yg perempuan, mereka menyediakan bangku-bangku kecil, dan masih banyak hal-hal lain yg membuat Saya lebih memilih naik APTB dibandingkan bus umum.   

Namun kabar bahwa per 1 Agustus 2014, shelter trans jakarta tak lagi menjual tiket APTB membuat Saya khawatir. Trans Jakarta memang "terlihat" sedang bebenah diri dengan menggunakan tiket elektronik untuk penumpang yang ingin naik trans jakarta, bukan lagi tiket kertas seperti dulu. Apakah akan efektif? atau bingung seperti Saya?

Jadi bila Anda ingin naik APTB, anda tetap harus membayar Rp 3500, karena masuk shelter transjakarta. Nah untuk melanjutkan perjalanan dengan APTB, Anda harus menambah biaya lagi sebesar Rp 12.000 untuk APTB cibinong. Semula Anda hanya dikenakan biaya Rp 12.000 saja, tapi sekarang Anda harus membayar "uang masuk" ke dalam shelter trans jakarta. Paham?

Entahlah kebijakan ini akan mempermudah atau mempersulit, semoga saja para pembuat kebijakan benar-benar berpihak pada masyarakat yg sangat bergantung pada angkutan massal ini. Apakah pembuat kebijakan tidak khawatir penumpang APTB akan menumpuk di titik-titik tertentu untuk naik APTB? karena penumpang tidak mau masuk ke shelter trans jakarta?

Jika melihat kehadiran Trans Jakarta, memang sangat membantu. Anda tidak perlu khawatir akan kesasar jika bepergian kemanapun selama masih dilewati jalur trans jakarta, namun memang ada beberapa minusnya. Trans Jakarta kehadirannya tidak bisa diprediksi, efisiensi waktu tidak bisa diperoleh dengan mengandalkan trans jakarta. Beruntung hadir APTB, namun mengapa kebijakannya diubah lagi? haruskah Kami beralih ke bus umum lagi? atau APTB akan berhenti disembarang tempat? karena penumpang tidak ingin membayar biaya tambahan untuk masuk shelter trans jakarta? 




Posting Komentar