Minggu, 29 Januari 2012

Aku Dewi ♥

Dear Tias Prasasti Dewi,

Saya tercengang membaca baris paragraf yang anda sampaikan ke email Mas Ardi

Cepat sembuh ya, maaf kami berdua belum menjenguk di rumah sakit

Widya Sokka Ramzi
---------------

Ruang Rumah Sakit

"Ini dari siapa suster? bagus deh ini, sunflowernya merekah sempurna, Tias suka :) "

Suster keluar ruangan tanpa menjawab pertanyaan Tias, tumben banget :|

" Dari Vanya sayang, dia minta maaf belum bisa menjenguk kesini lagi, bagus ya sunflowernya?"

"Bagus banget malah, warnanya cerah banget, cocok memang disimpan di deket jendela rumah sakit kaya gini"

"Pastinya dong, Sunflower kan butuh sinar matahari yg cukup"

"Tapi Bu, kok ngga ada lembaran kertas pesannya ya, biasanya suka ada kan ya Bu?"

"Masa sih? bukan Ibu yg terima sunflowernya sayang. Sudah jangan terlalu dipikirkan ya :)"

"Aku pengen ke luar ruangan Bu, bosen deh di kamar terus"

"Oke anak gadis Ibu yg cantik, Ibu temenin yah"

---------------

Masjid Nursyamsiah

"Saya terima nikahnya Widya Sokka binti Gunawan Sastrawinata dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai"

---------------

Semenjak Tias didiagnosis dokter mengidap kanker darah, Ibu Dewi Ratna mengizinkan Ardi untuk mencari wanita lain.

Beliau sadar bahwa umur Tias memang tidak lama lagi, bukan beliau ingin membuat Tias lebih sakit ketika tau Mas Ardiansyah Ramzinya menikah dengan wanita sehat yg mampu memberi keturunan sehat juga.

Dewi hanya ingin tidak ada lagi orang yang tersakiti karena Tias nantinya pasti pergi, cukup dirinya, Vanya, dan Nina yang harus menanggung kepedihan itu.

Dewi membiarkan Ardi pergi untuk mencari kebahagiaannya, Tias pasti ikut senang ketika Ardi sudah bahagia.

Sekuat tenaga Dewi berusaha membesarkan Tias seorang diri hingga menjadi dewasa seperti sekarang ini, Tias memang anak hasil perbuatan "nakal" Dewi semasa muda, dan Dewi tau kalau suatu hari nanti Tias akan sakit seperti ini, karena Dewi memang suka bergonta-ganti pasangan

Miris

----------------

Taman Rumah Sakit

"Bu, Tias seneng deh masih bisa sama-sama Ibu di akhir penyakit ini. Setidaknya Tias masih bertemu sama orang-orang yang Tias sayang. Suatu hari nanti Tias pasti pergi dari dunia ini Bu. Tias minta Ibu jangan terlalu banyak nangis yah, soalnya dari langit sana, Tias pasti liat Ibu. Tias pasti liat Vanya, Nina, dan Mas Ardi. Tias ngga mau kepergian ini membuat kalian kehilangan banget"

"Tias, sayang kamu ngomong apa nak? Doa Ibu pasti didengar Tuhan kok, Ibu selalu berharap yang terbaik untuk putri Ibu, bukan mengharapkan kamu cepat pergi"

"Pokoknya Ibu jaga kesehatan ya, Tias ngga mau Ibu cepat menyusul Tias"

I can be tough
I can be strong
But without you, its not like that at all

There's a girl
That give a shit
Behind this wall
You just walked through it
...........................................................................

---------------

Tias bukan tidak ingin berjuang mengusir rasa sakit yg dideritanya

Penyakit ini semakin menggerogoti tubuh dan merontokkan rambutnya

Tias tidak siap dengan pencitraan yang dia lakukan selama ini

Pencitraan bahwa Tias suka dengan pekerjaannya

Pencitraan bahwa Tias sanggup menahan diri dari rasa ingin taunya yang mendalam tentang siapa ayahnya

Tias sudah mengetahui tentang darimana dia berasal Ibu!!! jerit hatinya kian tak terbendung

Tuhan, Tias lelah, maukah Tuhan menerima roh ku kembali?

Masih pantaskah aku sang putri panggung ini mendapat tempat yang layak diharibaan-Mu Tuhan ?


---------------

Maret Langit biru

Tiga bulan kemudian Tias Pergi :)


Taman Pemakaman Umum


Ribuan doa dan ampunan selalu Dewi panjatkan setiap hari, namun Tuhan berkehendak lain, anak satu-satunya yg tak pernah diceritakan siapa Ayahnya pun pergi mendahului Dewi yang masih berlumuran dosa

Pergi yg tenang Tias, Tolong sampaikan pada Tuhan, Ibu sangat memohon ampunan dan sangat ingin bertemu Tias disana.

Tias akan selalu jadi matahari yg menerangi jiwa Dewi yg sepi sekarang













Posting Komentar