March 27, 2019

Membuat Nasi Tim untuk MPASI

by , in
Fyuh~
Akhirnya sampai di masa makanan bukan bubur lagi. Bosan rasanya tiap disuapin bubur kadang habis, seringnya nggak.

Baca: MPASI Pertamaku


Dari berbagai cara masak nasi tim, cara dari ibuku sendirilah yang paling gampang hahahaha. Maklum, saya memegang prinsip, MPASI itu harus gampang dan menunya ngga jauh-jauh dari menu masakan keluarga sehari-hari di rumah. Saya penganut bumbu-bumbu sederhana dan nggak pusing cari kaldu jamur, bubuk keju, unsalted butter, dan lainnya.

Yuk kita simak cara buat nasi tim ala ibuke inyong!

Bahan-bahan:
1. Nasi dari mesin penanak nasi
2. Kuah sayuran yang kita masak hari itu, contoh kuah kaldu sop, kuah capcay, sayur bening, dan lain-lain.
3. Lauk-pauk misalnya kuning telur, ikan lele, daging, udang, dsb (tumbuk/cincang)

Cara membuat:
1. Siapkan wadah tahan panas
2. Masukkan nasi, untuk dua kali makan kira-kira 3 sendok makan
3. Masukkan lauk-pauk yang sudah dihaluskan atau dibejek-bejek
4. Siram kuah sayuran di atasnya sampai sedikit terendam
5. Kukus kurang lebih 30 menit

Siap disajikan!
Biasanya saya simpan kulkas kalau kondisi nasi tim masih bagus, jadi bisa dihangatkan untuk besok.

Kalau mau pergi jauh gimana?
Santai aja mom, kukus nasinya aja tapi lauknya jangan dicampur atau makan aja bubur instan atau buah-buahan atau kue.

Gimana? Masih stress ngga? :))





March 17, 2019

Cerdas Memahami Lupus

by , in
Orang-orang yang suka menonton sinetron di televisi pada zamannya, saat mendengar kata lupus mungkin bukan hal asing ditelinga. Lain halnya dengan lupus sebagai nama penyakit, saya pernah bertemu langsung dengan penderita Lupus yang masih aktif berkegiatan menebar manfaat untuk banyak orang. Kami dipertemukan dalam acara cerdas finansial di Jakarta, Ibu Dian W. Syarief adalah seorang penyandang lupus dan low vision. Lupus adalah penyakit kelainan sistem imun, perjalanan kehidupan beliau sudah jungkir balik dan menemui titik balik sejak beliau mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami tercinta, Bapak Eko Pratomo. Semangat hidup bu Dian terpancar begitu nyata saat berbicara dengan saya. Seseorang yang baru dikenal memberikan wejangan agar hidup jangan sampai disia-siakan.

Betapa bahagianya kita, manusia yang hidup berkeluarga maupun yang masih sendiri semakin bertambah usia memiliki fisik dan mental yang sehat sehingga kuat menjalani hari-hari. Coba bayangkan jika kita terserang penyakit, berapa banyak waktu dan uang yang dihabiskan untuk penyembuhan agar penyakit 'minggat' tak datang lagi. Gaya hidup sehat juga semakin menjamur, siaran di televisi dan luapan informasi di internet pun kian hari semakin beragam saja yang disajikan, mulai dari iklan layanan masyarakat tentang vaksin kesehatan, memasak makanan sehat, hingga wabah penyakit. Semua disiarkan dan dicari-cari informasinya oleh khalayak yang tak ingin ketinggalan tren terbaru. Kesehatan seharusnya sih bukan gaya hidup ya, tapi kewajiban yang harus kita upayakan agar tubuh kita tetap terjaga staminanya.

Acara Cerdas Finansial
Penyakit lupus ahli dalam meniru gejala penyakit lain, sehingga timbul kesulitan diagnosis yang biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat. Berbeda dengan campak, tipes, dan demam berdarah yang bisa cepat diprediksi. Sebenarnya, penyakit autoimun atau disebut juga dengan nama Systemic Lupus Erithemotosus memiliki gejala utama yang umumnya selalu muncul. Pertama, rasa lelah yang melampaui batas dan tetap muncul setelah cukup beristirahat. Kedua, dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu serta menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Terakhir, nyeri pada persendian yang umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki serta mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Lupus merupakan penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Source: HaloDoc

Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) online, pada tahun 2016 terdapat 2166 pasien rawat inap yang terdiagnosis penyakit lupus. Jumlah kematian akibat lupus pada pasien rawat inap di rumah sakit juga meningkat tinggi dibandingkan dengan tahun 2014. Saat ini Indonesia memiliki wadah-wadah bagi penyandang lupus, salah satunya ialah Yayasan Lupus Indonesia. Penyakit lupus memang tidak bisa disembuhkan, namun kita bisa berusaha untuk mencegah penyakit ini tidak hinggap dalam tubuh. Pola hidup sehat dan menghindar dari stress harus diterapkan, meminimalkan kontak langsung yang berlebihan dengan sinar matahari terutama pada siang hari, berhenti merokok, dan rutin berolahraga dapat menjaga tubuh kita agar terhindar dari berbagai penyakit, termasuk lupus. Kalau gejala-gejala tersebut menyerang tubuh kita atau orang-orang sekitar dalam waktu yang lama dan tidak juga sembuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter karena lupus bukan penyakit yang bisa dianggap 'enteng'. Tanggal 10 Mei ditetapkan sebagai 'Hari Lupus Sedunia', tahun ini yang ke-16, semoga kesadaran masyarakat terhadap lupus semakin meningkat sehingga odapus (orang dengan lupus) di masyarakat pun semakin diberdayakan.


March 08, 2019

Marhaban ya Rajab

by , in


Hampir tiap Idul Fitri, saat mengirimkan pesan singkat lebaran pasti saya tambahkan do'a "Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Ramadhan tahun depan, aamiin ya robbal alamiin." Kalau dijalani dengan sepenuh hati, ramadhan itu memang indah banget, segala sesuatu lebih Allah mudahkan. Walau kadang terbersit kapan Ramadhan usai dan malas membayar hutang puasa karena datang bulan saat Ramadhan, tapi Ramadhan selalu dinantikan karena momen-momen kebersamaan dengan keluarga semakin hangat. Makan bersama, beribadah berjamaah, mencari takjil, mencari baju baru, dan hal-hal lain yang hanya ada saat bulan suci Ramadhan.

Ramadhan pertama dengan suami pastinya memberi kesan tersendiri, karena kondisi hamil dan dilanda rasa malas masak. Penyesuaian menu buka dan sahur pun jadi tantangan lainnya, alhamdulillah kami hanya kesiangan sekali dan masih sempat minum air. Ramadhan kali ini anggota keluarga kami bertambah satu. Si kecil yang semakin aktif 'ngoceh' dan 'ngacir' kesana-kemari. Ramadhan tahun lalu masih di alam rahim, sekarang dia di alam dunia. Satu, dua, anggota keluarga pun pergi mendahului kami melanjutkan perjalanan ke alam barzah. Masih sesak rasanya, terlebih si kecil sering melihat foto yang terpajang di rumah.

Kemudahan demi kemudahan yang kami rasakan sampai hari ini tentunya bukan karena kehebatan kami, namun semata hanya karena Allah sang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Apalah arti hidup di dunia jika hanya berputar pada masalah susah lihat orang lain senang. Yah, namanya juga hidup...






Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram