Tuesday, 11 December 2018

Surat untuk Ananta
Untuk yang tersayang, dimanapun dan kapanpun kau baca surat ini, doa keluarga selalu mengiringi setiap jejak langkah yang kau pilih.

Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita dan siapa anak kita kelak. Kami menantimu penuh sukacita dalam doa di setiap malam-malam panjang agar kau selalu sehat dan kelak menjadi anak yang soleh, berbakti pada orang tua, tak kurang suatu apapun. Di usiamu saat ini, semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan kasih sayang yang tak terbatas seperti yang teruntai dalam nama terakhir mu. Sesungguhnya engkau hanyalah titipan Allah nak.. sebaik-baiknya titipan Allah SWT yang kelak harus bermanfaat bagi orang lain.

Saat sekarang Mam menulis ini, kau masih ditimang-timang dalam pelukan Papah dan Mama. Kami bersyukur memiliki mu karena kau hadir sebagai pelipur lara saat kakek tiada, sebagai penghibur saat hujan deras datang malam hari, sebagai teman kala lampu padam karena listrik mati. Ada masa saat Mam kesal karena tangisan mu tak kunjung berhenti, rengekan mu tak jua usai saat Mam batuk dan pilek. Waktu itu rasanya kepala mau pecah, tapi setelah kau tenang… Mam merasa bersalah dan meminta maaf saat kau tidur. Wajahmu sangat menenangkan setiap orang yang melihat. Kau pun ramah dan suka tersenyum malu-malu saat orang memanggil namamu.

Memasuki pengenalan makanan, kau makan dengan lahap bubur dan biskuit bayi. Walaupun berat badanmu belum mencapai garis ideal, namun kau bukan anak yang kekurangan gizi. Dari hari ke hari berat badanmu semakin berat saat digendong. Kau pun mulai merangkak, duduk sendiri di kursi makan, dan maunya berdiri. Ah, tak sabar rasanya melihat kakimu berlari dan berjalan serta mengayuh sepeda tanpa perlu bantuan.

Kal, kelak kau akan tau… tersenyum malu-malu saja tak cukup untuk melembutkan hati manusia. Saat kau dewasa nanti, berdirilah yang tegak. Hadapi segala ujian yang Allah SWT berikan untuk menambah pahala untukmu. Carilah ilmu dan bagikanlah ilmu yang kau tau ke orang lain, jangan lupa beramal, dan jadilah anak yang soleh.

Suatu hari nanti saat kau baca ini, semoga kita masih dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT aamiin ya robbal alamiin.

Source: PicsArt

No comments:

Post a Comment

thank you for stopping by dear, your comment will create happiness :)