Kenapa menggunakan pompa asi?

Masa-masa kehamilan anak pertama membuat ku excited sekaligus bingung juga memprioritaskan kebutuhan bayi yang akan dibeli. Rasanya ingin dilengkapi dan disempurnakan aja belanja printilannya karena anak pertama. Kita memang harus pintar-pintar mengendalikan hawa nafsu satu ini yah bu ibuuu...

Hal tergalau adalah urusan pompa asi. Berhubung merencanakan tidak bekerja lagi, urusan pompa asi dan printilannya pun dipikir matang dan berulang kali. Sewa atau beli ya?

Setelah 6 hari pascamelahirkan, aku punya jawabannya! Jika dari awal memang sudah direncanakan melakukan persalinan dengan operasi sebaiknya sedia pompa asi, karena eh karena pemulihan pascaoperasi alias menahan nyeri jahitan diperut itu perih-perih-gimana-gitu. Pompa asi sangat membantu di malam hari, suami atau keluarga yang lain jadi bisa bantu menyusui lewat dot, cup feeder, atau sendok (sesuai cocoknya saja).

6 jam setelah masuk ruang perawatan, aku memang minta dirawat gabung agar bisa menyusui langsung. Tak peduli badanku yg masih geregesan menahan sakit, aku berusaha untuk memberi asi bukan susu yang lain. Aku tidak gunakan pompa asi selama dirawat karena merasa tak perlu, asi yang keluar masih sedikit dan malah bikin stress jika ekspektasi kita bisa dapet asi sebanyak-banyaknya setelah dipompa. Berikan langsung ke bayi melalui payudara ibu jadi asi terpancing keluar. Jangan lupa minum vitamin pelancar asi seperti lactamam dan rajin bersihkan puting selama hamil dengan baby oil, minyak, atau handbody (sesuai kebutuhan saja)

Alhamdulillah aku dapet pinjeman pompa asi  manual dari kawanku yg baik hati. Urusan pompanya manual atau elektrik, mungkin lebih enak elektrik bisa bisa tidur sambil asi diproduksi hahaha

Selamat mengasihi :)
continue reading Kenapa menggunakan pompa asi?