January 30, 2021

Indonesian Content Creator

by , in

Beragamnya media sosial yang hadir saat ini menuntut kita untuk menjadi orang yang melek teknologi sekaligus kreatif. Kita bisa memilih untuk mengikuti arus dengan mengupdate dan mengupgrade diri dengan segala kecanggihan teknologi atau ketinggalan berbagai informasi. Saya termasuk orang yang senang mendaftar pada berbagai kanal media sosial, biasanya sih sekadar penasaran. Tapi ada juga yang keasikan sampai sekarang. Dulu hanya tau blogger, sekarang berkembang pesat menjadi berbagai kanal mikroblog yang semakin diminati. 


Dari Wikipedia disebutkan bahwa mikroblog adalah suatu bentuk blog yang memungkinkan penggunanya untuk menulis teks singkat yang biasanya kurang dari 200 karakter dan mempublikasikannya, baik untuk dilihat semua orang atau kelompok terbatas yang dipilih oleh pengguna tersebut. Ada twitter, facebook, plurk, instagram, dan masih banyak lagi mikroblog yang mewadahi kebutuhan kita. Jadi sebenernya, kebanyakan media sosial itu bermanfaat atau malah sebaliknya ya?


Hampir semua mikroblog dan blog saya gunakan untuk curhat. Hingga akhirnya muncul istilah monetizing blog, buzzer, influencer, hingga content creator. Media sosial pun menjadi sumber penghasilan dan profesi baru yang digandrungi banyak orang. Kreatifitas para content creator pun dari hari ke hari semakin unik dan inovatif. Sampai bermunculan konten-konten viral yang menghibur tapi ada juga yang meresahkan. Bahkan ada yang tidak berniat untuk memviralkan kontennya, tapi karena banyak disukai netizen atau menimbulkan kontroversi sehingga otomatis menjadi trending. Sebut saja lagu culametan, odading Mang Oleh, dan tak ketinggalan Dimas Ahmad yang mirip Raffi Ahmad. Mungkin menjadi viral saat ini sudah masuk dalam daftar cita-cita paling mutakhir.


Profesi selebgram, influencer, dan content creator menjadi keahlian yang diminati para penikmat media sosial. Di Indonesia, banyak banget content creator yang sudah mendunia. Hasil karya mereka nggak hanya sekadar mengupload video dengan target viral tapi memang berkreasi dari hati sehingga sampai ke hati penikmatnya. Teknik edit videonya pun biasanya keren dan dengan peralatan canggih. Pengambilan foto dan video didukung juga dengan berbagai properti yang sesuai. Nggak heran kalau konten terbarunya selalu dinanti oleh para followers dan subscriber. 


Wadah untuk para content creator pun bermunculan dengan aktivitas yang beragam. Termasuk Indonesian Content Creator (ICC) yang mendukung para anggotanya untuk lebih meningkatkan engagement dan viewers. Bergabung dengan ICC bikin saya bisa ikutan One Day One Post (ODOP) ini. Segala bentuk dukungan di media sosial memberikan dampak besar khususnya pada kanal-kanal media sosial saya pribadi. Jadwal rutinnya pun teratur dijalankan. Digawangi oleh Ibu Kafa, semoga ICC semakin mengoptimalkan kepakkan sayapnya dan terus mendukung kreativitas para content creator. Perjalanan seorang content creator masih panjang, bisa jadi di masa depan profesi ini akan menjadi sebuah profesi umum yang mendukung pertumbuhan ekonomi negara. So bagi pembaca yang masih jadi penikmat berbagai media sosial, sekarang coba-coba aja dulu bikin sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang lain.


Odop



January 29, 2021

Posting Blog Sejak 2009, 10 Tahun yang Lalu.

by , in
Tak ku sangka hampir 10 tahun sudah blog ini ada. Blog pertama jelas bukan ini, aku sampai lupa apa saja isi blog pertama yang ku buat. Perjalanan blogging ku naik turun, kalau lagi stress, patah hati, dan putus asa sama penelitian yang tak kunjung usai biasanya posting blog makin lancar. Tapi dalam keadaan stabil, biasanya males banget posting, nggak tau aja gitu mau bahas apa. Berhubung sekarang banyaknya postingan yang berbayar jadi sekali-kali kita harus tetap posting yang murni curhat tanpa dibayar. H a h a h a



Sebenarnya aku rada takjub juga dengan blogger lain yang melesat jauh dengan komen dan pembaca setia blognya yang lebih ramai dibandingkan dengan blog ini. Namun, karena dari awal blog ini bukan ditujukan khusus untuk mencari nafkah jadi pemiliknya pun cuek saja dengan pundi-pundi rupiah blog-blog lain yang punya niche travelling ,cooking, parenting, and so on.

Aku masih lekat dengan blog gado-gado yang membahas berbagai hal yang aku suka dan pastinya dekat dengan keseharianku. Akhir-akhir ini juga merasa kehilangan harta yang paling berharga yaitu postingan di hellobogor yang belum dibackup sudah tak bisa diakses. Padahal tiap kata yang ku posting disana tuh penuh kenangan banget. Tapi ya sudahlah, maklum baru paham sama sistem tulisan beli putus. Rasanya sakit tapi nggak berdarah tuh gini ya?

Dari tahun ke tahun, blogger semakin berkembang, mulai dari template, isi postingan, info grafis, didukung dengan media sosial yang tak kalah melesat. Seiring berjalannya waktu blog gratis saya pun menjadi blog dengan domain sendiri. Bangga? Tentu. Namun saya nggak terlalu ngoyo. Entah, saya merasa bukan saatnya lagi untuk saat ini.

Di tengah arus deras pekerjaan blogger yang makin dicari orang, saya memilih minggir karena sudah bukan prioritas lagi. Saya merasa beruntung juga karena dari awal ya ngeblog asik-asik aja, peduli sih sekarang dengan DA & PA tapi tidak terlalu mengganggu keleluasaan dan kepuasan saya mencurahkan pikiran disini. Alhamdulillah masih ada yang mampir, membaca, sampai memberikan komentar. Senang rasanya bermanfaat bagi orang lain walau dari hal sekecil sharing di blog gado-gado ini. Alhamdulillah dari posting di blog dan blogwalking gini aku bertemu dengan jodoh yang jadi paham alur pikiranku :)

Semoga blog ini semakin bermanfaat untuk pembaca. Walau tak meninggalkan komentar disini semoga tak meninggalkan keresahan di hati pembacanya. Mudah-mudahan tercerahkan! :D
January 28, 2021

Film-film Ernest Prakasa

by , in
Source: magazine[dot]job[dash]like[dot]com


Nonton film Indonesia di bioskop bisa dibilang jarang banget, karena biasanya underestimate duluan. Alur cerita yang itu-itu saja dan pemeran yang dia lagi dia lagi. Iseng-iseng install aplikasi nonton film di playstore. Salah satu yang gue tonton adalah filmnya Ernest, komika alias stand up comedy yang mulai rajin bikin film.

Pernah nonton film salah satu komika yang mengawali kariernya dari blog terus bikin buku, terus bukunya jadi film. Garing. Oke mungkin karena selera dan harapan gue beda saat nonton film yang diambil dari bukunya dia.

Dari tiga film Ernest yang gue tonton, Ngenest, Cek Toko Sebelah, terakhir Stip dan Pensil. Dari judulnya sama sekali nggak bikin gue tertarik. Malah bertanya-tanya, apaan lagi sih ini? padahal belum liat trailer atau baca review gitu :))

Tapi setelah nonton...
Pertama, Ngenest. Film tentang si Ernest yang sering mendapat perlakuan beda dari teman-temannya karena dia minoritas. Bener-bener ngenest, terus akhirnya dia punya istri yang pribumi untuk memperbaiki keturunan. Pesannya dalem banget lah ini

Kedua, Cek Toko Sebelah. Baca judulnya aja males, jangan-jangan ini salah satu strategi promosi e-commerce hahaha. Padahal filmnya bikin mengharu-biru, cerita tentang ayah pemeran utama si Ernest sendiri, pemilik toko yang punya anak pegawai sukses dengan jabatan oke punya di kantor. Akhirnya tokonya dijual dan dibeli lagi sama anaknya. Kasih sayang anak sama Bapak yang sangat kental seperti susu tanpa pemanis buatan.

Ketiga, stip dan pensil. Gue rasa ini film bukan genre umur gue yang bukan remaja lagi. Eh ternyata filmnya bagus, mengangkat kesadaran bahwa kita ngga bisa lihat anak-anak orang kaya tuh kesannya borju terus, belagu, ngga peduli. Pembuktian yang dilakukan anak-anak orang kaya ini berhasil bikin gue tergugah, film ini ngangkat cerita anak-anak sekolah yang berkompetisi bikin proposal dan mewujudkannya. Hal serius yang dikemas menarik.

nah film terbarunya ini belum sempet nonton, nggak sabar lihat pesan di filmnya :D
bakal sama nggak ya sama film yang mirip inti ceritanya hmm

komika satu ini emang cerdas banget, lain daripada yang lain idenya! terus berkarya Ernest Prakasa!

buat yang masih nggak percaya kalo filmnya Ernest ini emang layak dan patut untuk menang nominasi apapun, cek reviewnya di blog Kak Teppy

Kalo pendapat penonton semua gimanah? *sodorin microfon

Asli ya sampai hari ini gue masih ngikutin Ernest sampe ke instagramnya. Banyak banget insight yang bisa gue dapet dari banyak buah pikiran seorang Ernest Prakasa selain film-filmnya yang menghibur. Jejak karier Ernest yang berawal dari Stand Up Comedy terus lanjut ke berbagai film sanggup bikin gue sadar kalau karya para content creator kita nih makin top banget. Dari Wikipedia yang gue baca, awal karier beliau itu sebagai penyiar radio pas masih kuliah di jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Lanjut memulai karier profesionalnya di industri musik, baru deh terjun ke Stand Up Comedy bareng Radit dan Pandji. Jujur gue gak terlalu tertarik lihat Ernest sebagai komika, tapi sebagai film maker gue dukung banget! Berbagai penghargaan yang beliau sabet, semoga makin meningkatkan kualitas beliau juga dalam berkarya. Ernest juga nggak pelit ilmu lho, beliau rajin mengadakan kelas penulisan skenario. Semangat terus buat Ernest and also his family. Buat temen-temen yang belum nonton satupun film Ernest, sekarang coba pantengin Imperfect The Series dulu deh hehehe.



January 27, 2021

Mengenang Kepergianmu

by , in
Di masa covid ini ada beberapa pejabat disana yang wafat. Seketika aku ingat ibu, seorang kepala perpustakaan yang baiknya melebihi ibuku sendiri (?). Ah mungkin hanya beda karakter saja. Sekitar 9 tahun yang lalu, Aku meminta bagian untuk kuliah lapangan mengurus perpustakaan saja. Sebab yang diminta hanya satu orang dan kawan-kawan yang lain membantu bagian lain. Padahal tadinya aku sempat tak masuk kelompok siapapun karena tak punya geng hahaha. 


Sampai akhirnya aku diminta untuk stay di perpustakaan yang masih bergabung dengan pusdatin. Sambil skripsi, mengajar bahasa inggris, aku datang seminggu 2x seingetku. Awalnya mau menjadikan perpustakaan sebagai objek penelitian, tapi aku nggak paham lah sama jurusan kuliah kejeblos ku. Sampai akhirnya lulus karena membantu dosen pembimbing yang yah tentunya dengan skripsi yang tidak sempurna. Kemudian aku lanjut mengabdi di perpustakaan yang menggunakan outsourcing untuk membangun perpustakaan di gedung baru.


Dipanggil ibu udah biasa, dipanggil mbak yah ada juga, dalam hati terbersit juga keinginan untuk jadi mahasiswa disana. Tapi lanjut kuliah itu untuk apa sih? Jawabannya adalah untuk bisa move on dari pekerjaanku yang gitu gitu aja. Lulus kuliah pun akhirnya aku lanjut lagi kuliah dengan berbagai pertimbangan dari orang tua khususnya ibuku. Sekolah terus kapan nikahnya? Nanti gelar ketinggian nggak dapet-dapet jodoh lho. Iya kalo standarku ketinggian juga, nyatanya kan nggak. 


Kepindahan kampus ke lokasi baru dan masuknya aku menjadi mahasiswa yang melepaskan pekerjaan sebagai staf perpustakaan membuat kesehatan ibu drop dari hari ke hari. Terakhir bertemu bahkan ibu seperti tidak mengenalku, chemotherapy yang ibu jalani membuatku nggak tega dan merasa bersalah. Sampai akhirnya hari itu datang dan aku nggak bisa langsung ke pemakaman.


Bu, sekarang aku udah punya anak dan memilih di rumah aja. Terimakasih sudah meyakinkan kalo aku nih pinter, bisa bahasa inggris itu yg utama. Bisa lanjut sekolah ku rasa itu adalah hadiah terbesar dari ibu untukku. Melepaskan rasa kangen sama ibu mungkin tidak cukup lewat tulisan ini. Walau kerjaanku banyakan manfaatin internet gratis tapi ibu nggak pernah marah dan malah ikutan nonton YouTube sambil ikutan sampulin buku hahaha. Semoga Allah perkenankan kita ketemu lagi ya bu, semua orang mungkin anggap aku anak ibu dan ya ibu yang mengakui sendiri ke orang-orang kalo aku anaknya :')

Sekarang ibu udah bahagia di alam sana. Walau ku tak pernah ziarah ke makam ibu, tapi ku yakin doa ku sampai. Keyakinan ibu ke aku bikin aku percaya sama diriku sendiri dan aku sekarang dapet mertua yang baik juga bu. Ah rasanya banyak banget yang pengen diceritain (T______T)

Credit to: unsplash [dot] com

Artikel ini diikutsertakan dalam ODOP ICC X Mubadalah.id



January 26, 2021

Harmoni Cinta Miftah dan Rustiana

by , in
Aku tak berani menuliskan nama mu dalam buku catatan ku dear Miftah Abdillah Achmad. Bukannya aku takut, tapi aku khawatir terbakar, tersobek, rusak, hilang, basah, dan segala kemungkinan yang bisa terjadi pada secarik kertas bertuliskan nama mu. 

Mengetik ini pun bukan hal yang mudah, karena aku merasa waktu berjalan lambat semenjak kepergian mu. Aku butuh tidur... Itu saja. 

Rustiana Imala Putri, nama yang indah mendampingi mu ke haribaan Nya. Mohon maaf bukan aku yang mendampingi sisa hidupmu. 

Terimakasih telah mengembalikan rasa percaya diri ku. Terimakasih telah mempertemukan ku kembali dengan makna sahabat dalam suka maupun duka, sahabat dunia akhirat. Terimakasih untuk urusan migrasi dan maintenance blog ini Miftah. Sekeras apapun aku berusaha mengetahui berapa yang harus ku bayar untuk perkara ini kau tak berkenan memberikan nomor rekening dan nominal. 

Jujur, aku pikir... Aku yang akan mati mendahului mu, mendahului semua yang ku sayang. Namun, kita memang tidak diperkenankan untuk mendahului ketetapan Allah SWT. Rencana Allah SWT selalu lebih indah dan kita percaya itu. 

Aku pun yakin suatu hari nanti. Alfa Naufal Nareswara sanggup melanjutkan apapun yang kau perjuangkan di dunia, hal-hal yang belum sempat kau selesaikan. 

Terimakasih sahabat ku, Miftah & Rustiana, sungguh kisah cinta sehidup semati yang indah melebihi cinta kasih Pak Habibi pada Bu Ainun. 

"Kau membuat ku, mengerti hidup ini. 
Kita terlahir bagai selembar kertas putih. 
Tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai.. 
Dan terwujud harmoni... "

7 FEBRUARI 2017


January 25, 2021

Lanjut Kuliah atau Tidak?

by , in
Ini bukan pertanyaan saya, karena alhamdulillah orang tua kami mampu membiayai kuliah hingga mendapat gelar. Lantas? Gelar itu untuk apa? Apa penting menyandang gelar untuk kami perempuan yang bercita-cita mengurus rumah tangga?



Setelah menyandang dua gelar, saya bingung mengimplementasikannya dalam kehidupan karena saya kuliah di jurusan yang tidak saya inginkan. Jika dirunut kebelakang, saya diterima sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di Universitas Sebelas Maret. Namun, campur tangan orang tua menjadi keputusan terakhir. Anak pertama di keluarga yang minim wawasan seputar perguruan tinggi. Hanya berdasarkan pengalaman hidup, pengalaman anaknya si anu, pilihan-pilihannya si itu.


Baca: Jurusan yang Dibutuhkan di Masa Depan

Akhirnya saya merasa terbuang dan menapaki jejak di tempat lain. Rasa syukur saya masih ada karena di tempat ini biayanya sangat ringan, hanya lima ratus ribu per semester.


Kuliah itu perlu nggak sih?

Kuliah itu perlu biaya dan tujuan yang jelas, lebih baik mengambil SMK jika orang tua tak sanggup membiayai hingga perguruan tinggi. Oke karena bingung dan tidak suka dengan pilihan jurusan di SMK silahkan masuk SMA yang tidak ada spesialisasi khusus di SMA. Tujuan SMK dan SMA sudah jelas mana yang akan mencetak pekerja.

Baca: Kuliah Karyawan di Jakarta



Selesai kuliah langsung dapet kerja?

Tidak. Bahkan S2 luar negeri sekalipun. Tujuan kuliah perguruan tinggi adalah untuk meneliti, Patdono Suwignjo mengatakan hal itu di Kompas TV semalam. Lain hal dengan kuliah vokasi seperti politeknik yang mencetak lulusan diploma yang mencetak alumni siap kerja secara profesional.

Bagaimana dengan kuliah online?

Kuliah online berdasarkan pengetahuan saya diperlukan bagi orang-orang yang bisa mengelola waktu dengan baik. Bagi para pekerja hiburan maupun pekerja kantoran yang kehabisan waktu untuk lanjut kuliah karena sibuk bekerja, juga bagi mahasiswa yang sulit akses untuk menjangkau perkuliahan di dalam kelas. Untuk mahasiswa yang mampu menghadiri kuliah secara tatap muka di dalam kelas dan tidak ada kesibukan selain kuliah, saya rasa kuliah online bukan pilihan.


Lulusan SMK yang memilih pendidikan vokasi (jenjang diploma) untuk laki-laki.

Dari sudut pandang seorang laki-laki lulusan STM yang di ujung perjalanan menikah dan menjadi kepala keluarga. Kuliah Diploma setelah STM menjadikan seseorang mempunyai keahlian khusus dan profesional di bidangnya. Sementara jika menempuh jalur generalis seperti suami, kuliah dengan gelar sarjana jika tidak paham arah dan tujuan hidupnya akan menghadapi kebingungan dan persaingan yang ketat. Seseorang yang berkuliah dengan gelar sarjana mendapatkan pengetahuan secara menyeluruh namun tidak mendalam seperti saya. Sedangkan seseorang yang melanjutkan kekhususan pada jurusan pendidikan vokasi bisa menjadi ahli dan profesional di bidangnya.

Source: YouthManual.

Apa ada opini dan pandangan lain? Yuk isi di kolom komentar!


January 24, 2021

Menikmati Film-Film di Masa COVID-19

by , in
Dari beberapa film yang saya lihat selama pandemi ini. Saya makin sadar kalo film Indonesia itu makin bagus, dari mulai alur ceritanya dan pemilihan pemeran juga pesan dalam film itu sendiri. Semuanya luar biasa. Rindu saya nonton film-film bagus dalam negeri pun terobati dan penat agak mereda. 

1. Imperfect 

Saya selalu terkesan dengan filmnya Ernest termasuk film ini yang menceritakan seorang wanita karir yang mengubah penampilannya karena tuntutan pekerjaan dan lingkungan. Segala sesuatunya pun berubah tak hanya pola makan saja. Lingkaran pertemanannya berubah, pola pikir, sampai kebiasaan berpakaian, semuanya diubah demi meraih kriteria ideal yang banyak diidamkan sebagian besar perempuan. Namun ada titik dimana apa yang wanita ini rasakan usahanya sia-sia dan tetap saja salah dimata orang lain termasuk kekasihnya. Rahasia kecil pun terungkap dari mulut sang ibu yang secara tidak langsung membuat sang anak merasa tak disayangi sejak kecil. Film yang diperankan Jessica Mila & Reza Rahardian ini bener-bener relate banget sama kehidupan sehari-hari yang selalu lakukan body shaming, mom shaming, dan bentuk bullying lainnya tak terkecuali saya.



2. A Copy of My Mind

Ending yang bikin saya sedih karena tokoh laki-laki yang diperankan Rico Jericho meninggal karena membela kekasihnya yang diperankan oleh Tara Basro. FYI, disini ada adegan ranjang. Rico Jericho adalah seroang pengetik subtitle pada cd bajakan dan Tara Basro adalah penikmat film-film itu. Pada suatu hari sang wanita protes karena subtitle dalam film yang dia beli kualitas terjemahannya jelek sehingga akhirnya dia bertemu dengan sang 'penerjemah'. Singkat cerita Tara Basro yang kerja di salon sederhana pindah ke salon yang pelanggannya menengah ke atas. Dia dikirim ke penjara untuk melayani perempuan yang terjerat kasus berat. Saat akan pulang, Tara Basro tak sanggup menahan godaan untuk mencuri koleksi film tahanan wanita tersebut. Padahal koleksi yang dia ambil adalah salah satu barang bukti kuat yang kalau sampai ke tangah yang salah berakibat fatal.


3. Rumah dan Musim Hujan

Meja makan adalah sorotan utama yang menjadi fokus film ini sejak awal namun saya baru menyadari setelah meminta suami untuk cari tau maksud film ini tuh apa. Jujur saya bingung dengan ending yang bikin bingung. Ternyata semua rahasia yang ada di film itu ya memang fokusnya ada di meja makan, saat dimana tiap-tiap jiwa yang hadir menyimpan rahasia masing-masing yang tak perlu dibicarakan saat makan. Seolah-olah ada peraturan tidak tertulis yang menyebutkan bahwa tabu membicarakan sebuah 'masalah' di meja makan. Yah maklum, baru setelah menikah saya makan di meja makan. Padahal emang nggak mudeng aja sih hahaha


4. Mooncake

Nah kalo film ini awalnya ku tonton karena ada Morgan Oey wkwkwk. Disini Morgan berperan sebagai orang yang mengidap Alzheimer karena ibu dan istrinya meninggal. Tapi sampe akhir film, saya nggak nemu penjelasan penyebab istrinya meninggal. Morgan pun bertemu dengan BCL saat menjadi joki 3 in 1 dan menyerahkan cetakan kue bulan serta meminta BCL untuk membuatkan kur itu. BCL adalah seorang janda dengan satu anak dan satu adik, segala pekerjaan dilakoninya untuk menyambung hidup. Morgan pun meninggal di akhir cerita dengan peran yang baik.



5. What They Don't Talk About When They Talk About Love

Film ini nggak terduga sama sekali sih kalo bakal ada adegan ciuman Nicholas Saputra dan Ayusitha, apalagi hubungan badan yang dilakukan Ayusitha dan pacarnya yang bertompel. Nonton film ini tuh menyesakkan dada sih karena peran mereka semua menjadi penyandang disabilitas. Nggak nyangka Nicholas bisa juga ya ganteng-ganteng berperan sebagai orang gagu. Latar belakang film ini ada di sebuah sekolah luar biasa sekaligus asrama.



6. Ghost Writer 

Literally penulis novelnya beneran kerjasama dengan penghuni rumah yang disewa oleh penulis novel dan adiknya. Sampai akhirnya sang penghuni pun tak menyetujui novelnya terbit karena ada hal-hal yang tak sesuai dengan kesepakatan. Perjanjian itu dilanggar karena isi novel tersebut ditambahkan hal-hal yang mendramatisir. FYI, saya nonton film ini karena baru tau ada keterlibatan Ernest di dalamnya hahaha dan doi update kalo Ghost Writer 2 mau tayang, jadi makin penasaran deh sebagus apa.


7. Serendipity 

Nah kalo film ini ditonton karena ratingnya bagus. Pemainnya ada Kenny Austin yang kinclong abis & Maxime. Berkisah tentang seorang anak perempuan yang terpaksa bekerja menemani om senang saat main judi supaya hoki sekaligus menebus hutang almarhum ayahnya. Ibu si gadis main gila dengan ayah pacarnya. Sampe akhirnya drop out dari sekolah karena pekerjaannya itu. Finally sih happy ending tapi nggak buat Maxime.



8. Tabula Rasa


Dari beberapa film Indonesia yang saya lihat belakangan ini, saya baru kepincut sama film Tabula Rasa yang dari awal cerita sudah mengundang kesedihan yang mendalam. Tokoh laki-laki bernama Hans yang berasal dari Papua dikirim ke Jakarta karena kemampuannya bermain bola. Beberapa waktu kemudian kakinya cidera dan tim sepak bola Hans tak bertanggung jawab akan hal itu. Hans pun mencoba bunuh diri dengan menaiki jembatan penyeberangan yang di bawahnya adalah jalur kereta rel listrik.

Pagi harinya Hans ditemukan dalam kondisi berdarah di kepala. Ibu yang menemukan Hans tergeletak ini adalah orang minang, seingetku dipanggilnya Emak. Percakapan selanjutnya di film ini banyak menggunakan bahasa minang. Ambu pun mengajak Hans pulang ke warung masakan padangnya untuk memberi dia makan gratis. Hans pun tidak mau memperoleh makanan secara cuma-cuma dan akhirnya dia mencuci piringnya sendiri.



Masih ada lagi sebenernya film-film yang ditonton karena pemerannya Rizky Nazar atau Michelle Ziudith hahaha. Udah gitu ya sekarang banyak banget aplikasi untuk streaming film yang dengan berlangganan kita bisa menikmati kualitas film-film bagus. Tapi cukup daftar di atas aja deh yang saya rekomendasikan sebagai bukti kalo film Indonesia tuh oke lho! Patut dibanggakan.
January 23, 2021

Tiga Rekomendasi Gamis Lebaran

by , in

Berpakaian yang pantas adalah salah satu cara untuk menghargai diri sendiri. Apalagi berpakaian saat menghadiri acara-acara spesial seperti pernikahan, ulang tahun, arisan, hingga momen hari raya lebaran. Saat ini banyak banget pilihan gaya busana yang bisa jadi pilihan untuk dikenakan ke berbagai suasana. 


Buat saya yang cenderung berpakaian sesuai selera pribadi dan jarang mengamati fashion, sepertinya masker yang matching dengan busana yang dipakai masih terus menjadi trend fashion terkini selama masih pandemi. Belum lagi homedress yang bisa digunakan di rumah sekaligus keluar rumah. Nah kali ini saya mau berbagi rekomendasi busana dari beberapa akun instagram online shop yang saya save untuk pribadi. Mungkin saja selera kita sama, boleh banget dibookmark!


 

 Duresuka

Toko online satu ini punya banyak pilihan gamis yang cantik-cantik. Harga yang dibandrol juga sepadan dengan kualitas pakaian yang dijual. Hampir mau 3x beli untuk koleksi-koleksi busana disini.



Silmee Indonesia 
Polos, cantik, dan elegan, mungkin tiga kata yang pas untuk semua pakaian yang diproduksi Silmee. Anak muda banget sih sasarannya, jadi untuk saya yang sudah punya anak rasanya seperti awet muda terus pake koleksinya Silmee. Kita bisa juga beli pakaian juga kerudungnya yang sudah direkomendasikan oleh Silmee.



Sebenernya untuk baju couple, saya belum menemukan yang bener-bener pas di hati suami. Berhubung memang beliau itu anti couple-couple-an gitu ya, jadi sejauh ini baru punya satu batik aja yang couple. Kalo baju samaan untuk seluruh anggota keluarga belum ada nih. So, masukin list dulu aja ya yang satu ini.

Sejak punya jadwal rutin belanja baju lebaran sama keluarga, saya termasuk orang yang susah banget cocok sama baju-baju yang mainstream di pasaran. Walaupun ukuran badan saya pas dengan semua ukuran baju tapi selera berpakaian saya tuh unik dan nyusahin. Alhamdulillah sekarang ada instagram ya yang membantu banget untuk pilih-pilih pakaian sesuai selera. Salut banget sama para penjahit busana di luar sana yang bikin model-model pakaian beda dari kebanyakan. Belanja gamis pun sekarang nggak harus nungguin lebaran lagi, karena seringnya susah dapet yang sreg kalau beli baju harus nungguin momen lebaran. Keburu habis kak gamis inceran saya! Hehehe 

January 22, 2021

Mengagumi Hutan di Indonesia dengan Bersyukur dan Tidak Merusaknya

by , in
Jika diminta memilih pergi ke hutan atau ke pantai, dulu tentu ku jawab pergi ke hutan. Hanya orang-orang terpilih yang mau bersusah-payah menerabas pepohonan dipayungi kanopi alam untuk menikmati dan menyesap dalam keindahannya. Bukan bermaksud sombong, namun saya selalu kagum dengan orang-orang terpilih yang sanggup mendaki puncak-puncak gunung di Indonesia maupun di luar negeri. Beruntung sekali jika menemukan air terjun dibalik rimbun pohon-pohon yang tinggi, dari jauh akan terdengar jelas aliran derasnya yang jatuh ke bumi seolah memberi tanda dan semangat untuk tidak menyerah teruslah masuk menyusuri jalan menuju air terjun. Saya jadi mengenang kembali masa-masa 'berburu' air terjun yang dalam bahasa sunda dikenal dengan curug bersama teman-teman kuliah. Rasanya damai sekali saat memandangi air terjun itu, walau ada juga perasaan khawatir seandainya ada batu besar yang ikut terbawa derasnya air. Sejuk dan dinginnya membekas indah dalam ingatan dan tak ragu juga untuk meminum langsung air terjun pada waktu itu.

Papandayan, 2013

Hutan menjadi sumber kebahagiaan bagi saya yang senang wisata alam, mengagumi ciptaan Sang Maha Kuasa yang tak jemu dipandang. Hutan termasuk lingkungan hidup yang vital dan tentunya hutan memang bukan sekadar untuk berwisata saja, masih ada masyarakat yang melestarikan hutan agar sumber dayanya tetap terjaga. Tak hanya manusia, makhluk hidup lain pun tinggal di hutan seperti beraneka jenis burung, serangga, sampai tanaman dari yang bermanfaat untuk manusia namun ada juga jenis yang beracun. Harmonisasi alam menjadikan hutan sebagai hamparan lahan yang wajib kita lestarikan bersama. Di Bogor ada hutan pinus yang dikenal juga dengan nama Gunung Pancar, selain pemandangan hijau kita juga bisa berendam air hangat. Bahkan sekarang bisa berkemah dengan fasilitas yang sudah disediakan, jadi tak perlu bingung pinjam tenda, sleeping bag, dan peralatan lain.


Saat pelesiran ke Banyuwangi pun saya mendatangi hutan pinus yang mirip dengan Bogor, Hutan Pinus Songgon, banyak lokasi-lokasi yang dihias dengan  ragam pernak-pernik seperti lampion, payung, gapura dengan bentuk love, dan kita bisa melihat pengunjung yang rafting di sungai. Pohon pinus ternyata sangat bermanfaat dan menguntungkan bagi para pengusaha industri, dilansir dari rimbakita[dot]com hampir seluruh bagian pinus, seperti batang kayu, kulit, getah, dan daun memiliki manfaat ekonomis. Menjadi bahan baku furniture, bahan baku kertas dan alat tulis, bahan baku peti kemas sampai bahan pencampur pupuk. Kulit dan daun pohon pinus juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan, ekstrak daunnya juga menghasilkan senyawa pycnogenol yang merupakan salah satu bahan baku produk suplemen dan obat nyeri.

Baca: Babymoon ke Banyuwangi 

Hutan lain yang saya kunjungi adalah hutan yang ada di Papandayan, selain bau belerang yang menyengat saat pendakian. Selanjutnya kita disuguhkan pemandangan hutan mati yang berdasarkan sejarah dikutip dari datawisata[dot]com, hutan mati gunung Papandayan bermula dari letusan maha dahsyat gunung Papandayan yang telah terjadi ratusan tahun silam. Di Papandayan kita bisa melihat hamparan bunga edelweiss yang cantiknya Masya Allah. Bersyukur banget saya bisa sampai disana walau penuh perjuangan dan tak lepas dari dukungan teman-teman. 


Saya pun mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung pohon kayu putih yang ada di sepanjang jalan saat di Alor. Ini pertama kalinya saya melihat hutan kayu putih yang sedikit berdaun dan batangnya berwarna putih. Sungguh menakjubkan ciptaan Allah, beraneka macam tumbuhan, pepohonan, dan makhluk hidup ada di Indonesia. Hutan di tanah air tercinta ini masuk dalam urutan ketiga hutan terluas di dunia lho, prestasi yang tentunya patut dipertahankan agar keanekaragaman hayati hutan-hutan di negeri ini terlindungi.

Baca: Belajar dari Alor


Salah satu bentuk apresiasi untuk hutan di bumi pertiwi adalah  dengan dicetuskannya Perayaan Hari Hutan Indonesia yang sekaligus menjadi aksi bersama untuk mensyukuri manfaat hutan yang berlimpah, mulai dari pangan dan obat-obatan, akar budaya Indonesia, sampai fungsi hutan sebagai penyerap karbon serta penjaga iklim dunia. Kontribusi nyata dari kita untuk hutan-hutan di Indonesia bisa melalui adopsi hutan yaitu dengan berdonasi yang akan disalurkan untuk kegiatan pelestarian hutan, pengembangan masyarakat sekitar hutan, serta mendukung pendidikan dan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. 


Masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan tentu memiliki cara tersendiri untuk merawat dan melindunginya termasuk warga kasepuhan. Kasepuhan yang pernah saya kunjungi adalah Kasepuhan Ciptagelar, perjalanan kesana tergantung niat dari pengunjung jika ingin sampai dengan selamat katanya. Kasepuhan Ciptagelar berada di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Berlokasi di lereng bukit bagian selatan Taman Nasional Gunung Halimun dan termasuk dalam Kesatuan Adat Banten Kidul. Warga disana hidup dari hasil bumi yang ditanam, dipetik, dan dipanen sendiri. Kawasan Kasepuhan Ciptagelar tidak pernah mengalami kekeringan, air mengalir jernih dan aliran Sungai Cibeno dimanfaatkan juga sebagai sumber energi listrik menggunakan turbin. Masyarakatnya pun memasak dengan kayu bakar dan sangat menghormati nasi agar jangan sampai tidak habis saat makan apalagi terbuang sia-sia. Pengambilan kayu dan jumlah yang bisa diambil pun juga ditentukan, sehingga hutan tetap lestari karena dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan menjunjung tinggi aturan adat.


Upaya berbagai pihak untuk menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di bumi nusantara ini secara pribadi saya dukung penuh karena generasi-generasi selanjutnya harus merasakan dan tentunya merawat hutan agar tetap lestari tak lekang oleh waktu. Manfaat hutan yang saya rasakan hari ini, inginnya dirasakan juga turun-temurun agar kita selalu ingat bahwa kekayaan alam yang Tuhan berikan harus disyukuri dan dipertahankan. Mari bersama-sama kita gotong royong menjaga hutan agar keindahan hutan Indonesia tetap alami dan terlindungi. Sekarang sih saya sedang memulai menanam pohon buah-buahan di sekitar rumah, kalau kamu?

Curug Mania Goes to Leuwi Hejo


January 21, 2021

Penulis Dua Barista Berbagi Suka Duka Menulis Novel

by , in

Menjadi penulis itu berat. Tak mudah menelurkan hasil tulisan yang viral apalagi best seller. Belum lagi upah seorang penulis yang masih jauh dari harapan. Tapi ada saja penulis yang masih bertahan hidup dari berbagai hasil karyanya. Keinginan saya untuk menjadi penulis memang belum pernah terkubur, tapi saya juga belum tau kapan akan memulainya.



Berjumpa lagi dengan seorang penulis novel yang viral dan laris di pasaran, Mbak Najhaty Sharma, penulis novel Dua Barista dan masih banyak lagi yang lainnya. Nama lengkap beliau adalah Nazhati Mu’tabiroh, namun dalam bukunya beliau memiliki nama pena yaitu Najhaty Sharma. Selain menulis, beliau juga mempunyai toko online yang menyediakan berbagai motif kerudung yang unik dan beda, seperti yang beliau pakai di malam kemarin.


Beliau berbagi 'resep' cara menulis novel viral dan laris. Tentu tidak berhasil dalam sekali goresan tangan. Namun sudah berkali-kali beliau mencoba untuk menuangkan ide-ide tulisan hingga akhirnya karya-karya beliau diminati pembaca. Ada dua hal yang penting dalam menuliskan sebuah novel yang biasanya terdiri dari minimal 250 halaman hingga 500 halaman lebih.

Dua barista

Sebelum menulis, seorang penulis harus fokus memikirkan dengan matang konstruksi cerita yang akan dibangun. Mungkin ini yang disebut dengan kerangka karangan yang harus diperhatikan dengan baik unsur-unsur intrinsik yang terkandung di dalamnya. Pertama, penokohan yang dilibatkan dalam cerita harus jelas. Apakah hanya fokus pada satu tokoh dengan sudut pandang orang pertama atau hadir beberapa tokoh yang memiliki sosok kuat dalam isi cerita. Penggambaran tokoh-tokoh tersebut pun harus jelas dan tidak ngawang-ngawang. Dialog antar tokoh pun sebisa mungkin memberikan manfaat bagi pembaca dan bisa menunjukkan karakter tokoh tersebut secara tidak langsung. 


Kedua, latar menjadi unsur yang tentunya sangat mendukung untuk menghidupkan isi cerita sehingga pembaca dapat terhanyut masuk dalam cerita seolah-olah terlibat dan benar-benar ada di dalamnya. Imajinasi pembaca pun bisa jadi ingin mencari tau latar tempat yang ada di dalam cerita. Semakin digambarkan dekat dengan kenyataan, semakin pembaca penasaran dengan latar tersebut. Ketiga, Konflik yang dijabarkan harus jelas dan memiliki arah tujuan di akhir cerita. Begitu juga dengan solusi yang dihadirkan dalam sebuah cerita, perlu dipikirkan dengan baik bagaimana konflik tersebut hadir membumbui jalan cerita dan ujung penyelesaian masalahnya. Terakhir jangan lupakan alur dan plot yang mengalir dalam cerita, tentu saja harus berkaitan dalam tiap lembaran halamannya.

Dua Barista


Karya-karya beliau yang telah diterbitkan antara lain: Perempuan Tali Jagat, Moral Kode, Lipstik, Kupu-kupu Marrakech dan Dua Barista. Di tengah maraknya aplikasi membaca novel gratis, para penulis bersaing dengan banyak cerita-cerita lain di dunia maya. Sebelum terbit novel Dua Barista, Mbak Hati pun berkali-kali gagal tapi tak berhenti menuliskan cerita-ceritanya hingga terbentuk formula beliau pribadi. Beliau memasarkan karyanya berawal dari facebook karena target pembacanya adalah ibu-ibu rumah tangga. Banyak yang like, banyak yang baca, belum tentu mau membaca buku cetaknya. 


Baru-baru ini saya juga mengikuti webinar launching sebuah novel dari Komunitas Blogger Bogor. Beliau menggunakan media instagram untuk memperkenalkan isi cerita dalam novel yang nantinya akan dicetak. Isi dari instagram novel tersebut kalau saya perhatikan menggambarkan latar isi cerita tersebut. Setelah itu beliau menggelar webinar untuk menceritakan lebih lanjut tentang isi cerita dan tak lupa bagi-bagi novel tersebut. 


Berbagai cara seseorang untuk menelurkan sebuah buku tentu tidak mudah. Jerih payah beliau sebagai penulis tentunya harus diapresiasi dengan pantas, salah satunya dengan membeli buku cetakan yang asli. Di luar sana banyak sekali aplikasi-aplikasi untuk memamerkan cerita kita. Bahkan bisa diterbitkan menjadi buku juga film jika kita beruntung. Tentu tak hanya faktor keberuntungan yang membawa kita kesana tapi ada kerja keras luar biasa hingga bisa menamatkan sebuah cerita. Semoga kelak harapan pembaca blog ini yang ingin menerbitkan sebuah buku bisa terealisasi ya!




January 20, 2021

Cara Membersihkan Panci Gosong Hitam Berkerak

by , in

Panci yang biasa saya gunakan untuk masak mi instan ini berukuran kecil dan bukan bahan teflon. Panci biasa hadiah ulang tahun pernikahan dari sepupunya suami. Panci untuk merebus ini saya gunakan untuk memasak ayam kecap yang biasa saya masak hingga airnya habis dan kering sehingga menyerupai ayam bakar. Berhubung hanya empat potong kecil paha ayam maka saya gunakan panci satu ini, hasil akhir masakannya enak namun nasib buruk menimpa panci saya yang gosong, hitam, berkerak, sehingga sulit dibersihkan.

panci gosong hitam

Butuh sekitar dua minggu untuk menemukan cara yang tepat untuk membersihkan panci butut ini. Berdasarkan hasil pencarian Google, kita bisa menggunakan soda kue dan cuka dapur untuk membersihkan bekas gosongnya. Setelah saya rendam berhari-hari dan coba merebus air di panci gosong ini dengan harapan bakal ada pencerahan si keraknya mengelupas. Ternyata tidak berhasil sampai akhirnya mencoba dengan baking soda dan cuka dapur dengan tambahan sedikit air lalu direndam, dicoba direbus, namun hasilnya nihil. Hanya bisa digosok sedikit tapi tidak cukup membantu karena tidak sampai bersih dan mengelupas si kerak hitamnya. 


Sampai akhirnya dapet tips nih dari tetangga, dengan bahan-bahan yang gampang ditemukan di rumah. Pertama tuangkan cairan sabun cuci piring/sabun colek (saya pake keduanya), tuangkan juga minyak jelantah secukupnya, lalu tambahkan air hingga merendam kerak-kerak hitam bekas gosong. Nyalakan api dan rebus panci gosong tersebut hingga mendidih airnya, hati-hati jangan ditinggal dan harus tetap diawasi karena busanya bisa luber. Setelah bergolak airnya, matikan api dan diamkan hingga dingin. Kalo saya sih saya tinggal, pas udah dingin saya didihkan lagi airnya, lalu dibiarkan semalaman. Hasilnya bener-bener bikin hepi karena kerak-kerak digosok dengan sabut cuci piring gampang rontok. Namun karena masih ada kerak-kerak yang sulit dibersihkan, langkah-langkah sebelumnya saya ulangi lagi supaya semua keraknya luruh dan saya yakin panci saya kembali bisa dipakai dengan aman untuk masak apapun.



Cara satu ini bisa banget dicoba di rumah karena bahan-bahan untuk merendam panci pun gampang banget ditemukan dan biasanya tersedia di rumah. Masih ada bercak-bercak hitam sih memang, tapi so far so good untuk dipake masak lagi kok! Kalo dari awal saya tau, mungkin nggak perlu sampai dua minggu dan hampir putus asa terus mau beli baru. Nah bagi pembaca yang juga punya tips bermanfaat lainnya boleh banget dibagikan lho supaya ibu-ibu baru macam saya ini nggak kehilangan akal untuk menyiasati semua pekerjaan domestik yang tak jua habis hehehe


Oke deh. Semoga bermanfaat. Mohon maaf foto beforenya nggak ada, karena udah hopeless sih nggak tau kalo bakal selamet ini panci butut tapi sayang LOL


Anyway sekarang mau curhat harus mikir SEO ceunah biar gak jeblok DA PA bla bla bla


Should i run a new curhat blog? 


January 19, 2021

Yuk Berdoa Agar Virus Corona Berakhir Indah

by , in


Saya sudah pernah berandai-andai, saat virus corona berakhir yang saya ingin lakukan adalah bertemu keramaian, teman-teman, dan keluarga. Mbahnya si kecil sudah kangen berat dengan cucunya. Sedih memang karena tak ada yang tau pasti kapan virus corona ini berakhir. Manusia hanya bisa berencana dan memperkirakan dengan ilmu yang tak ada apa-apanya dibandingkan dengan Sang Maha Mengetahui. Awal-awal saya sempat stress membaca dan mendengat berita virus corona, namun lama kelamaan saya berusaha menerima keadaan saat ini sebagai keadaan yang normal.



Di masa pandemi ini ada beberapa hal yang setelah sekian lama tidak saya lakukan, tergoda untuk melakukannya lagi bahkan mungkin berlanjut setelah virus corona minggat dari Indonesia. Pertama kalinya saya nonton lagi drama Korea #ahay. Sejak melahirkan, saya tak pernah lagi menginjakkan kaki di bioskop. Kalau ingin nonton ya streaming dari aplikasi maupun website. Masa pandemi ini bikin saya nonton lagi, karena sudah mati gaya juga membunuh bosan dengan cara apa.
Hal kedua yang sudah lama tidak saya lakukan adalah mengikuti kelas online semacam webinar dan kuliah WhatsApp. Kelas online ini sangat membantu saya yang ingin hadir langsung untuk belajar namun tak bisa karena si kecil harus ikut. Nah bersyukur banget di masa pandemi ini masih ada komunitas maupun perseorangan yang berbagi ilmu melalui kelas virtual. Suasana 'kelas' pun tetap kondusif lho dan bisa berinteraksi melalui kolom komentar. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia Content Creator (ICC) juga mengadakan gathering virtual dengan Mbak Muyassaroh Hafidzoh. Nah malam ini juga akan diselenggarakan lagi virtual gathering bareng ICC khususnya yang sedang ikutan one day one post (ODOP). Kegiatan ini bener-bener jadi penyegaran baru buatku untuk mengawali tahun 2021 supaya lebih semangat!




Terakhir, saya bersyukur banget karena bisa bertemu teman-teman yang biasanya kerja di kantor eh karena kebijakan kerja di rumah jadi bisa ngobrol virtual deh. Ketemu langsung itu seringnya nggak bisa dateng semua dan sulit mencocokkan jadwal. Tapi akhirnya bisa ketemu virtual walau sama aja sih nggak semuanya bisa stand by juga karena sambil memantau kerjaan, ngetik dokumen, bahkan bisik-bisik karena kebagian masuk kerja.


Semua hal-hal baik ini, khusus nya kelas online dan video conference bareng teman-teman mudah-mudahan masih bisa berlanjut setelah pandemi berakhir. Kapan lagi ya kan kita menambah ilmu walau dari rumah dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman lain yang sibuk dengan berbagai aktivitas. Doa saya sangat menggebu-gebu, ya Allah perkenankanlah pandemi ini berakhir aamiin...

Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram