October 18, 2020

Memulai Hobi Berkebun

by , in

Semenjak kepindahan kami ke rumah ini, kami khususnya aku senang merawat tanaman-tanaman di taman kecil depan rumah kami. Waktu kecil aku pernah membayangkan, menanam biji-biji dari buah-buahan yang selesai ku makan. Namun hal itu tentu saja hanya di angan-angan. Sekarang alhamdulillah aku bisa merealisasikan apa yang pernah tersirat dalam ingatanku dan baru ku sadari itu. 


Beberapa bulan setelah pindah, coronavirus melanda negeri ini. Beruntung rasanya kami pindah di waktu yang tepat. Taman kecil di depan rumah menjadi kebun percobaanku yang sedang merealisasikan keinginan masa kecilnya. Aku mulai menanam biji alpukat, biji salak, biji cabe, sampai daun bawang. Semuanya tumbuh satu per satu menjadi sumber kebahagiaan tersendiri buatku. Selama masa pandemi hobi berkebun tanaman hias pun menjadi trend karena sebagian besar waktu pekerja kantoran dilakukan di rumah aja. Tanaman-tanaman yang dulu biasa saja, sekarang berharga mahal dan diburu orang. Tanaman liar yang orang pikir tak akan ada harganya pun sekarang dikemas menarik dengan pot terracotta dan tawon yang makin memikat daya tarik. Sungguh pintar orang memanfaatkan peluang dan mengambil keuntungan dari pandemi ini. 


Toko perabot rumah tangga pun sekarang menyediakan pot. Beruntung rasanya kami tinggal di wilayah yang dekat dengan toko perkakas berkebun berharga miring sehingga selalu ramai karena bisa dijual lagi. Tak dipungkiri, aku pun kecipratan semangat untuk berkebun. Kalau diingat-ingat, sebenarnya naluriku untuk berkebun itu sudah ada sejak masa SMP. Datang lebih pagi dari kawan-kawan yang lain, aku pun memilih menyirami bunga-bunga di taman depan kelas. Memang sudah ada petugas piket yang dijadwal bergiliran untuk melakukan kewajiban satu ini, tapi dengan senang hati aku melakukannya walau bukan jadwal piketku. Kalau orang-orang tuh pengen cari tanaman-tanaman yang sekarang mahal dan langka, ku sarankan datang saja ke sekolah-sekolah hehehe. Saat SD pun aku senang sekali menyiram tanaman depan kontrakan tiga petak kami, walau hanya daun keladi yang gatal itu. 


Dulu aku nggak paham dan tidak peduli dengan nama-nama daun. Tapi sekarang, mulai mengenal satu per satu bahkan ikut berburu semenjak teras rumah kami ditembok pada satu sisinya. Rumah kami pun menjadi lebih sedap dipandang mata dan privacy terjaga. Begitupun tetangga yang memiliki taman yang indah, tentu saja aku terinspirasi untuk mempercantik halaman rumah kami juga. Sadar atau tidak, saat kita menanam, kita turut serta membantu tanaman bertasbih lho. Yuk mulai menanam, mungkin kapan-kapan ku foto deh hasil berkebunku

Tasbih


October 10, 2020

Online Blogger Gathering: Peduli Hutan Indonesia

by , in

Bersyukur sekali rasanya bisa terpilih di antara 30 orang blogger yang ikut memeriahkan online gathering bareng @bloggerperempuan dengan tema "Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan". Acaranya dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya lho, masih inget nggak kapan terakhir kali temen-temen menyanyikan lagu ini? Suasana online gathering nya jadi khidmat banget deh. Kak @rianibram yang jadi pemandu acara ini pun bikin suasana makin semarak. Biasanya lihat di Televisi nasional aja ya kan, sekarang bisa online bareng.

hutan indonesia

Terselenggaranya event ini salah satunya dengan harapan bisa semakin menumbuhkan rasa cinta kita kepada Hutan Indonesia. Rasa cinta itu bisa dibuktikan secara nyata dengan adopsi hutan sehingga saling membantu berupa dana donasi. Dengan mengadopsi hutan, tentu saja kita ikut membantu orang-orang yang menjaga hutan dan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Sebelum sharing session dimulai pun kita diajak main games seru lho supaya lebih konsentrasi ya kan menyimak cerita-cerita dari para narasumber.

hutan Indonesia

Menjaga pohon-pohon di hutan agar fungsi ekologisnya terjaga ya salah satunya dengan adopsi hutan karena melalui pohon asuh ini, kita bisa membantu masyarakat adat dan lokal agar hutan terlindungi dari deforestasi.  Dengan pohon asuh, hutan tetap terjaga, masyarakat bisa menjaga kawasan hutan, dan kesejahteraannya pun meningkat. Hutan Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja terlebih lagi di masa pandemi sekarang ini yang dimanfaatkan oleh para perambah liar saat petugas dan penjaga hutan lengah karena fokus mengatasi virus corona, hutan-hutan di Bogor yang seharusnya menjadi daerah resapan air berubah menjadi penginapan, dan masih banyak lagi kerusakan lainnya. Dengan cara berbagi inilah kita setidaknya sudah berbuat sesuatu untuk hutan Indonesia. 

Mas Irham Hudaya dari @leuserconservationforum juga bercerita tentang Hutan Leuseur di Aceh dan berbagai ancaman-ancaman yang dihadapi seperti illegal logging. Keanekaragaman hayatinya yang beranekaragam menjadikan Kawasan Ekosistem Leuser sebagai kawasan penyangga TN Gunung Leuser yang menjadi salah satu warisan dunia UNESCO. Disana juga ada Stasiun penelitian Soraya yang menjadi salah satu tempat penelitian keanekaragaman hayati flora dan fauna yang dilindungi. Stasiun Soraya juga memiliki potensi ekowisata yang beragam lho seperti kegiatan menelusuri hutan, arung jeram atau rafting di sungai Alas, selain itu kita juga bisa berkunjung ke titik-titik air terjun di sekitar Stasiun Soraya.

stasiun soraya

Kak @satyawinnie pun mengajak kami jalan-jalan virtual ke Desa Ketambe, salah satu wilayah di Aceh Tenggara yang menghadirkan paket komplit untuk berwisata alam mulai dari air panas, juga flora, dan faunanya yang beranekaragam. Ketambe merupakan alternatif untuk masuk ke Taman Nasional Leuser. Menuju Ketambe juga lebih mudah dari Medan atau Kutacane, sebuah kota dekat ke Ketambe. Desa Ketambe ini cakupan wilayahnya tidak terlalu luas sehingga bisa dijelajahi dalam waktu yang singkat.

desa ketambe

Pengalaman online gathering kali ini begitu berharga untuk saya karena lebih membuka mata saya untuk mencintai dan ikut melestarikan kekayaan alam Indonesia. Kami juga para blogger diharapkan terus mengkampanyekan tulisan-tulisan yang menggugah pembaca agar peduli dengan keberlangsungan hutan di Indonesia. Dengan demikian kepedulian kita terhadap alam pun semakin terasah. Hutan sebagai salah satu penyangga kedihupan sudah sepatutnya dijaga agar janggan sampai musnah. Yuk mari lestarikan kekayaan lingkungan dan ikut jaga hutan untuk anak cucu nanti.

View this post on Instagram

Lagi ikutan online gathering bareng @bloggerperempuan nih . Ngobrolin tentang pelestarian hutan lewat adopsi hutan. Sebenernya kalo kita ikut serta dalam program adopsi hutan ini, sama aja kaya kita punya anak yang berupa pepohonan di hutan lho. . Seru deh obrolan kali ini diawali dengan games konsentrasi gitu dipandu kakak @rianibram 😂 . Lanjut ngobrol bareng kak @irham94, kak @satyawinnie, & kak Tian.. diajak jalan-jalan juga lihat hutan-hutan yang ada di Indonesia. Ada desa ketambe, air yang jernih, orang utan yang lagi bergelantungan di pohon, & masih banyak lagi kawasan lainnya. . Yuk kita jaga dan lestarikan bersama kekayaan alam di Indonesia yang beranekaragam ini ❤ . PS. Ada danbo lho lagi pake masker di slide terakhir hihihi . Special thanks buat yg fotoin & ngasuh bocah hahaha @keluarrumahproject . #HIIxBPN #AdopsiHutan @bloggerperempuan @hutanituid

A post shared by Gioveny (@gioveny_) on



Mom Blogger

Kumpulan Emak Blogger

My Instagram