Mengenang Masa Kecil

Kadang orang berkeinginan untuk kembali ke masa kecil, saat yang tak kenal lelah untuk bermain sepanjang waktu. Belum tau bahwa mengayuh roda kehidupan itu berat jika dianggap beban, ringan jika teriring syukur. Kadang di atas kadang di bawah, tapi waktu masih kecil bahagia aja terus ya rasanya?

Alhamdulillah masa kecilku bahagia, walaupun hidup di kontrakan petak tapi orang tua selalu memenuhi kebutuhan kami anak-anaknya. Kenangan yang paling diingat memang bukan yang paling bahagia sih, tapi yang paling sedih. Sekitar tahun 2000, kami sekeluarga kecelakaan. Motor yang kami berempat tumpangi ditabrak truk tronton. Kami pun terseret, wajahku menggerus aspal. Ku lihat samar-samar ibuku tersungkur dan adikku menangis karena keningnya terluka, kejadiannya cepat sekali. Tau-tau kami sudah di pinggir jalan dan ayah serta banyak orang lainnya membantu kami berdiri. Shock.

Kami pun dibawa dengan angkot ke rumah sakit di Kota. Jauh, perjalanan kami jauh. Ibu harus dirawat di rumah sakit, sementara aku dan adik dengan luka jahitan di keningnya diantar pulang ke rumah kerabat. Adikku masih 3 tahun dan aku kelas 4 SD. Kondisi kami saat itu terpisah antara tempat ayah bekerja, ibu di rumah sakit, dan kami tinggal di rumah kerabat.

Rasanya tiap malam aku sedih, aku harus merawat adikku yang belum mengerti apapun dan selalu tanya kapan kita pulang. Kadang kami harus sembunyi-sembunyi menemui ibu di rumah sakit, karena peraturan tidak memperbolehkan anak dibawah umur masuk ruangan ibu. Aku tak tahu, kenapa begitu lama ibuku dirawat.

Hari berganti minggu, dari bulan ke bulan ibu tak kunjung pulang. Alhamdulillah menjelang bulan Ramadhan, ibu pulang. Ku ingat betul badannya kurus kering. Setelah beberapa lama, kami baru tau kalo ada malpraktek yang dilakukan pada ibu. Segera ditangani pada saat itu dengan pindah rumah sakit karena keluarga melihat yang tak sewajarnya.

Kami bisa berkumpul lagi setelahnya, rasa syukur dan rasa rindu tumpah ruah melebur jadi satu. Sekarang ibu sehat, walaupun sering mengeluh asam lambung yang tak kunjung diperiksa dan hanya dianalisa sendiri. Walaupun sudah terpisah rumah, kami masih sering bertemu. Semua orang sempat tak percaya ibu bisa gemuk lagi, karena kondisi setelah sakit benar-benar membuat prihatin. Alhamdulillah Allah masih mengizinkan kami berkumpul dengan nikmat sehat dan iman sampai hari ini.


0 Comments