Pascanikah : Sebuah Pencerahan



Seminggu sudah lewat...
Rasanya menyenangkan~
mengawali hari baru dengan tatapan dan senyuman yang sama
menutup hari dengan resep-resep dan bumbu cepat saji yang masih terus ku gali.
Aku ternyata mampu merealisasikan hal-hal yang selama ini hanya dalam imajinasi saja.

Seandainya aku nikah nanti...
Seandainya aku sudah tinggal berdua saja dengan suami...
Seandainya tak ada lagi yang komentar saat mulai mencoba sesuatu yang baru.
dan
warna kuning tak lagi berkedip menyebalkan pertanda hati-hati.
Hati-hati gosong, awas keasinan, aneh-aneh aja sih, berantakan kan

Akhirnya keikhlasan dan kesabaran berbuah manis :)
Jadilah orang yang lebih baik, tiru yang baik-baik saja, yg jelek jangan diambil
karena sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri solehah *kemudian dangdutan
hahahahahha

Itu pesan ibu yang mungkin ngga percaya anaknya bisa dan ada bakat beliau yg lungsur. Me time banget pas coba-coba cemplung sana cemplung sini walaupun pake bumbu instan XD 



Dulu.. sekitar Oktober 2013
ketemu orang yang bisa baca pikiran kita
Aku penasaran aja sih, kita pun akhirnya ngobrol di ayunan Villa Hira saat acara gathering.
Kalo kamu pikir dengan menikah, kamu bisa lari dari rumah. Buang pikiran itu jauh-jauh.. menikah nggak se-sederhana itu. Menyatukan dua kepala ditambah keluarga besar. Kamu harus pikirkan itu baik-baik.
ekspresi ku saat itu adalah... loh kok dia tau hahaha

Dari kecil aku sering banget bilang bosen kalo ada di rumah. Sekarang, aku sedang menikmati masa-masa me time aku di rumah. Enak sepi, cuma ada bunyi aku sama minyak panas, suara tv, dan abang tukang jualan yang lewat sekali-kali. Hahahaha

dan suara suami saat dia pulang :)

Bahagia ternyata se-sederhana itu, rasa dihargai lewat cara makannya yang lahap sanggup bikin aku kenyang dan nggak makan nggak apa-apa. Mungkin ini berlebihan, tapi itulah nikmat nyata dari Sang Kuasa.

Aku yang tadinya mulai capek membahagiakan orang lain, sekarang jadi semangat lagi melihat orang lain bahagia :)

Thank you Allah, i can't describe all of my feelings right now

continue reading Pascanikah : Sebuah Pencerahan

Prewedding di Cibinong Ramah Kantong

Sejak awal menyusun konsep pernikahan tak terbersit untuk foto prewedding karena ya nggak kepikiran aja hahaha.. bakal seperti apa dan gimana hasilnya. Mungkin lebih enak foto pas wedding dan pascawedding aja. Cuma ada keinginan untuk pajang hasil vektor dari calon suami di dekat buku tamu, karena nggak ada booth foto.

Hari berganti bulan, akhirnya terpikir ingin foto 'ala-ala' di tempat pertama kali kita bertemu lagi setelah sekian purnama. Tempat oke, minta tolong fotoin sudah, eh ternyata waktunya yang nggak cocok. Ya sudah nggak apa-apa toh memang niat awalnya nggak ada foto 'ala-ala'

H-10
Detik berganti menit... dalam seminggu hampir 4x bolak-balik pusat perbelanjaan yang itu itu aja. Terus iseng lihat-lihat daftar harga di salah satu studio foto di sana *cekrek* difoto lah si price list karena tertarik. Esoknya coba telepon ke studi foto itu ternyata ada paket yang bisa jadi hanya dalam waktu satu jam saja~


Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Hal yang nggak diniatkan dari awal malah terlaksana. Kita ambil paket dengan harga cuma Rp 75rb untuk 4 pose yang dicetak 4R/5R

1. Mulai cari konsep foto yang diinginkan
2. Rencanakan kostum yang mau dikenakan
3. Siapkan properti sendiri


Price list 1


Price list 2

Konsep pertama adalah foto pegang laptop, karena inilah awal mula kami bisa berinteraksi di dunia virtual. #ciegitu #fromOnlinetoOffline

Source: yangajaib

Konsep kedua ala-ala Raisa & Hamish (Ekspektasinya sih gitu) :)))))))
Pemberitaan dua sejoli ini memang lagi santer banget dan aku pikir kita bakal nikah dengan tanggal yg sama, tapi ternyata mereka 3/9 (terus kenapa?) :)) #salahfokus

Request si calon

Konsep ketiga lihat aja deh gambarnya hahaha, lebih ke simple elegant gitu sih (harusnya), Tapi karena kita tidak berkostum hitam dan tidak berlatar belakang hitam jadi momentnya nggak dapet. #etaTerangkanlah


A post shared by ALMA PROJECT (@uwepyudimoto) on


Konsep terakhir maunya sih gini yaaa...


Berhubung tidak dipinjamkan properti meja atau mungkin nggak ada si meja yang cocok untuk pose ini jadi konsep keempat ikut arahan fotografernya aja deh. Pose yang sukses kita tolak mentah-mentah karena mengekspos kelebaran tubuh hahahahaahha XD 

Ternyata konsep mau pose seperti apa itu penting banget loh guysss, so buat yang mau tau hasil fotonya, follow instagram aku ya hahahaha modus banget. :P

Oh iya, foto simple dan unplanned ini berhasil jadi mood booster buat kita berdua yang pikiran dan hatinya lagi campur aduk menjelang hari pernikahan. Jadi buat pasangan calon pengantin yang sedang mempersiapkan segala sesuatunya dan semakin dekat dengan hari pernikahan 'monggo' dinikmati momen foto 'ala-ala'nya. Kalo nggak pake perdebatan panjang Insya Allah bisa memperbaiki mood dan menstabilkan emosi yang fluktuatif #edan :))

Mungkin ini yang namanya cinta, karena cinta adalah kata kerja bukan kata sifat (Cepy, 2017)
continue reading Prewedding di Cibinong Ramah Kantong