From Online to Offline : Blogger adalah Keluarga

For the first time of my life, i created a blog just for dropped my diary book. I don't want anyone read it, share it, moreover put a comment on my blog post or my facebook note. Until one day, someone in somewhere always appear on my comment box. Then he ask me to join a blog community in Bogor. He invited me to the google groups 'Blogor'. Everybody communicate with their email on that 'milis' and i'm not familiar with gmail. As a fast learner, finally i can adjust with it.  

22/10/2010, i officially introduce my self to another member on that group. Kang Asep, Teh Dita, someone in somewhere, Kang Achoey, Bunda Desi, dan Pak WKF adalah enam orang pertama yang menyambut kala itu with warm welcome. 6 years ago, Blogger Bogor made my day. Prisma Gita adalah orang yang berjasa kala itu karena di menit-menit pertama kopdar mancing di rumah alm. Prof Sjafri is sooo boring hahaha. Gita juga teman seperjalanan karena rumah kami berdekatan. Saat itu, jarang terlihat penampakan seusia saya di sana kecuali someone in somewhere.  I never imagine that i'll meet stranger from this virtual world on that time. 


Pesta Blogger membuka pikiran saya bahwa one day this 'curcol' posting will be very usefull for everybody who read it. Saat itu bertaburan barang-barang gratis dari para sponsor yang membuat saya speechless. Master-master di Blogor pun ngeborong banyak doorprize. It's fun and really entertaining. Walaupun saya ini anak baru dan nggak ada yang mengenali, tapi Bapak-bapak dan Ibu-ibu di Blogor membantu saya untuk berkenalan dengan yang lain. It's really something :')

Milis pun ramai, celotehan, sharing, ucapan ulang tahun, undangan event, sampai undangan nikah, bersahutan dan mengasyikkan. Sampai suatu hari ada voting untuk memilih nominasi blog dan dengan sukarela menominasikan blog someone in somewhere, karena berjasa hingga hari ini. :)


Hampir tiap kopdar seingat saya, we always ask each other will come or not. Ketika akan muncul pergantian pengurus di Blogor pun, someone in somewhere selalu mengingatkan saya untuk tidak hadir hahaha supaya nggak jadi pengurus hahaha. Saya sebagai tim hore selalu menuruti kalimatnya. Pernah suatu hari saya nggak hadir kopdar, dia bilang "Itu kan Bapak lu bela-belain dateng (pupuhu) eh lo malah ngga dateng kopdar". Pada saat itu saya cuma mikir, so what? Kekeluargaan di Blogor belum melekat banget untuk saya di Blogor at that time.

HelloBogor jadi 'angin segar' di tengah perkuliahan yang membutuhkan uang jajan tambahan. Bangga banget jadi kontributor, punya penghasilan dari menuliskan sesuatu yang kita suka lewat tulisan di blog dan bermanfaat bagi yang baca. Berhubung saya bukan quiz hunter, blogger event, fashion blogger, apalagi blogger valak, jadi rasanya seneng banget. 


Seiring berjalannya waktu, Blogger Bogor pun mensyukuri ulang tahunnya yang ke delapan. Di tengah up and down dan menjamurnya blogger-blogger. Blogger Bogor mencengkeram kuat eksistensinya sebagai Blogger regional yang masih tetap menggema, makin kasohor.


Di delapan tahun itu saya mulai merasa ada yang hilang, ada yang kurang lengkap, ada semburat senyum yang khas tidak ada di sana. Walaupun hadir anggota yang datang silih berganti tapi ada yang nggak biasa. Salah satunya karena suami saya nggak hadir, ini menjadi titik awal kami menjalin komunikasi setelah sekian purnama.


Di tengah kegalauan mencari pekerjaan, someone in somewhere 'memaksa' saya untuk mengirimkan cv yang tak kunjung saya kirim hingga detik ini. Entahlah itu pertanda atau bukan, namun tak lama setelahnya telepon dari Nias bagaikan petir di siang bolong sanggup membuat saya lemas seketika.


Ada anggota keluarga yang hilang, sahabat yang perhatiannya lebih daripada keluargaku sendiri, khususnya urusan blog ini. FYI, my mom ever ask me to stop writing. Saat itu saya sadar bahwa Blogger Bogor itu bukan agency seperti kebanyakan "komunitas-komunitas" lain yang menjamur, ada keterikatan satu sama lain yang membuat kami layaknya keluarga. Paguyuban blogger yang memiliki pengurus dan hadir meramaikan dunia maya.

Di hari blogger nasional ini menjadi moment bertubi-tubi untuk saya, karena bertepatan dengan masa expired domain blog yang semakin dekat dan ini yang membuat saya sedih. Sedih karena urusan invoice ini masih ditujukan pada someone in somewhere. Mungkin ini salah satu cara Allah SWT mengamanahkan Alfa Naufal Nareswara, memantau perkembangannya dan sekali-sekali berkunjung.

Dear Alfa, maybe someday you read this, maybe you have so many question about blog, blogging, blog walking, and so on. You have to know that blog is one of 'medicine', for healing something, cure someone though invisible. Just like me, who still healing her longing. Someone who post something through this virtual world maybe can't explain everything in the real world. Blogger in virtual world maybe can have different feeling in real world. Both of them are the same, virtual and real world just temporary for everyone who read it.

Tetaplah berkarya, posting, blogwalking, and write something bukan hanya karena materi di dunia tapi sebagai transfer ilmu. layaknya pepatah...

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, dan manusia mati hanya tinggal namanya saja. 

Posting Komentar