Langsung ke konten utama

Belajar dari Alor

Alun-alun Kalabahi
Ibu Yanti Kerlip mengikusertakan saya dan tiga teman lain untuk melakukan assesment pascagempa di Alor, Nusa Tenggara Timur. Pesawat pun menerbangkan kami ke Kupang selepas solat subuh. Saya, Nura, dan Ksatria duduk berderet dan hanya Kang Usep yg terpisah. Kang Usep meminta saya untuk mengabadikan moment sunrise namun sayang sekali tak nampak sunrise nya. Di kupang, kami sempatkan untuk berfoto dan menunggu sebentar lalu melanjutkan penerbangan dengan pesawat yg lebih kecil. Ada brosur doa selama perjalanan dengan berbagai bahasa di pesawat kecil ini. Angin kencang di luar pun sangat terasa.

Alhamdulillah kami sampai di Bandara Mali dengan rasa syukur yg luar biasa. Air minum yang saya bawa tumpah tapi itu tak menyurutkan hati saya untuk selalu bersyukur atas limpahan rahmat di penghujung tahun ini.

Saya bisa merasakan keramahan orang-orang yg menatap kami. Senyuman tulus dari Pak Supir travel yang dipilih Kang Usep pun menambah semangat saya untuk berada di Alor selama 3 hari ke depan. Di dalam mobil saya antusias bertanya tentang Alor pada Kak Adi. Beliau pun tak ragu menceritakan tentang gambaran umum di Pulau Alor ini. Alor adalah salah satu tempat tujuan wisata favorit wisatawan untuk diving dan snorkeling. Wah saya ke Alor untuk bertugas Kak Adi, demikian saya tanamkan dalam hati.


Kami ke hotel sebentar untuk menyimpan barang dan bertemu Kak Lisa lalu lanjut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Alor. Bapak Kepala Dinas menyambut kami dengan gembira didampingi oleh Pak Wan yang selalu tersenyum. Pak Kadis pun merekomendasikan sekolah-sekolah yang bisa kami assesment. Ada 3 sekolah yaitu SD, SMP Maritaing, dan SMA Lantoka. Pak Kadis pun bercerita tentang 7 keajaiban yang ada di Alor namun hanya menyebutkan 4 saja, air laut yg dingin di bulan tertentu sehingga banyak ikan berkumpul dan dengan mudah ditangkap, Al-Qur'an tua, nekara yg bisa menunjukkan pola-pola tenun tertentu, dan pohon kenari.


Sengaja foto-foto di sana tidak saya tampilkan agar pembaca penasaran dan mau terbang langsung ke sana hehehe. Harga tiketnya memang lebih mahal dari tiket ke luar negeri, itulah kekayaan negeri kita sendiri Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika memang nyata ada di Alor karena beragam suku, agama, bahasa, dan adat istiadatnya sangat beraneka ragam tersebar di 17 kecamatan!

Esok pagi matahari dari timur menyambut kami. Setelah sarapan dan persiapan kami didampingi oleh Pak Wan menuju ke sekolah-sekolah. Kunjungan pertama ke SMA Lantoka kemudian lanjut ke SD dan SMP. Mencuci tangan dan membersihkan muka adalah hal yang masih harus dipelajari di sini. Bernyanyi dan bermain bersama anak-anak adalah hal yang paling digemari, tidak hanya anak Alor saja pastinya :D

Sepanjang jalan menuju sekolah-sekolah diiringi pohon kayu putih di kanan dan kiri. Ada juga pemandangan pulau Timor Leste yg tak terlalu nampak. Banyak pulau-pulau kecil lainnya yang bisa disebrangi dan Kak Adi pun menawarkan untuk singgah di villa wisatanya namun karena waktu kami sangat terbatas jadi tidak bisa mampir.

Kak Adi mengajak kami santap malam di resto mama, sup ikan jagoannya sangat ia rekomendasikan! Di halaman resto mama saya melihat bunga kamboja berduri yang hanya bisa tumbuh di Alor. Maha Suci Engkau ya Allah...

Pagi yang mendung menyambut kami di hari selanjutnya. Saya dan Ksatria menuju SLB untuk berkegiatan bersama anak-anak kebutuhan khusus. Nura & Kang Usep melakukan monitoring dengan WVI. Kegiatan di SLB kami awali dengan senam pagi bersama diiringi ost Snoopy and Charlie Brown The Peanuts Movie ^^

Show the world that you on fire!


Kegiatan di SLB pun dilanjutkan di kelas karena tak lama hujan turun dan saya mengajak anak-anak bermain air hujan dengan membuat barisan kereta api, bernyanyi kereta api, kemudian mencuci tangan dengan air hujan. Awesome!


Saya pun melanjutkannya dengan bercerita memanfaatkan boneka tangan milik Nura. Cerita singkat yang membuat anak-anak mampu menaruh perhatiannya pada saya. Setelah foto bersama, saya mengunjungi kelas ksatria yang sedang membuat greeting cards. Anak-anak SMP yang didampingi Ksatria pun membacakannya, ada untuk sahabat dan ada juga berbentuk puisi. Sungguh keunikan anak-anak memang tak terbendung.

Saya kembali ke hotel setelah bertemu dan bercengkrama sebentar dengan teman-teman dari SM3T UNY. Mereka akan ada di Alor hingga Agustus 2015. Saya dan Ksatria lanjut mencari data ke BPBD dan tak lupa mampir ke museum 1001 moko yang hanya kami pengunjungnya karena sudah akan tutup.

Lanjut mencari data ke PMI namun via telepon dikabarkan bahwa ybs tidak ada di tempat. Tak ingin menyiakan waktu saya dan Ksatria berkunjung ke Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk melihat-lihat. Hari sudah semakin sore, kami mampir ke warung kediri dan membungkus sego pecel. Mantap!

Hari terakhir kami di Alor dimanfaatkan untuk mengunjungi Al-Qur'an tua, berkunjung ke kantor bupati, dan ke pasar terbakar. Terimakasih untuk Kak Adi dan Pak Wan juga teman-teman SM3T serta pihak-pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Semoga keindahan Alor tetap terjaga dan pertemuan ini adalah awal dari rencana Allah yg indah :)


Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bikin SIM di Cibinong

Proses pembuatan SIM di POLRES Bogor (Jl. Tegar Beriman, Cibinong) ternyata nggak sesulit yg dibayangkan, tingkat kesulitannya ada pada pengendara kendaraan bermotor itu sendiri. Mampukah si pengendara motor ini melalui prosedurnya?
23 Mei 2014 langsung dateng ke POLRES Bogor bersama Ayah dan Adik yg juga mau bikin SIM C. Jangan lupa membawa map untuk simpan berkas fotokopi KTP yah! 

Lanjut ke loket pendaftaran SIM Baru, diarahkan untuk periksa kesehatan di wilayah POLRES juga, dengan biaya dua puluh ribu rupiah. Setelah selesai, menunggu di bagian uji praktek, lebih kurang jam sembilan pagi Pak Nandang memberikan arahan mengenai tata cara dan peraturan dalam ujian praktek. Harap memperhatikan peserta lain yg sedang uji praktek di lapangan ya!  Peserta bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan milik POLRES, perempuan mendapatkan kesempatan tiga kali dan laki-laki satu kali saja untuk penggunaan motor matic. Tes pertama adalah jalur putar balik (membentuk huruf U), kedua jalur zig…

Bikin SKCK di Gunung Putri

SKCK berlaku selama enam bulan, setelah enam bulan, jika masih diperlukan, Kamu bisa perpanjang. Hanya dengan membayar administrasi sebesar dua puluh lima ribu rupiah, bawa fotokopi KTP, SKCK yg akan diperpanjang, dan foto 4 x 6 sebanyak tiga lembar. Tak perlu berlama-lama SKCK kamu sudah jadi dehhh
Untuk pembuatan SKCK baru, Kamu bisa baca keterangan di gambar ya! jangan lupa bawa pulpen, bawa map juga boleh supaya berkas kamu rapi, minta formulirnya, dan langsung sidik jari sama petugas. Oh iya jangan lupa setelah jadi difotokopi dan dilegalisir, siapa tau kamu butuh salinannya.
Selamat membuat SKCK ;) 

Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, West Java

IPSC merupakan kawasan yang menyatukan 7 (tujuh) lembaga, yaitu:
IPSC is an area that unites seven (7) institutions:

1. BNPT (Terrorism National Institution) 2. Standby Force  3. BNPB (Disaster Management Institution) 4. Universitas Pertahanan Indonesia (Indonesia Defense University) 5. Pusat Bahasa (National Language Center) 6. PMPP (Peacekeeping Mission Center) 7. Komite Olahraga Militer Nasional (Sports Committee of The National Military)

IPSC terletak di Jalan Anyar, Kecamatan Citeureup, Desa Tangkil, Bogor, Jawa Barat 16810. Dari Gunung Putri cukup mudah menempuh jalan kesana, secara umum gambaran letaknya bisa melalui arah Citeureup dan arah Jalan Raya Bogor.
IPSC is located in Jalan Anyar, Kecamatan Citeureup, Desa Tangkil, Bogor, Jawa Barat. 
From Gunung Putri quite easy to go there, generally via Pasar Citeureup (Tradisional Market) and via Jalan Raya Bogor (Highroad).

1. Dari Pasar Citeureup, lurus terus sampai di daerah Nutug, ada pom bensin (pertama) di sebelah kanan dan minimarket, b…