Minggu, 08 Maret 2015

Quarterlife Crisis?

sumber

I always share everything now, i need my friends opinion because i don't want to get wrong decision like i did before. In this quarter life crisis, most of my girl friends have the target to get marry
but
target just a target, meet a soul mate is not easy as you can buy lipsticks.

blog ini memberikan saya inspirasi dan berpikir ulang, apakah hal tersebut benar yang saya inginkan atau hanya tuntutan orang lain saja?


Kadang gw merasa egois memilih untuk menikah. Rasanya belum cukup bisa membahagiakan mereka dengan apa yang gw punya. Tapi kalau dipikir-pikir, sampai kapan pun mungkin gak akan pernah cukup waktu dan materi untuk benar-benar bisa membalas semua jasa orang tua. Dan insya Allah, pernikahan ini juga diniatkan salah satunya untuk membuat mereka bahagia.

menghabiskan lebih banyak waktu di rumah adalah satu dari sekian banyak cara yang ku lakukan untuk dekat dengan keluarga. Akhir-akhir ini ibu memang sering berucap, "kalo anaknya udah bisa sendiri nggak butuh orang tua lagi ibu lebih seneng, kalo masih bu bu bu jangan pernah berpikir nggak nurut sama ibu"
sekarang saya mau nurut aja deh, kenapa? karena saya berpikir nggak akan lama lagi akan "diambil" orang. Diminta untuk mengabdi dan berbakti, melayani dengan sepenuh hati dan menomor-duakan orang tua sendiri. gitu kali ya istilahnya?
haaah perempuan, kita perlu memantaskan diri untuk sampai kesana. Dekat dengan seseorang dan berpikir terlalu panjang itu yang ku lakukan sekarang. Is he the one? apa iya? saya mencoba memastikan apa yang sedang saya rasakan saat ini. Karena ketika sudah menentukan pilihan, kamu harus yakin kalo pilihan mu memang yang kau butuhkan, bukan sekedar ingin sama dia, suka sama dia, cinta? hahahaha cinta mah bisa dibangun kalo kata temen ku.

So, selamat menikmati quarter life crisis dear :D   


sumber


Poskan Komentar