Rabu, 19 November 2014

Tentang Mahar

Siapa yang tidak senang melihat hal-hal memanjakan mata seperti ini?






Mahar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pemberian wajib berupa uang atau barang dr mempelai laki-laki kpd mempelai perempuan ketika dilangsungkan akad nikah. 

“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya & memudahkan rahimnya.” (HR. Ahmad) & “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (HR. Abu Dawud)"

Saat ini kebanyakan pengantin mempunyai mahar berupa "hiasan uang" yang dilipat-lipat, direkatkan, dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi bagus menurut versi mereka. Tahukah mereka UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG? 


disebutkan dengan jelas di Pasal 25 bahwa:

(1) Setiap orang dilarang merusak, memotong, menghancurkan, dan/atau mengubah Rupiah dengan maksud merendahkan kehormatan Rupiah sebagai simbol negara.
(2) Setiap orang dilarang membeli atau menjual Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, dan/atau diubah. 
(3) Setiap orang dilarang mengimpor atau mengekspor Rupiah yang sudah dirusak, dipotong, dihancurkan, dan/atau diubah.

Lantas? apa yang terpikir dalam benak mereka melipat-lipat uang tersebut dan menjualnya kembali, kemudian uang tersebut hanya dipajang di rumah dan tidak dipergunakan sebagai alat tukar. Mubazir

Semoga trend ini segera bisa disadari oleh banyak pihak ya.

Sabtu, 15 November 2014

Did You Know That's Hurt?

sumber

I wish this hurt was gone, further far away then stay away from me.

In that morning the new group appear at my cellphone but in silent mode. What's next?
my mood down, what the hell of this? 
The idea create this new group is a BIG idea that i never imagine before. I've create a group before then i leave that and i never ask someone to invite me again then now another friend create another silly group. errr

everything was over, not really, because i am still waiting for the apologize. I don't know how long i will hear the confession. Old confession that should be considered. Even if my friend told me that so last year, but i am still waiting for that day :)
better late than never (sorry)

How come the admin create that group never think about what common friends feeling, even it's hurt or happy, really? happy? if you know what i mean. Each other have their own conflict that you never feel it before. Not just because you are a relaxed person in every condition, doesn't mean your friends have that condition too. What happened yesterday, everyone remember even if a few years ago but we never know over there another friends just hurt and remembering the event, and that silly group just "dig up a black hole". 

We are not live in the past anymore, but that group reminds me everything!

Hey, i appreciate your effort, but if one day i left your creation just don't ask me anything :)

Senin, 03 November 2014

YUK!

Beberapa hari yang lalu dosen ku menangis, Dia sering mengungkapkan keprihatinannya terhadap bangsa ini terutama orang-orang yang berkuasa di atas angin sana, yang saat tertiup angin ketamakan dan keangkuhannya semakin menggebu-gebu.

Beliau sering bercerita tentang anak bangsa yang bersusah-payah dan patut dibanggakan oleh berbagai TV swasta saat mengharumkan nama bangsa, tapi tidak mendapatkan reward dan appreciate yang berarti dari pemerintah. Beliau selalu membandingkan dan iri melihat anak-anak berprestasi dari negara lain yang mengharumkan bangsa mereka. 

Beliau menangis, air mata memenuhi pelupuk matanya yang sayu, prihatin setelah tragedi 9/11 yang menimpa anak-anak Indonesia dan kehilangan orang tuanya saat kejadian itu. Cerita lengkapnya mulai tak ku dengar dengan baik karena mata ini ikut basah. Ikut prihatin dan seandainya ada di posisi itu pasti sangat melelahkan. Beliau merupakan salah satu orang yang berusaha mengabdikan diri menjadi seorang WNI yang bermanfaat untuk sesama, terutama bangsa sendiri.

Mungkin kita tidak kaya,
Mungkin kita tidak akan pernah diapresiasi atau bahkan diberi hadiah
Namun yang perlu kita tau sebagai anak bangsa 
Mengabdi dan menjaga nama baik Indonesia tak semudah itu
Mengharap belas kasih pemerintah sampai kapan?
Jika bukan kita yang sedikit saja peduli dengan hal-hal kecil di lingkungan sekitar
Berapa banyak mental anak bangsa yang rusak dan tidak bisa menuju bangsa yang lebih baik

Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang :)