Pengendara Motor yang Baru

Almost two months i was riding a motorcycle for daily activity. Start this, is really pleasant thing, after all this time waiting for this chance. My mom worried about her first daughter, she finally allowed me to have the driver license. Within a month I strive to get that.    

I don't like hear the horn from anyone and not try to do that. Until one day, i side by side with boys of senior high school students that was riding without helmet and overtaking me on a narrow road, uphill, and damaged. Lost control, i chase them and honking repeatedly, his friend behind also too much speak then pick up speed and i really hate it!

At home, I realize didn't eat anything for lunch. Apparently hungry give me bad effect, weakness, can't handle my mind. Usually I'm ready to face the rider's behavior on the main road, but on that afternoon was different, hungry control my mind and emotions. careless! 

ps. Don't drive when hungry pffft



continue reading Pengendara Motor yang Baru

Sepetik Rindu

Betapa membahagiakan diri sendiri adalah sebuah keharusan, melalui fiksi ini tersirat pesan itu.

Rindu, begitu judulnya dituliskan, setelah menamatkan fiksi ini aku tak paham mengapa judul Rindu dipilih oleh penulisnya Darwis Tere Liye. Sosok yang digandrungi remaja perempuan masa kini katanya. Alur penceritaannya mirip dengan penulisan Rembulan Tenggelam di Wajahmu, menjawab pertanyaan-pertanyaan. Dituliskan pada sinopsis bahwa ada lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang. Aku pikir fiksi ini adalah kumpulan cerpen, ternyata aku salah.

Tere Liye mendeskripsikan cerita dengan sangat baik, seolah aku berada di atas kapal Blitar Holland. Seperti biasa, aku dengan mudah terhanyut dalam isi cerita, tercekat saat seorang anak perempuan bernama Anna terpisah dari Ayahnya saat pergi ke Pasar di Surabaya dan ikut sedih ketika seorang nenek meninggal di atas kapal Blitar Holland. Sungguh fiksi yang menarik.

Ketebalan 20,5 cm membuatku menghabiskan waktu seharian membaca fiksi Rindu. Berhenti di halaman 322, tertulis 12 Desember 2013, 2013? bukankah setiap tanggal yang dikisahkan ada di tahun 1938? Mungkin hanya salah cetak.

Oh ya, aku harap suatu hari nanti fiksi yang kuterima sekaligus dengan tanda tangan penulisnya seperti Dilan ku :)
continue reading Sepetik Rindu

Bersahabat dengan Depok

Aku mengenal Depok sejak SMP, aku ingat hanya sampai daerah Cimanggis sih tidak sampai ke Depok, atau mungkin sudah sampai? entahlah aku lupa hahaha

Depok sulit dijangkau oleh ku saat itu. Aku harus mengendarai angkutan umum yang sangat memakan waktu. Aku tidak boleh mengendarai sepeda motor, padahal Depok hanya lebih kurang tiga puluh menit dari rumah ku.

Mengingat Depok, sekaligus mengingat cita-cita ku disana. Universitas Negeri di Depok berhasil membuatku terpana dan meninggalkan PMDK di Solo. Gagal masuk membuat ku enggan ke Depok untuk beberapa saat, khususnya ke universitas tersebut. Sungguh drama sekali! hahaha :p

Kamu tau terminal Depok? hanya melayani bus ke tempat tinggal ku hingga maghrib, lepas maghrib, kau harus tau akan pulang naik angkutan apa.

Sekarang Depok menjadi tempat terdekat, memanfaatkan fasilitas perpustakaan pusat di Universitas, pusat perbelanjaan, dan wisata kuliner sepanjang margonda yang aku tau akan menjadi rutinitasku beberapa bulan ke depan.

Depok, aku sempat benci kamu sih, sekarang aku sadar adikku butuh kamu dan butuh penjagaan.
continue reading Bersahabat dengan Depok

You Get Through It!

One-time, I ever felt left out. Like somehow you just don't belong
but i continue to enjoy my life, my own decision, without prediction.
I decide to leave my previous life.
Not bad, very good at all, but on that time, i think that "spiritual moment" with "spiritual friends" just take all my time. 

Sometimes it feel like "Hey, where are you? did my decision was wrong? or all of you just have your own personal life like sainted and perfect human?"
I felt different, I never been invited again to join with your "spiritual condition" like in high school.
Then now, most of you got married and continue your step, then I feel like, OK my decision was wrong and that time. Less regret because another option give me a BIG think now, you might not think the same.

Now I just try to come back, to get my positive thoughts when I was as high school student, not to become sainted, just to learn again, then learn to live together.  
perhaps Allah want me to passed this step now, because first this is my own decision, then now I want to "save" my life :)

This circle of life, getting old is not my goal, but it come closer, definitely.
certainty is uncertainty
My close friend share this link on facebook then I just feel like "Oh I've been there, I know it feels, and hurt"
After realize a lot of friends said that I am stupid, but i think that's normal condition when puberty.

Surprisingly her father reply on his blog
They're connected even on the virtual world
Loving and caring with their own way

Then I just browse his name, awesome, He is important person in Indonesia that have been through "Asam garam kehidupan" (see? i can't write kiasan in english :p)
You have to look this video, perhaps you get inspired like me :)


continue reading You Get Through It!

Untuk Perempuan



Jangan mengejarnya
Jangan mencarinya
Dia yang 'kan menemukanmu
Kau mekar di hatinya
Di hari yang tepat

Jangan mengejarku
Dan jangan mencariku
Aku yang 'kan menemukanmu
Kau mekar di hatiku
Di hari yang tepat

Chorus:
Tidaklah mawar hampiri kumbang
Bukanlah cinta bila kau kejar
Tenanglah tenang
Dia 'kan datang
Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam
Bahkan dia takkan bertahan tanpamu

Cukupkan(?) harimu
Jangan pikirkanku
Hadirnya 'kan menuntunku
Pulang kepadamu
Di hari yang tepat

Back to Chorus

Aku yang 'kan datang
Aku yang 'kan datang
Aku yang 'kan datang
Aku yang 'kan datang
Aku yang 'kan datang
Aku yang 'kan datang
Aku yang 'kan datang (Repeat till fade)
continue reading Untuk Perempuan

My Humble Opinion

dari lubuk hati yang paling dalam sebetulnya aku KZL (baca: kesel) sama beberapa asumsi orang yg saat ini bertebaran di muka bumi ini hahahahaha #lebay

"Jangan lupa jodohnya dijemput, kata orang makin tinggi pendidikan, audisinya makin ketat"

Jodoh kok dijemput? aku kan (((perempuan))) yang percaya kodratnya ya dijemput, bukan menjemput, apalagi mencari? sudah bukan masanya lagi aku mencari alias capek. Capek lah cari-cari, terus diminta menunggu orang yang kemudian malah minta aku nunggu yg lain? #curcol :p
Operator akan senang hati bilang "Terimakasih anda bersedia untuk tetap menunggu!"
sabar tapi kalo tanpa kepastian kan mendingan nunggu yg lain, ya nggak? 
Udah nggak pake perasaan lagi sekarang, tapi pake LOGIKA pfffttt

Asumsi lain datang dari orang terdekat, "Kamu nggak sadar punya adik perempuan?"

then (((so what?)))
Kami beda enam tahun dan nggak selama itu juga kali aku akan menunggu, sekarang yg nggak sabar siapa? minta aku sabar tapi situ nggak sabar

"Sekolah tinggi-tinggi emang mau kerja apa sih?"

Tujuan orang bersekolah itu kan berbeda-beda, Aku sekolah karena ada kesempatan yg bisa aku raih saat ini, kesempatan yg bermanfaat untuk masa depan ku juga, beberapa bulan yg lalu aku menunggu kepastian yang lain, kemudian hadir lah beasiswa ini mendahului kepastian yang lain. Alhamdulillah apa Innalillahi nih?

Jika kalian sekolah tinggi-tinggi hanya untuk mengejar materi duniawi semata, mending kalian nggak usah sekolah sayang, kalian kerja aja banting-banting tulang untuk meraup materi sebanyak-banyaknya :)

My goal is none of your business sweety

"Sekolah tinggi-tinggi cuma buka toko di rumah?"

(((so what???)))
Tujuan aku bersekolah bukan untuk menduduki posisi tertinggi di suatu tempat tertentu kok. Aku sekolah ya buat kehidupan ku nanti, bahwa menuntut ilmu itu harus sampai ke negeri China. Apalagi kesempatan di depan mata? What you waiting for?

"Sekolah tinggi-tinggi, nanti standar jodohnya ditinggiin juga lagi, pada minder deh"
PICIK
Hello, Hello, Hai, Hai... pikiran kamu sempit banget wahai manusia 

I believe that soul mate, income, live, and die have their own fate and no one can prevent it, disturb it, and replace it. Just believe that :) 
continue reading My Humble Opinion

English Writing

I'll try to post my blog in english from now. I have to practice more and more because it's really important for my next study :)

But you know? english writing can't be a "poetry"
I love writing like "kiasan", but i don't think in english writing, i can use that type of writing. Maybe someday i know how to do that :)

Anyway

On July, I have goal that i want to post here "one day one post", maybe it's just half post because at first week on Ramadhan I'm getting sick, then i get my period twice for this month. Oh it's really make my Ramadhan bad, but not too bad because i got my short holiday at my hometown in East Java (Jombang). I meet my family even though not the whole family, but i meet my cousin and nephew from UK, so it's really make me happier than last year. I call this holiday!10 years ago we met and i have a chance to meet again! grateful :)    

I can learn by enjoy my spare time, i learn what they favorite foods and everything. Actually my cousin more talk active than my nephew. Oh ya, my cousin finished his study at Japan, so at 29th of July we picked him out at Juanda International Airport. He looks so different, he has harajuku style for his hair but still blonde color and he said that he like sushi, just like me that love sushi so much! (apalagi gratis :p)

Geoff, me, Lisa, Mas Yudha in front of Anjungan DIY, TMII



continue reading English Writing

New HOPE

Teman baru, harapan baru, doa-doa lain menunggu
I feel the new me, every single morning, i can feel the hope
the future like more colour full now
New spirit, new sunshine, new identity
I can reach my goal one by one

Day by day i believe my dreams
then Allah answer it and give me the opportunity to pursue it
Proud of me, proud of my family
thanks for my father that always support me in everything
the illness was gone, i wish gone forever :)

when i get connected to other people, i can see another experience that i want to learn more and more
I call this unbelieveable

My mom always ask me to get "another her BIG dream"
but
I get my dream first, Mom you have to wait it
be friend with the time, hug it, then we can feel the chance
blessed me 

this is Cynthia, the perfectionist one

this is my "bank", I am quit from my job, so I've to do saving

some of my friends at Dufan (1-9-2014)


All of the students from Disaster Management 2014



I'll try to post in English now
Correct my post if there is anything wrong
Thank you!
continue reading New HOPE

Bencana Longsor di Dusun Kopen



1.      Pendahuluan

Indonesia telah melalui masa puncak curah hujan tertinggi, yakni pada Januari dan Februari. Menurut Paulus Agus Winarso dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), yang diwawancara oleh Liputan6.com, dengan cuaca yang tidak menentu saat itu, jika masyarakat tidak memberi perhatian, bahaya banjir mengintai setiap saat. Rusaknya kawasan hutan terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) akan menjadi faktor munculnya bencana alam seperti longsor. Pemerintah Daerah dan masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan bencana alam dan dampaknya.

Fenomena cuaca di Indonesia dan akibat yang muncul bukan dipengaruhi oleh cuaca ekstrem di negara lain. Penyebab utama tingginya curah hujan pada Januari dan Februari yang lalu adalah suhu muka laut perairan Indonesia yang cukup hangat, sehingga menyebabkan penguapan dan pembentukan awan yang intensif. Nanda Alfuadi, seorang Staf BMKG mengutarakan hal tersebut dalam Majalah Kompasiana, bahwa Indonesia terletak di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, kedua samudra ini merupakan sumber udara lembab yang banyak mendatangkan hujan bagi wilayah Indonesia. Letak dua benua yang mengapit Indonesia, yaitu Asia dan Australia, juga berpengaruh pada pola pergerakan angin di Indonesia, arah angin sangat berperan dalam mempengaruhi pola curah hujan (Tukidi, 2014).

Tulisan ini memaparkan penyebab bencana longsor di Dusun Kopen, Kecamatan Bareng, Jombang, serta hal-hal yang berhubungan dengan upaya pemerintah pascabencana di wilayah tersebut. Tujuan penulisan adalah untuk mempelajari hal-hal yang dapat dilakukan sebelum dan sesudah bencana terjadi sehingga bencana yang sama dapat diminimalkan dan mencegahnya terjadi di tempat lain, khususnya di daerah yang sudah terdeteksi rawan bencana.



2.      Bencana Tanah Longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Bareng, Jombang.

Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, yang dikutip oleh Pusat Pendidikan Mitigasi Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (P2MB), bencana didefinisikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor non alam, sehingga timbul korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Jawa Timur memiliki dua puluh enam daerah yang termasuk kategori rawan bencana longsor, yaitu Magetan, Ngawi, Trenggalek, Tuban, Bojonegoro, Madiun, Blitar, Jombang, Pacitan, Ponorogo, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Kediri, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Malang, dan Mojokerto (Koran Madura, 2014). Kecamatan Bareng merupakan salah satu titik rawan bencana longsor di Kabupaten Jombang, karena terletak di lereng bukit, dan merupakan kawasan Gunung Anjasmoro. Pada Januari 2014 pun tak luput dari bencana longsor. Menurut menurut Bupati Jombang dalam kompas.com, musibah ini terjadi murni karena bencana alam. Sebab, sehari sebelumnya terjadi hujan yang cukup sering. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Povinsi Jawa Timur, Sudarmawan, dalam detikcom menambahkan penyebab utama musibah longsor di Dusun Kopen karena kondisi pepohonan jati yang usianya masih muda, sehingga perakaran pohon-pohon yang ada di bukit yang longsor belum mampu mencengkeram tanah. Curah hujan bukan salah satu faktor penyebab utama terjadinya tanah longsor. Faktor yang menyebabkan terjadi longsor, seperti daya dukung lingkungan di sekitarnya, tidak mampu menampung hujan. Namun, menurut Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat dihubungi detikcom mengatakan bahwa longsor terjadi bukan hanya karena curah hujan yang tinggi,  jika di lahan tersebut banyak yang terbuka, dan kurang pepohonan, maka bisa menimbulkan longsor. Meskipun curah hujan tinggi, jika daya dukung tanahnya kuat, longsor tidak akan terjadi.

Tribunnews.com menginformasikan bahwa terdapat empat belas orang tertimbun longsor. Tujuh jenazah ditemukan di hari pertama pencarian dan lima jenazah ditemukan hari ketiga. Pencarian korban membutuhkan waktu berhari-hari karena menurut Yuwono, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, ketebalan material longsoran mencapai sekitar 3 hingga 4 meter. Pihaknya pun mengusahakan beberapa alat berat yang dinilai masih kurang untuk memaksimalkan pencarian.

Pusat Pendidikan Mitigasi Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (P2MB), Bandung, mendefinisikan longsor merupakan perpindahan bebatuan dan material lainnya dalam jumlah besar secara tiba-tiba atau berangsur yang umumnya terjadi di daerah terjal dan tidak stabil. Ada dua faktor yang menjadi penyebab longsor, pertama karena faktor alam dan kedua karena faktor manusia. Bencana longsor yang terjadi di Dusun Kopen, Kecamatan Bareng, Jombang terjadi secara langsung karena faktor alam, namun kita faktor manusia pun disinyalir menjadi penyebab dalam bencana longsor tersebut. Penggundulan hutan, sistem pertanian yang tidak memperhatikan sistem pengairan yang aman, dan sistem drainase pada daerah tersebut menjadi penyebab dugaan lainnya.



3.      Upaya Pemerintah Pascalongsor

Bupati Jombang Nyono Suharli, seperti dikutip dalam regional kompas, mengajak masyarakat meningkatkan reboisasi untuk menghindari terjadinya bencana banjir maupun tanah longsor. Bencana longsor sebeneranya dapat dicegah dengan menjaga pepohonan di lereng. Tumbuhan akan menyerap air dan akarnya mengikat tanah. Humas Ristek menjelaskan, lereng terjal yang berpotensi longsor sebaiknya dihindari dengan tidak membangun rumah di kaki lereng. Tebing terjal dekat jalan dan permukiman sebaiknya dilandaikan untuk mencegah runtuh. Permukaannya dipadatkan sesuai dengan kondisi tanah dan ditutupi tumbuhan yang sesuai. Stabilisasi lereng juga dapat dilakukan dengan pendekatan teknik sipil, yaitu membuat dinding beton bertulang atau batu. Dinding itu harus dilengkapi dengan sistem drainase berupa lubang-lubang saluran air di beberapa bagian dinding.

Relokasi warga yang masih tinggal di daerah rawan longsor pun direncanakan oleh pemerintah. Namun, rencana ini ditunda hingga waktu yang belum ditentukan, karena musibah erupsi Gunung Kelud terjadi. Menurut Tim Bakornas, yang dikutip oleh harianhaluan.com, ciri-ciri daerah rawan longsor adalah derah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat, lapisan tanah tebal di atas lereng, sistem tata air, dan tata guna lahan yang kurang baik, lereng terbuka atau gundul, terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing. Seharusnya penduduk yang tinggal di wilayah tersebut dapat mengurangi tanah longsor dengan cara menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung, waspada terhadap rembesan air pada lereng, dan siaga saat curah hujan tinggi dengan durasi yang panjang.   

Dikutip dari Yusuf Wibisono dalam beritajatim.com, Aan Anshori, Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LinK) Jombang, menyatakan bahwa Pemkab Jombang berdalih relokasi korban longsor tidak bisa dilakukan karena bantuan dari provinsi dialihkan ke bencana Gunung Kelud, pihaknya mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati mundur dari jabatannya. Padahal sejak 5 tahun lalu pemerintah mendapat peringatan mengenai potensi empat bencana besar yang akan mengancam Jombang. Aan Anshori menganggap Pemkab Jombang sejak awal tidak pernah serius menangani persoalan bencana di Jombang.



4.      Simpulan

Berita mengenai hak relokasi korban longsor di Dusun Kopen, Kecamatan Ngrimbi, Bareng, Jombang, belum diperoleh informasi selanjutnya. Pada dasarnya, penanggulangan bencana longsor perlu partisipasi semua pihak, khususnya masyarakat setempat. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor perlu diberikan pembelajaran terkait dengan hal-hal seperti pengenalan awal gejala longsor, sehingga pencegahan bencana longsor bisa dilakukan. Masyarakat perlu menyadari pentingnya melakukan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. Saat pohon-pohon di hutan selesai ditebang, maka masyarakat harus menanam kembali bibit-bibit pohon yang baru. Sehingga ketika musim hujan tiba, air hujan tidak langsung jatuh ke tanah, namun dapat ditahan oleh dedaunan dan akar-akar pohon.  

Identifikasi daerah rawan longsor dan pemantauan daerah tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan. Pembangunan rumah oleh masyarakat pun seharusnya menghindari tempat-tempat rawan bencana. Pusat Pendidikan Mitigasi Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (P2MB) menyebutkan masyarakat harus dihindarkan dari membuat pencetakan sawah baru atau kolam pada lereng terjal, karena air yang digunakan membuat tanah kehilangan kekuatannya sehingga mudah bergeser.   

      Hal yang harus dilakukan setelah bencana ini berlalu, selain relokasi penduduk ke daerah tempat tinggal yang lebih aman, yaitu mengevaluasi kebijakan instansi atau dinas yang memiliki pengaruh terganggunya ekosistem, normalisasi daerah penyebab bencana, dan membuat kerjasama antar daerah dalam penanggulangan bencana. Sebagian penduduk yang merasakan trauma akibat bencana longsor juga perlu mendapat perhatian khusus, walaupun bencana yang sudah berlalu tidak termasuk dalam bencana nasional, namun penduduk yang merasakan langsung akibat dari bencana tersebut perlu diperhatikan dari berbagai aspek, seperti kesehatan, bantuan uang tunai, perlengkapan sekolah untuk anak-anak, dan kebutuhan sehari-hari.



Daftar Acuan           

Enggran E.B. (2014). Ini Penjelasan BPDB Penyebab Longsor di Jombang. http://news.detik.com/surabaya/read/2014/01/28/191939/2481170/475/ini-penjelasan-bpbd-penyebab-longsor-di-jombang, yang diakses pada pukul 04.25 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

H. (2014). Mengenal Titik Rawan Longsor. www.harianhaluan.com/index.php/berita/sigab/14511-mengenal-titik-rawan-longsor, yang diakses pada pukul 09.54 WIB tanggal 15 Agustus 2014

Humas Ristek. (2013). Menahan agar Tanah Tak Longsor. http://www.ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/13003, yang diakses pada pukul 04.36 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

Koran Madura. (2014). Temukan 26 Titik Rawan Longsor di Jatim. www.koranmadura.com/2014/02/03/temukan-26-titik-rawan-longsor-di-jatim/, yang diakses pada pukul 09.41 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

M. Agus F.H. (2014a). Hindari Bencana, Bupati Jombang Minta Galakkan Reboisasi. http://regional.kompas.com/read/2014/01/28/2306573/Hindari.Bencana.Bupati.Jombang.Minta.Galakkan.Reboisasi, yang diakses pada pukul 04.21 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

-------------------. (2014b). Ketebalan Tanah Longsor di Jombang Capai 4 Meter. http://regional.kompas.com/read/2014/01/29/0628578/Ketebalan.Tanah.Longsor.di.Jombang.Capai.4.Meter, yang diakses pada pukul 05.33 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

-------------------. (2014c). Di Jombang, Ada 146 Desa Rawan Bencana. regional.kompas.com/read/2014/01/29/0736508/Di.Jombang.Ada.146.Desa.Rawan.Bencana, yang diakses pada pukul 04.15 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

------------------. (2014d). Pencarian Korban Longsor Jombang Dihentikan. http://www.tribunnews.com/regional/2014/02/01/pencarian-korban-longsor-jombang-dihentikan, yang diakses pada pukul 05.15 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

Nanda A. (2014). Cuaca di Indonesia Merupakan Imbas Cuaca Ekstrem Mancanegara?. http://green.kompasiana.com/iklim/2014/01/21/cuaca-di-indonesia-merupakan-imbas-cuaca-ekstrim-mancanegara-629571.html, yang diakses pada pukul 04.00 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

P2MB UPI. (2010). Longsor. p2mb.geografi.upi.edu/Landslide.html, yang diakses pada pukul 09.14 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

P2MB UPI. (2010b). Tentang Bencana. p2mb.geografi.upi.edu/Tentang_Bencana.html, yang diakses pada pukul 09.27 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

Rois J. (2014). BMKG: Curah Hujan Bukan Faktor Utama Terjadinya Tanah Longsor. http://news.detik.com/read/2014/01/28/153259/2480791/475/bmkg-curah-hujan-bukan-faktor-utama-terjadinya-tanah-longsor, yang diakses pada pukul 04.31 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

Sutono. (2014). Gara-gara Kelud, Relokasi Korban Longsor Jombang Terkatung. http://surabaya.tribunnews.com/2014/03/06/gara-gara-kelud-relokasi-korban-longsor-jombang-terkatung, yang diakses pada pukul 04.52 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

Tukidin. (2010). Karakter Curah Hujan di Indonesia. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JG/article/view/84/85, yang diakses pada pukul 04.04 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

ULF. (2003). Puncak Curah Hujan akan Terjadi Januari – Februari. http://news.liputan6.com/read/68654/puncak-curah-hujan-akan-terjadi-januari-februari, yang diakses pada pukul 03.40 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.

Yusuf W. (2014). Relokasi Korban Longsor Belum Jelas, Bupati Dituntut Mundur. http://m.beritajatim.com/peristiwa/200407/relokasi_korban_longsor_belum_jelas,_bupati_dituntut_mundur.html#.U-0vyqNqMv8, yang diakses pada pukul 05.05 WIB, tanggal 15 Agustus 2014.



Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir Program Matrikulasi Penulisan Ilmiah pada Universitas Pertahanan Indonesia tahun akademik 2014/2015
continue reading Bencana Longsor di Dusun Kopen

Menyambut Awal Pemerintah Baru

Bangsa Indonesia sedang beradaptasi dengan kondisi pasca Pemilu. Berbagai pendapat baik itu positif maupun negatif ada dalam pikiran masyarakat. Kemenangan Jokowi-JK merupakan awal baru bagi sistem pemerintahan Indonesia. Pergantian presiden ini seharusnya disambut baik oleh seluruh rakyat Indonesia. Seorang presiden terpilih, yang memiliki lika-liku perjalanan karier tak biasa. Wakil presiden terpilih pun memiliki prestasi yang tak kalah penting. Dalam harian Kompas, Ikrar Nusa Bhakti, seorang Profesor Riset di Pusat Penelitian Politik LIPI, menyesalkan bahwa sebuah hal yang sama terjadi di 2014, seperti Pemilu sebelumnya, pasangan yang kalah tidak mau membuat pidato kekalahan. Namun, sesungguhnya Pilpres 2014 telah mengembalikan semangat gotong-royong dan sukarela dalam partisipasi politik seluruh rakyat Indonesia.
Jokowi sebagai presiden terpilih mengajak rakyat untuk bersatu kembali dan bergerak bersama membangun bangsa dan negara Indonesia. Seperti dikutip dari harian Kompas, 24 Juli 2014, lebih dari sekedar upaya pemulihan kekompakan, Jokowi menegaskan pentingnya membangun bangsa yang bertumpu pada kemandirian ekonomi, karena pada kenyataannya Indonesia menjadi pasar bagi komoditas yang sesungguhnya mudah diproduksi di dalam negeri. Mengenai kedaulatan politik juga perlu ditegaskan sehingga perilaku aparat negara yang tidak kredibel tidak lagi mencerminkan rapuhnya kedaulatan politik Indonesia. Begitu juga mengenai kepribadian dalam kebudayaan, semangat gotong-royong harus kembali digerakkan oleh masyarakat.
Komunitas Ekonomi Asean akan mulai berlaku pada 2015. Dalam harian Kompas, Anwar Nasution, seorang Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, berpendapat bahwa  Jokowi diharapkan dapat memperhatikan penciptaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan keluarga berencana. Menurut A Tony Prasetiantono dalam harian kompas, bertambahnya penduduk memang bisa mendatangkan manfaat “bonus demografi”. Namun, di lain sisi, hal tersebut dapat menjadi beban jika lapangan pekerjaan terbatas. Terbukanya lapangan kerja di dalam negeri akan meminimalkan jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mencari pekerjaan ke luar negeri.
Anwar Nasution menyebutkan beberapa langkah yang dibutuhkan untuk mewujudkan strategi baru pembangunan Indonesia. Berawal dari pemilihan menteri dan pembantu terdekatnya sehingga dapat menjalankan strategi pembangunan sejalan dengan program kerja pemerintah. Hal yang kedua berkaitan dengan pemilihan orang-orang yang tepat, berintegritas, berpendidikan, dan berpengalaman. Sehingga calon menteri dan penasehat presiden disarankan memenuhi standar minimal kualifikasi pendidikan dan teknis yang dibutuhkan. Jika presiden terpilih tergelincir dalam menyusun kabinet, maka masyarakat akan segera menghukumnya (A Tony Prasetiantono, Kompas: 2014). Ketiga, perbaikan kelembagaan dan sistem hukum yang selama ini tak berjalan. Masyarakat dan bank asing terpaksa menggunakan preman dan penagih utang untuk melindungi hak milik individu. Langkah keempat adalah memperbaiki iklim usaha dan menyederhanakan izin usaha. Sistem logistik nasional dan infrastruktur ekonomi pun perlu dibangun, hal ini masuk dalam langkah kelima. A Tony Prasetiantono menambahkan, sesuai dengan visi Jokowi tentang negara maritim, ia harus membangun pelabuhan yang lebih banyak, penggunaan kapal besar pun dinilai lebih efisien sehingga menurunkan biaya logistik. Point keenam yakni membangun industri padat karya  di sepanjang tempat-tempat strategis bagi perdagangan dunia. Ketujuh, meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. Terakhir, meningkatkan mobilisasi tabungan nasional untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur. Delapan hal tersebut merupakan program kerja yang dapat direncanakan di masa pemerintahan Jokowi-JK, selain mendukung program pemerintah, masyarakat pun diharapkan dapat “gerak bersama” demi membangun Indonesia yang lebih baik dari masa ke masa.
Pilpres merupakan momen luar biasa sebuah suksesi kekuasaan. Partai memiliki klaim keseluruhan untuk membentuk sebuah pemerintahan politis. Para politisi partai sebagian besar mengklaim diri sebagai “ahli” dalam keseluruhan. Kenegarawan calon yang kalah sudah terbukti begitu dia menerima kekalahan demi kepentingan keseluruhan. Akan tetapi, kenegarawanan seorang pemenang pilpres belum terbukti  pada saat dia menerima kemenangannya, melainkan harus dibuktikan selama dia menjalankan pemerintahan (F Budi Hardiman, Kompas: 2014)

ini juga tugas matrikulasi tapi belum tau nilainya :p
continue reading Menyambut Awal Pemerintah Baru