Another Dream, Leave Behind, and Already Forgotten





Jika aku diminta berbicara tentang cita-cita, mungkin ini saatnya

Well, umurku memang belum mencapai 50, untuk dengan pongah berkata,”Aku sudah cukup banyak makan asam-garam…”, tapi aku mau berkata itu lah hidup. Aku meyakini untuk mengambil langkah itu, karena panggilan hidup yang bersuara di hatiku mengatakan aku harus kesana.
Terkadang hidup membawa kamu bergerak ke suatu arah yang tidak diketahui, tidak kau bayangkan, bahkan (terkadang) tidak kau ingini. Hidup membawamu melihat hal-hal yang indah, namun juga membuka matamu tentang hal-hal yang dianggap tabu. Hidup membawamu merasakan kebahagiaan, tetapi tidak bisa mencegah kamu merasakan sakit dan kesedihan.

Aku setuju dengan dua paragraf di atas, paragraf dari posting seorang wartawan

Tahun depan umurku bertambah jumlah, lantas? apa yang telah tercapai selama ini?
pertanyaan itu harus muncul dari hari ke hari, bulan berganti, dan awal tahun selalu menyambut mu jika kau panjang umur kawan.

Saat SMA aku beruntung, keberuntungan itu membawaku duduk di SMA unggulan tingkat kota pada masanya. Beruntung karena posisi strategis saat ujian nasional SMP membuat ku leluasa menyontek dan mencocokkan jawaban dengan teman sepuluh besar di kelas. Oh indahnya dunia saat itu... hahahahahaha XD

memasuki masa ujian nasional SMA, aku dituntut untuk mempunyai arah melanjutkan sekolah. Kuliah dimana? jurusan apa? mau jadi apa? mau kerja apa? tahapan fase yang umumnya dialami manusia.

Aku terobsesi dengan broadcasting
Hanya karena seragam salah satu TV swasta yang keren di layar kaca
Tak pernah terpikirkan oleh ku pekerjaan seorang broadcaster itu seperti apa
Aku hanya tau bahwa aku mau menjadi seorang broadcaster, kerja di TV
Ucap ku saat itu

Orang tua ku mendukung, walaupun ragu-ragu akhirnya aku lolos PMDK UNS jurusan ilmu komunikasi, namun di kemudian hari aku tidak berada disana
Aku disini...
Hanya membaca, melihat, dan mendengar berita ramuan seorang broadcaster
Sekarang aku tau bahwa setiap pekerjaan butuh pengorbanan dan pengabdian luar biasa

Jika cita-cita hanya menjadi sesuatu yang biasa, berdiamlah di rumah dan cari aman
Dunia pun tak akan pedulikan mu

Aku bilang aku beruntung, broadcaster bukan jalanku
Dikejar deadline itu bukan aku banget
Sang Pencipta memang tak akan pernah sedikit pun keliru menggariskan takdir
namun untuk hal-hal tertentu manusia masih bisa mengubahnya jika ada kemauan.

Semangat terus untuk broadcasters di luar sana
Aku tak lagi menggebu-gebu dan mempunyai hasrat di profesi itu :D
Posting Komentar