Senin, 03 November 2014

YUK!

Beberapa hari yang lalu dosen ku menangis, Dia sering mengungkapkan keprihatinannya terhadap bangsa ini terutama orang-orang yang berkuasa di atas angin sana, yang saat tertiup angin ketamakan dan keangkuhannya semakin menggebu-gebu.

Beliau sering bercerita tentang anak bangsa yang bersusah-payah dan patut dibanggakan oleh berbagai TV swasta saat mengharumkan nama bangsa, tapi tidak mendapatkan reward dan appreciate yang berarti dari pemerintah. Beliau selalu membandingkan dan iri melihat anak-anak berprestasi dari negara lain yang mengharumkan bangsa mereka. 

Beliau menangis, air mata memenuhi pelupuk matanya yang sayu, prihatin setelah tragedi 9/11 yang menimpa anak-anak Indonesia dan kehilangan orang tuanya saat kejadian itu. Cerita lengkapnya mulai tak ku dengar dengan baik karena mata ini ikut basah. Ikut prihatin dan seandainya ada di posisi itu pasti sangat melelahkan. Beliau merupakan salah satu orang yang berusaha mengabdikan diri menjadi seorang WNI yang bermanfaat untuk sesama, terutama bangsa sendiri.

Mungkin kita tidak kaya,
Mungkin kita tidak akan pernah diapresiasi atau bahkan diberi hadiah
Namun yang perlu kita tau sebagai anak bangsa 
Mengabdi dan menjaga nama baik Indonesia tak semudah itu
Mengharap belas kasih pemerintah sampai kapan?
Jika bukan kita yang sedikit saja peduli dengan hal-hal kecil di lingkungan sekitar
Berapa banyak mental anak bangsa yang rusak dan tidak bisa menuju bangsa yang lebih baik

Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari sekarang :)

 
Posting Komentar