Senin, 17 Maret 2014

Ada luka yang tak bisa Kau bawa berlari

tumben judulnya panjang...
#ciegitu

hmmm..
kamu tau nggak sih aku kangen?

"Nay, Kamu beda banget ya sama yang dulu. Sekarang Kamu keliatan lebih lepas, nggak kayak dulu waktu magang, hahaha"

Saat itu Nay sadar, ada yang memperhatikan dia rupanya, dari dulu, setahun yang lalu. Setahun, setelah Nay memulai kontraknya. Bukan magang lagi :)

"Nay, Kamu jangan jutek gitu dong sama Aku"

Hey, Nay sedang PMS Kak, Kamu tau nggak sih kalo perempuan lagi PMS itu rasanya mood berantakan banget. Emosi nggak terkontrol dan raut wajah pasti masam. Mengertilah...
Dalam hati Nay bergumam "Eh Kamu peduli apa? apa maksud mu mengutarakan itu?"

Esok pagi kita masih bertemu, di lift saat itu, sebelum Aku tau Kau datang, Aku harap tidak akan bertemu Kau, tapi...

"Pagi Nay!"
"Hey Kak, Kamu? sudah datang sepagi ini?"
"Iya, ada yang tertinggal. Eh Kamu mau kemana Nay?"
"Oh ini Aku ada seminar Kak di gedung sebelah, mau ikut?"

Kamu hanya tersenyum, Kamu tau? direlung hati ku yang terdalam. Ingin rasanya Aku mundur, membatalkan seminar, karena kau tau apa? saat seminar pun Aku tak fokus. Pikiran ku menyatu dengan perasaan dan berharap Kau masih disana saat seminar ini selesai.

"Nay, Aku pulang duluan ya. Biasa latihan, ikut nggak?"

Pertanyaan mu yang singkat, to the point, dan tidak membutuhkan jawaban, berhasil membuat Ku diam dan menggeleng lemah. Hari itu Aku berharap ada kesempatan kedua Kau ajak Aku melihat mu latihan.

Sekian lama Kau tak datang lagi, semua orang yang biasa Kau sapa mencari mu. Beruntung bila sekedar mencari, buruk akhirnya ketika mereka bertanya padaku, "Kemana dia Nay? tak mengabari mu kah?"

Ada yang menelepon, namun itu bukan Aku kok. Aku hanya bertanya padamu lewat chat. Foto yang ku simpan itu menunjukkan sakit mu, karena latihan, itu cerita singkat mu. Aku berusaha untuk tidak khawatir. Kau pun bilang akan datang jika sudah kempes luka itu.

"Hai Nay.."

Ku perhatikan wajah mu hari itu sangat ngilu. Lebam, masih tampak biru. Kau bilang sudah dikompres dan tak perlu khawatir karena cidera semacam itu sudah biasa. Aku yang awam ini mencoba paham dan berhenti memandang bengkak itu.

Kau mengajari Ku entah apa itu namanya, jurus? hanya sebentar lalu lupa, dan terpisah lagi

Sejak hari itu semakin hari semakin sering Kau datang, kadang Aku bosan, namun seringnya Aku menunggu.

"Nay sudah sarapan?"
"Nay makan siang apa ya hari ini?"
"Nay, Kamu sudah coba makanan disana?"
"Nay, Kakak ku senang membuat cakalang, Kamu tau? dia juga senang membuat kue, kapan-kapan Aku bawa ya Nay"
"Nay, tolong cabut rambut putih yang tumbuh di kepala ku Nay. Gatal sekali rasanya"
"Nay, Kemarin kok pulang nyelonong aja sih"

dan semua panggilan Nay yang Aku tunggu hingga hari ini namun tak pernah terdengar lagi. 
Nay, Nay, dan Nay
Kau yang mengajari Aku main games
Kau yang menemani ku makan siang saat tak ada kawan
Kau yang mencoba menenangkan Aku saat nyeri haid teramat sakit melanda

"Nay, coba lihat telapak tangan mu.. hmm Kamu harus makan yang banyak Nay supaya badan mu nggak kecil seperti ini"
"Nay, cium deh, parfumnya enak yang mana?"
"Nay, teori Kamu makannya sedikit itu salah ya Nay, Kamu makannya banyak tapi badan mu kecil aja hahaha"

Kau,
Nay mendoakan mu dari jauh
kangen dan luka memang berbeda istilah
namun kangen ini melukai Nay
Nay tidak ingin kangen ini melukai orang lain
dan akhirnya Nay memilih merasakan kangen ini sendiri
sampai bertemu penawarnya





Poskan Komentar