Minggu, 28 April 2013

Ibu Rumah Tangga



Pernah kah kamu berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga? Membesarkan anak-anak mu di rumah, dan sepenuh hati mencintai mereka tanpa batas.

Aku mendambanya..

Namun di zaman sekarang, masih adakah orang yang bersedia mengabdi untuk menjadi ibu rumah tangga yang full time?

Ada, mungkin satu dari seribu, satu dari sekian banyak jiwa seorang ibu..

Seharusnya ibu memahami, bahwa ketika dia memutuskan untuk menjadi seorang ibu, dia harus siap untuk menjiwai sepenuhnya peran itu. Tidak akan muncul rasa bosan, capek, mengeluh, dan lain sebagainya. Menjadi ibu itu sulit kawan, terlebih lagi zaman sekarang. Ketika teknologi semakin canggih, maka seorang ibu juga harus siap mengikuti perkembangan di zaman anak-anaknya tumbuh dan berkembang.

Seharusnya ibu memahami bahwa sebagai makhluk Tuhan, kebutuhan manusia itu pada dasarnya memang tidak pernah puas. Di zaman apapun itu, zaman dulu, zaman sekarang, bahkan zaman di masa depan yang belum tiba saatnya. Jadi keputusan ibu untuk bekerja dan mengkambinghitamkan kebutuhan manusia yang semakin meningkat itu salah. Toh pada dasarnya manusia memang tidak pernah puas dan buas!

Seharusnya seorang ibu bisa berpikir seribu kali mengapa dia harus meninggalkan rumah, dia harus berpikir ribuan kali untuk memberikan pengasuhannya pada pembantu rumah tangga.

Seharusnya seorang aku, kelak akan menjadi seorang ibu, aku harus berpikir seribu cara untuk bekerja dari rumah, berbagai rencana memang menggelayuti ku sekarang. Semoga saja Tuhan berikan jalan 

_menghitung hari_

Poskan Komentar