IMHO :)

Entah dimulai dari kapan, kata HIJABERS mulai sering diperdengarkan ditelinga muslimah sekalian

Mungkin sejak era-nya Dian Pelangi :)

Jilbab dan Pashmina menjadi cantik dan berwarna-warni, beragam gaya untuk setiap penampilan yang berbeda.

Ada yg menutup sampai dada, ada yg di plintir-plintir kesana kemari dengan bantuan ciput ninja dan ciput maroko yg mulai naik daun.

Lalu bermunculan banyak fashion blogger.

Entah saya yg ketinggalan zaman atau bagaimana.

Saya mengamati hanya dari beberapa blog yg saya follow

Saya juga mulai teracuni untuk mencoba "cara baru" dalam memakai kerudung

Menarik memang, beda dari yg biasa muslimah lain biasa pakai

Workshop dan Tutorial menggunakan kerudung pun bertebaran dimana-mana

Namun yg saya perhatikan, kok lambat laun semakin kesini semakin mahal ya biaya untuk "belajar" menggunakan "Hijab kece"

Apakah tidak mengundang pertanyaan nantinya?

Sasaran mereka mungkin menengah ke atas, bukan menengah ke bawah seperti saya :)

Seperti kebanyakan orang yg mau berjilbab, tetapi terbentur biaya. (Emangnya mau masuk sekolah?) --"

Mengutip pendapat dari seorang kakak Blogor, ada beberapa pendapat yg saya sependapat dengannya.



Mengusung nama HIJABERS dan mengatasnamakan silaturahmi, saya sebagai muslimah yg memakai jilbab jauh sebelum nama HIJABERS itu terdengar merasa miris.

Saya yg sering mendapatkan panggilan untuk hadir di pengajian Mesjid dekat rumah saja tidak pernah hadir, tapi bagaimana dengan ini?

Sesungguhnya saya akan berpikir dua kali, mungkin lebih baik uangnya untuk nonton PARAMORE \m/

hahaha

well, ambil positifnya, buang negatifnya

setiap pendapat berbeda porsi dan persepsi

tergantung bagaimana kita menanggapi sebuah "opini" itu sendiri :)


Berkibar jilbabmu..
Di setiap waktu..
Di sepanjang jalan.. Ku lihat kamu..
Karena jilbabmu meredam nafsu..
Busana mu menyejukkan kalbu :)



Posting Komentar