kembalinya sang obsession :.

ini yg selama ini hilang ternyata
obsesi penulis besar sejak kecil dan beberapa hal printilan lainnya
hati kecil pun menangis
:knp si aku bs sakit pdhl dr kecil aku baik-baik saja
dan ternyata luapan menulis itu yg membuat saya sakit
tumpahan puisi dan segala macamnya yg membuat seorang obsesi penulis besar jatuh dan tampak gila
[sgt miris]
ternyata menulis itu penting
mencurahkan luapan isi hati yg tertahan
[loh ko jd curhat]
ya memang
karena hati kecil ini berkata lg
[km tdk blh mnulis krn ktktmu pedas dn menyakiti org lain]
hellow drpd gw ngmg langsung dn memutuskan silaturahmi mending gw nulis dg pikiran tenang
fyuhhhhhhhhhhhhhhh
thx GOD coz i found writing
tak usah ditanya mengapa saya sakit
[sapa yg nanya] =))
yg jelas saya bukan saya ketika saya sakit
dan saya tidak sakit !
saya hanya bingung mw percaya siapa
oke cukup dg sakit saya

ternyata menulis itu sangat penting buat saya
setumpuk puisi-puisi saya
[lebay]
berlembar-lembar diary saya sejak SD
itu yg membuat saya bertahan
bertahan tanpa 'seseorang'
[baca: org kepercayaan]
dari dulu saya tanamkan
bahwa
saya tidak punya sahabat, teman dekat, geng, bahkan pacar
karena apa
saya merasa bahwa
manusia cuma punya dua telingan dan satu mulut
mereka hanya mendengar tanpa punya solusi
[tanpa punya solusi karena mereka punya masalah juga]
jadilah saya bermain dg 'dunia saya'
[baca tulisan]
dan ternyata menulis itu penting
torehan luka yg menganga buat saya bisa tertumpah lewat menulis dan diambil hikmahnya dg pikiran tenang

saya memutuskan kembali
untuk kembali menulis
bukan sindiran seperti dulu
[saya menyindir berdasarkan fakta, tapi belajar dr realita. ternyata lebih baik bicara langsung]
mudah-mudahan sindiran yg bermanfaat :)
semangati saya untuk menjadi penulis seperti asma nadia :)
Posting Komentar